Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

THE SCRIPT-TYPE COOPERATIVE LEARNING MODEL IN DEVELOPING CRITICAL THINKING SKILLS Supriyadi, Agus; Eriyanto, Eriyanto; Muis, Abdul; Arfandi, Arfandi
LISAN AL-HAL: Jurnal Pengembangan Pemikiran dan Kebudayaan Vol. 19 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : LP2M Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/lisanalhal.v19i2.192-209

Abstract

The purpose of this study is to outline how the Script-Type Cooperative Learning Model is used at Asembagus 1 State Junior High School to help students in Islamic Religious Education, grade VIII A, enhance their critical thinking abilities. The significance of critical thinking abilities as a 21st-century talent that must be acquired via active, group, and purposeful learning serves as the foundation for this study.Descriptive qualitative research methodology was employed, and data was gathered by documentation, interviews, and observation. The Miles and Huberman model, which comprises data reduction, data presentation, and conclusion drawing, was used to examine the data. Triangulation of sources, methods, and time was used to assess the validity of the data.According to the findings, the Script-Type Cooperative Model was implemented in several steps, including pairing up, allocating resources, assigning speaker and listener roles, exchanging viewpoints, and coming to consensus. It has been demonstrated that using this technique enhances students' critical thinking abilities, as seen by signs like explaining, analyzing, forming conclusions, and posing and responding to questions. Additionally, education promotes social skills, the ability to voice one's thoughts, a sense of accountability, and the incorporation of Islamic principles into the educational process. The study's findings indicate that the cooperative script-type model works well for developing students' religious character and critical thinking abilities. This methodology merits further development in Islamic religious education as well as other subject areas, provided that teachers serve as facilitators and that the necessary infrastructure is in place.
Analisis Motivasi Belajar Biologi Pada Siswa SMA Negeri 7 Bengkulu Utara Eriyanto, Eriyanto; Fitriani, Apriza
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat motivasi belajar Biologi peserta didik di SMA Negeri 7 Bengkulu Utara dalam konteks penerapan media dan perangkat pembelajaran berbasis digital. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 167 peserta didik kelas X, XI, dan XII sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar yang terdiri atas 19 pernyataan dengan skala Likert lima tingkat. Instrumen tersebut mencakup lima indikator utama, yaitu minat dan perhatian, keinginan berprestasi, keterlibatan dalam pembelajaran, respon terhadap penggunaan media digital, serta dukungan lingkungan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar Biologi peserta didik tergolong tinggi. Sebanyak 84,4% responden menyatakan memiliki keinginan kuat untuk memperoleh nilai yang optimal, sedangkan 88% peserta didik merasa guru telah memberikan kesempatan untuk berpartisipasi aktif, berpikir kritis, dan berkreasi dalam menyelesaikan tugas pembelajaran. Meskipun demikian, masih terdapat 74,2% peserta didik yang mengaku mengalami kesulitan dalam memahami beberapa konsep Biologi yang bersifat abstrak. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa tingginya motivasi belajar belum sepenuhnya diimbangi dengan efektivitas penyampaian materi. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi pemanfaatan media pembelajaran digital yang lebih interaktif, visual, dan kontekstual. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik dalam merancang pembelajaran Biologi yang inovatif, relevan, serta berorientasi pada penguatan motivasi intrinsik peserta didik sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka.
Pendidikan Inklusif dan Aksesibilitas Indonedia dan Negara Lain Fuadi, Diyoba Azhar; Istiana, Farika; Eriyanto, Eriyanto; Hadi, Janes Kurnia; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5087

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan pendekatan strategis dalam menjamin hak belajar seluruh peserta didik tanpa diskriminasi, termasuk anak berkebutuhan khusus, kelompok marginal, serta peserta didik dengan latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan implementasi pendidikan inklusif dan aksesibilitas pendidikan antara negara maju dan negara berkembang, dengan fokus pada kebijakan, kurikulum, kompetensi guru, pemanfaatan teknologi, serta pendanaan pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan dengan menganalisis buku ilmiah, artikel jurnal bereputasi, laporan lembaga internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan nasional dan global. Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis konten untuk mengidentifikasi pola, persamaan, dan perbedaan praktik pendidikan inklusif antarnegara. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara maju memiliki sistem pendidikan inklusif yang terintegrasi secara sistemik, didukung kebijakan yang kuat, pendanaan berkelanjutan, kurikulum adaptif, serta pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan. Sebaliknya, negara berkembang masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur ramah disabilitas, kesenjangan kompetensi pendidik, distribusi sumber daya yang belum merata, serta kesenjangan akses teknologi pembelajaran. Di Indonesia, meskipun kebijakan pendidikan inklusif telah dikembangkan melalui Kurikulum Merdeka, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural dan kontekstual, khususnya di wilayah terpencil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kebijakan pendidikan inklusif, peningkatan kompetensi guru, optimalisasi teknologi pendidikan adaptif, serta pendanaan yang berkeadilan merupakan kunci utama dalam mewujudkan sistem pendidikan inklusif yang berkelanjutan dan berkeadilan sosial.