Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Effect of Kepok Banana (Musa balbisiana) Peel Extract on the Survival of Sangkuriang Catfish (Clarias gariepinus) Infected with Aeromonas hydrophila Maolana, Ilham; Rudi, Mad; Tarigan, Daniel Julianto
SiRad: Pelita Wawasan February (Vol. 1 No. 1, 2025)
Publisher : Yayasan Nurul Musthafa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64728/sirad.v1i1.art2

Abstract

Bacterial infections caused by Aeromonas hydrophila are one of the main factors contributing to the failure of Sangkuriang catfish (Clarias gariepinus) aquaculture. The use of antibiotics for treatment has been prohibited due to concerns about residue accumulation and bacterial resistance, making alternative treatments necessary. One potential alternative is the utilization of kepok banana (Musa balbisiana) peel extract. This study aims to analyze the effect of administering kepok banana peel extract at different doses on the survival rate of Sangkuriang catfish infected with A. hydrophila. This research employed an experimental method using a completely randomized design (CRD) consisting of five treatments and three replications. The treatments included P0 (negative control), P1 (positive control), P2 (500 mg/L), P3 (1000 mg/L), and P4 (1500 mg/L). The catfish, measuring 7–9 cm in size, were maintained at a density of 10 fish per 10 liters, and infection was induced with A. hydrophila at a concentration of 10⁸ CFU/mL. Data analysis was conducted using ANOVA followed by Duncan’s multiple range test at a 95% confidence level (p<0.05). The results showed that the administration of kepok banana peel extract significantly affected the survival rate of Sangkuriang catfish. The highest survival rate was observed in treatment P2 (500 mg/L) with a mean value of 1.00±0.00c, which was significantly different from other treatments. Therefore, the optimal dose for enhancing the survival of A. hydrophila-infected Sangkuriang catfish is 500 mg/L.[Penyakit infeksi bakteri Aeromonas hydrophila merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan kegagalan dalam budidaya ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus). Penggunaan antibiotik sebagai penanganan telah dilarang karena efek residu dan resistensi, sehingga diperlukan alternatif pengobatan yang lebih aman, salah satunya melalui pemanfaatan ekstrak kulit pisang kepok (Musa balbisiana). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak kulit pisang kepok dengan dosis yang berbeda terhadap kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang yang terinfeksi bakteri A. hydrophila. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang diberikan meliputi P0 (kontrol negatif), P1 (kontrol positif), P2 (500 mg/L), P3 (1000 mg/L), dan P4 (1500 mg/L). Ikan lele dengan ukuran 7–9 cm dipelihara dalam kepadatan 10 ekor/10 L, dan infeksi dilakukan dengan A. hydrophila pada kepadatan 10⁸ CFU/mL. Analisis data menggunakan uji ANOVA dengan uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit pisang kepok berpengaruh signifikan terhadap kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang. Perlakuan P2 (500 mg/L) menghasilkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi (1.00±0.00c), yang berbeda nyata dibandingkan perlakuan lainnya. Dengan demikian, dosis 500 mg/L merupakan dosis optimal dalam meningkatkan kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang yang terinfeksi A. hydrophila.]
Klasifikasi Kualitas Air Budidaya Ikan Nila Menggunakan Support Vector Machine Aulia, Tazkiah; Arifin, Willdan Aprizal; Rudi, Mad
Jurnal Algoritma Vol 22 No 2 (2025): Jurnal Algoritma
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/algoritma/v.22-2.2356

Abstract

Kualitas air merupakan faktor kunci yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan budidaya ikan nila. Ketidaksesuaian parameter air, seperti suhu atau kandungan zat kimia, dapat menimbulkan stres fisiologis, menurunkan laju pertumbuhan, hingga menyebabkan kematian pada ikan. Kondisi ini menjadikan pemantauan kualitas air sebagai aspek yang sangat krusial dan mendesak dalam praktik budidaya. Penelitian ini bertujuan melakukan pemodelan klasifikasi kelayakan kualitas air menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) yang dikombinasikan dengan Radial Basis Function (RBF) kernel. Kernel RBF merupakan fungsi matematis yang memungkinkan SVM memetakan data yang tidak terpisah secara linear ke dalam ruang berdimensi lebih tinggi, sehingga pola klasifikasi menjadi lebih terlihat. Data numerik diperoleh dari delapan parameter kualitas air: suhu, pH, total dissolved solids (TDS), oksigen terlarut, nitrit, nitrat, fosfat, dan amonia. Selanjutnya, data diklasifikasikan ke dalam dua kategori: layak dan tidak layak, berdasarkan ambang batas biologis yang telah ditentukan. Model dibangun menggunakan pendekatan supervised learning dan dievaluasi melalui metrik akurasi dan confusion matrix. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model SVM dengan kernel RBF menghasilkan akurasi sebesar 82%, dengan nilai presisi dan recall mencapai 100% pada kategori “tidak layak”. Ini menunjukkan bahwa model mampu mengidentifikasi kondisi air yang berisiko dengan sangat baik, menjadikannya solusi potensial untuk pemantauan kualitas air budidaya. Model ini berkontribusi terhadap pengelolaan budidaya ikan yang efisien melalui otomatisasi pemantauan kualitas air dan pengambilan keputusan yang lebih akurat, sekaligus mendukung keberlanjutan dengan meminimalkan risiko lingkungan dan penggunaan sumber daya secara berlebihan.
Screening of Bioactive Compounds of Spirulina platensis as Potential Antioxidants: An In-silico Approach Prasetiyo, Himawan; Nanda, Fitri Novita; Rudi, Mad; Razak, Nurul Azila
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 11 Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRSKT.112.05

Abstract

Oxidative stress is a significant trigger of degenerative diseases, caused by an imbalance between free radicals and the body's antioxidant defenses. This study aims to identify bioactive compounds from Spirulina platensis and to evaluate their antioxidant potential using an in-silico approach. Candidate screening was conducted using Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) analysis, antioxidant activity prediction, pharmacokinetic evaluation (Lipinski's Rule of Five), and ligand–receptor interaction analysis (molecular docking). GC-MS analysis identified 30 bioactive compounds across various classes, including hydrocarbons, alcohols, phenols, aldehydes, and steroids. Activity prediction showed that all compounds exhibited antioxidant potential with Pa > 0.7 and Pi > 0.3, meeting both Lipinski's criteria and drug-likeness requirements. Among them, phytol and ethyl iso-allochol were demonstrated binding energies (∆G) of –5.0 and –7.3 kcal/mol, respectively, which were lower than the natural ligand 3-[(1R)-1-(2,6-dichloro-3-fluorophenyl) ethoxy]-5-(1-piperidin-4-yl-1H-pyrazol-4-yl) pyridin-2-amine with –8.3 kcal/mol, suggesting their potential as free radical inhibitors. The microalga S. platensis thus contains antioxidant-active compounds with promising potential for further development. However, additional evaluations through active compound isolation as well as in vitro and in vivo studies are required.