Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Afirmasi Positif Terhadap Tingkat Halusinasi Pendengaran Pasien Skizofrenia: The Effect of Positive Affirmations on The Level of Auditory Hallucinations in Schizophrenia Patients I Komang Gede Suartika; Jayanti, Desak Made Ari Dwi; Wahyudi, Hendro
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 4 No. 3 (2025): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Yayasan Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v4i3.184

Abstract

Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan mental berat yang ditandai dengan perubahan persepsi, salah satunya berupa halusinasi pendengaran sebagai gejala positif. Kondisi ini dapat memicu perilaku agresif, kekerasan, hingga kecenderungan bunuh diri. Salah satu intervensi yang dapat diberikan untuk mengatasi halusinasi pendengaran adalah terapi afirmasi positif.   Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh afirmasi positif terhadap tingkat halusinasi pendengaran pasien skizofrenia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest. Sampel sebanyak 32 orang yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan Auditory Hallucinations Rating Scale (AHRS). Intervensi yang diberikan adalah afirmasi positif dalam rentang waktu 5-10 menit, dengan pengulangan kalimat afirmasi positif sebanyak 10-20 kali. Afirmasi positif diberikan selama 7 hari pada sore hari (Pukul 15.00-17.00 Wita). Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan yang signifikan terhadap tingkat halusinasi pendengaran sebelum dan sesudah pemberian terapi afirmasi positif pada pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran dengan nilai p=0,001 (α=0,05). Kesimpulan: Afirmasi positif efektif mengurangi gejala halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Anak Tentang Perilaku Bullying di SD Negeri 11 Pedungan Tri Sutrisna Manuaba, Ida Bagus; Resiyanthi, Ni Komang Ayu; Wahyudi, Hendro
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.990

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dasar dan dapat memberikan dampak yang serius terhadap kesehatan fisik, kondisi psikologis, serta perkembangan sosial anak. Perilaku bullying yang tidak ditangani secara tepat dapat menyebabkan gangguan emosional, menurunnya prestasi belajar, serta terganggunya hubungan sosial antar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan anak tentang perilaku bullying di SD Negeri 11 Pedungan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV, V, dan VI di SD Negeri 11 Pedungan dengan jumlah sampel sebanyak 75 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang disusun untuk menilai tingkat pengetahuan siswa mengenai bullying, meliputi pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dampak yang ditimbulkan, serta upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian berdasarkan 75 siswa di SD Negeri 11 Pedungan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan anak tentang perilaku bullying berada pada kategori cukup sebanyak 36 siswa (48,0%), kategori baik sebanyak 27 siswa (36,0%), dan kategori kurang sebanyak 12 siswa (16,0%). Temuan ini mengindikasikan bahwa mayoritas siswa telah memiliki pemahaman dasar mengenai bullying, namun pengetahuan tersebut belum sepenuhnya optimal. Pengetahuan pada kategori cukup menunjukkan bahwa siswa telah mengenal pengertian dan bentuk-bentuk bullying, tetapi masih memiliki keterbatasan dalam memahami dampak jangka panjang serta upaya pencegahan perilaku bullying secara menyeluruh.