Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

IMPLEMENTASI BANTUAN SOSIAL PENDIDIKAN PROGRAM INDONESIA PINTAR SEBAGAI TANGGUNG JAWAB NEGARA TERHADAP WARGA NEGARA (STUDI DESKRIPTIF DI SMP NEGERI 1 KRESEK, KECAMATAN KRESEK, KABUPATEN TANGERANG-BANTEN) Nainah, Evi; Jamaludin, Ujang; Bahrudin, Febrian Alwan
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i1.2598

Abstract

The purpose of this study was to find out how the Program Indonesia Pintar (PIP) was implemented at SMP Negeri 1 Kresek. This research is qualitative research with a descriptive study. The results of research on the implementation of PIP at SMP Negeri 1 Kresek is that the policy standard used is the Regulation of the Secretary General of the Ministry of Education and Culture Number 20 of 2021. The resources used include human resources, budget, and time. The characteristics of the organization implementing the PIP implementation at SMP Negeri 1 Kresek have fragmentation/division of responsibilities among the parties involved. Communication between implementing organizations and resources is related to and influences policy implementation. The disposition/attitude of the implementer responds well to and accepts the policies set. Social, economic, and political conditions support and have an impact on the implementation of PIP at SMP Negeri 1 Kresek.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Implementasi Program Indonesia Pintar (PIP)  di SMP Negeri 1 Kresek. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan studi deskriptif. Hasil Penelitian pada implementasi PIP di SMP Negeri 1 Kresek adalah standar kebijakan yang digunakan adalah Peraturan Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Nomor 20 Tahun 2021. Sumber daya yang digunakan diantaranya sumber daya manusia, anggaran dan waktu.  Karakteristik organisasi pelaksana implementasi PIP di SMPNegeri 1 Kresek memiliki fragmentasi/pembagian tanggung jawab diantara pihak yang terlibat. Komunikasi antar organisasi pelaksana dan sumber daya merupakan hal yang berkaitan dan mempengaruhi implementasi kebijakan. Disposisi/sikap pelaksana merespon baik dan menerima atas kebijakan yang ditetapkan. Kondisi sosial, ekonomi dan politik mendukung dan memberi dampak pada implementasi PIP di SMPNegeri 1 Kresek.
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DAN KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH SMA NEGERI 1 CIKANDE (STUDI DESKRIPTIF KELAS XII KURIKULUM 2013 DAN X KURIKULUM MERDEKA) Fikriyah, Suci; Lestari, Ria Yuni; Bahrudin, Febrian Alwan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24224

Abstract

Dalam 10 tahun terakhir, kurikulum di Indonesia mengalami perubahan untuk mengikuti perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana implementasi kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka di SMA Negeri 1 Cikande, dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data, yaitu: Teknik observasi dilakukan dengan mengamati pelaksanaan pembelajaran; Teknik wawancara kepada guru Pendidikan Pancasila kelas X, guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan kelas XII, wakil kepala sekolah bdang kurikulum, dan peserta didik; dan Teknik dokumentasi berupa Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Modul Ajar serta Instrumen Penilaian. Dari hasil penelitian, pada implementasi kurikulum 2013 dalam perencanaan, guru menyusun Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), selanjutnya dalam pelaksanaan guru melakukan perwujudan dari RPP yang telah dipersiapkan serta dalam evaluasi, guru melakukan penilaian dari tiga instrumen, yaitu: penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan. Sementara, implementasi kurikulum merdeka dalam perencanaan guru mempersiapkan perangkat yaitu Modul Ajar, selanjutnya dalam pelaksanaan guru melakukan perwujudan dari Modul Ajar yang telah dipersiapkan serta dalam evaluasi, guru menilai dari instrumen yang telah dipersiapkan diModul Ajar
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN ARDANIAH KOTA SERANG Safitri, Dian; Bahrudin, Febrian Alwan; Fitrayadi, Dinar Sugiana
INOPENDAS: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 7, No 2 (2024): Inopendas : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Agustus 2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jino.v7i2.12841

Abstract

This research was carried out to 1) describe the internalization process of multicultural education values at Ardaniah Islamic Boarding School Serang City, and 2) find out how was the result of value internalization of multicultural education at Ardaniah Islamic Boarding School Serang City. This research employed qualitative approach with descriptive method. The data collection techniques used were interview, observation, and documentation. The data analysis technique was carried out through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and taking conclusion. The research results showed that the internalization process of multicultural education at Ardaniah Islamic Boarding School Serang was carried out through the activity of studying the yellow book, there was role of Islamic Scholar (Kyai), and Ustadz-Ustadzah, and through various students’ activities which trigger them to implement the values internalized until obtained that the students can understand the multicultural values, capable of implementing them, and in the end they can become the personality that can be in line with the values of multicultural education.
Peran Guru Dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Fadhilatunnisa, Aqila Sahla; Bahrudin, Febrian Alwan
MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/003.2026121.476

Abstract

cation plays a crucial role in shaping human resources capable of facing the complexities of the 21st century. One of the essential skills students must develop is critical thinking, which is vital not only for academic success but also for daily life. Developing critical thinking skills requires teachers to possess strong pedagogical competencies in designing challenging, reflective, and contextual learning experiences. However, in practice, many teachers encounter obstacles such as limited time, administrative burdens, and a lack of understanding of effective learning strategies. Implementing discussion-based, debate-based, problem-solving, project-based, and problem-based learning strategies can enhance students’ critical thinking abilities. Furthermore, the integration of educational technology is essential to create interactive and adaptive learning environments. Teachers act as facilitators and agents of change who encourage students to think analytically, reflectively, and innovatively. Thus, strengthening critical thinking skills supports the achievement of national educational goals in developing individuals who are faithful, knowledgeable, creative, and competitive in the global era.
Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Eksistensi Calon Legislatif Muda Di Dapil 5 Kabupaten Serang Ikhsani, Tamrohul; Bahrudin, Febrian Alwan; Lestari, Ria Yuni
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif masyarakat terhadap calon legislatif muda pada pemilu tahun 2024 di Daerah Pemilhan (Dapil) 5 Kabupaten Serang dan mencakup dampak dari faktor timbulnya perspektif masyarakat tersebut. Metode yang diterapkan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap calon legislatif muda sangat beragam, akan tetepi secara keseluruhan cenderung positif. Hampir seluruh masyarakat berpandangan bahwa eksistensi kaum muda merupakan bentuk regenerasi yang dapat membawa perubahan, dengan gagasan yang inovatif, dan terbuka terhadap aspirasi masyarakat dan juga dianggap lebih mudah menjangkau masyarakat karena lebih mampu memanfaatkan media sosial. Namun terdapat beberapa masyarakat yang berpandangan skeptis atas kapabilitas caleg muda, karena persepsi publik terkait kurangnya pengalaman dan belum matang dalam berpikir dan bertindak dalam bidang politik. Beberapa faktor yang mempengaruhi pandangan tersebut meliputi tingkat pendidikan politik, pengalaman masyarakat dalam mengikuti proses politik, intensitas interaksi dengan calon legislatif muda, serta dampak lingkungan sosial dan budaya politik di masyarakat setempat.