Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Utilization of Youtube Media in Fostering Young Farmer Interest In Chili Farming in Ciamis Regency Kosmana, Engkos; Raya, Alia Bihrajihant; Kaliky, Rahima
JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics) Vol. 17 No. 1 (2024): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (J-SEP)
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The presence of the youtube platform makes it easier for farmer children to access agricultural information. The high use of youtube among farmer children will promote their attitudes, motivation, perceptions of chilli farming and increase their interest in continuing chilli farming. Therefore, it is necessary to conduct research to analyse the effect of the use of youtube directly or through the variables of attitude, motivation and perception on the interest in continuing chilli farming in Ciamis Regency. The research was carried out using a descriptive quantitative approach. The data were collected through a survey using a questionnaire, involving a sample of 100 children of farmers, taken by simple randomisation in 5 sub-districts of Ciamis Regency. Testing using SEM Partial Least Square with SMART PLS software. From the results of the study it is known that the variables of youtube use, motivation, attitudes and perceptions have a direct positive and significant effect on the interest of farmers' children in continuing chilli farming, youtube use has a direct positive and significant effect on the motivation, attitudes and perceptions of chilli farming, and youtube use has an indirect significant effect on the interest of farmers' children in continuing chilli farming through the motivation and perceptions of farmers' children towards chilli farming.
Upaya Pemerintah Melawan Infodemic dengan Membangun Informasi Akurat Rahmadiva, Lelita Azaria; Raya, Alia Bihrajihant; Ruslanjari, Dina
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21 No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i2.8342

Abstract

Pandemi COVID-19 tidak hanya membawa permasalahan terkait persebaran virus saja tetapi juga fenomena infodemik yang mengiringinya. Infodemik menjadi lebih berbahaya dari virus itu sendiri karena dapat merusak respon kesehatan masyarakat dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap otoritas pemerintah dan kesehatan. Hal ini terjadi akibat disinformasi yang dikonsumsi masyarakat. Informasi akurat menjadi suatu urgensi yang perlu diupayakan oleh pemerintah sebagai pemilik dan pembuat kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya Pemerintah Kabupaten Klaten dalam membangun informasi akurat untuk melawan infodemik. Metode penelitian ini merupakan studikualitatif dengan observasi dan wawancara mendalam pada Humas Pemerintah di Kabupaten Klaten yang memiliki tingkat fatalitas tertinggi selama kuartal awal PPKM Darurat Level 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat lima kriteria informasi akurat yaitu sumber, waktu, kaidah jurnalistik, berbasis wilayah, dan paraf pimpinan yang diterapkan sebagai salah satu upaya dalam membangun informasi akurat COVID-19. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam merumuskan implikasi kebijakan yang berpotensi berguna dalam penanganan infodemik di tingkat lokal dan nasional.
Upaya Pengembangan Industri Batik di Indonesia Siregar, Abi Pratiwa; Raya, Alia Bihrajihant; Nugroho, Agus Dwi; Indana, Fairuz; Prasada, I Made Yogya; Andiani, Riesma; Simbolon, Theresia Gracia Yunindi; Kinasih, Agustina Tri
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 37 No. 1 (2020): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v37i1.5945

Abstract

Sejak pengakuan UNESCO pada tahun 2009, batik berkembang lebih cepat dibanding tahun-tahunsebelumnya. Namun demikian, hingga saat ini ketersediaan printing mengenai perkembangan batikmasih menjadi kendala yang belum terselesaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiperkembangan batik ditinjau dari jumlah usaha, jumlah tenaga kerja, kapasitas produksi, danpermasalahan yang dihadapi oleh industri batik serta merumuskan upaya dalam pengembanganindustri batik. Penelitian ini dilakukan di 27 provinsi di Indonesia dengan menggunakan metodedeskriptif analitis menggunakan data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian,diperkirakan jumlah industri batik di Indonesia mencapai 6.120 unit dengan tenaga kerja sebanyak37.093 orang dan mampu mencapai nilai produksi sekitar 407,5 miliar rupiah per bulan atau setara4,89 triliun rupiah per tahun. Permasalahan yang dihadapi industri batik terdiri dari printing, bahanbaku, keterampilan tenaga kerja, pengembangan usaha kain lokal, pengelolaan limbah, pembinaandan pendampingan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), persaingan dengan printing bermotifbatik. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan batik yaitu memperbaharui printingindustri batik, koordinasi sistem database batik, pemanfaatan sumber daya alam lokal denganmeningkatkan penggunaan pewarna alam, optimalisasi pembinaan industri dan peran Balai LatihanKerja (BLK) dalam peningkatan keterampilan tenaga kerja, sosialisasi potensi batik, pembangunanpengolahan limbah dan peningkatan kesadaran industri batik mengenai pengelolaan limbah,penguatan brand batik tulis dan batik cap, dan advokasi dan pemasaran sosial kepada konsumenmengenai batik tulis dan batik cap.
Strategi Pengembangan IKM Batk di Luar Jawa Andiani, Riesma; Raya, Alia Bihrajihant; Nugroho, Agus Dwi; Siregar, Abi Pratiwa; Prasada, Imade Yoga; Indana, Fairuz; Simbolon, Theresia Gracia; Kinasih, Agustina Tri
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 37 No. 2 (2020): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v37i2.5992

Abstract

Perkembangan industri-industri kecil dan menengah (IKM) batik di luar Jawa masih mengalami berbagai kendala, beberapa diantaranya terkait bahan baku, sumber daya manusia, pemasaran dan lain sebagainya. Pengakuan UNESCO terhadap batik di Indonesia sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan membuat masyarakat dan pemerintah berupaya menciptakan strategi yang aplikatif. Penyusunan strategi tersebut dimulai dari segi industri, pemasaran, SDM, maupun lingkungan. Perumusan strategi didasarkan pada kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman IKM yang ditemukan sebagai data penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuat pemetaan IKM dengan meninjau dari segi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis SWOT. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada responden dari Dinas Perindustrian dan IKM batik. Responden ditentukan secara purpossive sampling pada 22 provinsi di Indonesia yang memiliki IKM batik. Hasil berupa data kondisi dan permasalahan IKM pada masing-masing daerah. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa masih banyak kendala yang dialami oleh IKM batik di Indonesia mulai dari produk, pemasaran, SDM, modal, maupun lingkungan. Strategi yang dirumuskan antara lain penguatan batik khas daerah, pemanfaatan teknologi informasi untuk pemasaran, peningkatan intensitas pelatihan SDM, pengembangan IPAL, serta penggunaan pewarna alam dan lain sebagainya.
Autopoiesis And Organizational Communication: How The Jember Fashion Carnaval Adapts Through Communicative Processes As'adi, Mohamad Hasan; Haryadi, Fransiskus Trisakti; Raya, Alia Bihrajihant; Wahyuni, Hermin Indah
Kalijaga Journal of Communication Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Communication and Islamic Broadcasting Study Program, Faculty of Da'wah and Communication, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.72.02.2025

Abstract

This study examines the adaptation of the Jember Fashion Carnaval (JFC) organization to the dynamic social connectivity of its environment. Utilizing a qualitative approach and digital ethnography, the research analyzes the organization's responses, interpenetration, and adaptation strategies. Findings indicate that JFC demonstrates responsiveness through innovative carnival themes and diverse communication channels. However, limitations arise from programmatic constraints and individual influences within the organization. Furthermore, JFC's interpenetration into various societal sectors, including education, economy, and culture, shapes its policies and decisions. This adaptation manifests in the evolution of fashion design, event concepts, and community-inclusive management. This research contributes to understanding organizational adaptation within a rapidly changing socio-cultural context, highlighting the interplay between organizational systems and their environment. Employing Niklas Luhmann's social systems theory, specifically the concept of autopoiesis, this study offers a unique perspective on how JFC, as an organizational system, maintains its identity while adapting to its surroundings. The results provide valuable insights for the field of development communication and challenge traditional approaches that focus on internal organizational factors by emphasizing the importance of external factors in shaping organizational behavior.
Ekosistem Pertanian Untuk Mendukung Regenerasi Petani Indonesia Widjanarko, Nadila Puspa Arum; Subejo, Subejo; Raya, Alia Bihrajihant; Wirakusuma, Gilang; Untari, Dyah Woro; Sari, Almonika Cindy Fatika; Sugiyarto, Sugiyarto; Ansari, Andrianto; Akhda, Najmu Tsaqib; Muttaqin, Andi Syahid; Permana, Rusdi Al Rosid Ilham; Fatonah, Siti
AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension Vol 50, No 1 (2026): May
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agritexts.v50i1.115834

Abstract

A notable trend in Indonesia's agricultural sector is the aging of its farmer population. The reluctance of the younger generation to pursue careers in the agricultural sector is attributed to pervasive negative perceptions, including the lacks societal prestige. In an effort to increase farmer succession, the Ministry of Agriculture, in collaboration with IFAD, has initiated the YESS. This program offers internships, training, funding through competitive grants, and the development of young agricultural entrepreneurs for young generations. The objective of this study is to analyze the impact of the YESS on the agricultural ecosystem and to identify the agricultural ecosystem with the most influence in supporting farmer succession. The present study involved 120 beneficiaries of the YESS in West Java, East Java, South Kalimantan, and South Sulawesi selected through purposive sampling. The analysis was conducted using multidimensional scaling, agricultural human resources and agricultural regulations. The findings of the present study indicate that the regulatory framework governing agriculture the proliferation of farmer succession in Indonesia. The extent to which existing agricultural regulations are implementable and representative is directly correlated with the number of farmer successions. Achieving this objective necessitates a collaborative effort among the Ministry of Agriculture, in its capacity as the policy maker, academics, young farmers, young agricultural entrepreneurs, and relevant stakeholders to achieve sustainable farmer succession.