Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Amerta Nutrition

Analisis Hubungan Food Coping Strategies terhadap Ketahanan Pangan Rumah Tangga Miskin di Kota Salatiga Lesda Lybaws; Brigitte Sarah Renyoet; Theresia Pratiwi Elingsetyo Sanubari
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1.2022.32-43

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia, kemiskinan dan kelaparan masih menjadi permasalahan kemanusiaan serta merupakan salah satu penyebab masalah undernutrition. Kondisi kemiskinan menyebabkan orang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar untuk mempertahankan hidup. Kebutuhan dasar yang harus dipenuhi salah satunya adalah kebutuhan akan pangan. Pangan sangat erat kaitannya dengan kehidupan bangsa. Ketahanan pangan menyatakan situasi pangan yang cukup dari segi kuantitas, kualitas, aman, beragam dan bergizi. Faktanya saat ini masih ada kelompok masyarakat yang merasakan kerawanan pangan, seperti golongan rumah tangga miskin karena ketimpangan pendapatan. Saat masa pandemi COVID-19 rumah tangga miskin semakin mengalami keterbatasan untuk memenuhi kebutuhan pangan, karena lonjakan harga pangan dan pemutusan hubungan kerja yang menghambat akses ekonomi untuk membeli pangan cukup dan beragam, sehingga mereka harus melakukan beberapa strategi salah satunya adalah food coping strategies.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara food coping strategies dan ketahanan pangan rumah tangga miskin di Kota Salatiga pada masa pandemi COVID-19.Metode: Metode kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional Study yang dilaksanakan di Kelurahan Gendongan, Kutowinangun Lor, Sidorejo Lor dan Blotongan, Kota Salatiga yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 hingga Februari 2021. Total sampel 65 yang dihitung dengan menggunakan teknik simple random sampling. Kriteria inklusi adalah rumah tangga miskin yang merupakan penduduk asli menetap, memiliki anak bersekolah, pendapataan dibawah UMK Kota Salatiga. Pengukuran status ketahanan pangan rumah tangga menggunakan kuisioner US-HFSSM dan food coping strategies menggunakan kuisioner RCSI. Analisis data menggunakan uji korelasi rank spearman dengan α=0,05.Hasil: Mayoritas (74%) rumah tangga miskin rawan pangan dengan derajat kelaparan sedang. Lima puluh lima persen rumah tangga miskin memiliki skor RCSI sedang. Bentuk coping yang sering dilakukan adalah dengan membatasi konsumsi makan pada orang dewasa (31%). Faktor sosiodemografi yang berhubungan dengan perilaku food coping strategies adalah pendidikan kepala keluarga, jumlah anggota keluarga, pendapatan dan pengeluaran. Hasil uji korelasi menunjukan adanya hubungan signifikan antara food coping strategies dengan ketahanan pangan rumah tangga (Sig. 0,002).Kesimpulan: Penurunan pendapatan dan lonjakan harga pangan dampak pandemi COVID-19 mendorong rumah tangga melakukan coping strategies untuk mengatasi kerawanan pangan. Terdapat hubungan nyata yang signifikan dan arah hubungan negatif antara food coping strategies dan ketahanan pangan rumah tangga miskin di Kelurahan Gendongan, Kutowinangun Lor, Sidorejo Lor dan Blotongan, Kota Salatiga.
Literatur Review: Intervensi pada Remaja Perempuan 8000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Generasi di Masa Depan: Literature Review: Intervention on Adolescent Girls in 8000 First Days of Life (HPK) as Stunting Prevention in Future Generations Brigitte Sarah Renyoet; Dary Dary; Christantya Vita Rena Nugroho
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2.2023.295-306

Abstract

Background: The complex nutrition problem until now in Indonesia is stunting. Stunting is a failure-to-grow condition due to prolonged malnutrition since the baby was born during pregnancy. Therefore, the nutrition and health of adolescent girls as the future mother have a crucial role in preventing stunting. Objectives: Identified various programs intervention to adolescent girls as stunting prevention to the next generation and identify the successful various programs intervention to adolescent girls as stunting prevention to next generation Discussion: This research method used a literature review of ten journals from 2011 to 2021. The research results were various interventions for adolescent girls as stunting prevention for the next generation. There were nutrition education, stunting education, early marriage education, hygiene and sanitation education, fulfillment of micronutrient intake and consumption of balanced food, Multi Micro Nutrient (MMN) supplementation, school feeding program, and high calcium milk intake. Intervention for adolescent girls is the main target of 8000 HPK programs as holistic stunting prevention has a vital role, so it needs to be implemented as early as possible. Conclusions: Appropriate Interventions for adolescent girls have the potential to reduce stunting and increase the opportunity for human resources in the future.
Nugget Berbahan Dasar Tepung Kacang Koro Canavalia Ensiformis L. dan Rebung sebagai Upaya Pencegahan Wasting pada Anak Usia 5−12 Tahun: Nuggets from Canavalia Ensiformis L. Koro Beans Flour and Bamboo Shoots as a Prevention for Wasting in Children 5−12 Years Palimbong, Sarlina; Renyoet, Brigitte Sarah; Yubilenta, Skolastika Weny
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 4 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i4.2024.557-566

Abstract

Background: Wasting in children can hinder their growth and development, cognitive ability and productivity. Objectives: To create innovative nugget products from Canavalia Ensiformis L. flour and bamboo shoots for wasting prevention for children aged 5–12 years, to determine the acceptability of Canavalia Ensiformis L. flour and bamboo shoots nugget, to measure the nutritional value the product. Methods: The ratios of the ingredients, i.e., Canavalia Ensiformis L. flour and bamboo shoots, are 100:25, 75:50, and 50:75. The proximate test parameters include water, ash, protein, fat, and carbohydrates. Each test was repeated 3 times. The acquired proximate data was processed using one-way ANOVA test; the results indicate significant differences; Duncan test will be conducted. The hedonic test assessing the color, aroma, taste, texture and the overall parameters of the product was carried out on untrained panelist. The obtained hedonic data was processed using the Kruskal-Wallis test. Results: The ratio of the ingredients significantly affects the water, ash, protein, fat, and carbohydrate content of the nuggets. The higher proportion of the Canavalia Ensiformis L. flour, the lower  water, ash, and  fat content of the nuggets, but the higher their protein and carbohydrate content. However, ratio of the ingredients does significantly influence the acceptability of the nuggets. Conclusions: Formula A, which has the ratio of 100:25, is recommended due to its excellent nutritional values of 27.98% water, 1.98% ash, 18.85% protein, 20.4% fat, and 30.79% carbohydrates. It provides a good sensory acceptance and can be used to prevent wasting in children.