Articles
RINTISAN PERADABAN PROFETIK UMAT MANUSIA MELALUI PERISTIWA TURUNNYA ADAM AS KE-DUNIA
Saihu Saihu
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol 3, No 2 (2019): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman
Publisher : Institut PTIQ Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (298.201 KB)
|
DOI: 10.36671/mumtaz.v3i2.44
This paper discusses the history of the fall of the Prophet Adam AS to the world which was allegedly a prophetic pioneering of human civilization. The writing focuses on tracing the causes of the decline of the Prophet Adam, whether the decline of the Prophet Adam was caused by a mistake he made, namely eating khuldi fruit, or indeed God's will he was sent down to earth even without making mistakes. Sources of data obtained through observation in several books and verses as well as the interpretation of the Qur'an related to the themes discussed. In analyzing the themes discussed, this paper uses several commentators' thoughts, including al-Tabari (838-923 M), al-Qurtubi (1214-1273 M), and M. Quraish Shihab. The writings show that the story of the Prophet Adam AS is a cycle of life in the history of human civilization until the end of time. Humans must reflect on the life story of Adam, that human glory lies in knowledge and obedience to God's commands. While the fall of man is when he forgets the teachings of God and low morality. As mentioned by Ibn Khaldun, every civilization has the same pattern and cycle, namely; pioneering, building, setbacks, destruction.
ANALISIS TAFSIR MAQASHIDI TENTANG PELAKSANAAN SALAT JUMAT ONLINE DI ERA PANDEMI
Fatkhul Mubin;
Made Saihu
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 21 No. 02 (2021): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an
Publisher : Universitas PTIQ Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (667.56 KB)
|
DOI: 10.53828/alburhan.v21i02.388
Kajian ini membahas tentang paradigma tafsir maqashidi tentang salat Jumat era pandemi. Penelitian ini merupakan suatu jenis kualitatif yang ditempuh melalui studi pustaka Pelaksanaan salat Jumat online adalah tidak sah. Setidaknya, hal ini dapat ditinjau dari dua aspek; pertama, aspek prinsip dasar dan tujuan diturunkan syariat Islam (maq??id al-syar?’ah), di mana menjaga din al-Islam terkait pokok ibadah diwujudkan dalam model ibadah seperti, iman, kalimat syahadat, salat, zakat puasa dan haji, sementara menjaga keberlangsungan jiwa dan akal adalah pokok ‘ad?t (adat) yang diwujudkan dengan aktifitas seperti makan, minum, pakaian dan tempat tinggal, untuk menjaga keberlangsungan jiwa dan akal manusia. Menjaga ibadah salat sesuai dengan sunah Nabi Muhammad saw. menjadi bagian dari ?ifzu al-d?n (menjaga agama, sehingga tidak tepat jika ada yang berupaya mengubah pola ibadah salat Jumat yang hukum asalnya merupakan satu bangunan yang utuh. Syariat Islam telah memberikan rukhsah bagi setiap muslim yang wajib atasnya salat Jumat untuk menggantinya dengan salat Zuhur sebanyak empat rakaat dan tidak perlu berkumpul dengan orang banyak ketika terdapat hal yang menghalanginya; Kedua, aspek tinjauan fikih Islam. Salat Jumat mensyaratkan adanya jemaah salat dan tidak sah dilakukan secara individu-individu, di mana imam dan makmum harus berada pada satu tempat secara hakiki.
Operasionalisasi Teori Pendidikan Behavioristik dalam Tradisi Ngejot di Bali
SAIHU ,
Cakrawala: Jurnal Kajian Manajemen Pendidikan Islam dan studi sosial Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : LPPM IAINU Kebumen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (91.27 KB)
This paper discusses the operationalization of behavioristic education theories in the Ngejot tradition in Jembrana-Bali. The article focuses on explaining how the form of operationalization of behavioral political education in shaping character through Ngejot activities in Hindu and Muslim communities in Jembrana. Data sources were obtained through unstructured observations and interviews from March to July 2019. The writing used the behavioristic education theory of John Broadus Watson (1878-1958) and the analogy mosaic which was raised by Issac Bear Bekson (1891-1975). The article shows that the operationalization of behavioristic education theory through the ngeous tradition can shape the humanist, pluralist, and tolerant character of Hindu and Muslim communities in Jembrana-Bali. This paper also shows that to shape the character and character of the Hindu and Muslim communities, as well as to foster understanding and promote diversity is through classical conditioning which is distorted in encouragement, stimulation, reaction and reinforcement, so as to create a peaceful environment.
BENARKAH KEPEMIMPINAN HARUS BERADA DI TANGAN SUKU QURAISY? (Kajian Tematik Hadits Tentang Supremasi Kepemimpinan Suku Quraisy)
Made Saihu;
Fatkhul Mubin
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol 21, No 2 (2022): Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/kordinat.v21i2.28465
This paper is about the leadership of the Quraysh in the hadith perspective. In this paper, it isexplained that the political embodiment is characterized by the legitimacy of the authority of the Quraysh as the only party entitled to hold power (caliph), especially the dominance of quraysh derived from the hadith of the Prophet SAW. they are with power. It has been agreed by most mutakallimin that taklif has nothing to do except with the deeds of the servant he is able to do. And keeping the Nasab of Quraysh until the doomsday is something beyond human ability.
RANCANG BANGUN DAN IMPLIKASI EPISTIMOLOGIS KEILMUAN PESANTREN DI INDONESIA
Made Saihu
Alim | Journal of Islamic Education Vol 4 No 2 (2022): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51275/alim.v4n2.247-264
This research proves that nalar Bayani, Irfani, and Burhani as a mapping of the Islamic scientific framework should be powerful enough to be used as an analysis knife for pesantren science as manifested in the yellow books taught in various Islamic boarding schools in Indonesia. With this scientific mapping, it is evident that most of the yellow books taught in various islamic boarding schools are dominated by Bayani reason or in other terms al-'Aqliyat al-Syar'iyyah which is widely applied in the field of kalam and fiqh. Meanwhile, in the field of morals, many are colored by Irfani's reasoning, although there are temporary moral books that use Bayani reason such as the book of Ta'limal-Muta'allim, and there is also a book that combines the three forms of reasoning with its emphasis on Irfani's reasoning, namely the book of Ihya' Ulum al-Din.
HISTORISITAS DAN SUMBER TAFSIR KEBAHASAAN DALAM MEMAHAMI BAHASA AL-QURAN
Abd Aziz;
Made Saihu
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 22 No. 01 (2022): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an
Publisher : Universitas PTIQ Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53828/alburhan.v22i01.740
This paper aims to describe linguistic interpretation (tafsir lughawi) as a tool in understanding the language of the Koran and sources that can be used as references in the interpretation of the Koran. The types of linguistic interpretations obtained are interpretations with the i'rab Al-Quran approach, nahwu, morphology, sharaf, allegory (amtsal), munasabah, qira'ah. Linguistic interpretation can affect the theological, Sufistic, philosophical, and scientific sides. Linguistic interpretation is also not just understanding the verses of the Koran literally, and of course it can touch social and other aspects, so that the meaning of the verses of the Koran can be fully understood. The interpreter's linguistic ability has an important role in interpreting the Qur'an. The consequence of the inclusion of Arabic as the language of the Koran causes variations in understanding in linguistic interpretation. Methods and linguistic analysis cannot be separated from the tendency of the interpreter, and this is a separate place for the reader.
EKSISTENSI MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM
Made Saihu
Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Vol 4, No 02 (2022): Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Institut PTIQ Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36671/andragogi.v4i02.296
Penelitian ini bertujan untuk mengetahui serta menganalisis esensi manusia dalam pendidikan Islam dalam ruang al-insan al-kamil. Tulisan ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan, sedangkan pendekatan yang dipakai adalah pendekatan filosofis yaitu suatu pendekatan penelitian yang lebih memfokuskan pada dimensi intelektual agama. tulisan menyimpulkan bahwa eksistensi manusia merupakan perpaduan antara unsur jasmani dan unsur rohani atau antara unsur materi dan unsur immateri, yaitu perpaduan antara badan (sebagai unsur materi), akal dan ruh (sebagai unsur immateri). Manusia sejak saat penciptaannya telah dibekali oleh Allah berupa potensi “berpengetahuan†atau “berilmuâ€. Potensi ilmu dan akal atau pengetahuan inilah yang kemudian membedakan manusia dari makhluk yang lain. Karena potensi ini pula ia menjadi makhluk yang mulia dan memiliki nilai lebih sehingga ia diangkat menjadi khalifah di muka bumi. Dalam perspektif pendidikan, manusia adalah makhluk paedagogik yang mempunyai potensi untuk dididik dan mendidik. Dengan demikian pendidikan menjadi suatu proses yang niscaya bagi manusia dalam rangka untuk membimbing dan mengarahkan serta mengaktualisasikan potensi yang ada pada diri manusia. Sebuah analisis yang mengharuskan pendidikan Islam dibangun melalui integrasi aqliyah dan qalbiyah.
Betawi Ethnic Parents' Perceptions of Girls' Higher Education
Made Saihu
Randwick International of Education and Linguistics Science Journal Vol. 3 No. 3 (2022): RIELS Journal, September
Publisher : RIRAI Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47175/rielsj.v3i3.522
This paper concludes that parents of Betawi ethnicity in Tangerang city area have different perceptions about higher education for their daughters. Some of the differences in perception include: 1) Considering higher education very important, because women when they are married and have children, the mother becomes the "first madrasa" for her children and the intelligent mother will give birth to an intelligent generation as well; 2) Consider it unimportant, because they assume that girls when married are more focused at home to be housewives; 3) Although many of the Betawi ethnic parents expect higher education in their children, many of them are at a weak economic level. In principle, this paper aims to photograph the phenomenon of reasoning of Betawi ethnic parents related to higher education for girls in Tangerang City. In its analysis, this paper uses a descriptive qualitative method that assumes that researchers are not only actors in the field but can also be the subject of research. This research is indeed considered less than perfect; therefore, it is necessary to conduct further research at least through this research to provide an overview of how Betawi ethnic perspectives concern higher education for their girls. A study that describes social phenomena in the perspective of ethnomethodology in Betawi society.
Moderasi Pendidikan: Sebuah Sarana Membumikan Toleransi dalam Dunia Pendidikan
Made Saihu
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30868/ei.v11i02.2651
Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan dasar dan landasan moderasi pendidikan sebagai sarana untuk membumikan sikap toleraan dalam dunia pendidikan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif berbasis pada literature studi atau studi kepustakaan. Tulisan meyimpulkan bahwa melalui moderasi pendidikan tercipta semangat tolerasi dan egalitarianisme dalam dunia pendidikan yang berdampak pada terciptanya rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Mengawali moderasi dari dunia pendidikan, karena dunia pendidikan dinilai sebagai sarana awal dalam mebentuk sikap inkulsif. Tulisan juga memperlihatkan dasar dan landasan moderasi dalam Al-Aqur’an yaitu terdapat dalam surat Al-Baqarah (2) ayat 43. Ayat ini menajak seluruh umat manusia untuk bersikap adil, berada diposisi tengah sehingga tidak memihak ke salah satu pihak dengan selalu mengedepankan sikap netral sehingga berada dalam posisi yang terbaik. Pada point ini sikap moderat menjadi niscaya untuk dikedepankan untuk menciptakan kesatuan dan persatuan bangsa. Berbagai halangan dan rintangan dapat diatasi dengan mudah jika persatuan dan kesatuan dapat terjaga dengan baik. Dalam kajian ini diperlihatkan bahwa persaudaraan merupakan sarana berpegang teguh berpegang teguh kepada nilai-nilai agama. Sebuah kajian yang menekankan sikap moderat dalam membina kerukunan dan persatuan bangsa yang diawali dari dunia pendidikan
Intensifikasi Kecerdasan Emosional Anak Introvert Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Pada Pendidikan Dasar
Made Saihu
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30868/ei.v11i03.3178
Kajian ini membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif, mampu meningkatkan kecerdasan emosi anak usia dini yang introvert. Peningkatan kecerdasan emosi anak introver melalui pembelajaran kooperatif di lakukan dengan pendekatan pembelajaran yang berpusat kepada siswa (student centre approach), strategi pembelajaran kolaboratif (collaborative strategy), metode diskusi kelompok, teknik bermain peran (role playing), mencairkan suasana (ice breaking), dan dengan taktik ceramah, keteladanan, serta kartu bergambar (flash card). Penelitian ini dilakukan di TK B, TK Islam Al-Azkar, Lebak Bulus Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta, sejak bulan April 2020 sampai dengan bulan Oktober 2020. Sumber utama dalam tulisan ini adalah observasi lapangan dan dokumentasi tertulis berupa kurikulum dan perangkat pembelajaran. Selanjutnya dalam memperoleh sejumlah data dilakukan dengan wawancara mendalam (in depth interview) tak terstruktur yang dianalisis dengan menggunakan pendekatan fieldwork dan metode content analyisis. Meski dalam operasionalisasinya peran guru sangat signifikan, tetapi tidak pihak lembaga pendidikan tidak menapikan peran orangtua dalam setiap aktivitas pembelajaran. Orangtua berfungsi sebagai education collaborator dalam implementasi model pembelajaran kooperatif untuk memaksimalkan kecerdasan emosional anak introvert. Sebuah model pembelajaran yang mengedepankan kerjasama dalam dunia pendidikan.