Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

In Vitro Digestibility Evaluation Ammoniated Palm Frond as Cattle Feed Andayani, Jul; Sadarman, Sadarman; Novianti, Sri; Kaswari, Teja; Fatati, Fatati; Qomariyah, Novia; Sastrawan, Sandri; Prihambodo, Tri Rachmanto
ANIMAL PRODUCTION Vol. 27 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University in associate with the Animal Scientist Society of Indonesia (ISPI) and the Indonesian Association of Nutrition and Feed Science (AINI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jap.2025.27.1.336

Abstract

This study aimed to assess the potential of ammonia-treated palm fronds as a substitute for conventional forage in animal feed through in vitro analysis. The materials used were palm fronds, elephant grass, fine bran, corn, coconut meal, and urea. This study employed a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and four replications. The treatments applied in this study were: T0: 70% forage (all grass, no ammoniated palm fronds) + 30% concentrate, T1: 70% forage (75% grass, 25% ammoniated palm fronds) + 30% concentrate, T2: 70% forage (equal portions of grass and ammoniated palm fronds) + 30% concentrate, T3: 70% forage (25% grass, 75% ammoniated palm fronds) + 30% concentrate, and T4: 70% forage (entirely ammoniated palm fronds, no grass) + 30% concentrate. The observed variables in this study encompassed pH, digestibility of dry matter, organic matter, and crude protein, as well as the digestibility of NDF, ADF, and hemicellulose. The data obtained in this experiment were analyzed using analysis of variance (ANOVA) according to the design used. The post hoc test used was Duncan's multiple range test. The experimental results indicated that the treatments did not significantly affect (P>0.05) pH after in vitro testing. However, they had a significant impact (P<0.05) on the digestibility of dry matter, organic matter, crude protein, NDF, ADF, and hemicellulose. Digestibility increased with the increasing percentage of ammoniated palm fronds in the diet. In conclusion, this research demonstrates that the ammoniation process can improve the quality of palm fronds, leading to increased digestibility of palm fronds in the diet. Ammoniated palm fronds can replace forage in cattle feed based on nutrient digestibility in vitro.
Perbedaan Waktu Tangkap Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Lele Limbat (Clarias nieuhofii) pada Alat Tangkap Bubu Kawat di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Wibisono, Krisdianto; Kaswari, Teja; Ramadhan, Fauzan
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penangkapan yang berbeda dengan alat tangkap bubu kawat terhadap hasil tangkapan lele limbat di kanal PT. Makin Group Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Materi penelitian ini adalah Lele Limbat yang di peroleh dari hasil tangkapan bubu kawat dan umpan buah kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan pada 15 Maret sampai 15 April 2022 di Kanal Perkebunan PT. Makin Group Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Metode yang digunakan adalah experimental fishing. Waktu penangkapan dilakukan pada siang dan malam dengan tujuan untuk mengetahui pada waktu penangkapan mana yang lebih selektif dalam menangkap ikan lele limbat. Data yang dihimpun meliputi parameter lingkungan, jumlah total hasil tangkapan, berat total hasil tangkapan. Uji beda rata-rata digunakan untuk mengetahui suhu permukaan air selama penelitian. Analisis data yang digunakan ialah analisis deskriptif uji Independent sampel t-test. Hasil penelitian menujukkan jumlah total hasil tangkapan pada malam hari adalah 304 ekor ikan lele limbat (Clarias nieuhofii), sedangkan jumlah total hasil tangkapan pada waktu siang hari adalah 82 ekor ikan lele limbat (Clarias nieuhofii). Hal tersebut menunjukkan bahwa jumlah total hasil tangkapan pada malam hari lebih banyak dari pada siang hari.
Pengaruh Penambahan Urea dan Perlakuan Autoclaf terhadap Degradasi Nutrient Pelepah Sawit Lestari, Wenni M; Kaswari, Teja; Fakhri, Saitul; Suryani, Heni; Hutabarat, Amelia L.R.
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 25 No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.25.3.265-277.2023

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh autoklaf dan kombinasi perlakuan urea dan autoklaf terhadap kandungan nutrisi dan degradasi bahan kering (DBK), bahan organik (DBO), serat kasar (DSK), keambaan dan produksi gas pelepah sawit (PS). Percobaan dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, dimana P1: PS, P2: PS + autoklaf, P3: PS + 2,5% urea + autoklaf, P4: PS + 5% urea + autoklaf, P5: PS + 7,5% urea + autoklaf. Sampel dari masing-masing perlakuan dianalisis kandungan bahan kering (BK), bahan organik (BO) dan serat kasar (SK), serta pengukuran keambaan. Sebanyak 1 g dari setiap perlakuan diinkubasi dalam cairan rumen+buffer pada suhu 39áµ’C selama 72 jam. Produksi gas tercatat pada periode inkubasi 2, 4, 6, 8, 10, 12, 16, 24, 36, 48, 60, 72 jam. Pada akhir masa inkubasi, fermentasi dihentikan dengan menambahkan 1-2 tetes HgCl2 dan residu diambil dan digunakan untuk mengukur DBK, DBO dan DSK. Data dianalisis secara statistic dengan ANOVA diikuti dengan analisis kontras orthogonal dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan autoklaf menurunkan SK, sedangkan perlakuan kombinasi gagal menurunkan SK. Analisis ragam menunjukkan perlakuan mempengaruhi (p<0,01) DBK, DBO, DSK, keambaan dan produksi gas PS. Analisis kontras orthogonal menunjukkan perlakuan autoklaf meningkatkan (p<0,01) DBK, DBO, DSK dan keambaan. Analisis regresi menunjukkan hubungan linier positif antara kadar urea pada perlakuan autoklaf untuk DSK dan keambaan, tetapi hubungan linier negative untuk DBK dan DBO. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan autoklaf menurunkan SK dan keambaan tetapi meningkatkan DBK, DBO dan DSK. Keambaan dan DSK dari PS dengan perlakuan autoklaf meningkat seiring dengan peningkatan kadar urea, sedangkan DBK dan DBO menurun. Kombinasi autoklaf dan 2,5%-7,5% urea belum dapat meningkatkan produksi gas secara signifikan.
PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN IKAN DENGAN UMPAN BUAH SAWIT DAN TANPA UMPAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP BUBU KAWAT DI DANAU TELUK KENALI KOTA JAMBI Anggraini, Dwi; Kaswari, Teja; Akmal, Akmal
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 01 (2024): Agustus 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i01.30742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil tangkapan alat tangkap bubu kawat dengan menggunakan umpan buah sawit dan tanpa umpan yang dioperasikan di Danau Teluk Kenali dan mengidentifikasi jenis ikan yang tertangkap. Penelitian ini dilakukan di Danau Teluk Kenali Desa Teluk Kenali, Kecamatan Telanaipura Kota Jambi pada 20 Januari sampai 20 Februari 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental fishing dengan menggunakan alat tangkap bubu kawat sebanyak 8 unit pada 2 perlakuan. Penangkapan dilakuan dari pukul 7.00-17.00 WIB. Peralatan yang digunakan adalah alat tangkap bubu kawat sebanyak 8 unit, termometer, pH meter, meteran, timbangan, alat tulis, kamera, dan laptop. Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis uji T. Hasil analisis uji T alat tangkap bubu kawat menggunakan umpan buah sawit dan tanpa umpan menunjukkan berbeda nyata (P<0,05). Hasil tangkapan yang di peroleh terdiri dari 8 spesies ikan yaitu Nila, Palau, Gabus, Kaperas, Sapu-sapu, Gurame, Sepat siam, dan Beterung. Pada umpan sawit adalah 134 ekor dengan rata-rata 9 ekor/hari, sedangkan pada perlakuan tanpa umpan diperoleh sebanyak 111 ekor dengan rata-rata 7 ekor/hari. Sedangkan dari berat hasil tangkapan pada umpan buah sawit sebanyak 10.286 gram dengan rata-rata 642,8 gram/hari sedangkan pada perlakuan tanpa umpan sebanyak 8.239 gram dengan rata-rata 514,9 gram/hari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan umpan buah sawit mendapatkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan tanpa umpan baik dari segi jumlah maupun berat hasil tangkapan. Kata Kunci: Bubu kawat, umpan, ikan kaperas
The In Vitro Evaluation of Wild Banana (Musa salaccensis ZOLL) as ruminant feed Kaswari, Teja
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 19 No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.969 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v19i1.3103

Abstract

Abstract The objective of the present study is to evaluate parts of wild banana plant as a ruminant feed through the in vitro experiment. Parts of wild banana plant (pseudostem, leaves, fronds and banana stalks) were collected from two districts in Jambi Province. Wild banana leaves have similar nutritive value to Napier grass but their dry matter percentage was less than 10% resulted less benefit for ruminant feed. The mean values for the in vitro dry matter (DM) digestibility of pseudostem, fronds, leaves and banana stalks were 35%, 33%, 26% and 40 % respectively, while the mean values for the in vitro organic matter (OM) digestibility of pseudostem, fronds, leaves and banana stalks were 40%, 42%, 34% and 48 % respectively. It can be concluded that wild banana could be potentially used in the ration of ruminants. Keywords : wild banana, nutritive value, in vitro
Evaluasi Kecernaan Komponen Serat Pelepah Sawit Dalam Ransum Ternak Ruminansia Secara In Vitro Andayani, Jul; Harnita, Lucy; Kaswari, Teja
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 25 No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.223 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v25i1.19189

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kecernaan in vitro komponen serat yaitu NDF, ADF dan Hemiselulosa pelepah sawit dalam ransum ternak ruminansia. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, masing – masing perlakuan adalah A : 70% Hijauan (100% Rumput + 0% Pelepah Sawit) + 30% Konsentrat, B : 70% Hijauan (75% Rumput + 25% Pelepah Sawit) + 30% Konsentrat, C : 70% Hijauan (50% Rumput + 50% Pelepah Sawit) + 30% Konsentrat, D : 70% Hijauan (25% Rumput + 75% Pelepah Sawit) + 30% Konsentrat, dan E : 70% Hijauan (0% Rumput + 100% Pelepah Sawit) + 30% Konsentrat. Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan NDF, kecernaan ADF dan kecernaan Hemiselulosa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan pelepah sawit sebagai pakan ternak ruminansia dapat digunakan hanya sampai 25% menggantikan rumput dalam ransum.