Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

EDUKASI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI (KESPRO) REMAJA PADA KADER POSYANDU REMAJA LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS KELAS I MEDAN Bancin, Dewi; Sitorus, Friska; Anita*, Surya
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The definition of adolescents according to WHO is the population in the age range of 10-19 years, while according to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 25 of 2014 adolescents are residents in the age range of 10-18 years. The Population and Family Planning Agency (BKKBN) has its own definition of youth, according to the BKKBN, adolescents are defined as residents in the age range 10-24 and unmarried (Infodatin Ministry of Health RI, 2014). Health education is one of the methods used to increase a person's knowledge and abilities through practical learning techniques or instructions with the aim of changing or influencing human behavior individually, in groups, or in society to be more independent in achieving the goals of healthy living. The role of the material provider in this counseling is to deliver material related to adolescent reproductive health and the practice of preventing premenstrual complaints (Maryam, 2015). Based on the initial survey conducted at the Medan Class 1 Special Development Institute, data on the number of occupants were 115 people with various types of problems 39% theft, 11% drugs, 7% sexual abuse and 43% child protection, and after being interviewed with 5 teenagers in private apparently they never knew about reproductive health
Edukasi Tentang Gizi Pada Balita Di Kecamatan Secanggang Langkat Sitorus, Friska; R Bancin, Dewi; Anita, Surya
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak balita merupakan kelompok yang menunjukkan pertumbuhan badan yang pesat, namun kelompok ini merupakan kelompok tersering yang menderita kekurangan gizi. Bila gizi buruk terjadi pada balita, maka perkembangan otaknya pun kurang sehingga akan berpengaruh pada kehidupannya khususnya aktifitas fisiknya (Proverawati & Asfuah, 2015). Saat ini permasalahan yang dihadapi dunia adalah masalah gizi ganda. Masalah gizi ganda (MGG) merupakan kondisi hadirnya masalah gizi kurang bersamaan dengan gizi lebih dan obesitas di sepanjang kehidupan. Masalah gizi ganda ini, yaitu gizi kurang maupun gizi lebih, akan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, khususnya risiko terjadinya penyakit tidak menular (Kemkes, 2020). Pengabdian masyarakat ini dilaksnakan di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Yang merupakan salah satu tempat praktik mahasiswa Profesi Bidan USM-Indonesia, Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa S1 Kebidanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh 3 orang dosen dari program studi S1 Kebidanan USM-Indonesia, Friska Sitorus, Dewi R Bancin dan Surya Anita serta melibatkan mahasiswa S1 kebidanan. Terlaksananya kegiatan edukasi ini selama 2 hari diharapkan mitra dapat memahami informasi tentang pentingnya status gizi pada balita sehimgga tidak terjadi gizi kurang dan gizi lebih.
Pengaruh Pijat Endorphin Terhadap Intensitas Nyeri Punggung Pada Ibu Primipara Kala I Fase Aktif Anita, Surya; Sitorus, Friska; Bancin, Dewi; Tiambun, Tiambun
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2025): Edisi januari 2025
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jidan.v5i1.1306

Abstract

Rasa nyeri dalam persalinan adalah nyeri kontraksi uterus yang dapat mengakibatkan peningkatan aktifitas sistem saraf simpatis, perubahan tekanan darah,denyut jantung, pernafasan dengan warna kulit dan apabila tidak segera Seorang ibu yang sedang dalam proses persalinan pasti akan mengalami nyeri pinggang pada saat persalinan. Murray melaporkan kejadian nyeri pada 2700 ibu bersalin, diantaranya 15% mengalami nyeri ringan, 35% dengan nyeri sedang, 30% dengan nyeri hebat dan 20% persalinan disertai nyeri yang sangat hebat. Upaya untuk mengurangi nyeri persalinan yaitu dengan teknik non farmakologi. Teknik non farmakologi dapat berupa alternatif salah satunya yaitu    dengan masase. Masase pada punggung merangsang titik tertentu di sepanjang meridian medulla spinalis yang ditransmisikan melalui serabut saraf besar ke formatio retikularis, thalamus dan sistem limbic tubuh akan melepaskan endorfin, hal ini disebabkan karena pijatan merangsang tubuh untuk merangsang senyawa endorphin yang merupakan pereda rasa sakit dan dapat menciptakan rasa nyaman  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat endorphin terhadap intensitas nyeri punggung pada ibu primipara kala I fase aktif di BPM Mariana Medan Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantutatif dengan desain penelitian quasi eksperimen yang rancangannya menggunakan the one group Pretest- posttest desaign dengan satu kelompok. Lokasi penelitian dilaksanakan di BPM Mariana Medan. Data yang dikumpulkan merupakan data primer dari responden langsung dengan metode pengumpulan data menggunkan lembar cheklist dan data yang telah terkumpul diolah menggunakan metode Edditing, Coding, Skoring dan Tabulating kemudian data dianalisis secara univariat dan bivariat Kesimpulan pada penelitian ini yaitu ada pengaruh penurunan tingkat nyeri sesudah diberikan pijat endorphin pada ibu primipara kala I fase aktif.
THE RELATIONSHIP BETWEEN PARTICIPATION IN PREGNANT WOMEN’S CLASSES AND AWARENESS OF DANGER SIGNS DURING PREGNANCY AT MARTUBUNG HEALTH CENTER Sitorus, Friska; Bancin, Dewi R; Anita, Surya
Jurnal Reproductive Health Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v10i1.6111

Abstract

Latar belakang: Kehamilan dimulai dari konsepsi hingga kelahiran bayi, dengan durasi kehamilan yang normal sekitar 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari). Ibu Hamil adalah individu yang sedang menjalani tahap pembuahan untuk meneruskan keturunan. Tujuan: untuk mengeksplorasi hubungan antara pemanfaatan kelas bagi ibu hamil dengan perilaku mereka terhadap tanda-tanda bahaya selama kehamilan di area kerja Puskesmas Martubung. Metode: penelitian ini kuantitatif, menggunakan desain deskriptif korelasional dan dilaksanakan di lingkungan kerja Puskesmas Martubung, dimulai dari bulan Desember 2024 sampai Januari 2025. Populasi yang diteliti terdiri dari semua ibu hamil yang berpartisipasi dalam kelas ibu hamil di Puskesmas Martubung, sebanyak 143 ibu hamil. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yang menghasilkan total 77 peserta. Setelah menerapkan uji statistik dengan Uji Chi Square, diperoleh hasil p=0.001 (<0.05), yang menunjukkan adanya hubungan antara pemanfaatan kelas ibu hamil dan perilaku terhadap tanda bahaya kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Martubung. Saran: agar para peserta kelas ibu hamil meningkatkan keaktifan mereka dalam kelas, khususnya dalam hal kedisiplinan waktu, karena kelas tersebut sangat berperan dalam mempersiapkan ibu hamil menghadapi proses persalinan.
Analisis Kasus Kesenjangan Pendidikan Dalam Perspektif Sila Ke-5 Pancasila: Studi Kasus SMA Antara Wilayah Kota Maju dan Daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) Simarmata, Grace; Sitorus, Friska; Khairunnisa, Khairunnisa; Khalisa, Indah; Silalahi, Rahel Nanda Jaenetta; Parinduri, Nazla Suhaila; Yunita, Sri
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i2.7025

Abstract

Kesenjangan sosial dalam pendidikan antara wilayah perkotaan dan 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) merupakan permasalahan yang masih menjadi penghambat utama penyelesaian proyek-proyek pembangunan nasional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap stagnasi pendidikan, dampaknya terhadap sumber daya manusia, dan strategi potensial untuk mengurangi kesenjangan tersebut. Metodologi penelitian yang digunakan adalah studi publik dengan menyajikan berbagai literatur akademis, laporan pemerintah, dan temuan penelitian yang berkaitan langsung dengan topik pendidikan di wilayah perkotaan dan 3T. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kekurangan infrastruktur, kinerja siswa yang buruk, kualitas fasilitas belajar yang buruk, dan kondisi sosial ekonomi secara umum merupakan penyebab utama stagnasi pendidikan. Peserta didik di wilayah perkotaan menikmati akses yang lebih baik terhadap teknologi, fasilitas, dan layanan pendidikan, sementara di wilayah 3T, sering kali terdapat permasalahan seperti keterbatasan sarana, sekolah yang jauh, dan kondisi ekonomi keluarga secara keseluruhan. Kondisi ini berimplikasi pada kualitas pendidikan, angka putus sekolah, dan kondisi umum generasi muda dari 3T. Oleh karena itu, diperlukan ketegasan, pemerataan pendidik, dan pemanfaatan teknologi digital sebagai pengganti solusi tradisional. Studi ini menyoroti pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat umum dalam memastikan pendidikan yang inklusif dan berjalan dengan baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS MATITI KECAMATAN DOLOKSANGGUL KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN TAHUN 2022 Siregar, Bertua SM; Hutasoit, Linda; Wandra, Toni; Pardede, Jek Amidos; Siagian, Mindo Tua; Sitorus, Friska; Tarigan, Frida Lina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.8946

Abstract

Pengguna jasa pelayanan kesehatan di puskesmas menuntut pelayanan yang berkualitas, tidak hanya menyangkut kesembuhan dari penyakit secara fisik. Akan tetapi juga menyangkut kepuasan terhadap sikap, pengetahuan dan keterampilan petugas dalam memberikan pelayanan serta tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dan dapat memberikan kenyamanan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien Di Puskesmas Matiti Kecamatan Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas Matiti selama 3 hari sebanyak 106 orang. Sampel penelitian ini adalah total populasi. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Instrumen penelitian adalah lembar kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariate, bivariate dengan uji chi-square dan multivariate dengan menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bivariate diperoleh nilai Signifikan 0,000 (variabel tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty). Melalui analisa multivariate, variabel emphaty memiliki nilai Signifikan > 0,25 sehingga variabel tersebut tidak layak masuk model multivariate. Dari 4 variabel yang tersisa, variabel yang paling berhubungan adalah reliability dengan nilai Signifikan = 0,002. Kesimpulannya adalah ada hubungan yang signifikan antara tangibles (bukti fisik), reliability (kehandalan), responsiveness (ketanggapan), assurance (jaminan), emphaty (perhatian) dengan tingkat kepuasan pasien. Uji regresi logistik berganda terlihat bahwa variabel yang paling berhubungan adalah reliability. Diharapkan kepada Puskesmas Matiti agar memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dari semua tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty sehingga dapat memperbaiki mutu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Puskesmas yang dapat menciptakan tingkat kepuasan pasien menjadi meningkat
ANALISIS KEBIJAKAN UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PASIEN COVID-19 DI PUSKESMAS TEGAL SARI KOTA MEDAN TAHUN 2021 Sari, Fertika; Alyakin Dachi, Rahmad; Lina Tarigan, Frida; Ketaren, Otniel; Sitorus, Friska
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1697

Abstract

Corona Virus Disease-19 (Covid-19) telah menginfeksi manusia di seluruh dunia. Untuk itu diperlukan upaya pencegahan dan penanganan yang cepat dan benar dalam mengatasinya. Pemerintah Indonesia telah menginstruksikan semua fasilitas kesehatan ikut serta dalam menanggulanginya termasuk puskesmas. Perkembangan pasien Covid-19 di Puskesmas Tegal Sari termasuk tinggi karena termasuk dalam zona merah. Mulai bulan Januari-Agustus 2021 pasien yang positif Covid-19 mencapai 257 orang dari 623 orang yang di lakukan PCR. Penelitian dengan judul “Analisis kebijakanupaya pencegahan dan penanganan pasien Covid-19 di PuskesmasTegal Sari  Kota Medan Tahun 2021”, memiliki rumusan masalah bagaimana implementasi kebijakan upaya pencegahan dan penanganan pasien covid-19 tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis upaya pencegahan dan penanganan covid-19 di Puskesmas Tegal Sari dari faktor komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan menggunakan metode pengumpulan data melaluiwawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dari bulan Februari-Agustus 2021 dengan melibatkan 10 orang informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia sudah cukup baik dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 namun implementasinya di Puskesmas Tegal Sari masih perlu peningkatan dari segi komunikasi yaitu masih kurangnya sosialisasi ke masyarakat sehingga masih banyak yang belum paham mengenai covid-19 dan juga dikarenakan adanya hambatan komunikasi karena melaui zoom meeting. Selain itu perlu juga peningkatan dari segi sumberdaya baik itu berupa tenaga maupun sarana dan prasarana. Tetapi untuk faktor disposisi dan struktur birokrasi sudah cukup baik pelaksanaannya.Kata Kunci : Analisis, Kebijakan, Pencegahan, Penanganan, Covid-19
PENGARUH PEMERIKSAAN KEHAMILAN TERHADAP KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI KELURAHAN GEDUNG JOHOR KOTA MEDAN Bancin, Dewi R; Sitorus, Friska; Anita, Surya
Jurnal Reproductive Health Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v7i1.2981

Abstract

LBW is a baby with a low birth weight or less than 2500 grams, birth weight is a good predictor for the baby's growth and survival. A term baby is generally born weighing 2500 grams or more. LBW is one of the risk factors that contributes to infant mortality, especially in the perinatal period. The incidence and mortality of LBW due to complications such as asphyxia, infection, hypothermia, hyperbilirubinemia is still high (Indrayani, 2015). This study aims to see whether there is an effect of maternal examination visits during pregnancy with the incidence of LBW with analytic observational research and cross sectional research design. The number of samples in this study was 48 people consisting of postpartum mothers who gave birth to LBW or not, the results showed that there was a relationship between maternal eating patterns during pregnancy and the incidence of LBW where the PV value (0.03), this study recommends that every pregnant woman routinely to check her pregnancy and to health workers to always provide health promotion about the importance of check-up visits
PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI TERHADAP KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI KELURAHAN GEDUNG JOHOR KOTA MEDAN Sitorus, Friska; Surya Anita; Dewi R Bancin
Jurnal Reproductive Health Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v7i2.3643

Abstract

LBW is a baby with a low birth weight or less than 2500 grams, birth weight is a good predictor of baby's growth and survival. A full-term baby is generally born weighing 2500 grams or more. LBW is one of the risk factors that contribute to infant mortality, especially during the perinatal period. The incidence and mortality of LBW due to complications such as asphyxia, infection, hypothermia, hyperbilirubinemia are still high (Indrayani, 2015). This study aims to see whether there is an effect of socioeconomic status on the incidence of LBW with the type of analytic observational research and cross sectional research design. The number of samples in this study were 62 people consisting of postpartum women who gave birth to LBW or not, the results showed that there was a link between socioeconomic status and the incidence of LBW where the PValue was (0.005), this study recommends that every pregnant woman should still consume foods that are nutritious though not expensive food.