Dinasari, Irawati
Unknown Affiliation

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH PERENDAMAN DAGING AYAM PETELUR AFKIR DALAM BERBAGAI KONSENTRASI SARI DAUN NANGKA TERHADAP SUSUT MASAK DAN KEEMPUKAN Setiawan, Tri Bagus; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak perendaman daging ayam petelur yang sudah tidak produktif dalam berbagai kadar sari daun nangka terhadap penyusutan saat dimasak dan tekstur empuknya. Bahan yang dipakai adalah daging dada ayam petelur strain Lohman Brown yang sudah afkir, serta daun nangka yang sudah tua. Pendekatan yang diterapkan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang melibatkan 4 jenis perlakuan dan 5 pengulangan masing-masing, yakni P0 dengan kadar ekstrak daun nangka 0%, P1 dengan 25%, P2 dengan 35%, dan P3 dengan 45%, dengan durasi perendaman selama 45 menit. Variabel yang dipantau adalah penyusutan saat dimasak dan tingkat keempukan daging ayam tersebut. Untuk mengolah data, digunakan analisis varians (ANOVA), dan jika hasilnya menunjukkan perbedaan yang signifikan atau sangat signifikan, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Berdasarkan hasil ANOVA, perendaman menggunakan ekstrak daun nangka tidak memberikan pengaruh signifikan (P>0,05) pada penyusutan saat dimasak. Rata-rata penyusutan tersebut berkisar antara P0 (44,79%), P1 (42,06%), P2 (44,14%), dan P3 (46,44%). Sementara itu, analisis menunjukkan bahwa perendaman daging ayam petelur afkir dalam ekstrak daun nangka memberikan dampak yang sangat signifikan (P<0,01) terhadap keempukannya. Rata-rata nilai keempukan adalah P0 (0,304 kg/cm²) a, P1 (0,376 kg/cm²) b, P2 (0,476 kg/cm²) c, dan P3 (0,89 kg/cm²) d. Secara keseluruhan, merendam daging ayam petelur afkir dalam ekstrak daun nangka dengan kadar 0% hingga 45% selama 45 menit tidak memengaruhi penyusutan saat dimasak, tetapi justru meningkatkan keempukan daging tersebut. Dengan demikian, daging ayam petelur afkir yang direndam dalam ekstrak daun nangka 45% selama 45 menit bisa memperbaiki kualitasnya. Rekomendasi dari studi ini adalah untuk merendam daging tersebut dengan kadar minimal 45% dan durasi setidaknya 45 menit. Selain itu, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengukuran kadar protein dan jumlah bakteri total.Kata kunci: sari daun nangka, daging ayam petelur afkir, susut masak dan keempukan
EFEKTIVITAS TEKNIK PEMASARAN KELINCI DI AZHAR RABBIT FARM BATU Resfendy, Muhammad Setya; Masyithoh, Dewi; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas teknik pemasaran online (melalui Facebook) dan offline (melalui penjualan langsung/mulut ke mulut) terhadap peningkatan penjualan kelinci. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi peternak kelinci serta menjadi kontribusi akademis dalam pengembangan strategi pemasaran peternakan. Materi penelitian berupa data penjualan kelinci yang diperoleh melalui dua saluran pemasaran, yaitu online melalui Facebook dan offline melalui kunjungan langsung ke peternakan periode Juli 2024-Juni 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed method sequential exploratory, dengan pengumpulan data kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi strategi pemasaran, serta analisis kuantitatif menggunakan uji beda rata-rata (independent sample t-test) untuk membandingkan efektivitas kedua teknik pemasaran. Hasil penelitian dengan menggunakan uji beda rata-rata (independent sample t-test) berbeda secara signifikan dibanding dengan pemasaran offline (P<0,05) menunjukkan bahwa efektivitas penjualan online berbeda signifikan dibanding dengan penjualan secara offline. Rata-rata penjualan online adalah 40,25 ekor/bulan dengan standar deviasi 16,71, sedangkan rata-rata penjualan offline adalah 27,75 ekor/bulan dengan standar deviasi 11,20. sehingga diperoleh nilai t hitung = 12,5 ÷ 5,68 = 2,20. Hasil ini menunjukkan bahwa t hitung = 2,20 dengan Sig. (2-tailed) = 0,043. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa pemasaran online lebih efektif dalam meningkatkan volume penjualan dan menjangkau pasar spesifik, sedangkan pemasaran offline berperan penting dalam memenuhi permintaan musiman dari sektor pariwisata. Sinergi antara keduanya menjadi faktor utama yang menunjang keberhasilan strategi pemasaran Azhar Rabbit Farm secara keseluruhan.Kata Kunci : Efektivitas, Teknik pemasaran online, Teknik pemasaran offline, Kelinci.