Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Share : Journal of Service Learning

MODEL PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERANCANGAN MASTERPLAN KAWASAN WISATA WATUPURBO, YOGYAKARTA Vincentia Reni Vitasurya; Anna Pudianti; Lucia Asdra Rudwiarti
Share : Journal of Service Learning Vol. 8 No. 1 (2022): FEBRUARY 2022
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1455.513 KB) | DOI: 10.9744/share.8.1.87-95

Abstract

Keberadaan sebuah rencana induk (masterplan) merupakan hal penting sebagai upaya pengembangan suatu kawasan termasuk Kawasan wisata. Seiring dengan Gerakan wisata berbasis masyarakat, maka arahan pengembangan Kawasan wisata sebaiknya melibatkan masyarakat sejak awal perencanaan. Upaya tersebut diwujudkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan program studi arsitektur UAJY bekerjasama dengan dinas pariwisata Kabupaten Sleman sebagai bentuk pendampingan untuk merancang Masterplan pengembangan Kawasan Wisata. Kawasan wisata Watupurbo dicanangkan sebagai objek wisata dengan daya tarik wisata air terjun yang terbentuk dari dam sungai Krasak berundak yang memiliki pemandangan alam yang asri. Keunikan tersebut mengakibatkan watupurbo berkembang menjadi objek wisata alam namun beresiko rusak jika tidak direncanakan dengan baik. Tantangan yang dihadapi tim adalah mempersiapkan pengembangan Kawasan yang berbasis tanggap bencana dengan resiko bencana banjir. Bekerjasama dengan masyarakat setempat, tim menggali kearifan lokal dan tradisi untuk mengantisipasi bencana dan mempertahankan kelestarian alam sekitar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu masyarakat mempersiapkan Kawasan wisata Watupurbo agar dapat berkembang, namun tetap mempertahankan kelestarian alam terutama terkait dengan peranannya sebagai salah satu dam besar di sungai Krasak. Kegiatan ini menghasilkan rencana induk (masterplan) yang bertema “menyatu untuk istimewa” merupakan kolaborasi alam dan manusia untuk mewujudkan pengembangan ekonomi dan social dengan mempertahankan kondisi alami lingkungan. Penekanan perancangan pada aksesibilitas yang juga menyediakan evakuasi bencana yang mempertahankan kondisi alami dan sesuai dengan masukan pengalaman dan kebiasaan warga setempat ketika menghadapi bencana. Hal ini menjadi pembelajaran bersama atas pentingnya pelestarian lingkungan untuk pengembangan Kawasan wisata berbasis objek alam.
TINJAUAN MASTERPLAN SESAR OPAK BUKIT MENGGER BERBASIS PELESTARIAN OBJEK WARISAN GEOLOGI Vincentia Reni Vitasurya; Anna Pudianti; Lucia Asdra Rudwiarti
Share: Journal of Service Learning Vol. 9 No. 1 (2023): FEBRUARY 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1093.1 KB) | DOI: 10.9744/share.9.1.65-74

Abstract

Tinjauan masterplan kawasan wisata Sesar Opak Bukit Mengger (SOBM) merupakan kegiatan pengabdian yang dilakukan tim dosen DAFT UAJY bersama dengan BAPPEDA Kab. Bantul DIY. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari proses penetapan Kawasan SOBM sebagai bagian dari pengembangan kawasan Geopark Heritage provinsi DIY. Proses tinjauan masterplan dilakukan melalui 4 tahap yang dimulai dari tinjauan dokumen, verifikasi, perancangan kembali dan penyusunan laporan. Tahapan penyusunan review melibatkan ahli geologi, masyarakat dan pemangku kepentingan guna menghasilkan rancangan pengembangan berbasis pelestarian lingkungan khususnya warisan geologi dan tanggap bencana. Sejalan dengan nilai budaya lokal, penerapan filosofi hamemayu hayuning bawana dan hamemasuh malaning bumi melandasi penerapan rancangan dengan mengedepankan penggunaan material yang ringan, ramah lingkungan dan berciri khas lokal. Pertimbangan teknis mitigasi bencana menjadi hal penting untuk diterapkan, diantaranya dengan merancang jalur evakuasi dan zonasi untuk pembatasan aktivitas. Jalur evakuasi diterapkan dengan memanfaatkan lahan terbuka dan jalur pejalan kaki alami yang sudah terbentuk, sedangkan pembatasan aktivitas diterapkan sebagai upaya mengurangi beban lingkungan kawasan. Kegiatan ini juga melibatkan tenaga ahli dalam bidang geologi untuk memberikan masukan teknis terkait perencanaan kawasan ini. Tinjauan perancangan ini merupakan pedoman pengembangan Kawasan untuk masa yang akan datang. Bagi DAFT UAJY, kegiatan ini menjadi wadah penerapan ilmu dan berkolaborasi bersama dengan berbagai pihak untuk menyusun kajian berbasis pelestarian khususnya untuk objek warisan geologi.