Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Kesepian dan Nomophobia pada Mahasiswa Perantau Zihan Fahira; Zaujatul Amna; Marty Mawarpury; Syarifah Faradina
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.936 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.65827

Abstract

Penggunaan smartphone sebagai upaya pengalihan dari rasa kesepian dapat memicu munculnya nomophobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan nomophobia pada mahasiswa perantau di Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 513 mahasiswa perantau (terdiri dari 157 laki-laki dan 356 perempuan) yang aktif kuliah di Universitas Syiah Kuala yang berasal dari luar Banda Aceh dan tidak tinggal bersama orang tua atau kerabat keluarga. UCLA Loneliness Scale (Version 3) dan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) digunakan sebagai instrumen dalam mengumpulkan data penelitian. Analisis menggunakan statistik deskriptif dan teknik korelasi Product Moment. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kesepian dengan nomophobia pada mahasiswa perantau di Universitas Syiah Kuala (r=0,094; p=0,034). Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi kesepian maka semakin tinggi nomophobia, sebaliknya semakin rendah kesepian maka semakin rendah nomophobia.
(PERBEDAAN IDE BUNUH DIRI PADA MASYARAKAT ACEH DITINJAU DARI JENIS KELAMIN) Siti Rahmi Mauliza; Zaujatul Amna; Dahlia Dahlia; Syarifah Faradina
Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 1 (2022): PSIKOISLAMEDIA:JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : State Islamic University (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v7i1.13061

Abstract

The suicide cases seem to be a trend in society, where the perpetrators or victims range from children to the elderly, both male and female. Aceh is one of the provinces that shows that suicide cases tend to increase every year. The existence of suicide cases begins with the idea of suicide in every perpetrator and victim. The purpose of this study was to see the differences in suicidal ideation on Aceh’s people based on gender. A total of 406 Aceh’s people 15-52 years were selective using the purposively technuqe in this reasearch. The results showed that the significance value (p) = 0.921, this means that there was no difference in suicide ideation on Aceh’s people based on gender. Besides, results also showed that 93.6% of Aceh people had low suicidal ideation, 62.2% had moderate suicidal ideation, and 0.2% of the sample had high suicidal ideation.  Kasus bunuh diri seakan menjadi trend di masyarakat saat ini, dimana pelaku atau korban mulai dari anak-anak hingga lansia baik laki-laki maupun perempuan. Aceh termasuk salah satu provinsi yang menunjukkan kasus bunuh diri cenderung meningkat setiap tahunnya. Terjadinya kasus bunuh diri diawali dengan adanya ide bunuh diri pada setiap pelaku maupun korban. Tujuan penelitian dilakukan untuk melihat perbedaan ide bunuh diri pada masyarakat Aceh ditinjau dari jenis kelamin. Sebanyak 406 masyarakat  Aceh yang berusia 15-52 tahun terlibat dalam penelitian yang dipilih secara purposive. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi (p)=0,921, hal ini dapat diartikan bahwa tidak terdapat perbedaan ide bunuh diri pada masyarakat Aceh ditinjau dari jenis kelamin. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sebanyak 93,6% masyarakat Aceh memiliki ide bunuh diri rendah, 62,2% memiliki ide bunuh diri sedang, dan terdapat 0,2% sampel memiliki ide bunuh diri yang tinggi.
Program KEMAS untuk Menurunkan Kecemasan pada Dewasa Awal di Masa Pandemi Covid-19 Syifa Nabila; Maya Khairani; Kartika Sari; Syarifah Faradina
Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajpp.69432

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Program Kemas bagi dewasa awal di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian praeksperimen dengan desain satu kelompok prates-pascates. Penelitian dilakukan secara daring yang melibatkan 36 subjek yang diperoleh dengan teknik insidental. Data penelitian dikumpulkan melalui subskala kecemasan DASS-21 kemudian dianalisis menggunakan metode non parametrik, yaitu Wilcoxon signed-rank test dengan hasil koefisien (z) = -4,584, dan nilai signifikan (p) = 0,00 (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Program KEMAS bagi dewasa awal di masa pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan kategori kecemasan pada subjek saat sebelum dan sesudah perlakuan, yaitu 80,6% subjek mengalami penurunan skor kecemasan; 13,9% berada pada skor kecemasan yang sama; 5,5% subjek mengalami peningkatan skor kecemasan.
Hubungan antara Mindfulness dengan Kecemasan akan Kematian pada Dewasa Madya Rahmatul Hafidah; Zaujatul Amna; Dahlia Dahlia; Syarifah Faradina
Jurnal Ilmu Perilaku Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Perilaku
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jip.7.1.24-46.2023

Abstract

Death anxiety is an unpleasant emotional state that a person experiences when thinking about death. Anxiety can have a detrimental impact on mental health, especially in the middle adulthood stage, who experience death anxiety more often. One of the effective strategies to deal with death anxiety is to have mindfulness. The concept of mindfulness can help middle-aged adults to stay focused on doing and interpreting every activity or situation without thinking about abstract things, such as death. The purpose of this study was to investigate the relationship between mindfulness and death anxiety in middle adulthood. The total sample of 275 middle-aged adults was selected by accidental sampling technique. Data were collected using the Mindful Attention Awareness Scale (MAAS) and Death Anxiety Scale-Extended (DAS-Extended). The results of data analysis using the Spearman-Brown Formula showed that there was a negative relationship between mindfulness and death anxiety in middle adulthood. In other words, higher mindfulness will be associated with lower death anxiety, and vice versa. Therefore, mindfulness is associated with reduced death anxiety in middle adulthood. Keywords: Mindfulness, Death Anxiety, Middle Adulthood
Pengaruh Episodic Future Thinking terhadap Sikap Peduli Lingkungan Cut Almira Islamey; Syarifah Faradina; Arum Sulistyani; Intan Dewi Kumala
Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP) Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajpp.82093

Abstract

Sikap peduli lingkungan merupakan sikap penting dalam menghadapi permasalahan lingkungan dan peristiwa perubahan iklim yang diakibatkan oleh perilaku manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh episodic future thinking terhadap sikap peduli lingkungan. Episodic Future Thinking (EFT), yakni memproyeksikan diri ke masa depan untuk merasakan peristiwa di masa depan. EFT ini telah digunakan pada beberapa penelitian sebelumnya untuk meningkatkan perilaku peduli lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental dengan bentuk one-group pretest-posttest design. Penelitian ini melibatkan 17 partisipan berusia emerging adulthood (18-25 tahun) yang diperoleh dengan teknik incidental sampling menggunakan e-flyer. Data penelitian dikumpulkan dengan preservation scales dari brief version of Environmental Attitude Inventory (EAI-24) dan 7-point rating scale phenomenological features of episodic future thinking. Penelitian ini dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikan p=0,001 dan nilai Z sebesar -3,446. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh episodic future thinking terhadap sikap peduli lingkungan. Hasil penelitian ini dapat memberikan strategi alternatif untuk meningkatkan sikap peduli lingkungan maupun perilaku peduli lingkungan di lingkungan kampus atau masyarakat.
Mindfulness dan Boredom pada Mahasiswa yang mengikuti Kuliah Dalam Jaringan (Daring) Yoselin Aulia; Intan Dewi Kumala; Syarifah Faradina; Arum Sulistyani
Jurnal Ilmiah Psikologi MIND SET Vol 14 No 02 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/mindset.v14i02.3895

Abstract

The Covid-19 pandemic has brought about significant changes in the field of education, with traditional face-to-face learning transitioning to online instruction, resulting in a one-directional and monotonous learning experience that can lead to feelings of boredom. Boredom, which is an unsatisfactory state, can be counteracted by the positive individual characteristic of mindfulness. This study aims to explore the relationship between mindfulness and boredom in students who are attending online classes. A correlational quantitative approach was used in this study, employing a convenience sampling technique that resulted in a sample size of 346 students, consisting of 73 males and 273 females. Individual mindfulness was measured using the Mindful Attention Awareness Scale (MAAS) (α = 0.859), while boredom was measured using the Multidimensional State Boredom Scale (MSBS) (α = 0.953). The study revealed that there was a significant negative correlation between mindfulness and boredom (r = -0.295; p = 0.001). Furthermore, mindfulness was found to be significantly negatively correlated with four of the five dimensions of boredom, namely disengagement, high arousal, inattention, and low arousal (r = -0.239, r = -0.339, r = -0.321, r = -0.280). These findings suggest that individuals who exhibit higher levels of mindfulness are less likely to experience boredom. Therefore, the study concludes that mindfulness can help individuals regulate their attention and emotions, thereby mitigating the harmful effects of boredom.
GAMBARAN KECENDERUNGAN ADIKSI PENGGUNAAN PONSEL CERDAS PADA MAHASISWA Zaujatul Amna; Syarifah Faradina; Raudhatul Mufidah
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 3, No 2: Juli 2020
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v3i2.17615

Abstract

Adiksi terhadap ponsel cerdas merupakan keadaan sulit yang dihadapi individu untuk berhenti menggunakan ponsel cerdasnya, sehingga menyebabkan terjadinya perubahan perilaku sosial seperti menarik diri, kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, dan adanya gangguan kontrol impuls terhadap diri seseorang. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan yaitu untuk melihat kecenderungan adiksi pengunaan ponsel cerdas pada mahasiswa dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif deskriptif. Sebanyak 346 sampel (terdiri dari 173 laki-laki dan 173 perempuan) telah berpartisipasi dalam penelitian ini yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling, dan telah mengisi Smartphone Addiction Scale- Short Version (SAS-SV) yang digunakan sebagai instrumen pengumpulan data penelitian ini. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan adiksi penggunaan ponsel cerdas pada mahasiswa secara umum (sebanyak 179 mahasiswa atau 51,73%) berada pada tingkat risiko rendah. Selain itu, hasil analisis crosstab menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kecenderungan adiksi pada ponsel cerdas dengan jenis kelamin, usia, dan tingkat (tahun) kuliah yang ditempuh.
PENGARUH RELAKSASI OTOT TERHADAP KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM PADA MAHASISWA Dea Rizkiana Aprilia Mukhran; Syarifah Faradina; Kartika Sari; Afriani Afriani; Zaujatul Amna
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 4, No 2: Juli 2021
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v4i2.22703

Abstract

Kecemasan berbicara di depan umum dapat menjadi salah satu hambatan bagi individu dalam menjalankan aktivitas akademis terutama berkaitan dengan pengembangan diri mahasiswa dalam proses pembelajaran. Relaksasi otot merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kecemasan berbicara di depan umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot terhadap kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Unsyiah. Sebanyak 27 mahasiswa dipilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik systematic random sampling yang dibagi menjadi 2 kelompok, terdiri dari 12 subjek untuk kelompok eksperimen dan 15 subjek untuk kelompok kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan bentuk Non-Equivalent Control Group Design. Alat ukur yang digunakan pada penelitian adalah Personal Report of Public Speaking Anxiety (PRPSA). Hasil analisis Mann-Whitney menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh pemberian perlakuan relaksasi otot untuk menurunkan kecemasan berbicaran di depan umum. Hal ini dikarenakan relaksasi otot yang dilakukan secara paralel dapat memunculkan distraksi dan juga ketidakfamiliaran teknik relaksasi otot pada subjek penelitian.
KEBAHAGIAAN PADA PEREMPUAN BERCERAI YANG MEMILIKI ANAK DAN YANG TIDAK MEMILIKI ANAK Fathur Maulana; Syarifah Faradina
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 1, No 1: Januari 2018
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v1i1.9925

Abstract

Kebahagiaan merupakan hal utama dan menjadi tujuan yang sangat diharapkan dalam sebuah perkawinan, namun dalam perkawinan kadang terdapat ketidakharmonisan yang dapat menimbulkan konflik yang berujung pada perceraian. Angka perceraian di Banda Aceh yang didominasi oleh cerai gugat atau cerai yang diajukan oleh pihak perempuan semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perempuan yang mengakhiri pernikahan yang penuh tekanan akan mendapatkan peningkatan kebahagiaan setelah perceraian. Salah satu hal yang dapat memberikan dampak positif terhadap kebahagiaan pada perempuan adalah jika individu tersebut memiliki anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kebahagiaan pada perempuan bercerai yang memiliki anak dan yang tidak memiliki anak di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik quota sampling, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 60 perempuan bercerai dengan perincian 30 memiliki anak dan 30 tidak memiliki anak. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah modifikasi dari Skala Kebahagiaan Berbasis Pendekatan Indigenous Psychology Anggoro dan Widhiarso. Hasil analisis data dengan menggunakan teknik analisis Independent Sample t-Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kebahagiaan pada perempuan bercerai yang memiliki anak dan yang tidak memiliki anak di Banda Aceh, dimana perempuan bercerai yang memiliki anak menunjukkan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak memiliki anak. 
PENGARUH MEWARNAI MANDALA TERHADAP MENURUNNYA KECEMASAN PADA MAHASISWA DI BANDA ACEH Syarifah Faradina; Sarah Sisilya Az Badal; Meutia Natasya; Kamilah Kamilah; Elda Oviyani; Maghfirah Belangi; Herlis Meira Dewi; Sumarno Sumarno
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 2, No 2: Juli 2019
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v2i2.14210

Abstract

Kecemasan merupakan fenomena psikologis yang umum dirasakan oleh setiap individu. Mahasiswa sebagai penuntut ilmu tidak pernah lepas dari tuntutan tugas dan lingkungan, membuat mahasiswa sering dihadapkan pada situasi yang memicu timbulnya berbagai hambatan. Terdapat berbagai upaya untuk mengurangi kecemasan tersebut, salah satunya adalah dengan mewarnai mandala. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh mewarnai mandala terhadap menurunnya kecemasan pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pre-test post-test control group. Responden terdiri dari 20 mahasiswa yang mengalami kecemasan ringan sampai sangat berat, yang terbagi atas kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis penelitian menggunakan wilcoxon signed rank test ditemukan perbedaan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan mewarnai mandala dengan nilai Z = -2,831 dengan nilai signifikansi 0,005. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa mewarnai mandala dapat menurunkan kecemasan. Selain itu, penelitian ini juga melakukan analisis antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil analisis menggunakan ujiMann-Whitney diperoleh nilai signifikansi 0,404. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan hasil penurunan tingkat kecemasan pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol.