Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengetahuan dan Minat Perawat dalam Pengelolaan Bahan Medis Habis Pakai di Rumah Sakit Pratama, Urip; Iskandar, Iskandar; Oktaviyana, Cut; Mulfianda, Riyan
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2333

Abstract

Pengelolaan bahan habis pakai adalah salah satu siklus logistik yang sering dijalankan di rumah sakit. Alat medis yang masuk di ruang perawatan dari sektor logistik, sebagaian besar dikelola oleh perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan minat perawat dalam pengelolaan bahan medis habis pakai di rumah sakit. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif dengan desain deskriptif. Jumlah populasi yang menjadi objek penelitian adalah 137 perawat dan sampel penelitian berjumlah 50 perawat. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.  Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan perawat dalam pengelolaan bahan medis habis pakai sebanyak 28 (58,0%) masuk dalam kategori pengetahuan cukup, sikap perawat dalam pengelolaan bahan medis habis pakai sebanyak 28 (58,0%) masuk dalam kategori cukup. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan minat perawat dalam pengelolaan bahan medis habis pakai di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Besar masuk dalam kategori cukup.Kata Kunci: Bahan Medis Habis Pakai, Minat Perawat, Pengetahuan Perawat. Management of consumables is one of the logistics cycles that is often carried out in hospitals. Most of the medical devices that enter the treatment room from the logistics sector are managed by nurses. This study aims to describe the knowledge and interest of nurses in the management of medical consumables in hospitals. This research method is a quantitative research with a descriptive design. The total population that became the object of the study was 137 nurses and the research sample was 50 nurses. The sampling technique used purposive sampling technique. The results showed that the knowledge of nurses in the management of medical consumables was 28 (58.0%) in the category of sufficient knowledge, the attitude of nurses in the management of medical consumables was 28 (58.0%) in the category of sufficient. The conclusion of this study shows that the knowledge and interest of nurses in the management of medical consumables at the Aceh Besar District.Keyword: Medical Consumables, Nurse Interests, Nurse Knowledge.
PENGARUH PEMBERIAN SUSU KEDELAI TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGKALAN KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Febriola, Ega; Oktaviyana, Cut; Masthura, Syarifah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.38332

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber makanan yang maksimal untuk balita sampai umur 24 bulan serta mampu membagikan khasiat baik pada balita. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan awal kehidupan mampu mengurangi 13% kematian balita serta menjadi salah satu strategi pengukuran dalam upaya menaikkan status gizi serta kelangsungan hidup balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Sangkalan Kabupaten Aceh Barat Daya. Jenis penelitian ini merupakan quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest-postest. Populasi penelitian adalah seluruh ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Sangkalan sebanyak 152 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu peneliti menentukan ibu menyusui untuk dijadikan sampel sebanyak 15 orang. Variabel penelitian terdiri dari pemberian susu kedelai dan produksi ASI. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi. Metode analisis data menggunakan analisis data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji t-test. Hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata produksi ASI sebelum diberikan susu kedelai pada ibu menyusui yaitu 495,33 ml, sedangkan nilai rata-rata produksi ASI setelah diberikan susu kedelai pada ibu menyusui mengalami peningkatan yaitu 787,33 ml. Kemudian hasil uji t-test didapatkan p value = 0,000. Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui  di wilayah kerja Puskesmas Sangkalan Kabupaten Aceh Barat Daya.
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERILAKU TANTRUM PADA ANAK DI TK PUTRA I KEUTAPANG ACEH BESAR Fitri, Rahmadani; Oktaviyana, Cut; Sartika, Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49202

Abstract

Pola asuh orang tua dapat mempengaruhi perkembangan emosional dan perilaku anak, termasuk kecenderungan mereka untuk mengalami tantrum. Tujuan penelitian untuk mengetahui pola asuh orang tua terhadap perilaku tantrum pada anak di TK Putra I Keutapang Aceh Besar. Desain penelitian yang digunakan Deskriptif Korelatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi adalah murid TK Putra I Lambheu sebanyak 97 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 97 murid TK. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 22 April sampai dengan 09 Mei tahun 2025 di TK Putra I Lambheu Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pola asuh orang tua (P value =0,007 ; OR = 3,250), pola asuh otoriter (P value =0,023; OR = 2,715), pola asuh permisif (P value =0,018; OR = 2,803), pola asuh demokratis (P value =0,000; OR = 5,303) dengan perilaku tantrum pada anak di TK Putra I Lambheu Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Tahun 2025. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah jenis pola asuh demokratis lebih beresiko dalam mempengaruhi perilaku tantrum pada anak disebabkan ketika orang tua tidak memiliki komunikasi yang baik dengan anak, anak merasa diabaikan sehingga muncul perilaku tantrum pada anak.
PENGARUH EDUKASI MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMA ABULYATAMA KABUPATEN ACEH BESAR Dewi, Darlisa; Sartika, Sartika; Oktaviyana, Cut
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38330

Abstract

Remaja putri usia 12 hingga 16 tahun merupakan kelompok rentan terjadinya anemia. Upaya penanganan anemia pada remaja putri adalah dengan pemenuhan asupan zat gizi besi yaitu dengan pemberian tablet tambah darah atau suplemen zat besi. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi media video animasi terhadap pengetahuan tentang pencegahan anemia pada remaja putri di SMA Abulyatama Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dengan jumlah populasi sebanyak 42 orang dan jumlah sampel sebanyak 42 orang remaja putri, teknik pengambilan sampel secara Total Populasi. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 5 sampai 8 Agustus 2024 dengan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan video animasi terdapat 41 responden mengalami peningkatkan pengetahuan ada 1 responden pengetahuan menetap dengan p value 0,000, artinya ada pengaruh edukasi media video animasi terhadap pengetahuan remaja putri. Kesimpulan menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi media video animasi terhadap pengetahuan remaja putri.
POLA MAKAN DAN PENGETAHUAN TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS JEURAM NAGAN RAYA Sari, Meliza; Oktaviyana, Cut; Sartika, Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38365

Abstract

Infeksi masa nifas masih berperan sebagai penyebab utama kematian ibu terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Luka perineum merupakan faktor predisposisi terjadinya infeksi masa nifas. Bentuk infeksi ini bervariasi dan bersifat lokal sampai terjadi sepsis dan kematian masa nifas. Diantaranya yang mengalami robekan, tersebut dan kurangnya pengetahuan dalam merawat luka perineumnya. Mereka juga mengatakan bahwa membersihkan luka dengan kain basah dan belum bisa mandi selain itu juga terdapat ibu yang harus dilakukan tindakan hecting ulang yang disebabkan karena tidak menjaga kebersihan luka perineum setelah BAB, membiarkan luka perineum lembab, tidak mengganti celana dalam dengan yang bersih dan kering. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan dan pengetahuan terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Jeuram Nagan Raya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah acidental sampling. Populasi dan Sampel dalam penelitian ini adalah ibu nifas selama 2 minggu dari tanggal 23 Maret 2024 - 04 April 2024 dengan 43 responden. Hasil penelitian terdapat Pengaruh Pola Makan Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas dengan nilai p = 0,009 dan  terdapat Pengaruh Pengetahuan Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas dengan nilai p = 0,008.
Determinan Kegagalan Pemberian Asi Eksklusif Pada Ibu Menyusui Di Wilayah Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh Oktaviyana, Cut; Pratama, Urip; Igbal, Muhammad; Fitriya, Ika Rahmi; Adha, Mutiara Nurul; Nelly, Zia Novia
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 10, No 3 (2022): EDITION NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v10i3.3839

Abstract

Capaian pemberian ASI eksklusif di kota Banda Aceh berada di bawah capaian nasional 80%, yaitu 59% tahun 2020 sehingga jauh dari capaian program Sustainable Development Goals (SDGs). ASI eksklusif tidak dijalankan menyebabkan berbagai masalah kesehatan bayi terutama pada pertumbuhan, perkembangan bayi, imunologis, psikologis serta ekonomi orang tua bayi. Cakupan pemberian ASI terendah berada di wilayah Puskesmas Banda Raya (34,2%). Rendahnya capaian menunjukkan program ASI eksklusif belum maksimal. Beberapa faktor seperti pengetahuan, dukungan sosial, Breastfeeding Self-Efficacy (BSE) serta sosial budaya adalah hal yang dikaitkan dengan ASI eksklusif. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan determinan kegagalan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh. Penelitian cross sectional dengan 67 sample ibu menyusui usia bayi 6 – 11 bulan dengan kondisi tanpa riwayat penyakit kongenital dan kronis serta menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pembagian kuesioner tanggal 8 – 12 Agustus 2022 di  wilayah kerja Puskesmas Banda Raya. Hasil analisis uji regresi logistik sederhana bahwa ibu memiliki pengetahuan baik berpeluang 43% (OR 0,43) menjalankan ASI eksklsuif. Ibu memiliki BSE tinggi berpeluang 5,11 kali (OR 5,11) tetap memberikan ASI eksklusif. Ibu dengan sosial budaya yang mendukung berpeluang 18% (OR 0,18) memberikan ASI eksklusif. Variabel tersebut menjadi penentu kegagalan ibu untuk memberikan ASI eksklusif. Promosi kesehatan ASI eksklusif perlu ditingkatkan kepada orang tua bayi, keluarga serta tenaga kesehatan terkait.  
Analisis Kecemasan Mahasiswa Terhadap Hybrid Learning Era Pandemi Covid-19 di Aceh Rosefa, Yunia Dila; Iskandar, Iskandar; Oktaviyana, Cut
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2327

Abstract

Kecemasan adalah perasaan gelisah  bersifat lama pada sesuatu yang tidak jelas. Hybrid learning merupakan gabungan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran online yang termediasi perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan terhadap hybrid learning pada era pandemi Covid-19 di Universitas Abulyatama. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah Deskriptif korelasi dengan desain pendekatan cross-sectional study. Berdasarkan uji statistik hubungan tingkat kecemasan mahasiswa terhadap hybrid learning didapatkan p-value = 0,037 (P < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat kecemasan mahasiswa terhadap Hybrid Learning pada era pandemi Covid-19 di mahasiswa Keperawatan Universitas Abulyatama.Kata kunci : Covid-19, hybrid learning, kecemasan, persepsi. Anxiety is a long-lasting restless feeling about something that is not clear. Hybrid learning is a combination of face-to-face learning and online learning mediated by Information and Communication Technology devices. The purpose of the study was to determine the relationship between nursing students' anxiety levels and hybrid learning in the Covid-19 pandemic era at Abulyatama University. The type of research in this study is descriptive correlation with a cross-sectional study design approach. Based on the statistical test of the relationship between student anxiety levels and hybrid learning, it was found that p-value = 0.037 (P < 0.05). So it can be concluded that there is a relationship between students' anxiety levels towards Hybrid Learning in the Covid-19 pandemic era at Abulyatama University Nursing students.Keywords: Covid-19, hybrid learning, anxiety, perception. 
Pengaruh Psikoedukasi Parenting Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Dalam Mengoptimalkan 1000 Hari Pertama Kehidupan di Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh Suherman, Asep; Oktaviyana, Cut; Fauziah, Fauziah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2303

Abstract

Selama masa kehamilan ibu memerlukan berbagai unsur gizi yang jauh lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya sendiri, pertumbuhan dan perkembangan janin yang di kandungnya. UNICEF mengemukakan Indonesia menjadi negara kelima balita stunting tertinggi di dunia berjumlah ± 7.5 juta anak. Masalah  gizi  ini di  Indonesia  masih  menjadi  masalah  yang  serius  dan membutuhkan perhatian yang serius. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2020, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki masalah gizi anak dengan persentase Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 angka stunting secara nasional mengalami penurunan sebesar 1,6 persen per tahun dari 27.7% tahun 2019 menjadi 24,4% tahun 2021. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi parenting terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil dalam mengoptimalkan 1000 hari pertama kehidupan di Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh Tahun 2022. Desain penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experimen) dengan rancangan penelitian adalah one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang ada di Wilayah Kerja Puekesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh tahun 2021, dari jumlah sasaran ibu hamil sebanyak 613 orang dengan menggunakan teknik accidental sampling yang berjumlah 41 responden. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20-22 Juni 2022. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebelum diberikan intervensi psikoedukasi parenting sebagian besar pengetahuan ibu berada pada kategori kurang sebanyak 19 responden (46,3%), sedangkan setelah dilakukan intervensi psikoedukasi parenting sebagian besar berada pada kategori cukup (51,2%), ada pengaruh psikoedukasi parenting terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil dalam mengoptimalkan 1000 hari pertama kehidupan dengan nilai p-value=0,000. Saran diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi yang signifikan bagi ibu hamil tentang 1000 hari pertama kehidupan, sehingga dapat meningkatkan partisipasi ibu untuk memeriksakan kehamilan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi.Kata Kunci : Psikoedukasi Parenting, Pengetahuan, Ibu HamilDuring pregnancy, the mother requires far more nutritional elements to meet the needs of her own body, growth and development of the fetus in her womb. UNICEF stated that Indonesia is the fifth country with the highest stunting toddler in the world, amounting to ± 7.5 million children. This nutritional problem in Indonesia is still a serious problem and requires serious attention. The results of the 2020 Basic Health Research, show that Indonesia has child nutrition problems with the percentage of the Indonesian Nutrition Status Study (SSGI) in 2021 nationally, the stunting rate has decreased by 1.6 percent per year from 27.7% in 2019 to 24.4% in 2021. The purpose of this study was to determine the effect of parenting psychoeducation on increasing knowledge of pregnant women in optimizing the first 1000 days of life at the Kuta Alam Public Health Center, Banda Aceh City in 2022. The design of this study was a quasi-experimental study with a one group pretest posttest design. The population in this study were all pregnant women in the Work Area of Puekesmas Kuta Alam, Banda Aceh City in 2021, from the target number of pregnant women as many as 613 people using the accidental sampling technique, totaling 41 respondents. This research was conducted on 20-22 June 2022. The results showed that before the parenting psychoeducation intervention was given, most of the mother's knowledge was in the less category as many as 19 respondents (46.3%), while after the parenting psychoeducation intervention was mostly in the sufficient category. (51.2%), there is an effect of parenting psychoeducation on increasing knowledge of pregnant women in optimizing the first 1000 days of life with p-value = 0.000. Suggestions are expected that this research can provide significant information for pregnant women about the first 1000 days of life, so that it can increase maternal participation in antenatal care and reduce maternal and infant mortality. Keywords: Parenting Psychoeducation, Knowledge, Pregnant Women
Pengaruh Pemberian Minuman Kunyit Asam Terhadap Penurunan Dismenore Primer Pada Mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama Aceh Besar Azrah, Khairuni; Oktaviyana, Cut; Masthura, Syarifah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2369

Abstract

Menstruasi merupakan tanda awal masuknya seorang perempuan dalam masa reproduksi. Dismenore memiliki dampak yang cukup besar bagi remaja putri karena menyebabkan terganggunya aktivitas sehari hari. Maka dari itu terdapat beberapa cara untuk meredakan gejala-gejala dismenore yaitu dengan cara farmakologi dan nonfarmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman kunyit asam terhadap penurunan skala dismenore pada Mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama Aceh. Jenis penelitian ini adalah eksperimental(quasy experimental design). Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 1 s/d 30 Maret 2022. Populasi dalam penelitian ini mahasiswi PSIK angkatan tahun 2021 Abulyatama Aceh yang mengalami dismenore primer dengan jumlah populasi sebanyak 15 orang, dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data mengggunakan data primer. Analisis menggunakan wilcoxone test, teknik analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh terdapat pengaruh kunyit asam terhadap penurunan dismenore primer dengan  dismenore primer dan  p value 0,000 (<0,05). Diharapkan kepada responden agar tidak ketergantungan obat dalam mengatasi nyeri dismenore primeryaitu dapat mengonsumsi minuman kunyit asam untuk penurunan nyeri dismenore primer.Kata Kunci: Kunyit Asam, Remaja, Dismenore PrimerMenstruation is an early manifestation of females that activate the reproductive period. As Dysmenorrhea has a considerable impact on young women as it disrupts daily activities. Therefore, some medical practices are formulated to relieve the symptoms of dysmenorrhea - through pharmacological and non-pharmacological methods. This study aims to determine the effect of tamarind drinks to reduce the symptoms of dysmenorrhea in nursing students, at The Faculty of Medicine, Abulyatama University, Aceh. This research was an experimental study under a quasi-experimental design. The data collection was carried out in March from 1st to 30th, of 2022. The population of this study was nursing students at Abulyatama University from the Academic Year of 2021. A purposive sampling technique was applied for this study. Around 15 nursing students of Abulyatama University who experienced primary dysmenorrhea were used as the sample. The primary data was collected and analyzed by adopting the Wilcoxon test, and univariate and bivariate analysis techniques. The results showed that there was a positive effect of consuming turmeric acid drink in reducing primary dysmenorrhea with a p-value of 0.000 (<0.05). From the finding, it is concluded that there is an effect of turmeric acid drinks in reducing primary dysmenorrhea. The result of the study is used as a non-medical resolution as to overcome the primary dysmenorrhea symptoms without consuming more pills to relieve the pain. The turmeric acid drink consumption proves to have the effect to reduce primary dysmenorrhea pain.Keywords: Turmeric Acid, Teenagers, Primary Dysmenorrhea 
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak Usia Sekolah di MIN 26 Aceh Besar Tahun 2022 Resta, Susi Handra; Oktaviyana, Cut; Iqbal, Muhammad
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2339

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut bagian fundamental kesehatan berpengaruh terhadap kesejahteraan secara keseluruhan. Kondisi ini berdampak pada masalah kesehatan anak, karena dapat mengganggu kosentrasi proses belajar anak, mempengaruhi nafsu makan, sehingga dapat menggangu pertumbuhan yang pada akan berdampak status gizi anak yang terimplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah di MIN 26 Aceh Besar Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional study. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 6 s/d 7 Juni 2022. Populasi dalam penelitian ini anak kelas IV, V dan VI yang berjumlah 111 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 53 orang. Pengumpulan data mengggunakan data primer. Analisis menggunakan chi square test. Hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan menyikat gigi (p=0,000), frekuensi menyikat gigi (p=0,023), jenis makanan (p=0,000) dan motivasi anak (p=0,005) dengan kesehatan gigi dan mulut. Diharapkan kepada pihak sekolah untuk dapat bekerja sama dengan instansi kesehatan setempat dalam hal ini pihak Puskesmas untuk melakukana penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dengan metode yang sesuai dengan anak sehingga informasi yang disaampaikana lebih mudah diserap sehingga diharapkan dapat terjadi perubahan perilakuKata Kunci: Menyikat Gigi, Frekuensi Menyikat Gigi, Jenis Makanan, Motivasi Anak, Kesehatan Gigi dan MulutDental and oral health is a fundamental part of health and affects overall well-being. This condition has an impact on children's health problems, because it can interfere with the concentration of the child's learning process, affect appetite, so that it can interfere with growth which in turn will impact the child's nutritional status which is implicated. This study aims to determine the factors associated with dental and oral health in school-age children at MIN 26 Aceh Besar. This type of research is analytic with a cross sectional study approach. Data collection was carried out on 6 to 7 June 2022. The population in this study was children in grades IV, V and VI, totaling 111 people, the sampling technique used purposive sampling with a sample of 53 people. Data collection using primary data. Analysis using chi square test. The results showed that there was a relationship between brushing teeth (p=0.000), frequency of brushing teeth (p=0.023), type of food (p=0.000) and children's motivation (p=0.005) with dental and oral health. It is hoped that the school will be able to cooperate with local health agencies in this case the Puskesmas to conduct dental and oral health counseling with methods that are suitable for children so that the information conveyed is more easily absorbed so that behavior changes are expected to occur.Keywords: Toothbrushing, Frequency of Toothbrushing, Types of Food, Children's Motivation, Dental and Oral Health