Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Sarana Air Bersih Dan Kondisi Jamban Terhadap Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tipo Rau, Muhammad Jusman; Novita, Sri
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2021): Volume 12 No.1 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i1.298

Abstract

Keadaan sanitasi yang buruk dapat menjadi media penularan berbagai penyakit yang meliputi, pembuangan kotoran, penyediaan air bersih dan sistem pembuangan air limbah. Hal ini dapat memicu terjadinya penyakit menular, seperti Diare. Persentase capaian kasus diare pada tahun 2019 di Puskesmas Tipo sebesar 60,22%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sarana air bersih dan kondisi jamban terhadap kejadian diare pada balita. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua balita di wilayah kerja Puskesmas Tipo sebanyak 1.005, menggunakan rumus Standley Lameshow diperoleh jumlah sampel 113 balita diambil secara stratified random sampling. Data diolah secara univariat, untuk melihat hubungan antara variabel dependen dan independen (bivariat) digunakan uji regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara kualitas air bersih ( nilai sig=0,000) terhadap kejadian diare pada balita, serta tidak ada pengaruh antara jenis sarana air bersih (nilai sig=0,367), risiko pencemaran saran air bersih (nilai sig=0,367), dan kondisi jamban (nilai sig=0,133) terhadap kejadian diare pada balita. Diharapkan kepada masyarakat yang memiliki air yang keruh agar melakukan penyaringan dan dimasak dengan baik terlebih dahulu sebelum air tersebut dikonsumsi.
MODERASI BERAGAMA DAN TANTANGAN DAKWAH ISLAM DI ERA DIGITAL: REKONSTRUKSI DALAM MULTIKULTURAL INDONESIA Asrizal; Rahmat Hidayat; Novita, Sri
HIKMAH : Jurnal Dakwah Dan Sosial Volume 6, No. 1 Maret 2026
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.v6i1.9331

Abstract

Abstract. This article aims to explore the reconstruction of religious moderation (wasathiyyah) within the horizon of Islamic da’wah amidst the complexities of Indonesia's multicultural society. Utilizing a qualitative library research method, this study dissects how moderate values are produced and distributed in the digital age. The findings indicate that moderation is no longer merely a static theological doctrine but has evolved into a dynamic communicative strategy. In practice, digital da’wah is heavily influenced by media framing, where the construction and "packaging" of messages determine whether the audience embraces peaceful narratives or becomes ensnared in polarization. Crucial challenges arise from echo chamber effects and the fragmentation of religious authority, which frequently marginalize moderate messages. Consequently, future da’wah strategies must master creative framing praxis, packaging Islamic substance through inclusive visual language that remains responsive to local nuances. Through precise narrative framing, digital media can transcend its role as a mere transmission tool, transforming into a dialogical space that reinforces social cohesion and harmony within a pluralistic nation. Abstrak. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi rekonstruksi konsep moderasi beragama (wasathiyyah) dalam cakrawala dakwah Islam di tengah kompleksitas masyarakat multikultural Indonesia. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan, penelitian ini membedah bagaimana nilai-nilai moderasi diproduksi dan didistribusikan di era digital. Temuan menunjukkan bahwa moderasi kini bukan sekadar doktrin teologis statis, melainkan sebuah strategi komunikasi yang dinamis. Dalam praktiknya, dakwah digital sangat dipengaruhi oleh framing media, di mana cara pesan dikonstruksi dan "dibungkus" menentukan apakah audiens akan menerima narasi damai atau justru terjebak dalam polarisasi. Tantangan krusial muncul dari efek echo chamber dan fragmentasi otoritas keagamaan yang sering kali menenggelamkan pesan-pesan moderat. Oleh karena itu, strategi dakwah masa depan harus mampu menguasai praksis framing yang kreatif, mengemas substansi keislaman dengan bahasa visual yang inklusif dan responsif terhadap isu lokal. Melalui pembingkaian narasi yang tepat, media digital dapat bertransformasi dari sekedar alat transmisi menjadi ruang dialogis yang memperkuat kohesi sosial dan harmoni di tengah keberagaman bangsa.
DYNAMICS OF CONFLICT MANAGEMENT AND INTEGRATIVE NEGOTIATION IN MAINTAINING ORGANIZATIONAL COMMITMENT: CASE STUDY XL SMART Novita, Sri; Siregar, Diyah Dumasari
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JBM) JBM Vol 22 (2026): Issue 2
Publisher : Faculty of Economics and Business University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbm.v2i2.4717

Abstract

This study investigates organizational behavior dynamics during the XL Smart merger, focusing on how conflict management and integrative negotiation sustain employee commitment. Using a qualitative case study with ten key informants from strategic management to technical staffdata were gathered via in depth interviews. The findings reveal two conflict spectrums: functional (task oriented) and dysfunctional (post merger friction). Integrative negotiation, grounded in objective metrics and procedural justice, successfully converted friction into operational synergy. Crucially, transparency in negotiations bolstered affective commitment more effectively than financial compensation. By shifting focus from financial metrics to the psychological aspects of infrastructure integration, this research highlights how procedural justice stabilizes loyalty in telecommunications. Managers should prioritize reason giving and inclusive decision making to mitigate resistance. Ultimately, the Network Sharing Agreement serves as a strategic benchmark for regulators to ensure that industry consolidations balance technical efficiency with social and organizational stability.