Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Perbandingan Biaya dan Waktu Antara Diversion Channel Dengan Pemancangan Steel Sheet Pile Pada Pekerjaan Pemasangan Double U-Ditch Precast Mukhamad Afif Salim; Agus B Siswanto; Agung Gagas E
Jurnal Teknik Sipil Unaya Vol 7, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/jtsu.v7i2.1689

Abstract

Methods used in the implementation of the project on precast U-ditch installation work, one of which is by steel sheet pile erection method and Diversion Channel method. The analysis data required for the comparison of these two methods is secondary data obtained from the implementing party in the form of RAB, time schedule, implementation picture. In this analysis, alternative methods are planned by comparing in terms of cost and execution time. By analyzing the comparison of steel sheet pile erection method with Diversion Channel method, obtained results on the erection method with Steel sheet pile has a work cost of Rp.7,766,567,860 with an implementation time of 117 days, while with the Diversion Channel method the required cost is Rp.3,894,630,735 with an implementation time of 100 days so that there is a cost efficiency of 49.85% and a faster time of 17 days with diversion channel method.
ANALISIS PERBANDINGAN WAKTU DAN BIAYA PENGGUNAAN TEKNOLOGI RISHA DAN METODE KONVENSIONAL PADA PROYEK PERUMAHAN M Afif Salim; Agus Bambang Siswanto; Hartono Hartono; Bahrur Rozaq
HEXAGON Vol 6, No 2 (2021): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hgn.v6i2.6106

Abstract

Rumah adalah sebuah struktural dimana fungsinya sebagai tempat manusia tinggal dan melangsungkan hidupnya serta kegiatan sosial antar manusia, maka dari itu rumah tersebut harus dibuat senyaman mungkin untuk ditempati. Seiring bertambahnya jumlah penduduk menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan rumah. Tetapi masih banyak sebagian orang yang belum dapat memenuhi kebutuhan kepemilikan sebuah rumah karena faktor ekonomi, faktor bencana alam juga menyebabkan banyak orang yang kehilangan tempat tinggal. Maka dari itu, Kementrian PUPR menciptakan inovasi baru berupa RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat). Untuk itu perlu diperhitungkan perbandingan biaya, waktu pelaksanaan, kendala pelaksanaan, dan mutu beton yang dihasilkan antara menggunakan metode konvensional dan teknologi RISHA.Perhitungan ini berfokus pada struktur bangunan saja antara lain: sloof, kolom, balok. Untuk perhitungan waktu pekerjaan melalui data wawancara kepada pelaksanaan dilapangan terkait produktifitas pekerjaan struktur pada metode konvensional. Sedangkan untuk biaya Teknologi RISHA menggunakan harga dari PT Pracetak Bangun Indonesia. Total biaya untuk struktur pada proyek pembangunan rumah tipe 36 BSB Village menggunakan metode konvensional sebesar Rp 29,853,072.43 dan  menggunakan teknologi RISHA sebesar Rp 21,843,000.00.Dari harga total penggunaan metode konvensional dan teknologi RISHA menunjukan bahwa total biaya metode konvensional lebih mahal daripada teknologi RISHA dengan selisih sebesar Rp 8,010,072.00.- yang berarti bahwa struktur dengan metode konvensional lebih mahal 27 % dibandingkan struktur RISHA. Hasil analisis durasi pegerjaan struktur dengan metode konvensional adalah 30 hari atau 5 minggu dan untuk analisis durasi pengerjaan struktur dengan teknologi pracetak RISHA adalah 5 hari atau 1 minggu. Sehingga akan mempengaruhi waktu pelaksanaan antara metode konvensional dan teknologi RISHA selama 2 minggu.
ANALISIS PERBANDINGAN WAKTU DAN BIAYA PENGGUNAAN TEKNOLOGI RISHA DAN METODE KONVENSIONAL PADA PROYEK PERUMAHAN M Afif Salim; Agus Bambang Siswanto; Hartono Hartono; Bahrur Rozaq
HEXAGON Vol 6, No 2 (2021): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hgn.v6i2.6106

Abstract

Rumah adalah sebuah struktural dimana fungsinya sebagai tempat manusia tinggal dan melangsungkan hidupnya serta kegiatan sosial antar manusia, maka dari itu rumah tersebut harus dibuat senyaman mungkin untuk ditempati. Seiring bertambahnya jumlah penduduk menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan rumah. Tetapi masih banyak sebagian orang yang belum dapat memenuhi kebutuhan kepemilikan sebuah rumah karena faktor ekonomi, faktor bencana alam juga menyebabkan banyak orang yang kehilangan tempat tinggal. Maka dari itu, Kementrian PUPR menciptakan inovasi baru berupa RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat). Untuk itu perlu diperhitungkan perbandingan biaya, waktu pelaksanaan, kendala pelaksanaan, dan mutu beton yang dihasilkan antara menggunakan metode konvensional dan teknologi RISHA.Perhitungan ini berfokus pada struktur bangunan saja antara lain: sloof, kolom, balok. Untuk perhitungan waktu pekerjaan melalui data wawancara kepada pelaksanaan dilapangan terkait produktifitas pekerjaan struktur pada metode konvensional. Sedangkan untuk biaya Teknologi RISHA menggunakan harga dari PT Pracetak Bangun Indonesia. Total biaya untuk struktur pada proyek pembangunan rumah tipe 36 BSB Village menggunakan metode konvensional sebesar Rp 29,853,072.43 dan  menggunakan teknologi RISHA sebesar Rp 21,843,000.00.Dari harga total penggunaan metode konvensional dan teknologi RISHA menunjukan bahwa total biaya metode konvensional lebih mahal daripada teknologi RISHA dengan selisih sebesar Rp 8,010,072.00.- yang berarti bahwa struktur dengan metode konvensional lebih mahal 27 % dibandingkan struktur RISHA. Hasil analisis durasi pegerjaan struktur dengan metode konvensional adalah 30 hari atau 5 minggu dan untuk analisis durasi pengerjaan struktur dengan teknologi pracetak RISHA adalah 5 hari atau 1 minggu. Sehingga akan mempengaruhi waktu pelaksanaan antara metode konvensional dan teknologi RISHA selama 2 minggu.
KAJIAN PENANGANAN DAMPAK BANJIR KABUPATEN PEKALONGAN M. Afif Salim; Agus B Siswanto
Rang Teknik Journal Vol 4, No 2 (2021): Vol. 4 No. 2 Juni 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.31 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v4i2.2525

Abstract

Bencana banjir yang terjadi di kabupaten Pekalongan pada Februari 2021 disebabkan oleh tingginya intensitas hujan selama satu minggu dengan curah hujan >50 mm/hari dan pasang surut air laut akibat rob yang mencapai 0,9-1,1 meter.permasalahan lain akibat banjir kabupaten Pekalonganadalah perubahan tata guna lahan, penurunan tanah (land subsidence), sampah, erosi-sedimentasi, serta faktor operasi dan pemeliharaan. Kerugian akibat bencana banjir menyebabkan kerugian material, bangunan hingga lumpuhnya kondisi lalulintas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pengumpulan data primer dan sekunder, pengolahan data dengan deskriptif kualitatif dengan menggambarkan pemahaman, pendekatan studi/ penelitian dengan observasi dilapangan. Penanganan banjir yang sudah dilakukan adalah dengan menambah pintu sorong darurat pada drainase, pengadaan pompa air mobile kapasitas 250 liter/detik, tanggul CCSP (Corugated Concrete Sheet Pile), rehabilitasi pintu air Sungai Bremi, pembangunan rumah pompa Mrican kapasitas 8x2 m3/detik, dan pembangunan tanggul tanah Silempeng sepanjang 2.200 meter. Adapun penanganan darurat yang dilakukan ketika banjir Februari 2021 adalah dengan pembukaan Long Storage Silempeng- Sengkarang dan penyiapan sandbag serta karung-karung besar untuk penanganan darurat. Keywords: Banjir, Pekalongan, , Penanganan,Rob
EVALUASI PENGEMBANGAN SARANA AIR MINUM PADA PROGRAM PAMSIMAS KECAMATAN KALINYAMATAN KABUPATEN JEPARA Agus B Siswanto; M. Afif Salim; Ristiyanto A Karim
Rang Teknik Journal Vol 4, No 2 (2021): Vol. 4 No. 2 Juni 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.329 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v4i2.2616

Abstract

Program penyedian air minum dan sanitasi (PAMSIMAS) merupakan salah satu program pembangun infrastruktur pemerintah dalam memenuhi kebutuhan akses sarana air minum dan sanitasi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui dan mengevaluasi pelaksanaan program PAMSIMAS di Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara, Untuk mengetahui kendala-kendala apa saja pada pelaksanaan program PAMSIMAS. Dari kendala-kendala tersebut dapat diketahui faktor-faktor untuk mengembangkan sarana air minum, Untuk mengetahui strategi pengembangan PAMSIMAS di Kecamatan Kalinyamatan pada tahun berikutnya.Fokus penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengembangan program PAMSIMAS yang mengacu pada beberapa variabel yaitu pelaksanaan program (X1), fungsi program (X2) dan rencana kedepan program (Y) di Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara. Metode penelitian ini dilakukan dengan survey dilapangan dan menyebar angket/kuesioner. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa hubungan antara variabel X1 dan X2 terhadap variabel pengikat yaitu variabel Y dimana perolehan skor ketiga variabel teresbut sangat berpengaruh besar terhadap pengembangan akses sarana air minum di Kecamatan Kalinyamat Kabupaten Jepara. Variabel pelaksanaan program dengan variabel fungsi program PAMSIMAS memiliki prosentase sebesar 23% untuk pengembangan Sarana Air Minum (SAM), sisanya 67% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam model penelitian ini. Dari hasil uji regresi linier berganda diperoleh persamaan yaitu Y = 25,699 + 0,182 x X1 + 0,165 x X2. Strategi untuk mengembangkan PAMSIMAS di Kecamatan Kalinyamatan dalam variabel rencana kedepan adalah perlunya meningkatkan fungsi program PAMSIMAS karena masih memiliki nilai positif hanya sebesar 0,165 atau 16,5%. Jika dibandingkan dengan variabel pelaksanaan program PAMSIMAS memiliki nilai positif sebesar 0,182 atau 18,2%
ANALISIS FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA PENERAPAN PENGENDALIAN WAKTU, BIAYA DAN MUTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DINAS KESEHATAN KOTA SEMARANG Hari Setijo Pudjihardjo; Bambang Tutuko; Agus Bambang Siswanto; Dicky Proklamanto Putra; Siti Zulifah
Rang Teknik Journal Vol 5, No 2 (2022): Vol. 5 No. 2 Juni 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.318 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v5i2.2938

Abstract

Proyek pembangunan saat ini sedang banyak dilakukan di seluruh tanah air Indonesia, jasa kontruksi saat ini banyak yang bersaing baik itu perusahaan BUMN maupun Swasta karena persaingan pasar bebas, untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah untuk mengdadapi persaingan pasar bebas di bidang jasa kontruksi, salah satunya dengan meningkatkan kualitas kinerja manajemen, sehingga dapat menghasilkan suatu sistem bisnis perusahaan jasa kontruksi yang ideal. Pemerintah Kota Semarang sedang membangun Gedung Dinas Kesehatan Kota Semarang di kantor lama Jalan Pandanaran Kota Semarang. Gedung ini tidak hanya perkantoran, tapi juga lahan parkir bertingkat bagi kendaraan di sekitar Jalan Pandanaran. Gedung ini dibangunan setinggi 11 lantai yang meliputi basement untuk parkir, lantai 1 dan 2 untuk Puskesmas Pandanaran, lantai 3-5 untuk parkir, dan selanjutnya lantai 6-11 untuk gedung Dinas Kesehatan Kota Semarang. Pembangunan gedung setinggi 11 lantai itu akan dilaksanakan dengan sistem anggaran tahun jamak senilai Rp 70 miliar dari APBD Kota Semarang.
Analisis Perbandingan Produktivitas Alat Berat Sebelum dan Sesudah Dilakukan Crash Program Mukhamad Afif Salim; Kartono Wibowo; Agus B Siswanto
Jurnal Teknik Sipil Unaya Vol 8, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/jtsu.v8i2.3003

Abstract

Proyek Pembangunan Bendungan Bendo merupakan salah satu proyek bendungan yang berada di Jawa Timur yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan air di Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya serta untuk menjaga dan menjamin ketersediaan air sepanjang tahun. Salah satu pekerjaan dalam proyek ini adalah pekerjaan timbunan bendungan utama yang terdiri atas 5 zona yang memerlukan waktu cukup lama. Analisa perbandingan produktivitas alat berat dengan menggunakan crash program dilakukan dengan tujuan mendapatkan beberapa alternatif dalam menyelesaikan pekerjaan agar pekerjaan selesai lebih cepat dan tidak terjadi keterlambatan dalam menyelesaikan pekerjaan.Dari hasil analisa, didapatkan perbandingan kondisi normal dan kondisi setelah dilakukan crash program dengan penambahan produktivitas alat berat. Analisa dengan kondisi normal mendapatkan hasil penyelesaian proyek selama 240 hari dengan biaya sebesar Rp. 47.452.800.000,-. Sedangkan analisa setelah dilakukan crash program mendapatkan hasil penyelesaian proyek selama 158 hari dengan kenaikan biaya sebesar 12% dan 15% lebih mahal dari biaya kondisi normal.
Analisis Perbandingan Produktivitas Alat Berat Sebelum dan Sesudah Dilakukan Crash Program Mukhamad Afif Salim; Kartono Wibowo; Agus B Siswanto
Jurnal Teknik Sipil Unaya Vol 8, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/jtsu.v8i2.3003

Abstract

Proyek Pembangunan Bendungan Bendo merupakan salah satu proyek bendungan yang berada di Jawa Timur yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan air di Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya serta untuk menjaga dan menjamin ketersediaan air sepanjang tahun. Salah satu pekerjaan dalam proyek ini adalah pekerjaan timbunan bendungan utama yang terdiri atas 5 zona yang memerlukan waktu cukup lama. Analisa perbandingan produktivitas alat berat dengan menggunakan crash program dilakukan dengan tujuan mendapatkan beberapa alternatif dalam menyelesaikan pekerjaan agar pekerjaan selesai lebih cepat dan tidak terjadi keterlambatan dalam menyelesaikan pekerjaan.Dari hasil analisa, didapatkan perbandingan kondisi normal dan kondisi setelah dilakukan crash program dengan penambahan produktivitas alat berat. Analisa dengan kondisi normal mendapatkan hasil penyelesaian proyek selama 240 hari dengan biaya sebesar Rp. 47.452.800.000,-. Sedangkan analisa setelah dilakukan crash program mendapatkan hasil penyelesaian proyek selama 158 hari dengan kenaikan biaya sebesar 12% dan 15% lebih mahal dari biaya kondisi normal.
PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI KOTA SEMARANG Agus Widodo; Mohammad Solekhan; Bambang Siswanto
JUSTICIA SAINS - Jurnal Ilmu Hukum Vol 7, No 1 (2022): JUSTICIA SAINS: Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.703 KB) | DOI: 10.24967/jcs.v7i1.1670

Abstract

Masalah pembangunan tidak lepas dari permasalahan lingkungan hidup untuk itu perlu adanya penanganan yang serius. Masalah lingkungan hidup negara berkembangan berbeda dengan masalah lingkungan hidup yang dialami negara maju. Masalah lingkungan hidup yang dialami negara berkembang adalah keterbelakanang atau kemiskinan, sedangkan lingkungan hidup yang dihadapai oleh negera maju adalah polusi yang bisa merusak lingkungan hidup. Peran serta masyarakat secara horisontal akan melibatkan masyarakat secara kolektif untuk mempengaruhi keputusan-keputusan kebijaksanaan. Sedangkan peran serta masyarakat secara vertikal akan mencakup segala kesempatan ketika anggota masyarakat mengembangkan hubungan tertentu dengan kelompok elit dan pejabat, sedangkan hubugnan tersebut saling bermanfaat bagi kedua belah pihak. Khusus dalam usaha pelestarian lingkungan peran serta masyarakat, baik perorangan maupun kelompok sangat dibutuhkan. Untuk itu pemerintah telah memberi landasan hukum terhadap peran serta masarakat dalam usaha pelestarian lingkungan.
Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Metode Job Safety Analysis pada Proyek Bendungan Kuwil Kawangkoan Mukhamad Afif Salim; Agus Bambang Siswanto; Tigo Mindiastiwi; Purwantini Purwantini
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i1.5330

Abstract

The Kuwil Kawangkoan Dam Development Project is one of the National Strategic Projects (PSN). The Kuwil Kawangkoan Dam is a dam located in North Sulawesi province, in the district/city of North Minahasa. This dam is planned to have a capacity of 23.37M³ and is expected to reduce flood discharge by 282 M³/second, provide raw water supply of 4.50 M³/second, and generate electricity of 1.20 MW. With the large-scale development of the Kuwil Kawangkoan Dam Development Project and the high level of risk of work accidents in this development, it is necessary to have an analysis of occupational health and safety (K3). The type of research used is descriptive observational research to identify hazards and analyze the risk of work accidents Hazard identification uses Job Safety Analysis (JSA) technique, which is a method of safety analysis by identifying hazards in a job and controlling work accidents that occur while working. The results of this research are the selection of 6 jobs which previously detailed the stages of the work first and then analyzed the identification of the level of risk so that the results obtained in the Kuwil kawangkoan Dam Development Project there are 3 levels of risk categories, namely extreme risk, high risk and moderate risk. For extreme risk levels, there are 5 jobs with a total of 18 potential hazards. High and moderate risk levels are found in 6 jobs with a total of 84 potential hazards for high risk levels and 29 potential hazards for medium risk levels. As for risk control, it is categorized into 3 aspects, namely the worker aspect, the work environment aspect and the equipment and material aspects of the project