Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN METODE KERJA KONVENSIONAL DAN ALAT BERAT UNTUK PEKERJAAN GALIAN TIMBUNAN (STUDI PROYEK EMBUNG KENDUREN KAB. DEMAK) Agus Bambang Siswanto; Purwantini; Resti Dwiyantoro; Fery Anderiyanto
Journal of Civil Engineering and Technology Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): April: Journal of Civil Engineering and Technology Sciences
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.593 KB) | DOI: 10.56444/jcets.v1i1.37

Abstract

Penelitian ini memiliki maksud untuk mendapatkan hasil yang efektif dari perbandingan metode kerja konvensional dan alat berat untuk galian timbunan, karena pada prinsipnya pengunaan alat berat akan efektif apabila volume pekerjaanya besar dan waktunya singkat. Dalam penelitan ini yang pertama dilakukan adalah mengidentifikasi dan tujuan penelitian yang ada di daerah objek dengan litelatur yang ada kaitanya dengan permasalahan, penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi kasus data dalam bentuk kuantitatif (angka) pembahasan disajikan dalam bentuk data dengan membandingkan dari segi biaya dan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode kerja. Penelitian perbandingan metode kerja konvensional dan alat berat untuk galian timbunan menghasilkan kesimpulan bahwa: Pekerjaan cut and fill dengan waktu pekerjaan 180 hari membutuhkan total pekerja 188 orang (jumlah pekerja wajar) dengan menghabiskan biaya Rp.1.546.351.702, sedang dengan menggunakan alat berat didapatkan Metode kerja kombinasi alat berat dan konvensional dengan waktu pelaksanaan 35 hari membutuhkan 3 alat berat excavator pada pekerjaan cut dan 362 orang pekerja fill dengan menhabiskan biaya Rp.1.129.615.995. metode kerja ini dapat digunakan untuk menciptakan padat karya disaat pandemi.
ANALISIS PERBANDINGAN METODE KERJA KONVENSIONAL DAN ALAT BERAT UNTUK PEKERJAAN GALIAN TIMBUNAN (STUDI PROYEK EMBUNG KENDUREN KAB. DEMAK) Agus Bambang Siswanto; Purwantini; Resti Dwiyantoro; Fery Anderiyanto
Journal of Civil Engineering and Technology Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): April: Journal of Civil Engineering and Technology Sciences
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.593 KB) | DOI: 10.56444/jcets.v1i1.37

Abstract

Penelitian ini memiliki maksud untuk mendapatkan hasil yang efektif dari perbandingan metode kerja konvensional dan alat berat untuk galian timbunan, karena pada prinsipnya pengunaan alat berat akan efektif apabila volume pekerjaanya besar dan waktunya singkat. Dalam penelitan ini yang pertama dilakukan adalah mengidentifikasi dan tujuan penelitian yang ada di daerah objek dengan litelatur yang ada kaitanya dengan permasalahan, penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi kasus data dalam bentuk kuantitatif (angka) pembahasan disajikan dalam bentuk data dengan membandingkan dari segi biaya dan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode kerja. Penelitian perbandingan metode kerja konvensional dan alat berat untuk galian timbunan menghasilkan kesimpulan bahwa: Pekerjaan cut and fill dengan waktu pekerjaan 180 hari membutuhkan total pekerja 188 orang (jumlah pekerja wajar) dengan menghabiskan biaya Rp.1.546.351.702, sedang dengan menggunakan alat berat didapatkan Metode kerja kombinasi alat berat dan konvensional dengan waktu pelaksanaan 35 hari membutuhkan 3 alat berat excavator pada pekerjaan cut dan 362 orang pekerja fill dengan menhabiskan biaya Rp.1.129.615.995. metode kerja ini dapat digunakan untuk menciptakan padat karya disaat pandemi.
ANALISIS PERHITUNGAN WAKTU DAN BIAYA PEKERJAAN GALIAN TANAH (STUDI KASUS PROYEK NORMALISASI SUNGAI JUWANA) Susilawati Sisilia Laurentia; Agus Bambang Siswanto; Tigo Mindiastiwi; Adit Priyo Santoso
Journal of Civil Engineering and Technology Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): April: Journal of Civil Engineering and Technology Sciences
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.638 KB) | DOI: 10.56444/jcets.v1i1.39

Abstract

Keberhasilan suatu proyek menuntut adanya pelaksanaan manajemen secara baik. Pelaksanaan manageman yang baik dapat mengurangi resiko terjadinya keterlambatan dan pembengkakan biaya proyek. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan analisis perhitungan waktu dan biaya pekerjaan galian tanah. Analisis tersebut berfungsi untuk mengetahui apakah dana sisa proyek masih mencukupi atau tidak, berapa besar perkiraan biaya untuk menyelesaikan proyek maupun berapa besar proyeksi keterlambatan pada akhir proyek. Berdasarkan hasil analisis diketahaui bahwa waktu pelaksanaan untuk menggali sedimentasi sungai Juwana yang diangkut sejauh 1 km membutuhkan waktu selama 276 hari kerja, sementara yang dibuang sejauh 3 km dan 5 km membutuhkan waktu selama 282 hari kerja. Alat berat yang dioperasikan memerlukan 23 unit excavator, untuk yang diangkut 1 km diperlukan 5 unit excavator dan 10 unit dump truk. Sementara untuk yang diangkut 3 km membutuhkan 8 unit excavator dan 23 unit dump truck. Untuk yang dibuang sejauh 5 km dibutuhkan 3 unit excavator dan 13 unit dump truk. Terdapat perbedaan anggaran yang dihasilkan dari analisis sewa dan anggaran yang diajukan dalam pelaksanaan proyek, RAB proyek Rp. 28.548.548.161 hasil analisis sewa 25.267.470.000 jadi terdapat surplus sebesar Rp. 3.281.078.161
Analisis Analisis Perbandingan Metode Pemancangan dengan Diesel Hammer dan Hydraulic Static Pile Driver Mukhamad Afif Salim; Agus Bambang Siswanto; Hari Setijo Pudjihardjo
Journal of Civil Engineering and Technology Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober: Journal of Civil Engineering and Technology Sciences
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.775 KB) | DOI: 10.56444/jcets.v1i2.325

Abstract

Proyek Pembangunan Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Kabupaten Brebes merupakan salah satu proyek fenomenal pemerintah daerah Kabupeten Brebes tahun anggaran 2021, pembangunan ini merupakan tujuan dari pemerintah Kabupaten Brebes untuk merealisasikan penataan kantor pemerintahan yang layak dan terpusat dalam satu kawasan sehingga dapat dijalankanya pelayanan masyarakat secara maksimal. Bangunan gedung pemerintahan ini direncanakan memiliki enam lantai dengan jenis pondasi yang digunakan ialah pondasi tiang pancang spun pile. Dalam penelitian ini yang akan dilakukan adalah mengetahui perbandingan sistem metode kerja pemancangan antara Diesel hammer dengan Hydraulic static pile driver dalam pembangunan. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi kasus. Data berbentuk kuantitatif (angka), pembahasan disajikan dalam bentuk data dengan membandingkan dari segi waktu, biaya, dan serta mutu dari masing masing metode kerja. Pembahasan dan tahapan analisis yang dilakukan antara lain mulai dari pengumpulan data, membuat metode pekerjaan, menghitung waktu pelaksanaan dan rencana anggaran biaya, mengidentifikasi mutu pekerjaan dan menganalisa kelebihan dan kekurangan dari kedua metode. Dari analisis diketahui bahwa penggunaan metode pemancangan Hydraulic static pile driver (HSPD) memiliki efisiensi pada waktu pelaksanaan pekerjaan yang lebih cepat dan hasil mutu pelaksanaan yang lebih bagus, serta ramah bagi bangunan di lingkungan sekitar. Tetapi kekurangannya adalah biaya yang dikeluarkan lebih besar. Sedangkan kelebihan utama penggunaan metode pemancangan Diesel hammer adalah rencana anggaran biaya yang lebih kecil daripada metode HSPD, tetapi metode pemancangan Diesel hammer memiliki banyak kekurangan, yaitu lama dalam proses pekerjaan, kurangnya mutu dari hasil pemancangan, dan proses pelaksanaan pekerjaan kurang ramah bagi bangunan di lingkungan sekitar. Bedasarkan analisa perhitungan waktu dan biaya penggunaaan metode Diesel hammer memiliki total waktu pekerjaan selama 39 hari dengan memakan biaya sebesar Rp. 184.619.000,00. sedangkan penggunaaan metode HSPD memiliki total waktu pelaksanaan selama 18 hari, dan memakan biaya pekerjaan sebesar Rp. 160.661.000,00. sehingga terdapat efisiensi waktu kerja dan penggunaan biaya dari kedua metode pemancangan
Analisis Perbandingan Pekerjaan Erection Girder Beam dengan Metode Launcher dan Crawler Crane Proyek Kawasan Industri Terpadu Batang Agus Bambang Siswanto; Mukhamad Afif Salim; Purwantini; Agista Nurwidiyanti
Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.375 KB) | DOI: 10.56444/jts.v15i2.217

Abstract

Pemilihan metode kerja Erection girder yang tepat dan efektif akan mendukung pekerjaan di proyek. Proyrk percepatan menuntut kontraktor dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Kondisi proyek dan  cuaca berakibat pekerjaan erection girder tidak dapat dikerjakan secara frontal dan jika tidak diberikan solusi yang tepat maka akan berakibat tidak tercapainya target waktu pekerjaan. Penelitian kuantitatif dengan studi kasus memerlukan data berbentuk kuantitatif (angka), pembahasan dilakukan dengan membandingkan biaya, waktu, resiko dan kelebihan kekurangan dari masing masing metode kerja. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini, adalah: Pemakaian Metode Kerja Beam Launcher biaya sebesar Rp. 1.115.049.012,00, sedangkan  Crawler Crane  biaya sebesar Rp. 218,670,575.90. Sementara dilihat dari segi waktu, pemakaian metode Crawler Crane dapat dilaksanakan selama 11 hari, sedangkan  Launcher dapat dilaksanakan selama 38 hari. Meski demikian metode Beam Launcher dipilih untuk proyek jembatan Kedawung ini, disebabkan jembatan tersebut melintas di atas jalan TOL Semarang – Batang yang berakibat fatal apabila dilakukan penutupan total.
PENGARUH PELAKSANAAN K3 TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PROYEK KONSTRUKSI DI KABUPATEN PURWODADI Amrita Amrita; Agus B Siswanto; M. Afif Salim; Rizky Bintang Fauzi
Jurnal Ilmu Manajemen Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : UNESA In Collaboration With APSMBI (Aliansi Program Studi dan Bisnis Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.481 KB)

Abstract

Implementing Occupational Health and Safety (K3) in a project is critically important because it will provide comfort and safety at work. Construction service providers as well as construction employees must be aware of this and must base it all on the existing regulations. Therefore, it is necessary to conduct research on K3 in construction projects, especially in the Purwodadi area. Due of a shortage of funding for K3, construction service providers pay less attention to K3 on some low-value construction projects. This study aims to identify K3 policies applied to construction projects in Purwodadi, determine and evaluate K3 elements and influences on employee performance, as well as identify and analyze the effect of K3 on project effectiveness and efficiency. K3 regulations are one of the components that are quite influential, K3 regulations are made so that they can be easily understood and implemented. There is a significant influence between K3 namely management commitment, regulations, worker competence, and employee involvement on employee performance. From this research, management’s response to K3 must be clear in the form of policies, regulations, assistance on equipment, training, supervision, and mitigation of any possible accidents that occur in the work environment.
PERBAIKAN TANAH LUNAK UNTUK KONSTRUKSI JALAN PADA PROYEK JALAN LINGKAR UTARA BREBES TEGAL Agus Bambang Siswanto; Usman Wijaya; Enny Widawati
Journal of Civil Engineering and Technology Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): April: Journal of Civil Engineering and Technology Sciences
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Lingkar Utara Brebes-Tegal merupakan jalan arteri primer yang terletak di koridor Pantai Utara Jawa (Pantura) Jawa Tengah yang melintasi Kabupaten Brebes (12,385 km) dan Kota Tegal (4,715 km), jalan ini dibangun dengan tujuan untuk memecah kepadatan lalu lintas yang terjadi di Pusat Kota Brebes dan Kota Tegal. Pada tahun 2010, pembangunan Jalan Lingkar Utara Brebes-Tegal mulai dilaksanakan. Namun pada tahun 2013 kegiatan pembangunan untuk sementara berhenti karena adanya beberapa permasalahan, salah satunya adalah kondisi tanah pada sebagian lokasi pembangunan berupa rawa-rawa dan tambak sehingga daya dukung tanah rendah yang mempengaruhi konsstruksi jalan diatasnya. Kondisi ini dimulai dari STA. 8+800 sampai dengan STA.17+377 dari arah Brebes ke arah Tegal. Oleh karena itu, pada desember 2019 proyek dilanjutkan kembali dengan perubahan design adanya perbaikan tanah dasar agar dapat menahan beban konstruksi jalan dan lalu lintas yang melintas. Perbaikan tanah yang dilakukan dengan menggunakan geotekstil, PVD dan PHD dalam proses pekerjaan timbunan tanah pilihan sehingga mampu meningkatkan nilai CBR pada subgrade menjadi lebih baik (CBR lebih tinggi). Selain itu dalam pekerjaan konstruksi jembatan perlu menggunakan pile slab untuk mencegah kegagalan timbunan yang tinggi.
MODEL KEBIJAKAN POLITIK PEMERINTAH LOKAL DALAM PENETAPAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (Studi Pada Lembaga Legislatif Kabupaten Grobogan) Tri Lestari Hadiati; Agus Siswanto
MIMBAR ADMINISTRASI FISIP UNTAG Semarang Vol. 20 No. 1 (2023): April : Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/mia.v20i1.677

Abstract

The political policy of the local government in establishing the Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD), is an Annual Financial Plan (RKT) prepared by the local regional government and jointly approved by the Regional Head (KDH) and the Regional People's Representative Council (DPRD). There are certain obstacles such as the emergence of executive dominance or legislative domination in designing, discussing and approving the APBD. The purpose of this study is to analyze the political policy model of the local government (Grobogan Regency) in determining the APBD. This study uses a qualitative method whose analysis is descriptive. Researchers use naturalistic and normative juridical approaches. The data used are primary and secondary data. Data collection techniques using interviews, observation and documentation. Data analysis techniques go through four stages, namely gathering information, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study conclude the political policy model of executive domination that occurred in Grobogan Regency. Facts on the ground show that the political policies implemented by the Grobogan Regency DPRD have the authority to approve the RAPBD determination, as well as the authority to reject the proposed RAPBD through the factions in the DPRD. However, this rejection never occurred during the research period (2021-2022). Even if this can be done when the DPRD has valid data regarding irregularities committed by the Regional Government. This diametrical position and role relationship is because there are legal consequences if the RAPBD is rejected by the DPRD. The legal consequence is that the implementation of government activities in the institution cannot be carried out properly and it will also have fatal consequences for slowed development in its territory. However, in the end, the DPRD, through a plenary meeting, even though it was difficult, had to give approval for the determination of the APBD, which paid little attention to benefits for the community.
Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Metode Job Safety Analysis pada Proyek Bendungan Kuwil Kawangkoan Mukhamad Afif Salim; Agus Bambang Siswanto; Tigo Mindiastiwi; Purwantini Purwantini
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i1.5330

Abstract

The Kuwil Kawangkoan Dam Development Project is one of the National Strategic Projects (PSN). The Kuwil Kawangkoan Dam is a dam located in North Sulawesi province, in the district/city of North Minahasa. This dam is planned to have a capacity of 23.37M³ and is expected to reduce flood discharge by 282 M³/second, provide raw water supply of 4.50 M³/second, and generate electricity of 1.20 MW. With the large-scale development of the Kuwil Kawangkoan Dam Development Project and the high level of risk of work accidents in this development, it is necessary to have an analysis of occupational health and safety (K3). The type of research used is descriptive observational research to identify hazards and analyze the risk of work accidents Hazard identification uses Job Safety Analysis (JSA) technique, which is a method of safety analysis by identifying hazards in a job and controlling work accidents that occur while working. The results of this research are the selection of 6 jobs which previously detailed the stages of the work first and then analyzed the identification of the level of risk so that the results obtained in the Kuwil kawangkoan Dam Development Project there are 3 levels of risk categories, namely extreme risk, high risk and moderate risk. For extreme risk levels, there are 5 jobs with a total of 18 potential hazards. High and moderate risk levels are found in 6 jobs with a total of 84 potential hazards for high risk levels and 29 potential hazards for medium risk levels. As for risk control, it is categorized into 3 aspects, namely the worker aspect, the work environment aspect and the equipment and material aspects of the project
Analisis Metode Nilai Hasil (Earned Value) Terhadap Waktu dan Biaya Pada Proyek Pembangunan Fly Over Purwosari Surakarta RM Sidiq; Agus Bambang Siswanto; Dhony Priyo Suseno; Tigo Mindiastiwi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jts.v15i2.701

Abstract

Dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi, perencanaan dan pengendalian merupakan fungsi yang paling pokok dalam mewujudkan keberhasilan proyek. Monitoring mutlak diperlukan dalam kontrak. Konsep nilai hasil adalah salah satu cara untuk mengetahui perkembangan proyek dengan membentuk tiga indikator, yaitu BCWS, BCWP, dan ACWP. Metode konsep nilai hasil adalah suatu metode yang digunakan untuk menghitung besarnya biaya menurut anggaran sesuai dengan pekerjaan yang telah diselesaikan atau dilaksanakan (Budgeted Cost Of Work Performed). Prosedur penelitian dimulai dengan melakukan, pengambilan data, melakukan wawancara langsung pada proyek, dan merangkum hasil pengumpulan data-data yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung perkiraan biaya (Cost) dan waktu (Time) yang diperoleh serta menghitung perkiraan besarnya biaya dan waktu yang diperlukan untuk penyelesaian pengerjaan proyek. Dari hasil perhitungan berdasarkan analisis metode nilai hasil minggu ke-32 pada proyek pembangunan fly over Purwosari Surakarta, nilai schedule variance (SV) sebesar Rp (– 2.732.903.392,47). Hasil ini menunjukan bahwa pelaksanaan terlambat - 2,872% dari jadwal rencana. Schedule Performance Index (SPI) 0,956, nilai ini menunjukan bahwa nilai SPI < 1, artinya penyelenggaraan proyek lebih lambat dari perencanaan. Cost Performance Indeks (CPI) = 1, dalam arti pengeluaran biaya yang dikeluarkan sama dengan biaya dari anggaran yang direncanakan. Diperkirakan waktu penyelesaian proyek ini (ECD) = 50,828 minggu, berarti cenderung mengalami penambahan waktu selama 0,8 minggu = 6 hari kerja, dimana penyelesaian pada perencanaan hanya memakan waktu selama 50 minggu.