Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

LANSKAP HUNIAN PRASEJARAH DI KAWASAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KARAMA, MAMUJU, SULAWESI BARAT Darojah, Citra Iqliyah; Anggraeni
AMERTA Vol. 37 No. 2 (2019)
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract, Landscape of Prehistoric Settlement in Karama River Basin Sites, Mamuju, South Sulawesi. Researches at Karama River Basin sites have been conducted for years which gave indication of intensive human occupation during Prehistoric period. Hence, it is necessary to reveal and to understand the reason behind this human occupation based on the correlation between morphology, site characteristics, and site distributions. Scientific method was applied to obtain data from the field and to conduct spatial analysis. Disturbance caused by erosion and morphologic changes led to archaeological data transformation and also affected physical environment of archaeological sites. However, that kind of disturbance did not reduce the the importance of physical environment as spatial analysis data. Spatial analysis of sites along the main stem of Karama River both in downstream region and upstream region indicates occupation landscape characteristics. These characteristics can be seen from the location of the occupation which was close to waterway alluvial morphology (hilltop, hill terrace, and river terrace), at relatively flat surface area, and along the riverside or river confluence. There are two highlighted factors from landscape characteristics to support human occupation: accessibility and protection. Accessibility means there is no difficulties to access natural resources and there is possible access to secure interaction between communities. Protection means the location is relatively safe or less affected by both natural and human hazards. Those factors were probably the main reasons to choose Karama River Basin for human settlement. Keywords: Landscape, occupation, Prehistoric, river Basin, Karama   Abstrak, Penelitian situs di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Karama, Sulawesi Barat, telah dilakukan selama bertahun-tahun dan menghasilkan indikasi aktivitas hunian yang intensif pada masa Prasejarah. Dengan demikian, perlu diupayakan mencari alasan di balik penghunian manusia di DAS Karama berdasarkan korelasi antara morfologi, karakteristik situs, dan distribusi situs. Metode saintifik diterapkan untuk mendapatkan data dari lapangan dan melakukan analisis spasial. Perubahan morfologi lokasi situs dan erosi di kawasan DAS Karama menyebabkan transformasi data arkeologi serta memengaruhi lingkungan fisik lokasi situs. Meskipun demikian, pengaruh tersebut tidak lantas mengurangi pentingnya komponen fisik lokasi situs sebagai data analisis spasial. Analisis korelasi data dari situs, baik di sepanjang aliran utama Sungai Karama di kawasan muara maupun di kawasan pedalaman, mengindikasikan karakteristik lanskap hunian. Karakteristik tersebut menunjukkan lokasi hunian berada pada morfologi aluvial sungai (puncak bukit, teras bukit, dan teras sungai), berada pada topografi lahan yang relatif datar dan berlokasi di tepi aliran utama sungai atau di tepi pertemuan sungai (confluence). Ada dua faktor utama yang mendukung kawasan DAS Karama sebagai lokasi hunian, yakni aksesibilitas dan keamanan. Faktor aksesibilitas meliputi kemudahan akses terhadap sumber daya alam dan akses yang memungkinkan terjadinya interaksi antarkomunitas. Faktor keamanan menunjukkan bahwa lokasi situs relatif terlindungi dari ancaman bencana alam dan manusia. Kedua faktor tersebut kemungkinan besar menjadi alasan utama manusia memilih kawasan DAS Karama sebagai lokasi hunian. Kata kunci: Lanskap, hunian, Prasejarah, DAS Karama
Interrelating Motivation to Learn Chinese with the Needs of Chinese Language Professionals in Globalization 5.0 Era Sheyra Silvia Siregar; Rina Supriatnaningsih; Anggraeni
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 3 No. 6 (2024): June 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v3i6.9685

Abstract

Competition in the Industrial 5.0 era requires mastery of a second language, one of which is Mandarin. Several studies have shown an increase in Mandarin as a curriculum in some schools in the United States (Dillon, 2010). Similarly, in Indonesia, both national and international schools have piloted Mandarin (Yudono, 2012). The factors that influence the motivation of learning Mandarin according to Sadiman are internal factors and external factors. The purpose of this study was to describe the motivation of final year students of the Chinese Language Education Sutdi Program at UNNES towards the job prospects of foreign companies from China in Central Java. The participants who became the object of this study were Mandarin Language Education Study Program students in the 6th semester as many as 30 students who were expected to be ready to enter the industrial world as a form of answer to the need for Mandarin language experts in various industrial fields in Central Java. One of the phenomena found by researchers is the decline in student motivation as seen from the results of the final semester exam which is at an average of 65. The instrument used in this study is a questionnaire based on the independent variable and the dependent variable and then distributed to students as the main data. The results of the questionnaire were measured using a Likert scale.
Kurs, Nilai Ekspor, dan Cadangan Devisa di Indonesia (Tinjauan Empiris Tahun 2013 - 2022) Maghfiroh, Laila; Anggraeni
DIALEKTIKA: Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 9 No 1 (2024): Dialektika : Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial
Publisher : Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/dialektika.v9i1.3912

Abstract

Foreign exchange reserves are the total amount of foreign currency owned by a country. A country's economy can be said to be strong or weak based on the level of foreign exchange reserves owned by that country. The aim of this research is to partially and simultaneously analyze the influence of the exchange rate, export value, import value and inflation on foreign exchange reserves in Indonesia. This research was processed using the SPSS version 25 program using multiple linear regression analysis. This research data was collected through observation and documentation of existing data at the Central Statistics Agency (BPS) and Bank Indonesia (BI). The results of this research show that: First, partially the exchange rate and export value have a significant positive effect on foreign exchange reserves in Indonesia, the value of imports has an insignificant positive effect on foreign exchange reserves in Indonesia, and inflation has a significant negative effect on foreign exchange reserves in Indonesia. Second, simultaneously the exchange rate, export value, import value and inflation have a significant effect on foreign exchange reserves in Indonesia. Keywords: Foreign Exchange Reserves, Exchange Rates, Export Values, Import Values, and Inflation
Peningkatan Potensi Kewirausahaan Siswa Melalui Pelatihan Dan Pendampingan Youth Enterpreneurship Di Sman 14 Surabaya Laksmi Rithmaya, Chitra; Ardianto, Herwin; Wulanditya, Putri; Anggraeni; Pranetha Prananjaya, Kadek; Diptyana, Pepie
Jurnal KeDayMas: Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Research Center and Community Services (PPPM) Universitas Hayam Wuruk "Perbanas" Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/kedaymas.v4i2.4576

Abstract

Program kemitraan bersama SMA Negeri 14 Surabaya berfokus pada pengembangan kewirausahaan di kalangan siswa. Serangkaian pelatihan dan pendampingan yang intensif diselenggarakan untuk mengasah kemampuan siswa dalam mengidentifikasi dan mengembangkan ide bisnis, serta merumuskan strategi bisnis menggunakan BMC dan SWOT Analysis. Kegiatan ini juga mencakup penyusunan proposal bisnis yang kompetitif, siap untuk diikutsertakan dalam kompetisi bisnis tingkat nasional dan internasional. Evaluasi dari program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan dan kepercayaan diri siswa dalam berwirausaha.  
MANFAAT METODE PENGAYAKAN BASAH BAGI ANALISIS FAUNA DARI SITUS KUTA BAGINDA, KALIMANTAN TIMUR Muhammad Abizar Algifary; Mahirta; Anggraeni
Naditira Widya Vol. 17 No. 1 (2023): Naditira Widya Volume 17 Nomor 1 April Tahun 2023
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekskavasi untuk memperoleh temuan pada situs arkeologi kadang kala mengabaikan aktivitas pengayakan (sieving). Padahal, penggunaan metode pengayakan dalam suatu ekskavasi ditujukan untuk memaksimalkan temuan dan menjawab kelimpahan data. Aktivitas dry dan wet sieving kebanyakan dilakukan dalam penelitian di situs-situs prasejarah, sedangkan di situs-situs masa historis kurang menjadi perhatian. Situs Kuta Baginda abad ke-14 Masehi yang terletak di Kalimantan Timur merupakan situs yang dijadikan contoh bahwa penggunaan ayakan dengan ukuran saringan kecil pada proses ekskavasi berhasil memperoleh temuan yang dapat mengungkap karakteristik pemukiman secara lebih detail. Salah satu temuan arkeologis yang didapatkan dari penggunaan metode pengayakan adalah temuan ekofak fragmen tulang. Proxy tersebut dapat memberikan informasi penting dan komprehensif tentang suatu situs, seperti jenis kegiatan yang telah terjadi dan pola makan penghuni situs. Tujuan penelitian ini adalah pemahaman tentang sumber protein yang mendukung subsistensi masyarakat pada masa pra kerajaan Berau. Penelitian ini memaparkan pentingnya akuisisi data fauna melalui pengayakan basah (wet sieving) dan analisis sisa-sisa osteologi hewan dari hasil ekskavasi Kuta Baginda tahun 2019 dan 2021. Proxy fauna diidentifikasi berdasarkan bentuk dan taksonnya. Kemudian analisis dimulai dengan tabulasi silang number of identified specimens berdasarkan spesies hewan dan bagian kerangka yang paling umum ditemukan dari setiap spesies di situs Kuta Baginda. Interpretasi data terhadap temuan hasil penerapan metode ayakan kering dan basah menunjukkan bahwa sisa-sisa fauna sumber protein yang dikonsumsi komunitas pada masa tersebut berupa babi, unggas, kerang, ikan laut, dan ikan payau, serta pemanfaatan bagian-bagian tubuh fauna untuk kepentingan lain seperti racun ikan.The sieving method is used in an excavation to maximize data collection and to manage the abundance of data. This research aims to understand the protein sources that supported community subsistence during the pre-Berau kingdom period. This research explains the importance of faunal data acquisition through wet sieving and analysis of animal osteological remains from the 14th-century Kuta Baginda site. Faunal proxies are identified based on their shape and taxon. Further, the analysis begins with a cross-tabulation of the number of identified specimens based on animal species and the most common skeletal parts found from each species at Kuta Baginda. Data interpretation of proxies obtained with dry and wet sieve methods in the 2019 and 2021 excavations shows that the remains of animal sources of protein consumed by the community at that time were pigs, poultry, shellfish, saltwater fish, and brackish fish, as well as the use of their parts for other purposes such as fish poison.
ISOLASI, KARAKTERISASI, DAN POTENSI ENZIMATIS BAKTERI ASAL TANAH SAMPAH DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SEBAGAI KANDIDAT AGEN BIODEKOMPOSER Swandi, Monica Kharisma; Ropalia; Anggraeni
Berita Biologi Vol 24 No 1 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.2285

Abstract

Bakteri sebagai organisme dekomposer memiliki kemampuan mendegradasi bahan-bahan organik untuk kerberlangsungan siklus biogeokimia di alam. Berbagai bakteri pendegradasi telah dilaporkan berhasil diisolasi dari berbagai sampel, namun masih terbatas pada potensi enzimatis tertentu sehingga proses dekomposisi tidak optimal. Oleh karena itu, pentingnya penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengisolasi, mengkarakterisasi dan mengidentifikasi isolat bakteri penghasil enzim ekstraseluler (selulase, amilase, protease, lipase), dan menganalisis potensi isolat bakteri enzimatis sebagai agen biodekomposer. Tahapan penelitian dimulai dari pengambilan sampel dan isolasi bakteri. Isolat yang diperoleh diuji potensinya sebagai biodekomposer melalui uji aktivitas enzim secara kualitatif, meliputi selulase, amilase, protease, dan lipase. Selanjutnya dilakukan penapisan isolat berdasarkan uji hemolisis. Isolat terpilih kemudian dilakukan penentuan kurva tumbuh, dikarakterisasi dan diidentifikasi. Sebanyak 22 isolat bakteri berhasil diisolasi dari TPA Parit Enam Kota Pangkalpinang. Hasil penapisan menunjukkan sebanyak 8 isolat memiliki kemampuan keempat aktivitas enzim sekaligus, dan dari 8 isolat hanya 4 isolat yang tergolong tidak patogen yaitu isolat BS 2.1, BS 2.2, BS 3.3, dan BS 3.7. Keempat isolat tersebut dapat diproduksi pada fase perbanyakan dalam rentang jam ke-4 hingga ke-18. Berdasarkan karakterisasi morfologi koloni, morfologi sel dan biokimia, isolat BS 2.1, BS 2.2, BS 3.3, dan BS 3.7 dapat diduga sebagai Pseudomonas, Streptococcus, Lactobacillus, dan Bacillus.
Madrasah Berprestasi: Analisis Visi, Program, dan Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah di Man 1 Lombok Timur: Penelitian Hasrul Hadi; Muh Fikron Birrulwalidain; Muliyana; Anggraeni; Zuryati Paziah; Nadia Nurliza Marzuki
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3713

Abstract

Although the leadership of school principals has been widely researched, specific studies analyzing how the vision, programs, and leadership strategies are integrated within madrasah (Islamic schools) still a little. This research aims to evaluate the vision, flagship programs, and leadership strategies of the school principal at MAN 1 East Lombok. The method used is a descriptive qualitative approach with a case study design, involving the principal, teachers, and students selected through purposive sampling. Data was collected through interviews, observation, and documentation analysis, and then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The research findings indicate that the success of MAN 1 East Lombok is supported by three main strategies: transparent financial management, attention to student activities, and provision of appreciation for outstanding teachers and students. These results support the theory of transformational leadership within the context of Islamic education and affirm the importance of harmony between vision, programs, and strategies in creating a superior and competitive madrasah.
KOMPETENSI TENAGA TATA USAHA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN ADMINISTRASI DI SMA NEGERI 3 TAKALAR KABUPATEN TAKALAR Anggraeni; Muhammad Ardiansyah; Irmawati
Irfani Vol. 21 No. 2 (2025): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v21i2.6743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi tenaga tata usaha di SMA Negeri 3 Takalar yang mencakup aspek kepribadian, sosial, dan teknis, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam peningkatan kualitas layanan administrasi sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, tenaga tata usaha, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga tata usaha memiliki kompetensi kepribadian dan sosial yang baik, seperti integritas, disiplin, serta kemampuan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak di sekolah. Dari sisi teknis, tenaga tata usaha telah menguasai pengelolaan dokumen dan penggunaan teknologi informasi, meskipun masih terdapat perbedaan kemampuan dalam penggunaan aplikasi digital. Faktor pendukung utama mencakup latar belakang pendidikan, pelatihan rutin, fasilitas yang memadai, serta lingkungan kerja yang kondusif. Sementara itu, hambatan utama adalah keterbatasan sarana teknologi, pelatihan yang belum merata, dan jaringan internet yang belum stabil. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar sekolah dan Dinas Pendidikan meningkatkan pelatihan teknis, pengadaan perangkat teknologi, serta sistem informasi terintegrasi guna mendukung kinerja tenaga tata usaha dan meningkatkan kualitas layanan administrasi secara signifikan.
Keanekaragaman dan Pola Distribusi Serangga Polinator Pada Tanaman Jeruk Kunci (Citrus microcarpa) di Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Awanni, Shalsabilla Rizqi Aulia; Anggraeni; Saputra, Herry Marta
Jurnal Biosilampari : Jurnal Biologi Vol 6 No 2 (2024): Biosilampari: Jurnal Biologi
Publisher : Universitas PGRI Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62112/biosilampari.v6i2.58

Abstract

This study aims to determine distribution patterns, calculate the diversity of pollinator insects, and analyze the relationship between environmental factors and the number of species and individual pollinator insects in Calamansi. This research is located in Jada Bahrin Village (station 1), Balunijuk Village (station 2), and Air Jangkang Village (station 3). The research location was determined based on the exploratory method of sampling insects using sweep nets and vane traps. Based on the research results, 811 individual insects were obtained, consisting of 300 pollinator insects (2 orders, 6 families, and 27 species) and 511 non-pollinator insects (4 orders, 14 families, and 18 species). The most common insect family was the Nymphalidae family with 101 individuals, and the least common was the Lycaneidae family with 2 individuals. The diversity index (3.360), wealth index (6.723), and evenness index (0.802) are included in the high category, while the dominance index is low (0.042). The distribution pattern of pollinator insects at the three stations is included in the uniform category. The results of the PCA analysis showed that the diversity, distribution pattern, and number of individuals were affected by air temperature, while the number of species was affected by air humidity and light intensity.