Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EFEK KITOSAN TERHADAP VIABILITAS SEL PUNCA LIGAMENTUM PERIODONTAL: EFFECT OF CHITOSAN ON THE VIABILITY OF PERIODONTAL LIGAMENT STEM CELL Yuniarti Soeroso; Endang Bachtiar; Prayitno
Dentika: Dental Journal Vol. 17 No. 1 (2012): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.948 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v17i1.1987

Abstract

Pada kerusakan tulang alveolar, pembentukan tulang baru dapat dirangsang oleh bahan yang bersifat merangsangosteogenesis. Kitosandapat sebagai interfase darah dan jaringan serta memiliki efek regeneratif sebagai scaffoldpada pertumbuhan tulang. Tujuannya mengamati efek kitosan terhadap sel punca PDL pada proses osteogenesis,diamati melalui viabilitas sel punca PDL. Sel punca dipanen dari apikal gigi molar 3 sehat dan gigi periodontitis,didentifikasi dengan Antibodi Stro-1. Kelompok eksperimental terdiri atas sel punca PDL yang dipapar kitosan0,025, 0,5, 0,1, 0,15, 0,2 dan 0,25% dan kelompok kontrol tanpa dipapar kitosan.Viabilitasnya diamati dengantehnik MTT. Sejumlah 10.000 sel punca PDL ditebar dalam plat kultur jaringan yang berisi 10% FBS, 10% NCS,penstrep, and 250µg/ml fungizone/amphoterisin B. Hasil penelitian menunjukkan viabilitas sel tertinggi terdapatpada kelompok sel punca PDL sehat yang dipapar kitosan 0,15%, artinya pada konsentrasi tersebut kitosanmemiliki efek tertinggi dalam menstimuli proliferasi sel. Kesimpulannya, kelompok sel punca PDL sehat yangdipapar kitosan menunjukkan viabilitas sel yang tertinggal dalam menstimulasi proliferasi sel.
OPTIMASI PRODUKSI SEMI REFINED CARRAGEENAN MELALUI PENDEKATAN PROSES EKSTRAKSI: Optimization of Semi-Refined Carrageenan Production through Extraction Process Samodra, Yudha; Nur Rokhmah, Laela; Prayitno
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.12.2.2024.56140

Abstract

Semi refined carrageenan (SRC) is a processed seawed from Eucheuma cottonii. This product widely used in industry. The objective of this experiment is to decribe the influence of four independent variables, there are concetration of of solvent (KOH), soaking, extraction temperature and extraction time with semi-refined carrageenan (SRC) gel stregth level and rendement level. The method used experiment to determin the optimal condition of each variables. The ectraction eucheuma cotonii with 35% moisture from Sumba used high milk reactivity procces (HMR). Semi-refined carrageenan produced then determined the level of gel strength and yield. The results showed soaking for 10 hours with extraction in 0,10% KOH solution (w/v), extraction temperature of 121,6°C for 5 minutes to give the gel strength of 320,04 g/cm2 to yiled 53,19%. Extraction time is longer provide a higher yiled strength but lower gel.  Carrageenan yield at 21,6°C with an extraction time of 25 minutes produced the highest value, 54,59%. Kata kunci:  carrageenan extratction; gel strength; semi refined carrageenan; yield   Semi-refined carrageenan (SRC) merupakan salah satu olahan rumput laut dari Eucheuma cottonii. Bentuk olahan demikian banyak dimanfaatkan berbagai industri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data pengaruh empat variabel bebas yaitu konsentrasi alkali (KOH dengan 3 variasi konsentrasi), waktu perendaman (3 variasi), suhu (5 variasi) dan waktu ekstraksi (6 variasi) terhadap tingkat kekuatan gel dan rendemen SRC yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah eksperimental untuk menentukan kondisi optimum masing-masing variabel .Proses ekstraksi dengan teknik  ekstraksi reaktivitas suhu tinggi (HMR, high milk reactivity) terhadap rumput laut Eucheuma cotonii dari Sumba mendapatkan kadar air sebesar 35%. Semi-refined carrageenan yang dihasilkan kemudian ditentukan tingkat kekuatan gel dan rendemennya. Hasil penelitian menunjukkan perendaman selama 10 jam dengan ekstraksi pada larutan KOH 0,10% (w/v), suhu ekstraksi 121,6°C selama 5 menit memberikan kekuatan gel sebesar 320,04 g/cm2. Dengan rendemen yang lebih rendah. Yield karagenan pada suhu 121,6°C dengan waktu ekstraksi selama 25 menit menghasilkan nilai tertinggi dari penelitian yaitu sebesar 54,5%. Kata kunci:  ekstrasi karaginan, kekuatan gel, semi refined carrageenan, rendemen
Business Incubation Strategy of Information Technology in Stimulating Innovation and Supporting SME Growth in the Community Environment Sutrisno, Sutrisno; Hadi, Dwi Prastiyo; Prayitno; Wibowo, Bagus Yunianto
Technology and Society Perspectives (TACIT) Vol 2 No 1 (2024): March 2024
Publisher : PT. LITERASI SAINS NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61100/tacit.v2i1.144

Abstract

The growth of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) has become a key driver of the economy in many countries, including Indonesia. MSMEs not only make significant contributions to job creation but also play a crucial role in supporting economic inclusion and reducing socio-economic disparities. This research aims to provide an in-depth understanding of the business incubation strategy of information technology and its impact on the growth of MSMEs in the community environment. This study utilizes a literature review method to compile a comprehensive understanding of the topic and gather data from Google Scholar for the years 1994-2023. The results of the study indicate that the business incubation strategy of information technology has significant potential in stimulating innovation and supporting the growth of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the community environment. By providing access, training, collaboration, and appropriate financial support, MSMEs can more effectively utilize information technology to enhance their competitiveness and productivity.
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Dan Tren Pertambahan Penduduk Terhadap Debit Maksimum di DAS Plumbon Kota Semarang Prayitno; Dewi Liesnoor Setyowati; Hariyanto; Fahrudin Hanafi
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 8 No. 2 (2024): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v8i2.14618

Abstract

Pertambahan penduduk menyebabkan perubahan penggunaan lahan, yang dari vegetasi menjadi area terbangun, memengaruhi debit maksimum di Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti DAS Plumbon. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perubahan penggunaan lahan di DAS Plumbon pada tahun 2010-2022, (2) menganalisis debit maksimum di DAS Plumbon pada tahun 2010 dan 2022, (3) pengaruh tren pertambahan penduduk terhadap perubahan penggunaan lahan dan debit maksimum di DAS Plumbon. Pendekatan spasial digunakan untuk mengetahui perubahan penggunaan 2010-2022 dan sebaran debit maksimum di wilayah DAS Plumbon pada tahun 2010 dan 2022. Teknik analisis dengan pendekatan spasial menggunakan metode Rasional untuk menghitung debit maksimum, metode Cook untuk menghitung koefisien aliran, dan rumus Mononobe untuk menghitung intensitas hujan. Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi perubahan penggunaan lahan di DAS Plumbon, di mana area permukiman bertambah 133,85 ha sementara hutan berkurang 313,73 ha. Rerata debit maksimum DAS Plumbon menurun dari 46,48 m3/detik pada 2010 menjadi 40,67 m3/detik pada 2022. Penurunan debit maksimum disebabkan karena penurunan intensitas hujan. Pertambahan penduduk mengubah lahan non-terbangun menjadi terbangun, meningkatkan nilai rerata koefisien aliran permukaan (C) dari 0,58 pada 2010 menjadi 0,60 pada 2022. Nilai C dan intensitas hujan tinggi dapat menyebabkan debit maksimum tinggi, dan jika sungai tidak mampu menampungnya, banjir dapat terjadi. Rekomendasi dalam  penelitian ini perlu pengawasan dan pengendalian kawasan terbangun di Kecamatan Mijen dan Kecamatan Ngaliyan serta perencanaan tata ruang berkelanjutan berbasis kelingkungan dan perlu dilakukan normalisasi sungai secara berkala.
Pemenuhan Permintaan Pasar Regional Melalui Peningkatan Kapasitas dan Kualitas Produksi Koyah dengan Teknologi Rotary Roaster UMK Wijayakusuma Blitar Nilawati; Herijanto, Pudji; Utamaningsih, Arni; Prayitno; Syamsiana, Ika Noer; Maskur
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 8 No. 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v8i2.4372

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi agar dapat memenuhi permintaan pasar, khususnya untuk produk Koyah. Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Wijayakusuma memiliki peluang besar untuk mengembangkan usahanya. Namun, saat ini proses produksinya masih dilakukan secara manual, terutama dalam menyangrai adonan Koyah, yang memerlukan waktu yang cukup lama. Sementara itu, pasar penjualan Koyah masih terbuka lebar dan menjanjikan. Oleh karena itu, akan dilakukan pendampingan dalam manajemen produksi dan kualitas. Dampaknya adalah peningkatan keterampilan mitra dalam produksi, peningkatan kualitas produk, dan peningkatan jumlah produksi. Pendampingan dalam manajemen produksi dan kualitas dilakukan untuk meningkatkan keterampilan mitra, kualitas produk, dan jumlah produksi. Solusi yang diterapkan adalah teknologi tepat guna melalui mesin Rotary Roaster. Metode pelaksanaan meliputi pemberian alat, pelatihan penggunaan, dan pendampingan manajemen kualitas. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner setelah dua bulan program berjalan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mitra terbantu dan proses produksi menjadi lebih efisien. Mitra juga mengungkapkan kebutuhan tambahan berupa mesin cetak adonan untuk memenuhi peningkatan permintaan. Program ini berhasil meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk dengan mesin Rotary Roaster yang mampu menyangrai hingga 10 kg kacang hijau dalam satu jam, serta menjaga manajemen kualitas produk. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi tetapi juga memberikan peluang pengembangan usaha yang lebih besar.
PENGARUH PENAMBAHAN NATRIUM METABISULFIT PADA REAKSI BROWNING TERHADAP KUALITAS GUM ROSIN DI PT INHUTANI V TRENGGALEK Maiyansari, Yanti Noer; Prayitno; Prasetya, Desta Enggar Dwi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6634

Abstract

Gum rosin merupakan hasil proses distilasi dari pengolahan getah pohon pinus PT Inhutani V. Gum rosin digunakan  sebagai perekat, cat pelitur, dan tinta cetak. Parameter utama kualitas gum rosin ialah warna, dimana warna memiliki grade diantaranya extra white (X), water white (WW), window glass (WG), dan nancy (N). Kualitas gum rosin yang dihasilkan di PT Inhutani V masih berada pada grade window glass (WG) berwarna kuning kecoklatan dengan nilai 7-8 scale gardner, sehingga perlu untuk ditingkatkan kualitasnya untuk meningkatkan harga jual. Reaksi browning merupakan proses pembentukan pigmen berwarna coklat dari yang awalnya berwarna jernih. Natrium metabisulfit merupakan senyawa sulfit yang mampu menghambat terjadinya reaksi browning melalui reaksi pemecahan polimer.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan natrium metabisulfit pada reaksi browning terhadap kualitas gum rosin. Variabel penelitian yang digunakan adalah konsentrasi larutan natrium metabisulfit sebesar 0,3%, 0,6%, dan 0,9% (volume) dengan lama waktu perendaman getah pinus 60 menit. Proses pembuatan gum rosin menggunakan metode distilasi selama 3 jam dengan suhu maksimal 175℃. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi natrium metabisulfit, maka semakin rendah kadar warna sehingga warna gum rosin yang dihasilkan semakin jernih. Konsentrasi larutan natrium metabisulfit yang paling optimal yaitu 0,9%, dimana menghasilkan nilai warna sebesar 4,9 scale gardner; bilangan asam 201,8 KOH/gram; Non Volatile 98,8%; Softening Point 79℃ dan tergolong grade extra white (X). Peningkatan kualitas gum rosin menunjukkan bahwa penambahan natrium metabisulfit mampu menghambat pembentukan warna coklat pada gum rosin.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBANGUN KARAKTER MORAL PELAJAR DI ERA MODERN Pitoyo, Pitoyo; Safi’ul Wahida; Ajeng Kamaratih; Muhammad Galang Pramudya; Anthon Setio Budi; Prayitno
Al Fattah Ejournal Sma Al Muhammad Cepu Vol. 4 No. 01 (2024): Jurnal Pendidikan
Publisher : https://www.ejournal.smaamc.sch.id/index.php/belajar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1989/tf6vcc81

Abstract

The aim of this research is to find out how Islamic Agma education contributes to the formation of students' moral character today. An effective Islamic religious education system in schools is expected to help build good moral character and encourage students to apply the values contained in the main material taught by teachers. The research method is a qualitative literature study collected through the literacy process of various books, articles and journals related to the research topic. One conclusion that can be drawn from the role of Islamic religious education in building students' moral character in the modern era is that a new breakthrough system is needed in terms of teaching and the material taught. If this system is created well, students will easily accept what educators teach.
Development of an Adventure Game Using Construct 3: The Lost: Roux's Escape Ramadani, Dinda Putri; Wibisono, Praditya Oktanza Djaduk; Prayitno; Ismail, Muhammad
Media Journal of General Computer Science Vol. 2 No. 1 (2025): MJGCS
Publisher : MASE - Media Applied and Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62205/mjgcs.v2i1.98

Abstract

Adventure games include some of the most popular genres in the gaming industry, with rich narrative arcs and interactive game play. In this research study, the 2D adventure game is designed and developed by using a game engine called Construct 3, which is an easy-to-use and powerful game development application. This study encompasses the design and execution of game mechanics, narrative and graphical elements to provide an immersive experience. We employed an iterative design methodology, which included game prototyping, testing and refinement. The project was assessed in regard to vitality based on gameplay smoothness, user engagement, visuals and received positive feedback from initial testers. Overall, the results point to the successful use of Construct 3 as a development tool, especially for indie developers and educators looking to design gamified learning environments. Overall, this study shows that Construct 3 can help in making game development more accessible to a broader audience, ultimately leading to a more balanced domain of creative outputs in the industry.
Detection Skin Disease using Convolutional Neural Network Model Ramadani, Dinda Putri; Praditya Oktanza Djaduk Wibisono; Prayitno
Media Journal of General Computer Science Vol. 2 No. 2 (2025): MJGCS
Publisher : MASE - Media Applied and Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62205/mjgcs.v2i2.51

Abstract

Skin diseases are one of the most important global health problems; thus, early and correct diagnosis is very critical for effective treatment. The following research introduces a Convolutional Neural Network model developed in TensorFlow for classifying skin diseases based on the Skin Cancer MNIST: HAM10000 dataset, a rich collection of dermatoscopic images of pigmented lesions. The goal is to improve diagnostic accuracy and efficiency through automated image classification. The dataset undergoes preprocessing in order to improve the model's generalization ability. Design a CNN model and train it on a large number of images to distinguish different lesion types. Measure its performance based on various metrics, including accuracy, precision, recall, and F1-score. Preliminary results achieved very high accuracy in the classification task, which is an indicative capability for the support model. Future research will be targeted at real-time applications, including the addition of more data to increase coverage. The present study emphasizes the potential role of deep learning in medical diagnostics and provides a useful tool for the automatic recognition of skin diseases, thereby contributing to improved health outcomes.
Analisis Dimensi Beban Kerja Guru PAUD di Kota Pangkalpinang: Tantangan dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran Anak Usia Dini Fiatunnabilah, Diliya Luth; Nelva Rolina; Prayitno
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v6i2.19640

Abstract

Beban kerja guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan isu penting dalam proses pendidikan karena tingginya tuntutan tugas yang harus di penuhi berpotensi mempengaruhi kualitas pembelajaran dan kesejahteraan guru, terutama jika tidak diimbangi dengan dukungan yang memadai. Kondisi ini semakin relevan di wilayah dengan karakteristik sosial-geografis yang khas, seperti Kota Pangkalpinang, di mana penelitian terdahulu belum banyak memetakan beban kerja berdasarkan dimensi kuantitatif yang spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat beban kerja guru PAUD melalui empat indikator utama, yaitu tugas pokok, tugas tambahan, waktu yang tersedia, dan target yang harus dicapai, untuk mengetahui sejauh mana kondisi tersebut mempengaruhi kinerja dan kesejahteraan guru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 52 guru PAUD di Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang. Data dikumpulkan menggunakan angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja guru PAUD berada pada kategori tinggi (76%–100%) untuk indikator tugas pokok (95,4%) dan target yang harus dicapai (78,3%), sedangkan indikator tugas tambahan (72,8%) dan waktu yang tersedia (70,4%) berada pada kategori cukup tinggi (56%–75%). Temuan ini mengindikasikan komitmen tinggi guru dalam menjalankan peran utama, meskipun masih menghadapi tekanan dari tugas tambahan dan keterbatasan waktu. Penelitian ini menegaskan pentingnya distribusi tugas yang proporsional serta dukungan kelembagaan untuk mencegah penurunan kualitas pembelajaran dan menjaga kesejahteraan guru.