Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

INTEGRASI KEARIFAN LOKAL RUMAH JOGLO DALAM PEMBELAJARAN BANGUN DATAR PADA MAHASISWA PGSD Cahyanita, Elvin; Hutami, Trapsila Siwi; Lutfi, Muhammad; Proborini, Chandra Ayu; Fauziyah, Mailulah Ely
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.8312

Abstract

This study aims to describe the integration of Joglo traditional house local wisdom into plane geometry learning and to analyze its contribution to the conceptual and contextual understanding of PGSD students. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through observation, written tests, interviews, and documentation. A total of 41 students participated in learning activities that utilized the Joglo house as a cultural context in studying plane figures. The findings indicate that integrating local cultural elements supports students in understanding plane geometry concepts more concretely. Written test results show that 46.3% of students achieved the “good” category, 36.6% the “adequate” category, and 17.1% the “low” category. Students were able to identify trapezoids, rectangles, and squares within the architectural structure of the Joglo house and apply area and perimeter formulas more accurately. Interview data confirm that the cultural context facilitated shape identification, improved calculation processes, and provided more meaningful learning experiences through the values of balance and harmony embedded in Joglo architecture. Observation and task artefacts provide supporting evidence of active student engagement as well as the emergence of learning-related character traits such as independence, responsibility, and appreciation of local culture. Overall, the study highlights that learning activities that integrate local wisdom effectively strengthen mathematical understanding while fostering cultural awareness among prospective elementary school teachers. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi kearifan lokal rumah tradisional Joglo ke dalam pembelajaran geometri bidang dan menganalisis kontribusinya terhadap pemahaman konseptual dan kontekstual mahasiswa PGSD. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui observasi, tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Sebanyak 41 mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran yang menggunakan rumah Joglo sebagai konteks budaya dalam mempelajari bangun datar. Temuan menunjukkan bahwa integrasi unsur budaya lokal mendukung mahasiswa dalam memahami konsep geometri bidang secara lebih konkret. Hasil tes tertulis menunjukkan bahwa 46,3% mahasiswa mencapai kategori “baik”, 36,6% kategori “cukup”, dan 17,1% kategori “rendah”. Mahasiswa mampu mengidentifikasi trapesium, persegi panjang, dan persegi dalam struktur arsitektur rumah Joglo dan menerapkan rumus luas dan keliling dengan lebih akurat. Data wawancara menegaskan bahwa konteks budaya memfasilitasi identifikasi bentuk, meningkatkan proses perhitungan, dan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna melalui nilai-nilai keseimbangan dan harmoni yang tertanam dalam arsitektur Joglo. Observasi dan artefak tugas memberikan bukti pendukung keterlibatan aktif siswa serta munculnya ciri-ciri karakter terkait pembelajaran seperti kemandirian, tanggung jawab, dan apresiasi terhadap budaya lokal. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti bahwa kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan kearifan lokal secara efektif memperkuat pemahaman matematika sekaligus menumbuhkan kesadaran budaya di kalangan calon guru sekolah dasar.
Pendampingan pengembangan kreativitas siswa dalam menumbuhkan kontribusi sosial di MIN 3 Bondowoso Hutami, Trapsila Siwi; Anis, Fahimatul; Nugroho, Prasetyo Adi; Budiarso, Aris Singgih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35220

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya wadah kreativitas siswa MIN 3 Bondowoso dalam mengekspresikan kemampuan seni khususnya menggambar, sehingga perlu pendampingan yang sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kontribusi sosial dan memperluas wawasan siswa melalui pendampingan kreativitas. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian berupa ceramah, diskusi interaktif/tanya-jawab, serta praktik langsung. Mitra sasaran kegiatan adalah 20 siswa usia 6-12 tahun. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah untuk memberikan penjelasan dasar, diskusi interaktif dan tanya jawab untuk memperkuat pemahaman, serta praktik langsung untuk mengembangkan keterampilan menggambar siswa. Dengan menerapkan berbagai metode dalam pembelajaran, siswa lebih mudah untuk mengembangkan fleksibilitas berpikir dan kemampuan beradaptasi dengan situasi sosial yang berbeda. Secara keseluruhan, hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan yang berbasis kreativitas dan interaksi sosial dapat meningkatkan kepercayaan diri, komunikasi, dan empati siswa. Model pendampingan ini diharapkan dapat terus diterapkan pada berbagai program pembelajaran kreatif di masa mendatang. Kata kunci: pengembangan kreativitas; kontribusi sosial; pengabdian; pendampingan; siswa sekolah dasar. Abstract This community service program was initiated due to the limited opportunities for students at MIN 3 Bondowoso to express their artistic abilities, particularly in drawing, thereby highlighting the need for systematic and structured mentoring. The program aimed to enhance social contributions and broaden students’ perspectives through the mentoring of creativity. The implementation employed lectures, interactive discussions and question–answer sessions, as well as hands-on practice. The target group consisted of 20 students aged 6–12 years. Lectures were designed to provide fundamental explanations, interactive discussions and Q&A sessions to strengthen understanding, and hands-on practice to develop students’ drawing skills. By applying a variety of teaching methods, students were able to develop greater cognitive flexibility and adaptability to different social situations. Overall, the outcomes of this activity showed that education based on creativity and social interaction can enhance students’ self-confidence, communication, and empathy. This mentoring model is expected to continue to be implemented and adapted in various creative learning programs in the future. Keywords: creativity development; social contribution; service program; mentoring; elementary school students