Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Perlindungan Hukum Bagi Pihak Pembeli dan Kreditur Atas Pemblokiran Sertifikat Hak Milik dalam Pelaksanaan Pengikatan Perjanjian Jual Beli Tanah Prihadiansyah, Alit Nurfatah; Ariawan, Ariawan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.824 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i7.3455

Abstract

Mengikat jual beli tanah dengan status Sertifikat Hak Milik merupakan tindakan hukum awal yang mendahului tindakan hukum jual beli tanah. Akta pengikatan jual beli tanah dalam praktiknya sering dilakukan dalam bentuk akta otentik yang dibuat di hadapan Notaris, sehingga Akta Pengikatan Jual Beli adalah akta otentik yang memiliki kekuatan bukti sempurna. Berdasarkan uraian tersebut, ditetapkan 2 (dua) formulasi permasalahan, yaitu: (1) apakah akta pengikatan penjualan dan akta kekuasaan penjualan yang telah dilakukan sebelum Notaris dapat diminta pembatalan oleh pemilik petok; dan (2) apa perlindungan hukum bagi pembeli Sertifikat Tanah Milik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif. Hasil penelitian ini adalah bahwa pembeli tanah yang telah disertifikasi yang telah terbukti membeli dengan Kekuatan Jual Beli Yang Mengikat, terutama sertifikat tersebut telah benar asalnya dan telah diterbitkan lebih dari 5 (lima) tahun tidak mengajukan klaim, maka klaim atau keberatan pihak yang dirugikan dengan penerbitan sertifikat tersebut dianggap batal.
Tanggung Jawab Notaris Pengganti Atas Akta yang Dibuatnya Karena Adanya Tuntutan Pihak Ketiga dalam Hal Notaris yang Diganti Meninggal Dunia Sebelum Cuti Berakhir Rinanti, Ade; Ariawan, Ariawan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.699 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i8.2907

Abstract

As is known in articl 35 UUJN when the notary dead at the time of running the holiday, the task of notary Office is executed by a substitute notary as a provisional official Notary 30 (thirty) days since the date of notary death. The problem in this research is how is the responsibility of the notary of the deed made because there is a third party submission in the evento that the notary is reimbursedo before the end of leave? And how are the legal efforts of a substitute for the deed he made because there is a third party claim in the event that the notary was changed before the end of leave? The research uses normative juridical methods that are supported by juridically empirical. The data used is a secondary data consisting of primary legal material, secondary legal material and a tertier legal material. Besides, it also used primary data as a supporter of secondary data legal material. The theory of the responsibility of Hans Kelsen and the legal protection theory of Phillipus M. Hadjon is used. The responsibility of the notary public on the deed made because there is a third party guidance in the case of the notarized changed before the expiration of the leave is a permanent substitute responsibility until the death because it has changed its legal status to the provisional Office notary, for that the substitute notary has the same responsibilities. In the event that a replacement notary is proven to commit negligence, a surrogate notary has a civil liability that is to compensate the third party, the responsibility of the notary Public administration receives an oral rebuke, written reprimand, disrespectful termination, and criminal liability in a substitute subject to criminal penalties. A substitute legal remedy for the deed he made because of a third party claim in the event that the notary was changed before the end of leave, i.e. a substitute is entitled to make a repressive law attempt, because the legal status of the substitute was switched to as a notary provisional office.
Sustainable Neighborhood Pada Kawasan Transit Perkotaan (Studi Kasus: Kawasan Blok M - Jakarta) Ariawan, Ariawan; Gandarum, Dedes Nur; Sabatun, Adirahmadi Hi.; Munandar, Sandi Aris
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63451

Abstract

Kawasan Blok M merupakan salah satu kawasan transit perkotaan dengan tingkat kompleksitas aktivitas yang tinggi, ditandai oleh intensitas pergerakan, keberagaman fungsi, serta perannya sebagai simpul transportasi dan pusat kegiatan ekonomi dan sosial. Dalam konteks keberlanjutan perkotaan, kawasan semacam ini tidak dapat dinilai hanya dari kinerja mobilitas, tetapi perlu dipahami sebagai satu kesatuan sistem kawasan atau neighborhood yang mencakup dimensi spasial, sosial, dan lingkungan secara terpadu. Namun, hingga kini, penilaian kawasan transit yang telah terbentuk masih sering dilakukan secara parsial dan belum menggunakan kerangka evaluasi kawasan yang operasional dan berbasis pembacaan spasial internal kawasan. Penelitian ini bertujuan menyusun kerangka penilaian kawasan berkelanjutan yang bersifat sistematis dan aplikatif, serta menerapkannya untuk membaca kondisi keberlanjutan Kawasan Blok M berdasarkan pembagian zona kawasan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui telaah literatur, studi dokumen, dan analisis kondisi eksisting kawasan. Kerangka penilaian disusun berdasarkan tiga aspek utama, yaitu aspek kawasan, infrastruktur, dan bangunan, dengan mengintegrasikan variabel fisik dan non-fisik ke dalam matriks penilaian yang diterapkan pada setiap zona kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keberlanjutan Kawasan Blok M sangat dipengaruhi oleh kualitas konektivitas jalur pejalan kaki, keterpaduan ruang publik dan ruang hijau aktif, efisiensi pengelolaan sumber daya seperti energi dan air, serta kualitas tata kelola kawasan dan perilaku pengguna. Analisis berbasis zonasi memperlihatkan adanya perbedaan karakter, tingkat permasalahan, dan potensi pengembangan pada setiap bagian kawasan, yang menegaskan bahwa keberlanjutan Blok M terbentuk dari keterkaitan antara aspek kawasan, infrastruktur, dan bangunan sebagai satu sistem yang tidak terpisahkan. Kerangka penilaian yang dihasilkan dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai alat bantu untuk membaca kondisi kawasan secara lebih terstruktur sekaligus sebagai dasar perumusan arah penataan kawasan transit perkotaan yang lebih berkelanjutan.