ABSTRAK Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal, namun peningkatan kesehatan mental ini menghadapi kendala berupa kurangnya literasi dan stigma negatif terkait gangguan jiwa di masyarakat. Literasi kesehatan mental merupakan kemampuan seseorang untuk dapat mengakses, memahami, menilai dan menerapkan informasi kesehatan mental. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental serta menanamkan nilai positif mengenai kesehatan jiwa melalui pendekatan edukatif dan partisipatif pada komunitas di Desa Banyu Urip, Kota Surabaya. Kegiatan dilaksanakan selama pada bulan Juni 2025 dengan populasi lansia di posyandu keluarga (POSGA). Metode pelaksanaannya meliputi penyuluhan interaktif menggunakan media lembar balik dan leaflet, pemeriksaan kesehatan dasar (cek gula darah, lingkar kepala, lingkar lengan, berat badan, dan tinggi badan). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merupakan perempuan (88%) dengan rentang usia 60-69 tahun. Kegiatan ini berhasil memperkuat peran kader dan posyandu dalam memberikan pemeriksaan rutin, mengedukasi masyarakat, serta memperluas akses informasi kesehatan mental. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai kesehatan mental dan strategi pencegahan stres sehari-hari. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi kesehatan mental berbasis komunitas sebagai upaya promotif dan preventif, serta perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi stigma dan meningkatkan akses layanan kesehatan jiwa di tingkat masyarakat. Kata Kunci: Edukasi, Kesehatan Mental, Komunitas ABSTRACT Mental health is a crucial aspect in achieving optimal health, yet it still faces challenges such as a lack of literacy and high levels of stigma within the community. This community service program aims to improve mental health literacy and instill integrity values through an educational and participatory approach in the elderly community in Banyu Urip Village, Surabaya. The program was implemented during June 2025 with a target population of 25 elderly people at the elderly integrated health post (Posyandu). The implementation method included interactive counseling using flipcharts and leaflets, basic health checks (blood sugar checks, head circumference, arm circumference, weight, and height), and the provision of a descriptively analyzed mental health early detection questionnaire. The results showed that the majority of participants were women (88%) aged 60-69 years. This activity successfully strengthened the role of cadres and Posyandu in providing routine checkups, educating the community, and expanding access to mental health information. The education provided through this KKN program increased participants' understanding of mental health and strategies for preventing daily stress. These findings emphasize the importance of community-based mental health education as a promotive and preventive effort, as well as the need for cross-sector collaboration to address stigma and increase access to mental health services at the community level. Keywords: Education, Mental Health, Community