Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Usulan Perancangan Sistem Pemeliharaan Mesin Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Overall Resource Effectiveness (ORE) pada Pemanfaatan Mesin Packer Chronos 6 Fitria, Tariza; Alhilman, Judi; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- PT. Eastern Pearl Flour Mills merupakan perusahaan memproduksi tepung terigu. Pada bulan November 2020 – Oktober 2021, perusahaan mengalami instabilitas total produksi sehingga tidak memenuhi target produksi yaitu 30.000 Ton setiap bulan. Berdasarkan identifikasi permasalahan, penyebabtarget produksi tidak tercapai disebabkan oleh kinerja mesin yang tidak optimal karena frekuensi kerusakan mesin yang tinggi dan usia pemakaian mesin yang sudah lama. Kondisi mesin tersebut menyebabkan downtime yang akan mengganggu produktivitas kerja pada mesin dalam melakukan proses produksi tidak maksimal. Penyelesaian permasalahan dapat dilakukan dengan evaluasi pengukuran efektivitas mesin menggunakan metode OEE dan ORE. Berdasarkan data kerusakan pada bulan November 2020 – Oktober 2021, mesin packer chronos 6 memiliki jumlah frekuensi kerusakan terbanyak, yaitu sebanyak 62 kali.. Hasil penelitian menunjukan bahwa diperoleh nilai OEE sebesar 62.38% dan nilai ORE sebesar 52%. Nilai tersebut menunjukan rendahnya tingkat efektivitas mesin karena berada dibawah standar JIPM yaitu sebesar 85%. Berdasarkan hasil six big losses, jenis kerugian yang dominan adalah faktor reduced speed loss dan idling and minor stoppages loss dengan nilai sebesar 31.54% dan 20.92%. Hal ini mengakibatkan performance mesin rendah sehingga dapat mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan. Usulan hasil perancangan berupa sistem pemeliharaan mesin berbasis dengan penerapan dua pilar TPM yaitu quality maintenance dan autonomous maintenance.Kata kunci - overall equipment effectiveness, overall resource effectiveness, six big losses, total productive maintenance
Perhitungan Waktu Pemeliharaan Pada Mesin First Expeller Di PTPN V Menggunakan Metode Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM) Taufiq Ismail, M; Alhilman, Judi; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Perusahaan menggunakan mesin First Expeller EK-150-K di PKO Tandun PTPN V dalam proses pengolahan kelapa sawit menjadi minyak setengah jadi (CPO). Dalam menentukan komponen kritis, penelitian ini menggunakan RPN dari komponen mesin First Expeller EK-150-K dan terpilih 3 komponen kritis yaitu Bearing, Mainshaft, dan Body Cage. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan menggunakan metode RRCM, maka didapatkan 5 proposed maintenance task diantaranya, 3 schedule on condition task dan 2 schedule discard task. Pada komponen bearing yaitu untuk schedule on condition task dilakukan setiap 0,86 pekan sekali dan untuk scheduled discard task dilakukan setiap 3 pekan sekali, komponen main shaft untuk schedule on condition task dilakukan setiap 19 pekan sekali dan untuk scheduled discard task dilakukan setiap 2 pekan sekali, serta komponen body cage untuk schedule on condition task dilakukan setiap 1 pekan sekali. total biaya maintenance eksisting yaitu Rp 2.630.557.365 sedangkan untuk total biaya maintenance usulan sebesar Rp 2.362.320.483 Berdasarkan data tersebut biaya maintenance usulan memiliki harga lebih rendah sebesar Rp 268.236.882. dari total biaya pemeliharaan eksisting.Kata kunci— Maintenance, Reliability and Risk Centered maintenance, Proposed Maintenance Task, Interval Waktu Pemeliharaan
Perancangan dan Implementasi Mesin Pencacah Rumput untuk Mendukung Produktivitas Domba di Pusat Sosial Bina Laras Sumedang Agus Kusnayat; Aji Pamoso; Mira Rahayu
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 2 (2025): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i2.10330

Abstract

Pengembangan teknologi tepat guna dalam sektor peternakan menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Penelitian ini berfokus pada pengembangan mesin pencacah rumput berbasis smart development dalam kerangka Industrial Engineering 5.0 sebagai sarana penyediaan pakan pada program pelatihan beternak domba di Satuan Pelayanan Bina Laras Subang. Mesin pencacah rumput dirancang dengan pendekatan yang mengutamakan kebutuhan pengguna, efisiensi energi, serta keandalan operasional dalam mendukung produktivitas peternakan domba. Metode pengembangan dilakukan melalui pendekatan Community-Based Research (CBR), Participatory Rural Appraisal (PRA), serta mengadopsi prinsip Kolaborasi Pentahelix, yaitu sinergi antara akademisi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media untuk menjamin keberlanjutan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin beroperasi stabil, lebih cepat dibanding metode manual, menghasilkan cacahan lebih seragam, dan mengurangi beban kerja operator. Pelatihan juga meningkatkan keterampilan peserta binaan dalam mengoperasikan alat. Temuan ini mengindikasikan bahwa teknologi yang dikembangkan berpotensi meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus mendukung proses rehabilitasi dan pemberdayaan sosial.
Designing Entrepreneurial Competency Indicators for Coffee Farmers in Bandung Regency Aji Pamoso; Lukman Z. Mohammad; Imanuddin Hasbi; Nuslish Jamiat
Journal Of Social Science (JoSS) Vol 4 No 5 (2025): JOSS: Journal of Social Science
Publisher : Al-Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/joss.v4i5.456

Abstract

Coffee farmers in rural areas are typically smallholders who rely on traditional knowledge and demonstrate limited innovation, resulting in low productivity. Cultural and economic barriers, along with limited interest in education, further hinder farm performance. Entrepreneurial competencies such as innovation, creativity, and technical skills play a crucial role in improving this performance. This study aims to identify the dominant factors influencing the entrepreneurial competence of coffee farmers in Bandung Regency. A quantitative approach was employed using Exploratory Factor Analysis (EFA) to reduce 27 manifest variables into a set of latent factors. The instrument was developed based on three domains of entrepreneurial competence: opportunity identification, opportunity exploitation, and networking. A total of 270 coffee farmers were selected through purposive sampling. Data suitability was tested using Bartlett’s Test of Sphericity, the Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) measure, and the Measure of Sampling Adequacy (MSA). Factor extraction was conducted using Principal Component Analysis with Varimax rotation. The analysis revealed five factors with eigenvalues greater than 1, explaining a cumulative variance of 66.637%. These factors are: (1) strategic business understanding, (2) social openness and adaptability, (3) institutional engagement and implementation, (4) planning and opportunity utilization, and (5) courage and innovation. These findings provide a foundation for developing more targeted and context-specific entrepreneurial competencies among coffee farmers
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL BAGI GURU MADRASAH ALIYAH MELALUI PELATIHAN MICROSOFT EXCEL Yusuf Nugroho Doyo Yekti; Agus Kusnayat; Aji Pamoso
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 4 (2024): Vol. 1 No. 4 Edisi Oktober 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i4.298

Abstract

This training aims to equip teachers with the ability to prevent data processing errors with Ms Excel. The effectiveness of this training was measured by the one-group pre-test and post-test design method. We used the t-test to find out the difference between pre-test and post-test scores. The results showed a significant difference between the pre-test and post-test scores (p < 0.05). The results showed the average post-test score (mean = 7.60; SD = 1.02) increased almost twice as much as the pre-test average score (mean = 4.58; SD = 1.26). The implications of this training can be applied by teachers to process data, for example, student scores into tables or graphs, so errors are easier to detect. This information can be used to determine decisions, for example, whether a student passes a course or not.