Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Usulan Interval Waktu Perawatan, Analisis Business Consequence Dan Penentuan Umur Ekonomis Mesin Rotary Dryer Menggunakan Metode Risk Based Maintenance Dan Analisis Replacement Di Pt Xyz Silmi Nur Inayah; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Rotary Dryer merupakan mesin yang terdapat pada PT XYZ, yang berperan dalam proses drying bahan baku semen. Karena fungsi tersebut, jika terjadi downtime pada mesin, akan mengakibatkan berhentinya proses produksi. Berdasarkan data frekuensi kerusakan, jumlah kerusakan terjadi sebayak 32 kali dalam periode 2016-2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai risiko, interval perawatan optimal pada komponen kritis dan umur ekonomis dari mesin Rotary Dryer. Maka dari itu digunakan metode Risk Based Maintenance untuk mengetahui nilai risiko akibat kegagalan yang terjadi dan interval perawatan optimal pada komponen kritis mesin Rotary Dryer. Selain itu, dilakukan juga penentuan business consequence menggunakan risk matrix business consequence dan untuk penentuan umur ekonomis mesin digunakan metode Analis Replacement. Berdasarkan pengolahan data menggunakan metode Risk Based Maintenance risiko yang harus diterima perusahaan jika terjadi kegagalan sebesar Rp65,066,006, nilai tersebut melebihi batas kriteria penerimaan dan berdasarkan risk matrix business consequence mesin Rotary Dryer berada pada area merah, sehingga perlu adanya perbaikan untuk mengurangi konsekuensi yang lebih tinggi. Pada interval perawatan usulan setiap 1816 jam, risiko yang ditimbulkan lebih kecil dibandingkan dengan risiko eksisting, dan persentasi risiko memenuhi kriteria penerimaan yang ditetapkan perusahan. Umur ekonomis mesin Rotary Dryer didapatkan pada tahun ke-19 (tahun 2039) berdasarkan perhitungan menggunakan metode Analisis Replacement.  Kata kunci: Realibility, Risk Based maintenance, Risk Matrix Business Consequence, Analisis Replacement     Abstract  Rotary Dryer is a machine found in PT XYZ, which plays a role in the drying process of cement raw materials. Because of this function, if there is downtime on the machine, it will result in the cessation of the production process. Based on damage frequency data, the amount of damage occurred 32 times in the 2016-2019 period. The purpose of this study is to determine the risk value, optimal maintenance intervals on critical components and the economic life of the Rotary Dryer machine. Therefore the Risk Based Maintenance method is used to determine the risk value due to failures that occur and optimal maintenance intervals on critical components of the Rotary Dryer machine. In addition, the business consequence determination is also done using a risk matrix business consequence and for determining the economic life of the machine used the Analyst Replacement method. Based on data processing using the Risk Based Maintenance method the risk that must be accepted by the company in the event of a failure of Rp65,066,006, the value exceeds the acceptance criteria limit and based on the risk matrix business consequences Rotary Rotary machine is in the red area, so there needs to be improvements to reduce the higher consequences. At the proposed maintenance interval every 1816 hours, the risk incurred is smaller than the existing risk, and the percentage of risk meets the acceptance criteria set by the company. The economic life of a Rotary Dryer machine is obtained in the 19th year (year 2039) based on calculations using the Replacement Analysis method. Keywords: Realibility, Risk Based maintenance, Risk Matrix Business Consequence, Analisis
Designing Entrepreneurial Competency Indicators for Coffee Farmers in Bandung Regency Pamoso, Aji; Z. Mohammad, Lukman; Hasbi, Imanuddin; Jamiat, Nuslish
Journal Of Social Science (JoSS) Vol 4 No 5 (2025): JOSS: Journal of Social Science
Publisher : Al-Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/joss.v4i5.456

Abstract

Coffee farmers in rural areas are typically smallholders who rely on traditional knowledge and demonstrate limited innovation, resulting in low productivity. Cultural and economic barriers, along with limited interest in education, further hinder farm performance. Entrepreneurial competencies such as innovation, creativity, and technical skills play a crucial role in improving this performance. This study aims to identify the dominant factors influencing the entrepreneurial competence of coffee farmers in Bandung Regency. A quantitative approach was employed using Exploratory Factor Analysis (EFA) to reduce 27 manifest variables into a set of latent factors. The instrument was developed based on three domains of entrepreneurial competence: opportunity identification, opportunity exploitation, and networking. A total of 270 coffee farmers were selected through purposive sampling. Data suitability was tested using Bartlett’s Test of Sphericity, the Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) measure, and the Measure of Sampling Adequacy (MSA). Factor extraction was conducted using Principal Component Analysis with Varimax rotation. The analysis revealed five factors with eigenvalues greater than 1, explaining a cumulative variance of 66.637%. These factors are: (1) strategic business understanding, (2) social openness and adaptability, (3) institutional engagement and implementation, (4) planning and opportunity utilization, and (5) courage and innovation. These findings provide a foundation for developing more targeted and context-specific entrepreneurial competencies among coffee farmers
Analisis Tingkat Efektivitas Mesin Bowl Cutter Laska Dengan Menggunakan Metode Total Effective Equipment Performance (TEEP) Untuk Menentukan Kebijakan Pemeliharaan Pada PT XYZ Samlistiya, Fahmi Rizal; Alhilman, Judi; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ adalah salah satu perusahaan yang memproduksi dan mendistribusikan makanan olahan beku berbahan baku dasar seafood, yang diolah menjadi produk olahan, baik ke pasar domestik maupun mancanegara. Fokus utama penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi mesin, menentukan faktor-faktor pengaruh dalam six big losses, dan merumuskan kebijakan pemeliharaan untuk meningkatkan efektivitas mesin. Mesin bowl cutter laska dipilih sebagai objek penelitian dikarenakan memiliki jumlah frekuensi kerusakan tertinggi dibandingkan dengan mesin yang lainnya pada PT XYZ. Metode TEEP digunakan untuk mengukur efektivitas mesin yang dihitung dari utilization dengan overall equipment effectiveness (OEE). Banyak faktor mempengaruhi hasil perhitungan efektivitas, dan faktor dengan persentase tertinggi dievaluasi dengan fault tree analysis (FTA). Hasil temuan ini digunakan sebagai dasar untuk kebijakan pemeliharaan dan didapatkan bahwa pengukuran efektivitas menunjukkan bahwa kondisi mesin Bowl Cutter Laska buruk dan tidak berjalan secara optimal. Nilai OEE rata-rata sebesar 81% dan kurang dari standar JIPM kelas dunia (85%). Hal tersebut juga berlaku pada nilai total effective equipment performance (TEEP) rata-rata sebesar 45%. Rendahnya OEE dan TEEP disebabkan oleh kurangnya pemanfaatan aset, seperti kapasitas produksi dan waktu operasi yang tidak digunakan secara maksimal sehingga hal tersebut mempengaruhi nilai six big losses pada faktor idling and minor stoppages losses sebesar 20% dan reduce speed losses sebesar 16%. Usulan kebijakan pemeliharaan melibatkan analisis FTA dan penerapan autonomous maintenance secara terjadwal diusulkan untuk mencegah kerusakan mesin. Kata kunci: OEE, TEEP, Six Big Losses, Fault Tree Analysis
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL BAGI GURU MADRASAH ALIYAH MELALUI PELATIHAN MICROSOFT EXCEL Yekti, Yusuf Nugroho Doyo; Kusnayat, Agus; Pamoso, Aji
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 4 (2024): Vol. 1 No. 4 Edisi Oktober 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i4.298

Abstract

This training aims to equip teachers with the ability to prevent data processing errors with Ms Excel. The effectiveness of this training was measured by the one-group pre-test and post-test design method. We used the t-test to find out the difference between pre-test and post-test scores. The results showed a significant difference between the pre-test and post-test scores (p < 0.05). The results showed the average post-test score (mean = 7.60; SD = 1.02) increased almost twice as much as the pre-test average score (mean = 4.58; SD = 1.26). The implications of this training can be applied by teachers to process data, for example, student scores into tables or graphs, so errors are easier to detect. This information can be used to determine decisions, for example, whether a student passes a course or not.
Analisis Estimasi Kebutuhan Suku Cadang Mesin Wolf 2 Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Spares, Min-Max Stock, dan Analisis ABC Pada Section Packaging di PT Universal Robina Corporation (URC) Plant 2 Nopia, Popy; Budiasih, Endang; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— PT Universal Robina Corporation (URC) dalam menjalankan proses produksi, perusahaan ini mengalami kendala yaitu target produksi harian terkadang tidak tercapai pada tahun 2021. Berdasarkan hasil dari pengolahan data dan penilaian Risk Matrix, terdapat 1 komponen mesin yang memiliki tingkat kerusakan tinggi yaitu cutting knife. Saat ini PT URC Indonesia memiliki permasalahan pada persediaan suku cadang yaitu perusahaan hanya menentukan kebutuhan suku cadang berdasarkan asumsi dengan jumlah stock komponen kritis berdasarkan jumlah kerusakan tahun sebelumnya, untuk stock komponen cutting knife berjumlah 12 unit. oleh karena itu diperlukan analisis Reliability Centered Spare (RCS) dan Min-Max Stock. Tujuan menggunakan metode tersebut yaitu untuk perusahaan mendapatkan kebutuhan suku cadang yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan keandalan sebuah mesin dan untuk menentukan titik minimum, maksimum dan reorder point dari persediaan suku cadang komponen kritis sehingga dapat meminimasi terjadinya kekurangan atau kelebihan suku cadang dan biaya yang dikerluarkan akan lebih optimal. Hasil dari penilitian ini dengan menggunakan metode RCS didapatkan kebutuhan suku cadang komponen kritis yang optimal dalam 1 tahun yaitu cutting knife membutuhkan 1 unit. Dan hasil dari penelitian menggunakan metode Min-Max Stock didapatkan hasil kebutuhan suku cadang minimum stock dalam 1 tahun yaitu 6 unit, maksimum stock: 8 unit, dan Reorder Point: 6 unit. Kata kunci— reliability centered spares, min-max stock, dan management maintenance
Perancangan Sistem Pemeliharaan Peralatan Penggiling Ikan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Overall Equipment Cost loss (OECL) di CV. X Fitrachman, Naufal Aqiel; Budiasih, Endang; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Sebagai perusahaan yang tergolong skala menengah, CV. X masih memiliki keterbatasan modal sehingga pada unit produksinya masih dijumpai penggunaan mesin dan peralatan produksi yang sudah berumur tanpa perawatan yang memadai. Hal ini menyebabkan proses produksi sering terganggu karena tingginya tingkat downtime. Untuk itu, perlu dilakukan kajian untuk merancang sistem perawatan yang efektif namun mudah diterapkan pada usaha skala kecil dan menengah. Obyek penelitian adalah mesin penggiling ikan yang terdiri atas mesin cutter, chopper I, dan chopper II. Penelitian ini menggunakan merode pengukuran Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Overall Equipment Cost Loss (OECL), penentuan faktor six big losses, dan perancangan sistem pemeliharaan. Data yang digunakan adalah jam kerja mesin, downtime, theoretical cycle time, volume produksi, waktu produksi, dan jumlah produk defect selama Januari-Desember 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE mesin penggiling ikan masih di bawah nilai standar world class. Nilai OEE mesin cutter sebesar 35,90%; chopper I sebesar 71,98%; dan chopper II sebesar 74,56%, sedangkan nilai standar world class adalah 85%. Sementara itu, nilai OECL ke tiga mesin tersebut adalah Rp 1.088.721.342,- berasal dari nilai OECL mesin cutter sebesar Rp. 462.758.314,- nilai OECL chopper I Rp. 410.400.337,- dan nilai OECL chopper II Rp. 215.562.691,-. Faktor six big losses yang berpengaruh terhadap penurunan efektivitas mesin adalah reduce speed losses, setup losses, breakdown losses, dan idling and mirror stoppage losses. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pemakaian mesin penggiling ikan pada CV. X belum efektif sehingga menimbulkan dapat kerugian biaya dan potensi pendapatan perusahaan sebesar Rp Rp 1.088.721.342,- Kondisi itu tidak akan terjadi apabila perusahaan menerapkan sistem pemeliharaan yang baik, salah satunya adalah dengan menerapkan salah satu pilar dari Total Productive Maintenance (TPM) yaitu autonomous maintenanceKata kunci — OEE, OECL, six big losses, mesin penggiling ikan
Perancangan Jadwal Pemeliharaan Mesin Cup Forming CP 14 Menggunakan Metode Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM) pada PT Glopac Indonesia Cirebon Syarif, Muhamad Iqbal; Budiasih, Endang; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-PT Glopac Indonesia merupakan perusahaan produksi kemasan makanan dan dengan salah satu produknya yaitu Paper Cups. Mesin Cup Forming CP14 merupakan salah satu mesin produksi yang bekerja dengan waktu yang lama. Maka, keandalan mesin menurun setiap tahunnya yang mengalami kerusakan mesin. Penelitian ini memfokuskan untuk memberikan interval kerusakan mesin serta jadwal pemeliharaan yang optimal sehingga biaya pemeliharaan akan efektif dan efisien menggunakan metode RRCM. Dalam menentukan komponen kritis pada mesin menggunakan metode FMECA dengan cara menghitung nilai Risk Priority Number dan mendapatkan dua komponen kritis yaitu Roulette dan Incurl. Didapatkan proposed maintenance task dan total biaya pemeliharaan dihasilkan tiga proposed maintenance task, dua scheduled on-condition task dan satu scheduled discard task. Scheduled on-condition task pada komponen roulette untuk failure mode mata roulette aus dilakukan pengecekan berskala setiap tiga pekan sekali dan komponen incurl pada failure mode baut kendor dilakukan pengecekan berskala setiap empat pekan sekali, untuk scheduled discard task pada komponen roulette pada failure mode v belt putus dilakukan penggantian komponen setiap lima pekan sekali. Total untuk biaya maintenance usulan yaitu Rp21.986.107, untuk biaya maintenance eksisting pada perusahaan yaitu Rp28.751.063 sehingga nilai biaya maintenance usulan lebih rendah sekitar Rp6.764.956 yang dapat menghemat pengeluaran sebelumnya.Kata kunci- maintenance, preventive maintenance, corrective maintenance, reliability and risk centered maintenance
Usulan Kebijakan Pemeliharaan Mesin pada Mesin Shot Blast Mach MWJ 9/10 PT Pindad (Persero) dengan Metode Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM) Jayaningrum, Cahya Wulan; Atmaji, Fransiskus Tatas Dwi; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Penelitian ini mencoba untuk menentukan pemeliharaan preventif untuk mesin shot blasting berdasarkan data kegagalan mesin shot blasting lini produksi E-Clips PT. Pindad (Persero). Digunakan metode Reliability and Risk Centered Maintenance. Metode ini memilih komponen kritis mesin dan menentukan pemeliharaan preventif berdasarkan masing-masing komponen kritis. Sementara itu, dilakukan perhitungan interval waktu pemeliharaan yang optimal dan juga total biaya pemeliharaan preventif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga kegiatan pemeliharaan yang diusulkan dengan 1 scehduled on-condition task dan 2 scheduled restoration task dengan waktu pemeliharaan optimal. interval untuk setiap kegiatan dalam 130 dan 45 hari. Total biaya pemeliharaan preventif yang diusulkan juga berkurang hingga 12% dari total biaya yang ada. Kata kunci-maintenance, reliability and risk centered maintenance, proposed maintenance task, maintenance cost
Usulan Penentuan Kebutuhan Suku Cadang pada Mesin Duan kwei Menggunakan Metode Reliability Centered Spares di PT. XYZ Nurrahman, Ferro Arief; Alhilman, Judi; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-PT. XYZ yang merupakan perusahaan industri farmasi di Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Dalam proses produksi pembuatan obat yang dilakukan, terdapat proses yang sangat penting yaitu dalam pengemasan karena proses tersebut merupakan proses akhir sebelum obat didistribusi. Dalam tahap proses pengemasan di PT. XYZ menggunakan mesin bernama mesin Duan Kwei yang berfungsi untuk mengemas seluruh obat herbal yang berbentuk tablet, dengan demikian mesin tersebut perlu adanya perhatian khusus agar mesin tersebut dapat bekerja secara optimal dan dapat menghasilkan produk yang sesuai. Pada analisis akar masalah menggunakan diagram fishbone dan analisis FMEA diketahui bahwa faktor yang berpengaruh dalam kefetivitasan mesin Duan Kwei adalah keterbatasan stock suku cadang. Berdasarkan data historis perusahaan Sub-sistem sensor dan Bearing memeiliki frekuensi kerusakan yang tinggi, oleh karena itu diperlukannya pemeliharaan khusus terhadap mesin tersebut. Pendekatan tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Reliability centered spare yaitu suatu pendekatan yang bertujuan untuk menentukan kebutuhan suku cadang yang dibutuhkan berdasarkan through-life cost dan kebutuhan peralatan dalam operasi maintenance untuk mendukung inventory. Dengan menggunakan metode Reliability centered spare didapatkan kebutuhan Sensor dan Bearing yaitu sebanyak 3 dan 4unit komponen dalam satu tahun dengan safety stock 1unit untuk setiap subsistem.Kata kunci - sensor, bearing, reliability centered spare, through-life cost, safety stock
Usulan Perancangan Formulit Pemeliharaan Mesin Duan KWEI di PT XYZ Menggunakan Metode Total Productive Maintenance (TPM) dan Overall Equipment Effectiveness (OEE) Azmi, Moh Daffa Al; Alhilman, Judi; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- PT XYZ merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang farmasi. Pada proses blistering produksi herbal terdapat permasalahan yang ditemukan terkait efektivitas proses pengemasan yang akan menjadi fokus penelitian dikarenakan pada proses ini perawatan mesin secara berkala yang kurang optimal. Mesin yang digunakan pada proses pengemasan yaitu Mesin Duan Kwei yang berfungsi untuk pengemasan. Metode yang digunakan yaitu Total Productive Maintenance (TPM) untuk memaksimalkan efektivitas mesin dan dianalisis efisiensi mesin Duan Kwei menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Perhitungan Six Big Losses digunakan untuk mengetahui faktor apa yang paling mempengaruhi rendahnya nilai OEE. Berdasarkan hasil perhitungan OEE, nilai OEE pada mesin Duan Kwei pada bulan Januari – Desember 2021 yaitu sebesar 59.86%, yang berarti nilai OEE masih berada di bawah standar JIPM. Berdasarkan perhitungan six big losses terdapat dua faktor losses yaitu reduced speed loss dan idling and minor stoppages loss sebesar 35% dan 18%. Nilai OEE yang rendah dapat dijadikan suatu evaluasi untuk meningkatkan efektivitas mesin Duan Kwei dengan rancangan sistem yang terintegrasi berupa rancangan pemeliharaan mesin. Pemeliharaan mesin ini berbasis Total Productive Maintenance (TPM) yang menggunakan dua pilar yaitu autonomous maintenance dan planned maintenance di PT XYZ.Kata kunci- mesin duan kwei, total productive maintenance, overall equipment effectiveness, six big losses.