Polusi udara berdampak negatif terhadap kesehatan manusia, terutama pada sistem pernapasan. Salah satu penyakit yang dapat dipicu oleh polusi udara adalah asma. Serangan asma dapat terjadi akibat paparan polutan, asap rokok, dan cuaca dingin. Dalam lingkungan dalam ruangan, kualitas udara berperan penting sebagai faktor risiko lingkungan bagi penderita asma. Penelitian ini mengembangkan sistem untuk mendeteksi kadar beberapa polutan udara, termasuk Particulate Matter (PM2.5), Karbon Monoksida (CO), dan Nitrogen Dioksida (NO2), yang dapat memicu serangan asma. Sistem ini mengklasifikasikan kualitas udara menggunakan metode Naïve Bayes ke dalam tiga kategori: aman (ISPU 1-50), berisiko (ISPU 51-200), dan berbahaya (ISPU 201+). Dataset yang digunakan terdiri dari 120 data pelatihan dan 30 data uji. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi sebesar 97%. Selain itu, dalam eksperimen yang dilakukan di ruangan dengan konsentrasi polusi udara tinggi, sistem ini menentukan bahwa kualitas udara masih tergolong aman bagi penderita asma dengan nilai ISPU sebesar 30.