Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Implementasi Metode Famī Bisyauqin dalam Memelihara Hafalan Al-Qur’ān Pada HuffāẒ di Ma’had Tahfidzul Qur’ān Abu Bakar Ash-Shidiq Muhammadiyah Yogyakarta jiyanto, Desti widiani; Jiyanto, Jiyanto
Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : Islamic Religious Education Departement

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSQ.015.2.03

Abstract

Abstract The methods of maintaining the memorization of the Qur'an which have so far not provided and alternative solution to the huffāẓ to maintain the recitation of the Qur'an easily, practically, systematically, flexibly and in accordance with the Sunnah of the Prophet, so that not a few huffs have difficulty in maintaining their memorization. Ma'had Tahfiẓul Qur'an Abu Bakr Ash Shidiq Muhammadiyah Yogyakarta offers a method of maintaining the memorization of the Qur'an easily, practical, systematic, flexible and in accordance with the sunnah of the Prophet Muhammad, namely the famī bisyauqin method. This research is a study that uses a qualitative descriptive approach, carried out in Ma'had Tahfidzul Qur'an Abu Bakar ash-Shidqi Muhammadiyah Yogyakarta. The research subjects are mudir ma’had and huffāẓ. The purpose of this research is to find out the implementation of the famī bisyauqin method, the supporting and inhibiting factors for the implementation of the famī bisyauqin method, and the advantages and disadvantages of the implementation of the famī bisyauqin method in maintaining the memorization of the Qur'an at huffāẓ in the ma'had tahfidzul Qur'an Abu Bakar ash -Shidiq Muhammadiyah Yogyakarta. Keywords: Fami Bisyauqin's method, Maintaining the Hafalan al-Qur'an, Huffāẓ Abstrak Metode-metode memelihara hafalan al-Qur’ān yang ada selama ini belum memberikan solusi alternatif kepada para huffāẓ untuk mempertahankan hafalan al-Qur’ān secara mudah, praktis, sistematis, fleksibel dan sesuai sunnah Rasulullah SAW. Ma’had Tahfiẓul Qur’an Abu Bakar Ash Shidiq Muhammadiyah Yogyakarta menawarkan metode dalam memelihara hafalan al-Qur’ān secara mudah, praktis, sistematis, fleksibel dan sesuai sunnah Rasulullah SAW, yaitu metode famī bisyauqin. Peneletian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan secara kualitatif deskriptif, dilaksanakan di Ma’had Tahfidzul Qur’an Abu Bakar ash-Shidqi Muhammadiyah Yogyakarta. Subyek penelitiannya adalah mudir ma’had dan huffāẓ. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi metode famī bisyauqin, faktor pendukung dan penghambat implementasi metode famī bisyauqin, dan kelebihan dan kekurangan dari implementasi metode famī bisyauqin dalam memelihara hafalan al-Qur’ān pada huffāẓ di ma’had tahfidzul Qur’an Abu Bakar ash-Shidiq Muhammadiyah Yogyakarta. Kata Kunci : Metode Famī Bisyauqin, Memelihara Hafalan al-Qur’an, Huffāẓ
EVALUASI FISIK SILASE PELEPAH SAWIT DENGAN PENAMBAHAN DEDAK DAN MOLASES Jiyanto, Jiyanto
STOCK Peternakan Vol 8, No 1 (2026): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v8i1.1906

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kualitas fisik fermentasi pelepah sawit. Pelepah sawit memiliki serat kasar yang tinggi sehingga kandungan nutrisinya rendah. Pelepah mengandung lignin, selulosa dan hemi selulosa. Untuk meningkatkan kandungan nutrisi dilakukan fermentasi secara anaerobik. Pelaksanaan penelitian dilakukan di bulan September 2025. Kegiatan penelitian ini berlokasi di Desa Muara Jaya, yang berada dalam wilayah Kecamatan Kepenuhan Hulu, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Penelitian menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat model perlakuan dan lima kali pengulangan, sehingga sampel yang digunakan keseluruhan berjumlah dua puluh. Aspek yang di evaluasi meliputi karakter fisik, yaitu warna, aroma, dan tekstur. Hasil fermentasi pelepah sawit dengan berbagai perlakuan menunjukkan pengaruh yang signifikan (P ˂ 0,05) terhadap seluruh parameter yang dianalisis. Perlakuan P3 menunjukkan kualitas fisik terbaik untuk semua parameter  yang di amati (Warna, Aroma dan Tekstur) dengan skor 4. Silase pelepah sawit pada perlakuan P3 memiliki tekstur lembut, warna cerah, aroma asam segar. Kondisi ini mencerminkan fermentasi ideal dan kualitas silase yang optimal untuk fermentasi pakan ternak.
Implementasi Pendidikan Multikultural di Madrasah Inklusi Madrasah Aliyah Negeri Maguwoharjo Yogyakarta Jiyanto, Jiyanto; Efendi, Amirul Eko
Jurnal Penelitian Vol 10, No 1 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v10i1.1366

Abstract

Penerapan Pakan Fermentasi Berbasis Limbah Pertanian Lokal terhadap Pertambahan Bobot Badan Kambing Sapera dan Saanen di Tranpol Ujung Batu: Application of Fermented Feed Based on Local Agricultural Waste on Body Weight Gain of Sapera and Saanen Goats at Tranpol Ujung Batu Saputra, Danang; Yusuf, Dwiky Andryawan; Jiyanto, Jiyanto; Khozin, M.; Auz’i, Ahmad Jovi
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 29 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiiip.v29i1.54460

Abstract

Background: Feed availability and quality remain major constraints in smallholder goat farming systems, particularly during the dry season. Agricultural wastes such as cassava peels, corn stalks, cassava leaves, and tofu waste are abundant but underutilized as feed resources. Fermentation technology offers an alternative approach to improve feed quality and palatability. Purpose: This study aimed to evaluate the application of fermented feed based on local agricultural waste on body weight gain of Sapera and Saanen goats at Tranpol Ujung Batu. Methods: The study was conducted for 60 days with a 14-day adaptation period using 70 Sapera and Saanen goats aged 5 months with an average initial body weight of 15 kg/head. Goats were maintained in colony housing systems. Fermented feed consisted of cassava peels and tubers (25%), cassava leaves and stems (20%), corn stalks and cobs (20%), rice bran (15%), tofu waste (15%), molasses (3%), and EM4 (2%). Fermentation was carried out anaerobically for 14 days. Parameters observed included initial body weight, final body weight, total weight gain, and average daily gain (ADG). Data were analyzed descriptively. Results: Fermented feed increased body weight from 15 kg to 20 kg during the maintenance period. Total weight gain reached 5 kg/head with an ADG value of 83.33 g/head/day. Fermented feed also improved feed intake and palatability. Conclusion: Fermented feed based on local agricultural waste has the potential to improve growth performance of Sapera and Saanen goats and may serve as an economical and sustainable feed alternative for smallholder farmers.