Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Human Care Journal

DETERMINAN KEJADIAN KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT DAN BIDAN DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD SOLOK SELATAN TAHUN 2023 Apriliani, Cici; Suwito, Adriani; Berliani, Hamida; Akbar, Fauzan; Alhamda, Syukra
HUMAN CARE JOURNAL Vol 9, No 2 (2024): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v9i2.3108

Abstract

The World Health Organization (WHO) predicts that the second leading killer after heart disease is severe fatigue. According to the Workers' Social Security Agency (BPJS Ketenagakerjaan) in West Sumatra, in 2021, there were 31,801 reported cases of occupational accidents, representing a 16.96% increase from the previous year. The purpose of this study is to determine the factors influencing fatigue among nurses and midwives in the Inpatient Department of Solok Selatan Regional Hospital. This research is an analytical survey with a cross-sectional approach. The total sampling method was used to select 84 respondents. Data processing was computerized, and the results were presented in the form of frequency distribution tables. The research findings revealed that work fatigue was at 59.5%, heavy workloads at 60.7%, unsafe working conditions at 56%, severe job-related stress at 53.6%, and long working tenure at 56%. Statistical analysis concluded that there is a significant relationship between workload (α = 0.05 with OR = 2.625), working conditions (α = 0.003 with OR = 4.278), job-related stress (α = 0.001 with OR = 5.600), and work tenure (α = 0.013 with OR = 3.433) and work fatigue. In summary, workload, working conditions, job-related stress, and work tenure are significantly associated with work fatigue. To address work fatigue, nurses and midwives are encouraged to manage job-related stress effectively, support each other to reduce workloads, and engage in team-building activities such as outbound events to strengthen teamwork.
ANALISIS PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS TIGO BALEH KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2024 Akbar, Fauzan
HUMAN CARE JOURNAL Vol 9, No 3 (2024): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v9i3.3293

Abstract

Puskesmas Tigo Baleh merupakan salah satu puskesmas di Kota Bukittinggi yang mendapatkan capaian SPM Hipertensi paling rendah pada tahun 2022, yaitu dengan capaian 20% dari target 100%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pelaksanaan SPM Hipertensi di Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dengan informan penelitian sebanyak 6 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, telaah dokumen, dan observasi. Pegolahan data dengan mereduksi, menyajikan dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian input menunjukkan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana masih belum mencukupi seperti ketersediaan media edukasi dan pemanfaatan dana DAK yang belum optimal. Proses pelaksanaan SPM Hipertensi di Puskesmas Tigo Baleh sudah mengacu kepada Permenkes RI Nomor 4 Tahun 2019.  Kendala pada proses pendataan dilapangan yaitu target sasaran dari data pusdatin yang tidak sesuai dengan kondisi dilapangan. Skrining faktor risiko telah dilakukan namun penderita hipertensi tidak rutin datang ke puskesmas dan posbindu. Edukasi kesehatan telah dilakukan namun belum maksimal karena terkendala dalam mengumpulkan audiens. Output pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal pada penderita Hipertensi belum tercapai dengan maksimal. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan SPM Hipertensi di Puskesmas Tigo sudah berjalan dengan cukup baik, namun belum efektif pada pelaksanaanya karena masih ditemukan kendala seperti kurangnya kesadaran masyakarat untuk melakukan skrining kesehatan sejak dini. Diharapkan puskesmas dapat melakukan pemetaan kembali terkait target sasaran, mengoptimalkan edukasi agar meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mencek kembali ketersediaan media edukasi.Kata kunci : SPM, Hipertensi, Puskesmas