Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Asuhan keperawatan pada pasien Chronic Kidney Disease stage V di ruangan rawat penyakit dalam rumah sakit umum daerah Aceh Barlian, Barlian; Ahyana, Ahyana; Kamal, Anda
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1408

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) or chronic kidney failure, is a condition in which the kidneys lose their ability to regulate fluid and electrolyte balance and perform essential metabolic processes. This case study aimed to provide nursing care for a patient with CKD stage V in the Aqsha 1 Ward. Assessment findings revealed that the patient’s symptoms included shortness of breath, nausea, vomiting, oliguria, and loss of appetite. Other clinical findings included lower extremity edema, fluctuating body temperature, weakness, weight loss, a urea level of 71 mg/dL, serum creatinine of 6.15 mg/dL, hemoglobin of 9.4 g/dL, and hematocrit of 28%. The nursing problems included ineffective renal perfusion, hypervolemia, impaired gas exchange, ineffective peripheral perfusion, hyperthermia, activity intolerance, and risk of nutritional deficit. Interventions provided to Mr. B during the 5-day treatment period included the recommendation of a low-sodium diet, advising the use of ice cubes to alleviate thirst, monitoring the patient’s intake and output, and encouraging deep-breathing relaxation exercises. The patient was positioned in a semi-Fowler's position to facilitate breathing, and the consumption of beetroot juice was recommended to increase hemoglobin levels. Leg elevation to 30 degrees was implemented to manage edema, and collaboration with the healthcare team for pharmacological therapy was conducted. Regular hemodialysis was administered, and the patient adhered to a 1700 kcal renal diet with fluid restrictions. Back massages were suggested to enhance comfort, and the patient was encouraged to rest in bed to conserve energy. Nursing evaluations indicated that one problem (hyperthermia) was resolved, while six problems were partially resolved due to the ongoing hemodialysis and comorbid conditions such as diabetes mellitus and hypertension. This case study aims to guide nursing care for CKD stage V patients, with recommendations focusing on fluid management to reduce fluid overload and enhance their quality of life. Chronic Kidney Disease atau gagal ginjal kronik adalah kondisi menurunnya fungsi dalam mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit serta kehilangan daya dalam proses metabolisme. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien chronic kidney disease (CKD) stage V di Ruang Aqsha 1. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami sesak nafas, mual, muntah, oliguria, penurunan nafsu makan, edema pada ekstremitas bawah, suhu tubuh naik turun, lemas, penurunan berat badan, ureum 71 mg/dL, serum kreatinin 6,15 mg/dL, hemoglobin 9,4, hematokrit 28%. Masalah keperawatan yang didapat adalah perfusi renal tidak efektif, hipervolemia, gangguan pertukaran gas, perfusi perifer tidak efektif, hipertermia, intoleransi aktivitas dan resiko defisit nutrisi. Intervensi yang diberikan pada Tn. B selama 5 hari rawatan berupa menganjurkan diet rendah garam, manganjurkan untuk mengulum es batu, memonitor intake dan output pasien, relaksasi nafas dalam, mengatur posisi semifowler, menganjurkan konsumsi jus buah bit untuk meningkatkan kadar hemoglobin, elevasi kaki 300, memonitor intake dan output pasien dan melakukan kolaborasi pemberian terapi farmakologis, on HD regular, diet ginjal 1700 kkal serta pembatasan cairan, menjurkan pijat punggung dan mengajurkan tirah baring. Evaluasi keperawatan didapatkan bahwa satu masalah keperawatan teratasi yaitu hipertermi dan enam masalah keperawatan teratasi sebagian dikarenakan pasien sudah menjalani hemodialisa dan memiliki penyakit kormorbid seperti diabetes mellitus dan hipertensi. Diharapkan dengan adanya studi kasus ini dapat menjadi referensi dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan Chronic Kidney Disease (CKD) stage V. Rekomendasi yang dapat dilakukan yaitu pentingnya manajemen cairan upaya menurunkan kelebihan volume cairan dan meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEJADIAN HELMINTHIASIS PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SD N X CAMPANG TIGA KECAMATAN CEMPAKA Pujiana, Dewi; Barlian, Barlian; Yuniza, Yuniza
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 9 No. 1 (2022): Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jks.v9i1.114

Abstract

Latar Belakang : Penyakit helminthiasis terjadi karena masuknya parasit berupa cacing kedalam tubuh manusia, dan paling sering terjadi adalah penyakit cacing yang ditularkan melalui tanah (Soil transmitted helminth). Penyakit ini banyak menyerang anak usia sekolah. Anak usia sekolah cenderung memiliki kebiasaan tidak memakai sepatu dan personal hygiene yang buruk. Tujuan: penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan kejadian helminthiasis. Metode: metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sample yaitu tehnik total sampling, dengan sample berjumlah 40 responden sesuai kriteria inklusi. Data diambil menggunakan kuisioner. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret 2021. Hasil: hasil penelitian menggunakan Uji Chi Square menunjukkan pengetahuan dengan kejadian cacingan P value 0,010 ( P value > 0,05) dan sikap dengan kejadian cacingan P value 0,001 ( P value < 0,05). Simpulan: ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan kejadian helminthiasis pada anak usia sekola. Pengetahuan dan sikap yang baik dapat mencegah terjadinya helminthiasis. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Kejadian Helminthiasis Abstract Background: Helminthiasis disease occurs due to the entry of parasites in the form of worms into the human body, and the most common is soil-transmitted helminth disease. This disease mostly affects school-age children.. School-age children tend to have a habit of not wearing shoes and bad personal hygiene. Aim: The research aims to determine the relationship between knowledge and attitudes with the incidence of helminthiasis. Methods: the method used in this study is a survey method with a cross sectional approach. The sampling technique is total sampling technique, with a sample of 40 respondents according to the inclusion criteria. Data was taken using a questionnaire. The research was carried out in March 2021. Results: the results of the study using the Chi Square test showed knowledge with the incidence of intestinal worms P value 0.010 (P value > 0.05) and attitudes with the incidence of intestinal worms P value 0.001 (P value < 0.05). Conclusion: there is a relationship between knowledge and attitudes with the incidence of helminthiasis in school-age children. Knowledge and good attitude can prevent helminthiasis. Keywords: Knowledge, Attitude, Helminthiasis Incidence
DEVELOPMENT PLAN FOR 40 CITIES EQUIVALENT TO JAKARTA IN INDONESIA IN 5 YEARS (BETWEEN PLANS AND DISCOURSE) Ade Risna Sari; Mohammad Sawir; Heppi Syofya; Rachmawati Novaria; Barlian, Barlian
INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS Vol. 2 No. 2 (2024): FEBRUARY
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research began with the statement of Vice Presidential Candidate number one during the first Vice Presidential Candidate debate. This research aims to analyze the possibilities of development plans for 40 cities whether they are realistically implemented or not. If it is realistic then it can be categorized as a plan and if it is not realistic the tomb can be categorized as mere discourse. This research is qualitative research with an explanatory approach. The data used in this research is secondary data that researchers obtained from trusted websites, scientific journals, books and other reliable sources. The analysis technique in this research uses descriptive analysis techniques by describing whether the development policies of 40 cities equivalent to Jakarta are realistic or no. These data were analyzed using the stages of data collection, data reduction, data reflection, data analysis, and drawing conclusions (Abdurahman, 2016). This researcher analyzed the development intentions of 40 cities equivalent to Ajarta from two aspects, namely HDI and GRDP.
Uji Efektivitas Perasan Buah Bintaro (Cerbera manghas) Terhadap Kematian Kecoa Amerika (Periplaneta americana) Barlian, Barlian; Ihsan, Bagus Muhammad; Ana, Novika Dewi
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.934 KB) | DOI: 10.36743/jomlr.v1i1.429

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui efektvitas perasan buah bintaro (Cerbera manghas) terhadap kematian kecoa amerika (Periplaneta americana). Hewan uji yang digunakan yaitu kecoa amerika berjumlah 180 ekor. Rancangan yang digunakan adalah rancang acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 pengulangan. Perlakuan variasi konsentrasi yang digunakan yaitu 15%, 30%, 45%, 60% dan 75%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Kruskal wallis, hasil perhitungan uji Kruskal wallis menunjukkan Asym.Sig > 0.05 (0,076 > 0,05) artinya tidak terdapat jumlah kematian yang signifikan pada variasi konsentrasi perasan, Sehingga dapat disimpulkan bahwa perasan buah bintaro (Cerbera manghas) tidak efektif sebagai insektisida nabati terhadap kecoa amerika (Periplaneta americana) dan pada variasi konsentrasi perasan tertinggi yaitu 75% dapat mengakibatkan kematian 67% pada kecoa amerika (Periplaneta americana). Untuk penelitian lebih lanjut dapat menggunakan metode ekstraksi agar senyawa yang terkandung dalam tanaman dapat bekerja lebih optimal.
Identifikasi Kadar Logam Berat Timbal (Pb) pada Rambut Sopir Angkot Rute Kutabumi-Kalideres Putri, Syalma Wijatama; Rinawati, Diana; Barlian, Barlian; Nasihin, Nasihin
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.126 KB) | DOI: 10.36743/jomlr.v1i2.488

Abstract

Sopir angkot merupakan pekerja yang mudah terpapar dengan logam berat timbal (Pb) karena kesehariannya yang berada di tempat terbuka. Timbal sering disebut sebagai timah hitam atau plumbum dapat terakumulasi didalam tubuh dan menyebabkan keracunan. Proses masuknya Timbal ke dalam tubuh dapat melalui makanan, minuman, udara dan melalui kulit. Timbal melalui udara masuk kedalam saluran pernafasan akan terserap dan berikatan dengan darah paru-paru kemudian diedarkan ke jaringan lunak (sumsum tulang, sistem saraf, ginjal, hati) dan ke jaringan keras (tulang, kuku, rambut, gigi). Rambut merupakan salah satu bioindikator pencemaran logam berat karena pada rambut terdapat gugus sulfhidril yang dapat mengikat timbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam timbal pada rambut sopir angkot rute kutabumi- kalideres. Disain peneltian yang digunakan adalah deskriptif dengan alat Inductively Coupled Plasma-Optical Emission Spectrometry (ICP-OES). Hasil penelitian menunjukkan kadar Pb rata-rata pada sopir angkot dengan masa kerja 5-10 tahun sebesar 0,986 mg Pb/100 g, masa kerja 11-20 tahun sebesar 1,680 mg Pb/g dan masa kerja >20 tahun sebesar 4,155 mg Pb/100 g dengan nilai batas ambang yaitu sebesar 0,007-1,17 mg Pb/100 g.