Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Implementasi Sistem Informasi Tata Ruang (Sitaru) untuk Meningkatkan Literasi Tata Ruang Generasi Muda di Kota Bekasi, Jawa Barat Fatimah, Endrawati; Ramadhani, Anindita; Wiranegara, Hanny Wahidin; Fauzi, Reza; Taufiqurrahman, Azhar
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2025): IJPM - Desember 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.936

Abstract

Pemerintah Kota Bekasi telah membangun sistem digital Sitaru (Sistem Informasi Tata Ruang) Kota Bekasi yang dapat diakses oleh khalayak. Namun, tingkat pemanfaatan Sitaru masih rendah, terlihat dari jumlah kunjungan hanya 15.000 per tahun dibandingkan jumlah penduduknya 2,5 juta jiwa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi tata ruang dengan pemanfaatan aplikasi Sitaru kepada generasi muda di Kota Bekasi. Generasi muda, khususnya siswa SMA, dipilih sebagai target sasaran kegiatan dengan pertimbangan tingkat pemahaman penggunaan media online sudah baik sehingga lebih mudah familiar dengan informasi berbasis digital. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2025 di SMA Islam PB Sudirman 1 Bekasi, Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi dan diikuti oleh 48 siswa sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, pemberian materi dan diskusi, praktik penggunaan Sitaru, serta post-test sebagai evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap keberadaan Sitaru dari sebelum penyuluhan (pre-test) sebesar 31,25% - 68,75%, menjadi 87,5% - 97,9% setelah penyuluhan (post-test). Selain itu, pengenalan terhadap praktek pemanfaatan Sitaru juga menunjukkan capaian serapan materi berkisar 71,8% - 94,9% atau rata-rata 82,06%. Kegiatan peningkatan literasi tata ruang pada generasi muda perlu dilakukan terus menerus agar mereka mampu berperan dalam mendukung penyelenggaraan tata ruang sesuai rencana.
RELEVANCE OF SOCIAL CAPITAL IN KAMPUNG ARRANGEMENT IN KAMPUNG PISANG, MAKASSAR, INDONESIA Ranreng, Risma; Wiranegara, Hanny Wahidin; Supriatna, Yayat
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Volume 1, Number 1, October 2017
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v1i1.2403

Abstract

Improving poor conditions of the kampung in urban areas can be solved without evictions. Eviction is not a good strategy as it will eliminate the uniqueness of kampung characteristics. Aims: This study was aimed to find out the relevance of social capital in kampung arrangement and also to understand the most influential element of the social capital and its role on the arrangement of kampung in Kampung Pisang.  Methodology and results: The study investigated the elements of social capital that affect the activities in every phase in kampung arrangement process. This was done through the analysis of data resulted from the questionnaire and interview surveys on the residents of Kampung Pisang. The result showed the most influential element of social capital is the social network in participation variable. Conclusion, significance and impact study: Participation as an element of social capital plays a major role in kampung arrangement in Kampung Pisang, Makassar city in Indonesia. By participation, the relevance of social capital in kampung arrangement is developing people’s knowledge about the environmental quality and using it in the improvement of physical environmental condition. This paper showed that kampung arrangement could be done by using social capital to hinder evictions.
Penguatan Peran Masyarakat RW 08 Kelurahan Tomang dalam Peningkatan Kualitas Permukiman Melalui Community Action Plan Yahya, Wisely; Luru, Marselinus Nirwan; Wiranegara, Hanny Wahidin; Situmorang, Rahel; Aphirta, Sarah; Tama, Fahmi Amel Dwi
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 (2023): IJPM - Desember 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.125

Abstract

Berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No.90 tahun 2018, peningkatan kualitas permukiman kumuh tersebut dapat dilaksanakan melalui Community Action Plan (CAP). Beberapa RW di Kelurahan Tomang tergolong kumuh ringan-sedang. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah agar masyarakat mampu mengidentifikasi kebutuhan dan persoalan terkait kondisi prasarana, sarana dan utilitas pada lingkungan permukiman serta dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peran masyarakat dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman melalui program CAP. Kegiatan berupa penyuluhan secara langsung kepada warga RW 08 Kelurahan Tomang. Penyampaian materi melalui presentasi dan diskusi dengan peserta penyuluhan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peserta penyuluhan mampu mengidentifikasi persoalan dan kebutuhan terkait prasarana, sarana dan utilitas pada lingkungan permukiman dan terjadi peningkatan pengetahuan peserta penyuluh mengenai Community Action Plan sebagai suatu pendekatan yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.
Penyuluhan Peran Serta Masyarakat dalam Pengawasan Penataan Ruang di Kelurahan Tomang Wiranegara, Hanny Wahidin; Ramadhani, Anindita; Herika, Herika; Seanders, Olivia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 2 No 1 (2024): JPMII - Februari 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.332

Abstract

Pengendalian pemanfaatan ruang merupakan aspek yang penting dalam proses penataan ruang. Namun dalam penerapannya, masih terdapat masalah seperti rendahnya pengawasan terhadap fungsi tata ruang. Berdasarkan UU No 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, peran masyarakat dalam penataan ruang dilakukan salah satunya adalah partisipasi dalam pengendalian pemanfaatan ruang. Akan tetapi, pada kenyataannya pengetahuan masyarakat terhadap penataan ruang masih sangat minim, sehingga diperlukan adanya edukasi terkait hal tersebut. RW 008 Kelurahan Tomang adalah kawasan permukiman yang terdampak oleh kegiatan perdagangan dan jasa, serta berdekatan dengan 2 Kawasan Pendidikan tinggi (Universitas Trisakti dan Universitas Tarumanegara). Hal ini memacu tingginya tingkat perubahan guna lahan yang menyimpang dari rencana tata ruangnya. Untuk itu solusi yang ditawarkan oleh tim pengusul PKM adalah penyuluhan mengenai peran partisipasi masyarakat dalam upaya pengawasan penataan ruang. Metode kegiatan berupa penyuluhan kepada Perangkat Masyarakat RW 008 Kelurahan Tomang terkait peran warga permukiman dalam turut serta mengawasi penataan ruang di kawasan permukimannya. Kegiatan dilakukan secara luring dengan menyosialisasikan bentuk-bentuk penyimpangan dalam penataan ruang dan simulasi proses pengawasannya melalui aplikasi dan website penataan ruang pada lokasi hunian masyarakat. Apabila teridentifikasi penyimpangan, dapat dilaporkan ke perangkat RW melalui form pengaduan yang disusun oleh penyuluh. Hasil dari PKM ini adalah penyerahan form pengaduan penyimpangan penataan ruang sebagai alat bantu pengawasan penataan ruang bagi Masyarakat Kelurahan Tomang. Secara keseluruhan, warga merespon baik dan antusias mengikuti seluruh kegiatan, hasil dari kegiatan PKM ini meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan warga dalam mengawasi pemanfaatan ruang di sekitar kawasan tinggalnya dan dapat berperan serta dalam upaya pengendalian pemanfaatan ruang.
Lingkungan di Jakarta dan Kota Sekitar: Apakah Mandiri? Wiranegara, Hanny Wahidin; Supriatna, Yayat; Sihombing, Pardomuan Robinson; Gunawan, Ghina Hanifa; Ramadhisa Fadli, Diva Aisyaliani; Sodiqin, Achmad
Jurnal Sosioteknologi Vol. 24 No. 3 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2025.24.3.1

Abstract

Urban areas struggle with inefficient mobility, uneven facility distribution, and declining quality of life. The concepts of self-contained neighborhoods and the 15-minute city offer solutions by promoting access to essential services within a 15-minute walk. Nevertheless, empirical studies in fast-growing metropolitan cities in Jabodetabek remain limited, despite their vulnerability to urban sprawl, spatial fragmentation, and unequal access. This study examines residential neighborhoods in the Jabodetabek cities through a household survey that measures walking times to 42 types of facilities, calculated using Google Maps. Data were analyzed using the Kolmogorov-Smirnov test and a one-sample t-test against the 15-minute benchmark. Results show an average walking time of 16.35 minutes (SD = 4.18), exceeding the target. Basic services like minimarkets, primary schools, mosques, pharmacies, and community halls are accessible within 10 minutes, while non-basic services—including recreation, education, finance, and minority worship—require over 20 minutes. These findings indicate that the surveyed neighborhoods only partially fulfill the self-contained principle. The results are consistent with prior studies highlighting that metropolitan regions face difficulties in implementing the 15-minute city due to spatial imbalances and limited pedestrian infrastructure. In conclusion, residential neighborhoods in Jabodetabek cities have not yet fully achieved the criteria of self-contained neighborhoods. Policy directions should therefore focus on redistributing non-basic facilities, improving safe and comfortable pedestrian infrastructure, and promoting mixed-use development integrated with transit-oriented development (TOD) to reduce reliance on motorized vehicles and enhance urban quality of life.