Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KETAATAN HUKUM PEDAGANG DALAM MEMBAYAR RETRIBUSI PASAR DI PT. SABHO KARYA ALAM KECAMATAN PASARWAJO KABUPATEN BUTON Juju, La; Sulfa, Sulfa; Reni, Wa Ode
SELAMI IPS Vol 13, No 2 (2020): Selami IPS
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v13i2.14295

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitiian ini adalah: 1.Untuk mengetahui ketaatan hukum terhadap  pedagang dalam membayar Retribusi pasar di pasar  Sabho Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton. 2. Untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam meningkatkan ketaatan hukum terhadap Pedagang dalam membayar retribusi pasar di pasar Sabho Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan mixmethode (Campuran) atau kualitatif/kuantitatif.Responden dalam penelitian ini berjumlah 45 orang dari unsur Pedagang. Informan penelitian berjumlah 4 orang. Terdiri dari Manajer pasar sabho, petugas akuntansi, 2 orang petugas penagih retribusi berjumlah. Teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Tehnik analisis data sebagaimana yang dikemukakan oleh miles Huberman terdiri pengumpulan data, reduksi data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, ketaatan hukum pedagang dalam membayar retribusi pasar sudah cukup baik, hal ini dipengaruhi oleh tiga ketaatan hukum yaitu: (1)  ketaatan yang bersifat Compliance artinya pedagang taat dalam membayar retribusi disebabkan karena takut diberikan sanksi oleh petugas pengelola pasar. (2) ketaatan yang  bersifat Indentification yaitu taat karena adanya penghargaan yang diberikan oleh pengelola pasar dan takut hubungan dengan pihak pengelola pasar menjadi rusak. (3) ketaatan yang bersifat Internalizationyaitu pedagang taat dalam membayar retribusi pasar karena adanya kesadaran dalam diri sendiri. Upaya yang selalu diterapkan di pasar Sabho untuk meningkatkan ketaatan hukum pedagang dalam membayar retribusi pasar diantaranya yaitu: (a) Pengelolaan Manajemen yaitu dilakukanoleh seorang manager pasaryang tugasnya memimpin, mengarahkan,dan menetapkan jadwal pembayaran retribusi pasar, baik itu pembayaran yang ditetapkan perhari maupun perbulan, agar pedagang membayar retribusi pasar sesuai dengan waktu yang ditentukan. (b) Pengawasan, yaitu para petugas penagih melakukan pengawasan,dan penagihan untuk meningkatkan pembayaran rteribusi pasar. Kesimpulan penelitian ini yaitu pedagang taat dalam membayar retribusi pasar, karena takut diberikan sanksi oleh petugas pengelola pasar.Upaya yang dilakukan petugas pengelola pasar yaitu melakukan Pengelolaan Manajemen dan pengawasan agar semua pedagang taat membayar retribusi pasar
PERAN ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN MORAL REMAJA (Studi di Desa Wakobalu Agung Kecamatan Kabangka Kabupaten Muna) Fesri Dwi Rindi Antika; Samiruddin T; Wa Ode Reni
SELAMI IPS Vol 14, No 1 (2021): SELAMI IPS
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v14i1.18449

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran orang tua terhadap pendidikan moral remaja. Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan informan berjumlah 6 orang yang terdiri dari: 25 Remaja, dan Kepala Desa, responden berjumalah 5 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa peran orang tua terhadap pendidikan moral remaja yaitu orang tua sangat berperan penting dalam pembentukan moral remaja dimana orang tua mempunyai tanggung jawab untuk melindungi keluarganya, orang tua menggunakan cara atau metode yang berberda-beda untuk mendidik anak mereka. Ada orang tua yang mendidik semampunya dan ada pula orang tua yang mampu mengundang guru ngaji kerumahnya untuk membekali dan mengajarkan ilmu agama lebih dalam lagi karena dengan pengetahuan agama yang baik tentunya juga akan menimbulkan moralitas yang baik juga terhadap diri remaja. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa Peran orang tua terhadap pendidikan moral remaja terdiri dari beberapa bagian, Pertama sebagai pelindung pemelihara keluarga; Kedua sebagai teladan; Ketiga sebagai motivator; Keempat sebagai fasilitator; Kelima sebagai figur utama. Dimana setiap orang tua melaksanakan semua tanggung jawabnya di dalam keluarga dengan cara atau metode yang berbeda-beda. Ada orang tua yang mengajarkan moral dengan semapunya Ada juga orang tua yang mampu mengundang guru ngaji ke rumah nya.
Implementation of a media-based citizen science project learning model using a scientific approach in Civic Education to enhance student critical thinking skills Momo, Abd Halim; Saleh, Muhamad; Iru, La; Syahbudin, Syahbudin; Salimin, Salimin; Irawaty, Irawaty; Reni, Wa Ode; Nerlin, Nerlin; Piara, Muhrajan
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v21i2.71095

Abstract

Pancasila and Citizenship Education (PCE) are crucial for developing active, critical, and responsible citizens. Critical thinking is a key competency students should acquire through PCE. This study aims to analyse and evaluate the effectiveness of the Project Citizen learning model utilising a Scientific Approach in enhancing students' critical thinking skills. The long-term objective is to provide junior high school teachers with examples of innovative learning models applicable to all subjects and recommend to relevant agencies to implement the Project Citizen model in PCE to boost critical thinking abilities. This research focuses on creating effective learning models and frameworks for instilling character values in schools. Using a quantitative quasi-experimental design, the study's population consists of all Public Junior High School 3 Kendari students, with a sample drawn from two eighth-grade classes. Data collection involved attitude scale questionnaires, observations, and interviews. Statistical methods were used for quantitative data analysis, while qualitative data were analysed descriptively. The analysis included normality tests, homogeneity tests, comparisons of means, and calculations of normalised gains. Hypothesis testing revealed a significant difference in the effectiveness of the Project Citizen model based on the Scientific Approach compared to conventional teaching methods in improving critical thinking skills at Public Junior High School 3 Kendari.
Sejarah Maritim Indonesia Wa Ode Reni; Eliyanti Agus Mokodompit
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 6 (2024): Juni 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/sf40v318

Abstract

Penelitian ini mengkaji sejarah maritim Indonesia dari prasejarah hingga pasca kemerdekaan. Sejarah maritim Indonesia berperan penting dalam pembentukan identitas nasional dan pembangunan ekonomi, sosial, budaya, agama, dan pendidikan. Melalui metode penelitian kualitatif, studi literatur digunakan untuk mengumpulkan data dari buku, jurnal, dan sumber online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak prasejarah, Nusantara telah menjadi pusat pelayaran dan perdagangan yang penting, didukung oleh teknologi perkapalan dan navigasi yang maju. Kerajaan-kerajaan maritim seperti Sriwijaya dan Majapahit memainkan peran dominan dalam perdagangan internasional dan penguasaan wilayah perairan. Setelah kemerdekaan, pemerintah Indonesia berupaya membangun kembali kejayaan maritim melalui berbagai kebijakan, termasuk Deklarasi Djuanda dan pengembangan industri maritim. Masa pemerintahan dari Soekarno hingga Joko Widodo menekankan pentingnya sektor maritim dalam pembangunan nasional. 
Bimbingan Guru dalam Perancangan Media Pembelajaran Berbasis PhET dengan Menggunakan Google Site Reni, Wa Ode; Abdin; Syahbudin; Kasman; Safiuddin, Asrun
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Edisi November 2024
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i1.341

Abstract

Media pembelajaran secara online merupakan sarana atau alat yang digunakan untuk mendukung proses pembelajaran dengan memanfaatkan jaringan internet dan teknologi digital. Media ini memungkinkan peserta didik dan guru untuk berinteraksi, berbagi materi, dan menjalankan kegiatan pembelajaran tanpa harus berada di lokasi yang sama, baik dalam pembelajaran langsung (sinkron) maupun pembelajaran tidak langsung (asinkron). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi perancangan media pembelajaran berbasis Phet dengan menggunakan google site pada guru SMKN. Metode yang digunakan selama proses kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi: metode ceramah untuk memberikan penjelasan langsung penggunaan aplikasi phet dengan menggunakan google site, metode diskusi untuk memberikan feeback atau umpan antara peserta dengan tim pengabdian ini, sejauh mana pengetahuan tentang media pembelajaran di edukasi, dan metode praktek untuk memberikan kesempatan kepada peserta mengimplementasikan materi pelatihan yang diperoleh didampingi oleh tim pengabdian kepada masyarakat. Hasil yang dicapai dan sasaran dalam kegiatan ini antara lain; kemampuan guru, keterlibatan siswa, efektivitas pembelajaran, dan peningkatan kualitas media pembelajaran secara online. Kegiatan pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat ini dapat memberikan stimulus dan pemahaman guru pada sekolah mitra dengan antusias dalam memahami fitur-fitur PhET dan google site, serta guru sekolah mitra dengan baik membuat media pembelajaran berbasis PhET dengan menggunakan google site.
Implementasi Nilai Karakter Kejujuran Di Lingkungan SMA Negeri 1 Lawa Kabupaten Muna Barat Alfandi; Wa Ode Reni
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 1 (2023): Edisi April 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v1i1.3

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan implementasi nilai karakter kejujuran di lingkungan sekolah SMA Negeri 1 Lawa Kabupaten Muna Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 7 orang, terdiri dari orang kepala sekolah, wakil kepala sekolah, 1 orang guru mata pelajaran PPKn, 1 orang guru agama, dan 3 orang guru perwalian kelas. Informan dalam penelitian ini berjumlah 9 siswa, terdiri dari 3 orang siswa di kelas X, 3 orang siswa XI, dan 3 orang siswa XII. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles & Huberman, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai karakter kejujuran di lingkungan sekolah SMA Negeri 1 Lawa Kabupaten Muna Barat dilaksanakan dalam bentuk: menyediakan fasilitas tempat temuan barang hilang, menyediakan kantin kejujuran, menyediakan kotak saran dan pengaduan, larangan membawa fasilitas komunukasi pada saat ulangan atau ujian, membuat dan mengerjakan tugas secara benar, tidak mencontek atau memberikan contekan, melaporkan kegiatan sekolah secara transparan, melakukan sistem perekrutan siswa secara benar dan jujur, melakukan sistem nilai yang akuntabel dan tidak melakukan manipulasi.
Peran Orang Tua dalam Membina Akhlak Anak di Kelurahan Kassilampe Kota Kendari Resky Amalia Syamsuddin; Wa Ode Reni
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v1i2.10

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran orang tua dalam membina akhlak anak di Kelurahan Kassilampe Kota Kendari. Jenis Penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Subjek penelitian ini berjumlah 10 orang tua dari 5 keluarga sebagai responden dan informan penelitian yaitu 5 orang anak dan tokoh agama. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Milles & Huberman, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam membina akhlak anak dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya sebagai pendidik, seperti menanamkan keyakinan kepada Allah, mengajarkan shalat, mengaji, sopan santun kepada orang tua dan orang lain, menolong sesama teman, dan berbicara jujur. Sebagai teladan, orang tua memberikan keteladanan kepada anaknya. Seperti ketika orang tua ingin anaknya mengerjakan shalat orang tua mengajak anaknya untuk shalat bersama-sama dimesjid atapun mushala. Orang tua juga membiasakan anaknya untuk mengucapkan kata maaf, tolong dan terima kasih. Di mana tindakan yang dilakukan orang tua untuk mengawasi anak yaitu memberikan batasan-batasan dalam berteman dengan anak-anak yang kurang baik akhlaknya, menasehati ketika anak melakukan kesalahan.
Kinerja Guru Honorer dalam Pembelajaran PPKn di SMA Negeri 2 Lapandewa Sarfini; La Iru; Wa Ode Reni
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v2i1.16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kinerja guru honorer PPKn dalam pembelajaran di SMA Negeri 2 Lapandewa, dan (2) faktor yang mempengaruhi kinerja guru honorer PPKn di SMA Negeri 2 Lapandewa. Jenis Penelitian ini adalah  penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru honorer PPKn berjumlah 1 guru dan kepala sekolah SMA Negeri 2 Lapandewa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru honorer PPKn termasuk kategori kurang baik. Kinerja guru honorer PPKn dalam Pembelajaran di SMA Negeri 2 Lapandewa masih belum maksimal karena: (1) guru membuat rencana pembelajaran dalam tujuan pembelajaran belum memenuhi kriteria ABCD, sumber belajar yang dipakai tidak sesuai dengan RPP, merencanakan penilaian hanya memuat jenis/teknik penilaian untuk aspek kognitif dan afektif saja, bentuk instrumen tanpa disertakan pedoman penskoran, (2) melaksanakan pembelajaran dalam penyajian materi menggunakan pendekatan saintifik tetapi dalam pembelajaran tidak terlaksana semua, untuk media pembelajaran yang digunakan tidak sesuai dengan RPP, metode dan model yang digunakan juga tidak sesuai dengan RPP, dan (3) melakukan evaluasi pembelajaran belum sesuai dengan RPP yang diberikan kepada peserta didik dalam menjawab pertanyaan pada saat ulangan atau ujian.
Dampak Penggunaan Smartphone Terhadap Motivasi Belajar Siswa Desrianti; Wa Ode Reni; Sulfa
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi September 2024
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v2i2.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan smartphone terhadap motivasi belajar siswa dan bagaiaman upaya guru dan orang tua siswa di SMP Negeri 2 Sampolawa.  Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Responden  berjumlah 15 orang dan informan berjumlah 6 orang. Teknik Pengumpulan data yang digunakan, yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak negatif lebih dominan dari pada dampak positif, karena siswa lalai dalam mengerjakan tugas karena asyik bermain game, sehingga mitivasi belajarnya turun. Upaya yang dilakukan guru salah satunya menetapkan aturan kepada siswa tentang larangan  menggunakan smartphone di sekolah tanpa anjuran dari guru mata pelajaran dan memberikan sanksi kepada siswa jika melanggar peraturan. Upaya orang tua siswa dalam mengatasi penggunaan Smartphine salah satunya adalah mengontrol serta meningkatkan pengawasan terhadap anak dalam menggunakan smartphone ketika berada dirumah.
Faktor Penyebab Kurangnya Siswa Lulusan SMA Tidak Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi Eka Nurdin; Irawaty; Wa Ode Reni
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 1 (2025): Edisi April 2025
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v3i1.35

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab kurangnya siswa lulusan SMA tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Desa Bakala Kecamatan Bungku Selatan Kabupaten Morowali. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini berjumlah 20 orang yang terdiri dari siswa lulusan SMA yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dari tahun 2020-2023 yang berjumlah 14 orang sebagai responden dan orang tua siswa lulusan SMA yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi berjumlah 5 orang dan kepala Desa berjumlah 1 orang sebagai informan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah model Milles & Huberman, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi faktor penyebab lulusan SMA tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tahun 2020-2023 di Desa Bakala Kecamatan Bungku Selatan Kabupaten Morowali, yaitu: 1) faktor keinginan pribadi anak; 2) faktor ekonomi keluarga bisa menjadi hambatan karena biaya pendidikan yang tinggi; 3) faktor kurangnya dorongan dari orang tua dapat mempengaruhi keputusan untuk melanjutkan pendidikan; 4) faktor lokasi geografis dapat membatasi aksesibilitas ke perguruan tinggi; dan 5) faktor lingkungan sekitar, seperti budaya atau norma sosial, juga dapat mempengaruhi pilihan pendidikan seseorang.