Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Implementasi Peran dan Strategi Guru Pendidikan Pancasila Sebagai Komunikator dalam Menanamkan Sikap Cinta Tanah Air Pada Siswa Temizan Rai; Sulfa; Wa Ode Reni
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi September 2025
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v3i2.43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) peran guru Pendidikan Pancasila sebagai komunikator dalam menanamkan sikap cinta tanah air pada siswa, dan (2) strategi guru Pendidikan Pancasila dalam menanamkan sikap cinta tanah air pada siswa. Jenis Penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 1 orang guru Pendidikan Pancasila, 8 orang siswa kelas XI, 5 orang wali kelas XI dan kepala sekolah SMA Negeri 8 Konawe selatan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan metode wawancara dan dokumentasi dan teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran guru sebagai komunikator dalam menanamkan sikap cinta tanah air pada siswa dengan: (1) Menggunakan retorika yang baik dan tepat dalam mengajar, (2) Menjadi pendengar yang baik terhadap keluhan dan pertanyaan siswa, (3) Melakukan persuasive saat mengajar maupun menghadapi siswa yang tidak disiplin, (4) Melakukan analisis khalayak dalam mengajar, menegur, dan menasehati siswa. Adapun strategi guru dalam menanamkan sikap cinta tanah air pada siswa yaitu: (1) Pembiasaan menggunakan bahasa Indonesia disetiap proses pembelajaran, (2) Menjaga kebersihan dan kerapian kelas, (3) Menyanyikan lagu-lagu nasional sebelum pembelajaran seperti Indonesia Raya dan Garuda Pancasila, dan (4) Mengajarkan materi yang mendukung cinta tanah air seperti nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.
Peranan Guru Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Di Kelas VII SMP Negeri 1 Batukara Kabupaten Muna Milan Sari; Wa Ode Reni
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v4i1.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan guru dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas VII SMP Negeri 1 Batukara, Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru Pendidikan Pancasila dan siswa kelas VII, sedangkan informan penelitian meliputi Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan model analisis deskriptif kualitatif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan guru dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila telah berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari peran guru sebagai fasilitator, yaitu mampu memfasilitasi kegiatan belajar sesuai dengan perkembangan peserta didik, mengarahkan aspirasi dan perasaan siswa, memberikan perhatian khusus kepada siswa dengan kemampuan yang berbeda, serta mendorong siswa untuk terus belajar melalui berbagai media. Sebagai motivator, guru mampu memotivasi siswa agar berperilaku positif, tidak membeda-bedakan siswa, berperan sebagai orang tua di sekolah, serta menjadi teladan bagi peserta didik. Sementara itu, sebagai pembimbing, guru memberikan arahan dan bimbingan kepada peserta didik, membantu mengenali serta mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa, serta menyesuaikan perencanaan dan tujuan pembelajaran dengan kondisi, potensi, serta kebutuhan individu peserta didik.
STATE RESPONSIBILITY AND CONSTITUTIONAL PROTECTION OF PERSONAL DATA IN INDONESIA: ADDRESSING DIGITAL CHALLENGES Wa Ode Reni; Syahbudin; Abdul Halim Momo
KANUN:JURNAL ILMU HUKUM Vol. 27 No. 3: December 2025: Law and Justice in the Era of Digital Transformation
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/kjih.v27i3.139

Abstract

The rapid expansion of Indonesia’s digital ecosystem has intensified internet usage across public services, commerce, and governance, yet it has also exposed the country to critical risks of personal data misuse. Indonesia remains particularly vulnerable due to uneven cybersecurity capacity, fragmented data governance, and limited enforcement of existing regulations. These weaknesses amplify the potential for cross-border data breaches and undermine public trust in state institutions. This study analyzes personal data protection as a constitutional right and evaluates the Indonesian state’s responsibility to safeguard this right amid growing digital challenges. Employing a normative legal method with statutory, conceptual, and comparative approaches, the research reveals that while Indonesia’s constitutional and statutory frameworks, anchored in Pancasila, Article 28G(1) of the 1945 Constitution, and the 2022 Personal Data Protection Law, form a strong normative basis, their practical implementation remains inconsistent. Comparative analysis with jurisdictions such as the European Union and South Korea highlights Indonesia’s institutional weaknesses, particularly in regulatory coordination, public awareness, and sanction mechanisms. This study recommends adopting explicit safeguards inspired by the EU General Data Protection Regulation (GDPR), such as stricter breach-notification duties, independent supervisory authority, and mandatory data-protection impact assessments, while strengthening Indonesia’s digital infrastructure and enforcement mechanisms to ensure the state’s constitutional responsibility for personal data protection is effectively fulfilled in the digital era.
Organizing Islamic Tarbiyah to Create Superior Character in the Era of Society 5.0 for Students Wa Ode Reni
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v11i2.7735

Abstract

This research seeks to examine the implementation of Islamic education (tarbiyah Islamiyah) in fostering excellent student character within the context of the Society 5.0 era at MTs Al-Wahdah Kendari. A qualitative naturalistic methodology was employed, utilizing non-participant observation, in-depth interviews, and document analysis as data collection methods. The results show that the organization is integrated in four areas: (1) human resources are organized hierarchically through the foundation-madrasah structure, role division, and committee involvement as accountability partners; (2) academic activities are managed through learning outcome-based intracurricular activities, active learning models, and cross-subject P5R projects guided by mapping the dimensions-elements-subelements of student profiles; (3) non-academic activities are organized through mandatory and elective extracurricular activities with schedules, mentors, and development targets aligned with P2R values; and (4) madrasah culture is built through a functional work team that manages integrated religious-social habits within the academic calendar. Technology integration supports the digitization of administration, WhatsApp/email coordination, and cloud storage, while face-to-face discussions and coaching remain a consistent core. This model strengthens religious, collaborative, critical-creative, digitally literate, adaptive, and globally conscious character. This integrated organization strengthens the development of superior student character, encompassing critical-creative thinking skills, communication-collaboration, digital literacy, adaptability, religiosity (morals and ethics), entrepreneurial spirit, problem-solving, and global and intercultural awareness.