Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BIOLOGI DI LUAR KELAS UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MAHASISWA Wahyuningtyas, Riska Septia
Inteligensi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/ilg.v6i2.5602

Abstract

This study aims to determine whether the application of learning methods outside the classroom can increase student interest in learning. This study used a classroom action research method involving 18 S1 students of Biology Education FKIP UKI. The steps of this research include the planning stage, action, action implementation, observation stage, and reflection stage. The results showed that from the pretest results of student learning interest, an average score of 69.6429 was obtained. This score shows a very low average learning interest score before applying learning methods outside the classroom. The results of this study showed that the score of interest in learning after learning methods outside the classroom increased from the pretest results of 69.6429 to the results of cycle 1, which was 78.9163, then the results of cycle 2 to 82.3153. The difference in scores has been analyzed using SPSS with the T test and shows a significant result of 0.01. This shows that the application of learning methods outside the classroom can increase student interest in learning.
Peningkatan Keterampilan Berbasis Produk Lokal Terfermentasi Melalui Pembuatan Tempe Koro Benguk bagi Siswa SMA Ratnapuri, Adisti; Mamangkey, Jendri; Sunarto, Sunarto; Silalahi, Marina; Adinugraha, Fajar; Wahyuningtyas, Riska Septia; Septiani, Aulia; Lomo, Jhoni Yakobus; Sembiring, Geskia Avikasari; Andika, Vrista; Angela, Ezra; Serafin, Anne
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.5195

Abstract

Pendekatan pengetahuan lokal pada produk terfermentasi (etnomikrobiologi) bertujuan menggabungkan kaijan produk lokal terfermentasi dengan hasil refleksi pengetahuan lokal. Etnomikrobiologi dapat menunjang keterampilan para siswa untuk mengolah produk lokal yang melibatkan aktivitas, salah satunya tempe koro benguk (Mucuna pruriens) yang memiliki nilai nutrisi tidak kalah dari tempe pada umumnya. Oleh karena itu, urgensi edukasi dan sosialisasi proses pembuatan perlu dilaksanakan untuk menunjang pengetahuan produk-produk bagi para siswa, serta dapat meningkatkan keterampilan mereka setelah memahami teori produk lokal terfermentasi. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu mentransfer pengetahuan melalui sosialisasi teori dan praktik pembuatan tempe koro benguk kepada para siswa dan Guru di SMA Yadika 8 Jatimulya. Pelatihan ini dilaksanakan di SMA Yadika 8 Jatimulya, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan terlaksana pada bulan Juli 2024. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilaksanakan dengan dua bagian utama. Bagian pertama yaitu sosialisasi dalam bentuk pemaparan materi kegiatan PKM. Bagian kedua yaitu pelatihan langsung pembuatan tempe berbahan dasar kacang koro benguk. Kegiatan PKM yang dilaksanakan di SMA Yadika 8 Jatimulya pada para siswa dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang integrasi kearifan lokal kacang koro benguk dan pemanfaatannya sebagai produk pangan tempe koro benguk. Hasil evaluasinya 64% siswa menyatakan kegiatan PKM sangat bermanfaat, sebanyak 70% siswa tertarik untuk membuat tempe koro benguk dan sebanyak 76% siswa berpendapat bahwa kegiatan PKM pembuatan tempe koro benguk sesuai dengan kebutuhan siswa dalam menunjang pembelajaran materi bioteknologi disekolah. Praktik pembuatan tempe koro benguk menjadi bagian penting pada pengembangan pengetahuan dan keterampilan siswa yang terintegrasi langsung dengan kearifan lokal serta memberikan pemahaman siswa pentingnya menjaga lingkungan untuk keberlangsungan hidup keanekaragaman hayati sebagai penunjang pembelajaran siswa
Efektivitas Pembelajaran Biologi Berbasis Budaya Indonesia Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Wahyuningtyas, Riska Septia; Silalahi, Marina
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 18 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v18i3.86932

Abstract

Culture Based Contextual Learning adalah pembelajaran yang mengkombinasikan budaya masyarakat Indonesia dengan materi biologi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Culture Based Contextual Learning terhadap pemahaman konsep. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan 3 cara, yaitu dengan melakukan pretes, postes, dan observasi pelaksanaan pembelajaran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri di kecamatan paliyan. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh kelas VII di SMP Negeri 2 Paliyan. Budaya yang akan diterapkan pada penelitian ini adalah budaya Babad Dalan. Budaya Babad dalan adalah budaya bersih desa dan mengucap syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah. Budaya Babad dalan mengandung nilai nilai yang terkait pelestarian lingkungan yang sangat penting sekali untuk diberikan ke siswa SMP. Hasil penelitian ini menunjukkan pemahaman konsep kelas kontrol 79,07 dan kelas eksperimen mendapatkan rata – rata sebesar 85,33. Nilai pemhaman konsep kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Data setelah diuji dengan ANOVA menunjukkan nilai signifikansi <0,05. Hal tersebut berari nilai pemahaman konsep berbeda secara signifikan. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah (1) Model pembelajaran Culture Based Contextual Learning berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa materi ekologi dan keanekaragaman hayati Indonesia. Kata kunci:  learning, Babad Dalan, pemahaman konsep, budaya Indonesia
Actualization of local wisdom in biology learning to support sustainable development toward the well-being of society in the era 6.0: A systematic literature review Wahyuningtyas, Riska Septia; Silalahi, Marina; Prasmala, Erfitra Rezqi
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol. 10 No. 01 (2025): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, Universitas Insan Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v10i01.1529

Abstract

Well being society era 6.0 refers to a vision of society that places individual and community well-being at the core of development, utilizing cutting-edge technology and innovation to create a more balanced, healthy and sustainable life. Local wisdom plays a critical role in guiding environmentally responsible behaviors. Comprehensive studies on the utilization of local wisdom in learning to support sustainable development actions are still limited. Therefore, this research was conducted to address the gap. the purpose of this research is to analyze the scope and effectiveness of the utilization of local wisdom in learning processes, as indicated by the integration of local wisdom into learning materials, teaching strategies, and students’ attitudes and competencies, which support culturally relevant and sustainable education. This research used the PRISMA 2020 systematic literature review method, utilizing Scopus as a database. A total of 2249 articles were collected, but only 14 met the criteria for thematic-qualitative analysis. This study found that First, local wisdom-based research on learning is dominantly conducted using qualitative approaches or methods. Second, this theme is an interesting issue and related research has collaborated on a local, national and international scale. Third, the utilization of local wisdom in sustainable development actions is very important to achieve a balance between social, economic, and environmental progress, which aligns closely with biology education through its emphasis on ecological literacy, biodiversity conservation, and the sustainable interaction between humans and their environment. By integrating traditional knowledge and practices that have proven effective in maintaining sustainability. The application of local wisdom in sustainable development involves not only managing natural resources wisely but also strengthening social values that support togetherness and community welfare in the well being society era 6.0.
Pelatihan Bioecoenzim dan Pupuk Lacuba untuk Mendukung Pengetahuan dan Persepsi Siswa terhadap Pertanian Berkelanjutan di SMA Negeri 1 Sitiotio, Kabupaten Samosir Adinugraha, Fajar; Sitinjak, Rivaldi; Sunarto Sunarto; Silalahi, Marina; Wahyuningtyas, Riska Septia; Murniarti, Erni; Ratnapuri, Adisti; Agustianto, Wahyu
Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus: Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/cakrawala.v4i4.4981

Abstract

Agriculture in Samosir Regency has great potential but still faces land degradation, dependence on chemical fertilizers, and low utilization of organic waste. The younger generation’s knowledge of sustainable agriculture remains limited, accompanied by negative perceptions of the sector, while practice-based studies at the high school level are rare. Therefore, this study aims to implement bioecoenzim and Lacuba fertilizer training and examine students’ knowledge and perceptions of these activities. The research was conducted at SMA Negeri 1 Sitiotio, involving 41 eleventh-grade students using a one-shot case study design. Data were collected through observation, documentation, questionnaires, and knowledge tests. The results showed that the training ran effectively, as evidenced by active student participation. Students’ perceptions were in the very positive category, with an average score of 87.97, while their knowledge was in the high category, with an average score of 89.76 (Above Average). Thus, bioecoenzim and Lacuba fertilizer training has proven to have the potential to enhance knowledge and foster positive perceptions among students toward sustainable agriculture. Therefore, expanding the application of bioecoenzim and Lacuba training in other schools is important as a practical environmental education tool to support sustainable agriculture.
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK FRUIT YOGHURT BAGI SISWA SMA DHARMA SUCI DI JAKARTA UTARA Mamangkey, Jendri; Silalahi, Marina; Sunarto, Sunarto; Wahyuningtyas, Riska Septia; Adinugraha, Fajar; Ratnapuri, Adisti; Septiani, Aulia; Gulo, Joice Elma Miranda; Octavia, Elida; Sitinjak, Rivaldi; Nitte, Tri Maharani Permata; Muttaqin, Salwa Zainum; Pereira, Jefrino Reis
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3910

Abstract

Umumnya bakteri probiotik yang digunakan dalam fermentasi adalah Lactobacillus spp. dan Bifidobacterium spp.  Secara khusus, bakteri probiotik mampu mengasamkan bahan baku dengan cepat dengan memproduksi asam laktat dan beberapa senyawa penting lainnya. Teknologi ini penting diperkenalkan pada peserta didik, khususnya siswa/i di SMA Dharma Suci Jakarta, kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk mengedukasi dan melatih para siswa membuat produk fruit yoghurt yang dapat menumbuhkan kreativitas baru terhadap pembuatan produk probiotik berbahan dasar wortel dan buah naga. Kegiatan pembuatan produk fruit yoghurt sebelumnya belum pernah dilakukan di SMA Dharma Suci Jakarta, pada akhirnya kegiatan PKM ini menjadi penting untuk mengenalkan bioteknologi sederhana produksi fruit yoghurt melibatkan bakteri probiotik yang multifungsi bagi kesehatan. Metode pelaksanaan PKM ini meliputi tahapan persiapan, tahapan pelatihan dan tahapan evaluasi. Hasil kegiatan PKM ini menambah informasi baru bagi siswa terutama pengetahuan yang berhubungan dengan aktivitas probiotik, prebiotik dan sinbiotik pada produk fruit yoghurt. Hasil kuesioner sebelum mengikuti edukasi/sosialisasi persentase siswa yang memahami probiotik hanya 57,1%, setelah mengikuti sosialisasi meningkat hingga 100%. Pemahaman ini didukung hasil kuesioner mengenai pertanyaan proses yang terjadi selama produksi fruit yoghurt, hasilnya 71,4% respon siswa menjawab fermentasi. Hasil pembuatan fruit yoghurt setelah fermentasi 24 jam berhasil terbentuk produk, berdasarkan hasil survei menurut siswa fruit yoghurt didominasi rasa manis dan asam. Ciri ini mengindikasikan produk fruit yoghurt berbahan dasar buah naga dan wortel dikategorikan baik
Pedagogical Content Knowledge (PCK) of Prospective Science Teachers in ASEAN to Realize Sustainable Development Action Wahyuningtyas, Riska Septia; Sianturi, Manogari; Sormin, Elferida; Ditasona, Candra; Purba, Santri Chintia; Natalia, Stevi; Junsay, Merle L.; Estomo, Rene; Sihotang, Hotmaulina
Al Jahiz Vol 6 No 2 (2025): Al-Jahiz: Journal of Biology Education Research, July-December 2025
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo, Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/al-jahiz.v6i2.10933

Abstract

Prospective science teachers must master pedagogical knowledge (PK) and content knowledge (CK), commonly referred to as Pedagogical Content Knowledge (PCK), before entering the teaching profession. PCK is essential professional knowledge that supports effective science teaching. This study aims to analyze the PCK readiness of prospective science teachers in Indonesia and the Philippines, with a focus on the CK and PK competencies required for teaching in the ASEAN context. The study employed a mixed-methods approach. Survey data were collected from 110 prospective science teachers undertaking field teaching practice in schools in Indonesia and the Philippines. In addition, in-depth interviews were conducted with 12 participants, consisting of six prospective teachers from each country. The data focused on participants’ understanding and preparation related to pedagogical skills and science subject matter. The results indicate that the overall PCK level of prospective science teachers falls within the “moderately ready” category. However, the proportion of participants classified as “ready” remains relatively low, ranging from 44.9% to 58.5%. These findings suggest a need for strengthening both PK and CK among prospective science teachers. Enhancing PK can be achieved through additional pedagogical education and targeted training programs to improve teaching skills. Meanwhile, improving CK can be supported by providing more specialized science content courses aligned with school curricula prior to teaching practice. PCK readiness plays a crucial role in supporting sustainable development. Beyond integrating pedagogy and content, PCK enables prospective teachers to effectively convey scientific concepts related to sustainability issues: climate change, natural resource conservation, environmentally friendly technologies.
The ethnobotany study of Babad Dalan ritual ceremony (BDRC) of Javanese in Gunungkidul, Yogyakarta to biocultural conservation Silalahi, Marina; Wahyuningtyas, Riska Septia; Kalima , Titi; Situmorang , Agnes Feronika
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol. 10 No. 02 (2025): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, Universitas Insan Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v10i02.1620

Abstract

The Babad Dalan ritual ceremony (BDRC) is a ritual ceremony by the local Javanese ethnic community in Gunungkidul which has been carried out for hundreds of years using various types of plants. Biocultural studies of ritual ceremonies as part of biodiversity and cultural conservation are still limited. The purpose of this study is to explain the process of carrying out the ritual and explain the diversity of plants used in BDRC. This study was conducted using an ethnobotanical approach through surveys and semi-structured interviews. Respondents consisted of key informants (5 people) and general respondents (25 people) who were determined by purposive sampling. Data analysis was carried out qualitatively using descriptive statistics. Results: The local Javanese ethnic community in Gunungkidul carries out BDRC every year as a ceremony of gratitude to God for the success of an abundant harvest. A total of fifty-eight species belonging to fifty-one genera and twenty-seven families are used in BDRC which are used as ingredients for offerings, gunungan, and tumpeng. Plants are used as components of gunungan "mountains" (22 species), offerings (12 species), gudangan/traditional cuisine (8 species) and spices (10 species). Local communities cultivate various types of plants to ensure availability in the BDRC as part of plant biodiversity conservation. Conclusion: The use of plants in BDRC is local wisdom which directly or indirectly has implications for the preservation of bio-culture and biodiversity.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOGNITIF DI MASA PANDEMI COVID 19 DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING Wahyuningtyas, Riska Septia; Tamaulina, Martha; Silalahi, Marina
JURNAL BIOEDUCATION Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Bioeducation
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/bioed.v9i1.3248

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Mengetahui disimilaritas hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran biologi khususnya materi perubahan lingkungan antara model pembelajaran Discovery Learning dengan model pembelajaran konvensional. (2) Mengetahui pengaruh hasil belajar kognitif dengan model discovery learning. (3) Menemukan perbedaan hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen, dan menggunakan desain penelitian control group design dengan desain penelitian dibagi ke dalam dua kelompok yang diberi pretest dan posttest pada siswa kelas X SMAN 57 Semester II T.P 2020/2021. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas dengan jumlah sampel 64 orang yang ditentukan dengan cluster random sampling pada kelas kontrol X MIPA II sebanyak 32 orang siswa menggunakan metode konvensional dan kelas X MIPA III sebagai kelas eksperimen menggunakan model-pembelajaran-discovery-learning-sebanyak-32-orang. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar kognitif pretest dan post test di masing masing kelas. Berdasarkan analisis data dan uji hipotesis yang dilakukan diperoleh bahwa : (1) hasil belajar kognitif siswa mengalami peningkatan pada kelas ekspeirmen yang dibelajarkan menggunakan model discovery learning dibandingkan dengan siswa pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional dengan rata-rata nilai post-test eksperimental 76,4844 berbanding dengan nilai post-test control sebanyak 67,0312. (2) Hasil belajar kognitif siswa yang menggunakan model discovery learning memiliki perbedaan nyata yang signifikan. Kata kunci: Model pembelajaran, discovery learning, hasil belajar kognitif