Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Transformasi Bentuk dan Desain Gerabah Desa Bentangan, Klaten Wahyuningsih, Novita; Bahari, Nooryan; Amboro, Joko Lutut; Kartikasari, Novia
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v15i2.5610

Abstract

Desa Bentangan merupakan salah satu sentra kerajinan gerabah yang sudah cukup tua dan diperkirakan semasa dengan sentra gerabah Melikan. Namun dalam hal produk gerabah terdapat perbedaan yang cukup mencolok di antara kedua sentra gerabah tersebut. Sentra gerabah Melikan menggunakan putaran miring dalam membuat gerabah, sedangkan sentra Bentangan mempertahankan putaran datar. Dalam hal produk gerabah, sentra gerabah Melikan lebih unggul karena berhasil mengembangkan desain baru yang menarik, sedangkan sentra Bentangan masih berkutat dengan produk tradisional saja. Hal ini menjadi menarik tak kala dihadapkan pada eksistensi budaya gerabah yang kian hari kian tergerus oleh produk budaya populer. Budaya gerabah tidak akan dapat bertahan jika tidak ada upaya pelestarian dari masyarakat pendukungnya. Sama halnya dengan sentra gerabah Bentangan, sentra ini akan semakin tertinggal dan akhirnya musnah jika tidak ada inovasi produk dan desain gerabah dari pengrajin. Untuk itu diperlukan langkah-langkah adaptif agar produk gerabah Bentangan dapat bertahan dan diharapkan dapat mendulang kesuksesan seperti sentra gerabah lain. Tujuan dari penulisan ini, yaitu untuk menggali informasi mengenai jenis-jenis gerabah yang diproduksi di Desa Bentangan; mengkaji bentuk dan desain gerabah baru di Desa Bentangan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini, yaitu metode observasi, interview dan studi referensi. Hasil dari penelitian ini antara lain bahwa di sentra gerabah Bentangan masih terus dibuat produk gerabah tradisional karena permintaan pasar masih cukup tinggi; pengrajin mulai melirik desain gerabah modern dengan memanfaatkan alat cetak; finishing terus dikembangkan misalnya dengan cat acrylic, glassir, teknik tempel, dan sebagainya.
Transformasi Bentuk dan Desain Gerabah Desa Bentangan, Klaten Wahyuningsih, Novita; Bahari, Nooryan; Amboro, Joko Lulut; Kartikasari, Novia Nur
Corak Vol 12, No 2 (2023): Corak : Jurnal Seni Kriya
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v12i2.8581

Abstract

Desa Bentangan merupakan salah satu sentra kerajinan gerabah yang sudah cukup tua dan diperkirakan semasa dengan sentra gerabah Melikan. Namun dalam hal produk gerabah terdapat perbedaan yang cukup mencolok di antara kedua sentra gerabah tersebut. Sentra gerabah Melikan menggunakan putaran miring dalam membuat gerabah, sedangkan sentra Bentangan mempertahankan putaran datar. Dalam hal produk gerabah, sentra gerabah Melikan lebih unggul karena berhasil mengembangkan desain baru yang menarik, sedangkan sentra Bentangan masih berkutat dengan produk tradisional saja. Hal ini menjadi menarik tak kala dihadapkan pada eksistensi budaya gerabah yang kian hari kian tergerus oleh produk budaya populer. Budaya gerabah tidak akan dapat bertahan jika tidak ada upaya pelestarian dari masyarakat pendukungnya. Sama halnya dengan sentra gerabah Bentangan, sentra ini akan semakin tertinggal dan akhirnya musnah jika tidak ada inovasi produk dan desain gerabah dari pengrajin. Untuk itu diperlukan langkah-langkah adaptif agar produk gerabah Bentangan dapat bertahan dan diharapkan dapat mendulang kesuksesan seperti sentra gerabah lain. Tujuan dari penulisan ini, yaitu untuk menggali informasi mengenai jenis-jenis gerabah yang diproduksi di Desa Bentangan; mengkaji bentuk dan desain gerabah baru di Desa Bentangan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini, yaitu metode observasi, interview dan studi referensi. Hasil dari penelitian ini antara lain bahwa di sentra gerabah Bentangan masih terus dibuat produk gerabah tradisional karena permintaan pasar masih cukup tinggi; pengrajin mulai melirik desain gerabah modern dengan memanfaatkan alat cetak; finishing terus dikembangkan misalnya dengan cat acrylic, glassir, teknik tempel, dan sebagainya.
KUASA BAJU BEKAS: KODE KULTURAL FESYEN BAJU BEKAS DALAM RANAH INDUSTRI KREATIF Setyaningsih, Ayuni; Bahari, Nooryan; Ardiyanto, Deny Tri
Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan JUNE 2018
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/kewirausahaan.v1i1.48

Abstract

Fesyen baju bekas menawarkan wilayah kajian yang di dalamnya terdapat tanda, kode, makna. Tulisan ini bertujuan untuk meneliti adanya tanda, pesan, dan makna yang berada dalam baju bekas koleksi Le Budget. Objek kajian baju bekas dibedah dengan menggunakan pendekatan semiotika untuk analisis pemakaian tanda dan maknanya. Teori semiotika digunakan sebagai analisis penelitian untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi bentuk-bentuk tanda pada baju bekas ke dalam tanda tipe ikon, indeks, dan simbol. Melalui analisis bentuk-bentuk tanda pada baju bekas ditemukan kode-kode kultural dan makna yang dikonstruksi. Hal ini menjadi penting karena dalam era industri kreatif ini, fesyen baju bekas Le Budget telah membentuk subkultur anak muda yang dapat menjadi budaya tanding terhadap budaya besar.
TREES AS A FORM OF HOPE IN THE CREATION OF MIXED MEDIA ARTWORKS Tegar Jaka Purnama; Bahari, Nooryan
Acintya Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/acy.v16i2.6767

Abstract

Trees as a Form of Hope in The Creation of Mixed Media Artworks. The creation of the artwork started with an idea with trees as the source of inspiration. The great interest in trees occurs because trees are extraordinary creatures with various types and benefits for humans, trees are so close, so the interest continues to grow. Departing from a great interest and the experience of exploring mountainous areas as direct observation by seeing and observing trees, which are diverse and have never been seen before. Trees with a lot of uniqueness not only provide oxygen and shade, in many cultures, trees are considered symbols of life, peace, or immortality, they are even a place to reflect. This creation emphasizes the creation of works with the theme of paintings that show representations of the meaning and beauty of trees. The creation of the work also focuses on paintings that contain the hope that awareness of trees will continue to grow so that the existence of trees can always be maintained. The form of this work is in the form of a two-dimensional work, which uses the grisaille brush technique and graphic art high print technique, however, it is poured into one medium, namely canvas. The realization of the painting is based on an idea and concept found, then designed, then visualized into the process of work, finally realized into one work measuring 80 x 100 cm with the title “The Only One”. In the finishing stage, the work is coated with liquid varnish, this layer protects the surface of the work from dust, dirt, moisture, scratches, and other damage.
PENGEMBANGAN VARIAN MOTIF BATIK GIRILAYU SEBAGAI DIVERSIFIKASI PRODUK FESYEN DAN HOME DÉCOR BAGI KELOMPOK BATIK GIRIARUM SUHERLAN, YAYAN; Nurcahyanti, Desy; Bahari, Nooryan; Budi, Setyo; Amboro, Lulut; Wahyuingsih, Novita
Abdi Seni Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v16i1.6549

Abstract

Girilayu Batik as one of the leading creative industries in Karanganyar Regency has currently experienced quite rapid progress. Several studies and community service activities in an effort to increase product capacity and quality have been carried out, but along with the increasingly tight competition in the fashion market, product diversification is still needed to be adjusted to the functions and trends that are currently developing. The motifs and functions of batik products in Girilayu are considered to need development in order to reach the market from a different side. This community service activity is an effort to open up wider batik market opportunities. The purpose of this activity is so that creative batik industry players in the Giriarum Batik Group, Girilayu Village, are able to create batik motifs for fashion and home décor which are currently starting to be popular. The method used to achieve this goal is in the form of training and mentoring in exploring creative ideas and creating batik motifs that are in accordance with the tastes of potential consumers. Training and mentoring for batik product diversification which will be carried out supported by the technical skills already possessed by batik craftsmen in the Giriarum Batik Group will be able to create products that are in demand by consumers. Fashion products other than clothes and fabrics as well as home décor products will differentiate batik competitors, so that market opportunities are wide open.
THE WAYANG GOLEK PERFORMANCE AS ONE OF THE VARIETY OF THE ARTISTS OF THE PUP THAT ARE AVAILABLE ON THE ISLAND OF JAVA Fauzi, Ratna Puspita; Bahari, Nooryan
Runtas: Jurnal Fesyen dan Wastra Nusantara Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Indonesian Institute of the Arts Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/runtas.v1i1.5103

Abstract

The Indonesian nation has diverse cultural and ethnic backgrounds. One form of cultural diversity that exists is wayang. The islands of Java and Bali have become places for the development of traditional wayang arts. The UN oversees an institution called UNESCO as an institution that focuses on issues regarding education, culture and science, which then records wayang as a work of cultural art in the international world. By giving this award, the Indonesian people should protect and preserve wayang.This study aims to examine, identify, and know the meaning of cultural traditions and symbols contained in wayang golek performances and their influence on the surrounding community and daily activities. In this study, the method used is the observation method, by collecting data from various sources of journals and the internet, while in analyzing using the phenomenological method.From the research that has been done, it is found that the wayang golek show contains teachings and good values conveyed by a dalang with his characteristics so that the messages to be conveyed can be easily accepted by the public watching the wayang performance. Wayang shows have an impact on several aspects including social, political, economic, and religious aspects.Keywords: Wayang Golek, Symbol, Value
SARANG BURUNG MANYAR SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA Dardiri, Achmad; Bahari, Nooryan; Ardianto, Deny Try
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/bri.v8i1.1805

Abstract

Penciptaan Karya Seni dengan mengangkat Judul Sarang Burung Manyar sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Rupa ini bertujuan untuk : (1). Menggali nilai Artistik  dan simbolik dari Sarang Burung Manyar (2). Mengeskpresikan kegelisahan akan permasalahan kondisi ekologi burung akibat berkurang habitat bagi burung, dengan harapan mampu memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya perlindungan akan alam.  (3). Mengaplikasikan Medium plat besi Janur recycle yang memiliki karakter sebagaimana medium dalam sarang burung Manyar kedalam karya seni (4)Penerapan teknik Anyam Acak dari medium Limbah Besi Janur menjadi karya seni.Hasil karya dalam penciptaan karya ini ada 6 buah karya dengan media utama limbah besi janur dengan didukung  plat besi dan besi Hollow. 6 karya tersebut antara lain: 1.Egg Shadow (120 X 50 X 152 cm), 2. Beda Bolehkan ?(Sarang Thick Billed) (170 X 50 X 195 cm), 3. The Apartemen (70 X 70 X 205 cm), 4. Home of The Explorer (60 X 90 X 60 cm), 5. Calon Generasi Penganyam ( 60X120X100 cm) , 6. Maaf Aku Mengambil Makananmu ( 40X40X140 cm). Ke enam karya mencoba mengkomunikasikan tentang sarang burung Manyar.Kata Kunci : Karya seni rupa, sarang burung Manyar
ESTETIKA BATIK KHAS SEMARANGAN MOTIF “WARAK NGENDOG” Handayani, Sarah Rum; Bahari, Nooryan; Mursidah, M.,
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 8 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/bri.v8i2.1813

Abstract

Batik Semarangan memiliki motif khas yang cukup beragam. Antara lain motif arsitektural (Lawang Sewu, Tugu Muda, Sam Po Kong, dan lain-lain) dan motif flora fauna (asem, sulur-sulur, ikan, dan lain-lain). Salah satu motif batik Semarangan yang unik dan menarik adalah motif Warak Ngendog. Visualisasi motif Warak Ngendog dibuat dengan merujuk pada hewan mitologi kepercayaan warga Semarang. Jurnal ini akan mendiskusikan visual motif Warak Ngendog melalui sudut pandang estetika Wilfried Van Damme.Pengkajian estetika terhadap karya motif batik Warak Ngendog bertujuan untuk mengetahui kandungan nilai-nilai keindahan universal dari karya tersebut.Kata Kunci: Batik Semarang, Estetika, WarakNgendog. 
PERAN TEKNOLOGI DIGITAL DAN VISUAL (BATIK) FRAKTAL DALAM PERKEMBANGAN BATIK NUSANTARA DAN INDUSTRI KREATIF Cahyo, Andri Nur; Rizali, Nanang; Bahari, Nooryan
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 8 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/bri.v8i2.1817

Abstract

Jurnal ini akan mendiskusikan tentang bagaimana sebenarnya eksistensi batik fraktal. Fokusnya adalah pada peran batik fractal dalam perkembangan batik Nusantara dan lingkup industry kreatif.Batik fraktal yang merupakan sebuah inovasi baru di dalam percaturan batik Nusantara, berhasil memadukan komputasional digital dengan visualitas fractal sebagai tonggak utama kerja desainnya.Hal itu telah menghasilkan suatu perwujudan batik modern berbasis teknologi dan desain yang membawa pengaruh terhadap industri kreatif batik dan berperan penting dalam membawa batik Nusantara untukmenghadapipersaingan global. Kata Kunci: Batik Fraktal, Batik Nusantara, IndustriKreatif.
Shadow Archetype Sebagai Konsep Penciptaan Karya Seni Keramik Alya, Nisrina Arij Nur; Bahari, Nooryan
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v15i2.5290

Abstract

Shadow sebagai salah satu archetype dalam teori psokoanalisis Jung menyimpan berbagai hal yang di represi oleh manusia seperti rasa takut, memori, sifat dan kebiasaan yang dianggap tidak baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Permasalahan yang akan dibahas dalam jurnal ini adalah: 1) Apa yang dimaksud dengan shadow archetype. 2) Mengapa shadow archetype diangkat sebagai konsep penciptaan karya seni keramik. 3) Bagaimana visualisasi shadow archetype dalam karya seni keramik. Proses implementasi konsep shadow archetype dalam bentuk karya seni keramik dilakukan melalui pendekatan behavioral psychology dan facial expression psychology dengan eksplorasi ide melalui sketsa dan perancangan kemudian mewujudkan konsep shadow archetype dalam bentuk karya seni keramik menggunakan teknik pijit dan lempeng. Adapun tujuan jurnal, beberapa diantaranya adalah: 1) Menjelaskan shadow archetype. 2)    Menjelaskan alasan dipilihnya shadow archetype sebagai konsep penciptaan karya seni keramik. 3) Memvisualisasikan shadow archetype dalam karya seni keramik. Karya-karya akan mengandung pesan moral tersendiri mengenai shadow archetype yang diharapkan bisa menjadi bahan refleksi untuk penulis dan penikmat karya seni.