Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Sumbangan Periode Tokugawa bagi Periode Modern (Restoraji Meiji) dalam Bidang Pemikiran dan Pendidikan Dardiri, Achmad
Dinamika Pendidikan Vol 5, No 1 (1998): Dinamika Pendidikan No. 1/TH. V/Juli 1998
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.813 KB)

Abstract

Sumbangan Periode Tokugawa bagi Periode Modern (Restoraji Meiji) dalam Bidang Pemikiran dan Pendidikan
IMPLIKASI PANDANGAN FILSAFAT PRAGMATISME RICHARD RORTY TENTANG EPISTEMOLOGI DALAM BIDANG PENDIDIKAN Dardiri, Achmad
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 2, No 2 (2007): Cakrawala Pendidikan, Juni 2007, Th. XXVI, No. 2
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1891.107 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8559

Abstract

truth, asare _""""..LAVJL...a.__onaA...lY...l..A.1lJ1iw'.I..by means of a i-/..l..l...lVl.Jl'Vi-/Jl.l..l"""II.4.l J1.JL'..... JLJA.JLJA._JA.J1.__.... JA....,The indicate that the views held RichardRorty's pragmatic philosophy on epistemology (about knowledgeand truth) are as follows. (1) According to Rorty, knowledge is notto be seen as a matter obtaining true reality or of reflecting naturebut acts in course of masteringa matter of dialogues. Truth is not to be interpreted asconformity between statement and reality (its correspondence tois it to interpreted as conformity between(its correspondence to thought); rather, it is to beas whenever something is good for us, webelieve in it. In this case, Rorty assumes the view of the relativity oftruth. According to him, if we wish to find justification of truth, weshould seek it society by conducting dialogues, which are to bereferred to as social justification or dialogical justification.
INKLUSIVITAS PESANTREN TEBUIRENG: MENATAP GLOBALISASI DENGAN WAJAH TRADISIONALISME Syamsul Ma'arif; Achmad Dardiri; Djoko Suryo
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 1 (2015): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.553 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i1.7814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inklusivitas Pesantern Tebuireng dalam menatap globalisasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah teknik observasi, partisipasi, interview dan dokumentasi. Teknik analisis datanya adalah teknik analisis domain. Hasil penelitian menunjukkan Pesantren sebagai sebuah lembaga tertua di Indonesia sesungguhnya memiliki karakter unik dan khas yang berbeda dengan lembaga pendidikan agama Islam. Kelenturan sikap dan ekspresi keagamaan yang cenderung inklusif, sering ditunjukkan oleh komunitas pesantren. Hal ini disebabkan karena pada wataknya pesantren memiliki seperangkat aturan, nilai, dan norma yang membudaya dan bersumber pada alquran dan hadistdi samping bersumber pada kesepakatan para ulama. Begitu juga Pesantren Tebuireng, sebagai salah satu pesantren terkemuka di Indonesia terkenal sangat inklusif, senantiasa berusaha menjawab tuntutan-tuntutan globalisasi dengan senantiasa berpegang pada “tradisionalisme” dan kearifan lokal peninggalan Mbah Hasyim Asy’ari dan para leluhurnya. Terbukti dengan paradigma seperti ini, Tebuireng mampu berselayar di tengah tantangan modernitas tanpa harus tercerabut akar-akar kebudayaanya sendiri. Hal ini dapat dijadikan sebagai modal bagi pesantren dalam mendakwahkan prinsip-prinsip ajaran Islam kepada masyarakat tanpa mengalami benturan dan konflik dengan agama lain maupun kepercayaan lokal di Indonesia.
PERSPEKTIF MULTIKULTURAL PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH ALIYAH Rohmat Rohmat; Zamroni Zamroni; Achmad Dardiri
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 1 (2015): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v3i1.7810

Abstract

Penelitian ini bertujuan menemukan makna multikultural menurut guru Pendidikan Agama Islam Madrasah Aliyah (MA) MINAT Cilacap. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-naturalistik. Penelitian dilakukan di MA MINAT Cilacap. Waktu penelitian intensif di lapangan dilakukan Januari 2012- Februari 2014. Subjek penelitian dipilih dari para praktisi pendidikan di MA MINAT Cilacap dan guru Pendidikan Agama Islam yang terdiri atas guru mata pelajaran Alquran/hadis, Akidah/akhlak, Fiqih dan Sejarah Kebudayaan Islam. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis induktif dengan beberapa langkah utama yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjuukan makna multikultural menurut guru Pendidikan Agama Islam MA MINAT Cilacap yaitu: makna persamaan hak, persaudaraan dan toleransi. Hal tersebut tidak lepas dari pengaruh yang dikembangkan institusi MA MINAT Cilacap yang mengembangkan konsep tawazun (keseimbangan antara dunia dan akhirat) dan mengedepankan tasamuh (toleransi) yang membawa konsep yang baik terhadap pendidikan multikultural. Guru Pendidikan Agama Islam MA MINAT Cilacap memberi makna multikultural antara lain tentang persamaan hak yang harus diberikan lembaga pendidikan sebagai institusi sebagai tempat untuk melakukan pemberdayaan siswa. Persamaan hak menjadi pondasi dasar dalam meminimalisasi konflik yang berkembang dalam masyarakat. Pemberdayaan siswa MA MINAT Cilacap pada sikap persamaan hak memberikan nilai positif pada pembentukan perilaku yang lebih menerima perbedaan.
PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DI SEKOLAH Musa Pelu; Achmad Dardiri; Darmiyati Zuchdi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 2 (2015): Desember
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.126 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i2.9820

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemberdayaan modal sosial dan modal budaya dalam pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Budi Pekerti di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta dan SMP Kasatriyan 1 Surakarta.Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan naturalistik. Penelitian dilakukan di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta dan SMP Kasatryan 1 Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri sebagai pengumpul data. Untuk memperoleh derajad validitas tinggi, digunakan teknik trianggulasi, recheck, dan peerdebriefing. Analisis penelitian dilakukan dengan teknik analisis interaktif yang meliputi tahapan pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan verifikasi/menarik kesimpulan. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Jaringan kerjasama yang sinergis dilandasi rasa percaya dan kesamaan nilai/norma merupakan modal sosial yang telah dimanfaatkan dan diberdayakan dalam rangka mendukung pelaksanaan kebijakan kurikulum pendidikan budi pekerti di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta dan SMP Kasatriyan 1 Surakarta. (2) Kultur sekolah berbasis budi pekerti dan agama di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta dan kultur sekolah berbasis budi pekerti dan multikultural serta kultur komunitas merupakan modal budaya utama yang dimanfaatkan dan dikelola dalam pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Budi Pekerti.
Manajemen budaya sekolah berbasis pesantren di Madrasah Tsanawiyah Ali Maksum, Sewon, Bantul, Yogyakarta Lilik Ardiansyah; Achmad Dardiri
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 6, No 1 (2018): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.663 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v6i1.22626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan manajemen budaya sekolah yang ada di MTs Ali Maksum Sewon, Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif naturalistik dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, tenaga pendidik, dan siswa. Data penelitian dikumpulkan melalui pengamatan langsung (observasi), analisis dokumen, dan wawancara secara mendalam. Untuk meningkatkan keabsahan data, peneliti menggunakan tehnik trianggulasi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) pengembangan budaya sekolah berbasis pesantren sebagai identitas atau karakteristik madrasah dilakukan dengan berpedoman pada nilai-nilai kepesantrenan melalui sistem pendidikan dan pengajaran, yaitu kurikulum yang diterapkan dengan mengadopsi kurikulum kemenag 100% dan kurikulum pesantren 100%, dan program unggulan dan kegiatan ekstrakurikuler mampu meningkatkan motivasi belajar dan prestasi peserta didik, (2) pengelolaan budaya sekolah yang dikembangkan menyertakan peran langsung kepala madrasah dengan melakukan kegiatan manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, motivasi, dan evalusi melalui pembentukan tim yang bertanggungjawab mengatur kegiatan, penjadwalan, koordinasi langsung dengan bawahan dan pembimbing di pondok, serta peninjauan dan pengawasan baik secara langsung maupun tidak langsung sebagai pertimbangan dalam evaluasi.Kata Kunci: budaya sekolah, manajemen, pesantren MANAJEMEN OF PESANTREN BASED SCHOOL CULTURE AT MADRASAH TSANAWIYAH ALI MAKSUM, SEWON, BANTUL, YOGYAKARTAAbtractThis research was aimed to discription the management of school culture at MTs Ali MaksumSewon, Bantul. This was qualitative naturalistic research using the qualitative approach. The research subjects were the headmaster, deputy headmaster, teachers, and students. The data were gathered through three main direct observation, document analysis, and in-depth interview. To develop the data validity, the researcher used the triangulation technique. The research results were as follows. (1) The development of pesantren-based school culture as a madrasah identity and characteristic was conducted based on Islamic school of Koranic studies values through educational and teaching system, curriculum applied by adopting the curriculum of Kemenag 100% and curriculum of pesantren 100% as well as excellent programs and extracurricular activities which were able to improve students learning motivation and achievement. (2) The management of school culture was developed by involving direct roles of madrasah principal by performing management activities that covered planning, organizing, motivation and evaluation through establishment team that was responsible to handle activities, scheduling, direct coordination with subordinates and instructors in school and direct and indirect observation and supervision as an observation in evaluation.Keywords: school culture, management, pesantren (Islamic school)
PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS PENGUATAN MODAL SOSIAL BAGI MAHASISWA UIN SUNAN KALIJAGA Sri Sumarni; Achmad Dardiri; Darmiyati Zuchdi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 1 (2015): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.8 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i1.7811

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan model pendidikan karakter yang sesuai dalam membangun karakter mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh merosotnya karakter mahasiswa yang disebabkan oleh city syndrome, belum siapnya mahasiswa hidup mandiri, dan kondisi yang “terkotak-kotak” karena visi spiritualitas keagamaan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, perguruan tinggi membutuhkan “jembatan” untuk mengatasi pandangan yang merasa berbeda, yaitu melalui modal sosial yang substansinya adalah menjalin, membangun, memperkuat, dan memperkaya hubungan sesama manusia. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R D), menggunakan analisis data model mixed method, dengan memberikan bobot lebih besar pada analisis kualitatif. Hasil implementasi model ini secara kualitatif dapat dilihat dari peningkatan aktualisasi nilai-nilai karakter para mahasiswa, baik nilai ketaatan beribadah, kepedulian, kerjasama, tanggungjawab, maupun kejujuran. Secara kuantitatif, model ini sangat efektif untuk membangun karakter kepedulian dan kerjasama, cukup efektif untuk membangun karakter ketaatan beribadah dan tanggungjawab, serta kurang efektif untuk membangun karakter kejujuran.
Mengenal Filsafat Pendidikan Richard Rorty Achmad Dardiri
Dinamika Pendidikan Vol 12, No 1 (2005): Dinamika Pendidikan No. 1, TH. XII Maret 2005
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1182.628 KB)

Abstract

Mengenal Filsafat Pendidikan Richard Rorty
KEEFEKTIFAN PELAKSANAAN PRINSIP PENDIDIKAN SISTEM GANDA SMKN 1 PANGKALAN KERINCI DAN SMKN 1 UKUI KABUPATEN PELALAWAN Rika Ariani; Achmad Dardiri
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.424 KB) | DOI: 10.21831/amp.v2i2.2449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pelaksanaan prinsip Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di SMKN 1 Pangkalan Kerinci dan SMKN 1 Ukui ditinjau dari sisi (1) konteks, (2) input, (3) proses dan (4) produk/hasil. Metode penelitian yang digunakan adalah studi evaluasi dengan analisis deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan metode CIPP (Context, Input, Process, Product) dari Stufflebeam. Subyek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah urusan Dunia Usaha dan Industri (Humas), wakil kepala sekolah urusan kurikulum, ketua jurusan masing-masing prodi, guru, dan 123 siswa yang telah melaksanakan PSG untuk jurusanTeknik Komputer Jaringan, Teknik Sepeda Motor, dan Teknik Kendaraan Bermotor. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan dari sisi (1) konteks: organisasi pelaksana/manajemen program pelaksanaan PSG sudah terstruktur, relevansi program PSG sudah cukup relevan dengan skill dan jurusan siswa, dan secara keseluruhan variable konteks ini sangat efektif, (2) input: pengelolaan peserta pelaksana PSG, tenaga kependidikan, kurikulum, sarana dan prasarana PSG, dan pembiayaan PSG telah terkelola dengan baik, dan variabel input sudah efektif, (3) proses: proses persiapan pelaksanaan PSG di sekolah sudah terorganisir dengan baik, namum proses pelaksanaan PSG oleh siswa pada Dunia Usaha dan Dunia Industri tidak terlaksana sepenuhnya seperti yang telah diprogramkan, dan pada umumnya variabel proses sudah efektif, (4) aspek hasil kemanfaatan pelaksanaan PSG telah meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam menghadapi Ujian Nasional dan meningkatkan kemampuan siswa dibidangnya dan variabel produk sangat efektif.
Manajemen Pendidikan Keluarga: Perspektif Al-Quran Menjawab Urban Middle Class Milenial Zulkifli Syauqi Thontowi; Ahmad syafii; Achmad Dardiri
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 01 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.366 KB) | DOI: 10.30868/ei.v8i01.393

Abstract

Di tengah era disrupsi ini, Keluarga adalah salah satu kunci sukseknya Pendidikan. Keluarga menjadi basis organik Pendidikan bagi perkembangan seorang anak. Dalam keluarga seorang anak dibentuk fisik dan psikisnya. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplor perspektif alquran dalam melihat Pendidikan keluarga secara utuh. Era milenial yang ditandai dengan perkembangan tekhnologi dan informasi yang super cepat menjadikan sosio-kultur dalam keluarga banyak berubah. Revolusi industri 4.0 yang bergulir tidak dapat di tahan ditengah laju globalisasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa dibutuhkan pendekatan baru dalam Pendidikan keluarga ditengah perubahan yang terus terjadi.