Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Perceptions of Higher Education Service Quality Have a Significant Influence on Predictors of Student Subjective Well-Being Putri, Asri Mutiara; Lutfianawati, Dewi
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 15 No. 2 (2023): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v15i2.3938

Abstract

Subjective well-being is an important mental health indicator to study in students because it significantly predicts academic achievement and college dropout rates. This research aims to determine the influence of perceptions of the quality of higher education services, social support, and self-regulation on students' subjective well-being. The sample in this study was 325 students from various universities in Indonesia. The data in this research was obtained through the Student Subjective Well-Being questionnaire, the Higher Education Performance scale, the Multidimensional Scale of Perceived Social Support, and the Self-Regulation Questionnaire to measure the variables in this research. The collected data was then analyzed using linear multiple regression. The results of this study indicate that students' perceptions of the quality of higher education services, social support, and self-regulation significantly affect students' subjective well-being. Student perceptions of the quality of higher education services were established as the main predictor of students' subjective well-being. The results of this research imply that to improve students' subjective well-being, an approach is needed that includes quality services from the university, social support, and good self-regulation skills for students.
Pengaruh Resiliensi dan Dukungan Sosial Terhadap Work Engagement Pada Guru Sekolah Luar Biasa Bandar Lampung Nurjanah, Diah Ayu; Putri, Asri Mutiara; Lutfianawati, Dewi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14367

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana ketahanan dan dukungan sosial mempengaruhi tingkat keterlibatan kerja. Pernyataan yang disampaikan adalah bahwa ada hubungan antara tingkat ketahanan dan dukungan sosial dengan keterlibatan kerja pada guru di sekolah khusus. Peserta dalam studi ini merupakan guru dari sekolah luar biasa swasta di Bandar Lampung, dengan total 37 responden yang terbagi menjadi 27 responden dari SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi, 5 responden dari SLB Baitul Jannah, dan 5 responden dari SLB Yamet School Cendana Lampung. Data penelitian dikumpulkan melalui penggunaan skala UWES, CD-RISC, dan MSPSS. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan metode regresi berganda. Analisis menemukan bahwa resiliensi dan dukungan sosial memiliki dampak signifikan pada work engagement guru sekolah luar biasa (r=55,1% dan p<.01). Meskipun sebagian kecil pengaruh dari setiap variabel yang diketahui, tingkat resiliensi secara signifikan dapat memprediksi work engagement (Beta= .671, t=4.256, p<.01), sedangkan dukungan sosial tidak signifikan dalam memprediksi work engagement (Beta=.117, t= .744, hal>.01).
Pengaruh Antara Self Compassion Dan Social Acceptance Terhadap College Student Subjective Well Being Wijayanti, Tria; Putri, Asri Mutiara; Supriyati, Supriyati; Lutfianawati, Dewi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.14735

Abstract

Mahasiswa seringkali menghadapi berbagai tantangan akademik yang dapat memengaruhi kesejahteraan subjektif mereka. Tekanan untuk berprestasi, beban tugas, dan ekspektasi sosial dapat menyebabkan stres yang tinggi. Dalam situasi ini, self compassion dapat membantu mahasiswa menghadapi tekanan dengan lebih baik melalui penerimaan diri, sementara social acceptance dapat memberikan dukungan yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara self compassion dan social acceptance terhadap college student subjective well being (CSSWB). Hipotesis yang diajukan adalah terdapat pengaruh antara self compassion dan social acceptance terhadap college student subjective well Being. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung yang sedang menempuh pendidikan di semester empat sampai delapan, dari semua jurusan. Jumlah subjek ialah 254 responden, yang terdiri dari 157 perempuan dan 97 laki-laki. Data penelitian diambil dengan menggunakan skala CSSWA Questionnaire, Self Compassion Scale, dan Perceived Acceptance Scale. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik regresi berganda. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat pengaruh sebesar 27,4%. Social acceptance ditemukan sebagai prediktor yang lebih kuat terhadap CSSWB. Mengacu pada temuan penelitian, maka penting melakukan intervensi yang dapat meningkatkan rasa syukur terhadap pendidikan yang sedang dijalani, dan memperkuat penerimaan orang tua guna meningkatkan kesejahteraan subjektif mahasiswa. Kata kunci : CSSWB, Self Compassion, Social Acceptance
PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI DAN KONSEP DIRI TERHADAP KECENDERUNGAN CONDUCT DISORDER PADA REMAJA Putri, Dede Adella Rahma; junaidi, Junaidi; Putri, Asri Mutiara
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.9093

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara status sosial ekonomi dan konsep diri terhadap kecenderungan conduct disorder pada remaja. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dilakukan pada 395 siswa SMA di Bandar Lampung dengan kriteria siswa laki-laki dan perempuan usia 16-18. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini pengukuran kecenderungan conduct disorder menggunakan skala kecenderungan conduct disorder, skala konsep diri, serta data demografi. Analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh antara status sosial ekonomi dan konsep diri dengan kecenderungan conduct disorder yang dimana konsep diri merupakan prediktor utama dalam pengaruhnya terhadap kecenderungan conduct disorder. Berdasarkan pada hasil penelitian, maka tinggi atau rendah nya status sosial ekonomi seseorang tidak memiliki kaitan dengan kecenderungan conduct disorder sedangkan dalam penelitian ini variabel konsep diri memiliki hubungan terhadap kecenderungan conduct disorder pada remaja. Diharapkan hasil penilitian ini dapat memberikan implikasi kepada berbagai pihak seperti orang tua, pemerintah, masyarakat dan peneliti selanjutnya, seperti halnya dengan mengarahkan remaja yang memiliki kecenderungan conduct disorder ke lingkungan yang lebih positif dengan memberikan bimbingan agar mereka dapat memahami konsep diri yang mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Konsep Diri, Kecenderungan Conduct Disorder, Status Sosial Ekonomi  AbstractThis study aims to determine the effect between socioeconomic status and self-concept with the tendency of conduct disorder in adolescents. This research design is a quantitative study conducted on 395 high school students in Bandar Lampung with the criteria of male and female students aged 16-18. Data collection techniques in this study measured the tendency of conduct disorder using the conduct disorder tendency scale, self-concept scale, and demographic data. Data analysis using multiple regression analysis. The results of this study indicate that there is an effect between socioeconomic status and self-concept with the tendency of conduct disorder where self-concept is the main predictor in its effect on the tendency of conduct disorder. Based on the results of the study, the high or low socioeconomic status of a person has no relation to the tendency of conduct disorder while in this study the self-concept variable has a relationship to the tendency of conduct disorder in adolescents. It is hoped that the results of this research can provide implications for various parties such as parents, government, society and further researchers, as well as directing adolescents who have a tendency to conduct disorder to a more positive environment by providing guidance so that they can understand the self-concept that they apply in their daily lives. Keywords: Self-Concept, Tendency of conduct disorder, Socioeconomic Status
PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN BIDANG KERJA TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA ANGGOTA POLISI DI POLDA LAMPUNG Fatimah, Dwi Jihad Nur; Lutfianawati, Dewi; Putri, Asri Mutiara
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.9126

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja dan bidang kerja terhadap psychological well-being pada anggota polisi. Subjek dalam penelitian ini adalah anggota polisi di Polda Lampung yang berjumlah 90 orang dari tiga bidang kerja yang berbeda. Dalam penelitian ini analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil uji statistik, diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa kepuasan kerja dan bidang kerja polisi berpengaruh terhadap psychological well-being dengan nilai korelasi sebesar 0,765. Selain itu secara parsial, ditemukan bahwa terdapat pengaruh kepuasan kerja terhadap psychological well-being pada polisi, hal ini berarti semakin tinggi kepuasan kerja maka semakin tinggi pula psychological well-being pada polisi. Namun tidak terdapat pengaruh bidang kerja terhadap psychological well-being pada polisi. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan anggota Polda Lampung dapat meningkatkan penerimaan diri untuk kesejahteraan psikologis yang lebih baik. Selain itu, Polda Lampung juga dapat memfasilitasi konsultasi psikologis dan berbagai pelatihan untuk mendukung anggotanya agar memiliki kesejahteraan psikologis yang baik Kata Kunci: Psychological  Well-Being, Kesejahteraan Psikologis, Kepuasan Kerja, Bidang Kerja, Polisi AbstractThis study aims to examine the effects of job satisfaction and field of workto psychological well-being of police officers. The subjects of this study were 90 police officers from Lampung Regional Police, working in three fields of work. In this study, multiple regression analysis was used for data analysis. Based on the statistical test results, shows that job satisfaction and police officer’s fields of work simultaneously affect psychological well-being, and the correlation value is 0.765. In addition, partially it was found that job satisfaction has an effect on the police's psychological well-being, which means that the higher the job satisfaction, the higher the police's psychological well-being. However, the field of work has no effect on the psychological well-being of the police. Based on the study results, the members of the Lampung Regional Police are expected to increase their self-acceptance for better psychological well-being. In addition, the Lampung Regional Police agency can provide psychological consultations and various training to support its members to have good psychological well-being Keywords: Psychological Well-Being, Job Satisfaction, Field Of Work, Police
HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA MAHASISWA KEDOKTERAN DALAM MENGHADAPI PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI BANDAR LAMPUNG Putri, Puput Ayu; Putri, Asri Mutiara; Alfarisi, Ringgo; Anggraini, Marisa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.12862

Abstract

Abstrak: Hubungan Kebiasaan Makan Dengan Subjective Well-Being Pada Mahasiswa Kedokteran Dalam Menghadapi Pembelajaran Tatap Muka Di Bandar Lampung. Mahasiswa kedokteran merupakan populasi yang rentan mengalami permasalahan psikologis. Dalam dunia pendidikan, mahasiswa kedokteran melalui pembelajaran yang tergolong cukup padat dengan banyaknya kegiatan diskusi dan praktikum. Hal ini menjadi stressor yang menekan bagi mahasiswa dikarenakan banyak mahasiswa kedokteran yang mengalami stres, cemas, depresi, bahkan beberapa ada yang sampai menunjukkan keinginan untuk bunuh diri. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa kedokteran memiliki subjective well-being yang rendah. Faktor yang dapat mempengaruhi tingkat subjective well-being seseorang adalah perilaku makan. Kebiasaan makan adalah perilaku individu/sekelompok individu untuk memenuhi kebutuhan pangan yang meliputi sikap, keyakinan dan pilihan makanan. Minat makan di luar dan mengunjungi restoran cepat saji kian semakin meningkat, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Mahasiswa memiliki perilaku makan yang tidak konsisten akan memiliki psychological subjective well-being yang rendah dan memiliki perilaku makan yang tidak sehat. Tujuannya untuk mengetahui hubungan kebiasaan makan dengan subjective well-being pada mahasiswa kedokteran. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 139 mahasiswa kedokteran di Bandar Lampung. Alat ukur yang digunakan adalah data demografi mahasiswa dan Positive Affect Negative Affect Schedule (PANAS), Satisfaction With Life Scale (SWLS) dan Eating Habits Quetionnaire (EHQ). Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar responden memiliki tingkat kebiasaan makan rendah (81,3%) dan subjective well-being rendah (42,4%). Hasil analisis korelasi kebiasaan makan dengan subjective well-being didapatkan p-value 0,332. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan kebiasaan makan dengan subjective well-being pada mahasiswa sarjana pendidikan dokter dalam menghadapi pembelajaran tatap muka di Bandar Lampung. 
Korelasi Aktivitas Fisik dengan Subjective Well-Being pada Mahasiswa Sarjana Pendidikan Dokter dalam Menghadapi Pembelajaran Tatap Muka di Bandar Lampung Kasyfi, Fathul Qadir; Putri, Asri Mutiara; Widodo, Slamet; Pramesti, Woro
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.527 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10082

Abstract

ABSTRACT Individuals who experience mental disorders have a poor impact on physical activity or are reluctant to do so, the individual is not subjective well-being and vice versa. Almost all medical students experience psychological problems, due to their busy learning activities and many learning activities. Subjective well-being in students is influenced by several factors, namely demographics, social support, stress levels, social activities, healthy lifestyles and the environment. Medical students enjoy doing physical activities that have a positive impact on their mental health. In addition, it provides an overview of mental health or subjective well-being in students when returning to face-to-face learning and knowing the factors that need to be improved to help students achieve good mental health or subjective well-being. To determine the correlation of physical activity with subjective well-being in undergraduate medical education students in facing face-to-face learning. This study was a quantitative research with analytic survey design and cross-sectional design. The research sample amounted to 139 medical students in Bandar Lampung. The measuring instruments used were student demographic data and Positive Affect Negative Affect Schedule (PANAS), Satisfaction With Life Scale (SWLS) and Health Promoting Lifestyle Profile II (HPLP II). Most respondents had moderate physical activity levels (96.4%) and negative subjective well-being (38.1%). The correlation analysis results obtained a p-value of 0.000. There is a correlation between physical activity and subjective well-being in undergraduate medical education students in facing face-to-face learning in Bandar Lampung.  Keyword : Physical Activity, Subjective Well-Being, Medical Students, Learning, Face-to-Face  ABSTRAK individu yang mengalami gangguan mental berdampak buruk dalam melakukan aktivitas fisik atau enggan melakukannya, individu tersebut tidak subjective well-being begitu juga sebaliknya. Hampir semua mahasiswa kedokteran mengalami masalah psikologis, dikarenakan aktivitas belajarnya padat dan banyak kegiatan pembelajaran. Subjective well-being pada mahasiswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu demografi, dukungan sosial, tingkat stres, aktivitas sosial, gaya hidup sehat dan lingkungan. Mahasiswa kedokteran senang dalam melakukan aktivitas fisik berdampak positif pada kesehatan mentalnya. Selain itu, memberikan gambaran kesehatan mental atau subjective well-being pada mahasiswa saat kembali belajar tatap muka dan mengetahui faktor yang perlu ditingkatkan untuk membantu mahasiswa mencapai kesehatan mental atau subjective well-being yang baik. Untuk mengetahui korelasi aktivitas fisik dengan subjective well-being pada mahasiswa sarjana pendidikan dokter dalam menghadapi pembelajaran tatap muka. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 139 mahasiswa kedokteran di Bandar Lampung. Alat ukur yang digunakan adalah data demografi mahasiswa dan Positive Affect Negative Affect Schedule (PANAS), Satisfaction With Life Scale (SWLS) dan Health Promoting Lifestyle Profile II (HPLP II). Sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik sedang (96,4%) dan subjective well-being negatif (38,1%). Hasil analisis korelasi didapatkan p-value 0,000. Terdapat korelasi aktivitas fisik dengan subjective well-being pada mahasiswa sarjana pendidikan dokter dalam menghadapi pembelajaran tatap muka di Bandar Lampung. Kata Kunci : Aktivitas Fisik, Subjective Well-Being, Mahasiswa Kedokteran, Pembelajaran, Tatap Muka 
Impact of family support on chemotherapy adherence among breast cancer patients: A Cross-Sectional Study in Indonesia Syahrefi, Muhammad Farhan; Pebriyani, Upik; Hatta, Muhammad; Putri, Asri Mutiara
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v14i2.1294

Abstract

Introduction: Breast cancer remains the most prevalent malignancy among Indonesian women, comprising approximately 30% of all cases. Most patients present in advanced stages, necessitating chemotherapy, which often causes side effects such as alopecia, nausea, and anxiety that may reduce treatment adherence. Family support plays a vital psychosocial role in enhancing motivation and compliance. Methods: This observational analytical study employed a cross-sectional design at Dr. H. Abdul Moeloek Regional General Hospital, Bandar Lampung, from June 20–30, 2025. A total of 47 breast cancer patients undergoing chemotherapy were selected through purposive sampling. Family support was assessed via a validated questionnaire, and adherence data were extracted from medical records. The Chi-square test was applied with a significance level of α = 0.05. Results: Most respondents were aged 46–60 (44.7%) and worked as housewives (55.3%). Good family support was reported by 68.1% of participants, and 72.3% demonstrated good chemotherapy adherence. Statistical analysis revealed a significant association between family support and chemotherapy adherence (p = 0.000 < 0.05). Patients with strong family support consistently showed higher adherence levels. Conclusion: Family support significantly influences chemotherapy adherence in breast cancer patients. Interventions that strengthen family involvement could enhance treatment success and improve patient quality of life. Integrating psychosocial support into cancer care programs is essential to address both medical and emotional needs, thereby promoting optimal adherence and therapeutic outcomes
PERAN SELF-EFFICACY DAN SCHOOL CLIMATE DALAM MENINGKATKAN STUDENT SUBJECTIVE WELL-BEING Fatonah, Siti; Putri, Asri Mutiara; Supriyati, Supriyati
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v8i2.6278

Abstract

Latar belakang: Kesejahteraan subjektif siswa merupakan aspek penting dalam keberhasilan psikologis dan akademik siswa, namun sering kali terabaikan dalam program pengembangan sekolah. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-efficacy dan school climate terhadap kesejahteraan subjektif siswa SMA di Kota Bandar Lampung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sebanyak 200 siswa SMA dipilih menggunakan teknik quota sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Student Subjective Well-Being Questionnaire (SSWQ), General Self-Efficacy Scale (GSE), dan Skala School Climate yang telah disesuaikan dengan Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy dan school climate secara simultan berpengaruh signifikan terhadap student subjective well-being. Secara parsial, kedua variabel juga memiliki pengaruh positif yang signifikan. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengembangan self-efficacy dan iklim sekolah yang positif dalam meningkatkan kesejahteraan siswa. Sekolah diharapkan merancang intervensi yang dapat meningkatkan keyakinan diri siswa serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, suportif, dan menyenangkan.
PENGARUH DUKUNGAN ORANG TUA DAN FUTURE TIME PERSPECTIVE TERHADAP KEMATANGAN KARIR SISWA SMA NEGERI DI KOTA METRO S, Indah Nur Aini; Putri, Asri Mutiara; Harkina, Prida
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v8i2.6294

Abstract

Latar belakang: Kematangan karier merupakan kesiapan individu dalam merancang, memilih, dan mengambil keputusan karir secara bertanggung jawab. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh dukungan orang tua dan future time perspective terhadap kematangan karir pada siswa SMA Negeri di Kota Metro. Metode: menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Subjek penelitian berjumlah 329 siswa dari lima SMA Negeri di Kota Metro yang dipilih melalui teknik kuota sampling. Instrumen penelitian terdiri dari tiga skala: skala kematangan karir, skala dukungan orang tua, dan skala future time perspective. Hasil: uji F menunjukkan bahwa dukungan orang tua dan future time perspective secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kematangan karier. Namun secara parsial, hanya dukungan orang tua yang memiliki pengaruh terhadap kematangan karir, sedangkan future time perspective tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Sumbangan efektif dukungan orang tua sebesar 3,11%, sedangkan future time perspective sebesar 0,23%. Hasil ini menunjukkan bahwa dukungan orang tua memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan  future time perspective dalam membentuk kesiapan karier siswa.