Articles
The Analysis of Amil Zakat Institution/Lembaga Amil Zakat (LAZ) Accountability toward Public Satisfaction and Trust
Ahmad, Zulfikar Ali;
Rusdianto, Rusdianto
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9, No 2 (2018): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18326/muqtasid.v9i2.109-119
Abstract Indonesia has a high potency of zakat fund but the result of its collection shows the great gap compared with the potency. The current issue of Amil Zakat Institution/Lembaga Amil Zakat (LAZ) is about their public trust and public satisfaction. The aim of the research is to examine an impact of LAZ’s accountability on public satisfaction and public trust among muzakki in Indonesia. This research collects data using questionnaire from muzakki who paid their zakat in LAZ’s. This study uses SEM-PLS to analyze data. The result shows (1) significant influence on the LAZ’s accountability to public satisfaction, (2) public satisfaction on LAZ has a significant influence to public trust.Abstrak                                       Indonesia memiliki potensi dana zakat yang tinggi, namun hasil dari pengumpulannya menunjukkan ada perbedaan yang besar dibandingkan dengan potensinya. Permasalahan yang dihadapi oleh lembaga amil zakat (LAZ) sekarang adalah terkait dengan kepercayaan publik dan kepuasan publik. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh akuntabilitas LAZ terhadap kepuasan publik dan kepercayaan publik. Penelitian ini mengumpulkan data menggunakan kuisioner dari muzakki yang membayar zakat di LAZ. Penelitian ini menganalisa data yang terkumpul menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan (1) adanya pengaruh yang signifikan dari akuntabilitas lembaga amil zakat terhadap kepuasan publik, (2) kepuasan publik atas lembaga amil zakat mempunyai pengaruh signifikan atas kepercayaan publik.
Impact of Transparency and Accountability on Trust and Intention to Donate Cash Waqf in Islamic Microfinance Institutions
Ahmad, Zulfikar Ali;
Rusdianto, Rusdianto
Shirkah: Journal of Economics and Business Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (988.564 KB)
|
DOI: 10.22515/shirkah.v5i2.317
Research examining the intention of cash waqf in Islamic Microfinance institutions remain more paucity of evidence. To the best of the authors' knowledge, previous studies have still been silent on exploring the intention of cash waqf in the context of Baitul Maal wat Tamwil (BMT). Dealing with this issue, this study examines the impact of transparency and accountability perception on trust and intention to donate cash waqf in Islamic Microfinance Institutions. This study employed a survey in the form of a questionnaire to obtain the required data from 303 waqif (people who donate cash waqf) both at BMT and another nazhir waqf around the island of Java, Indonesia. Furthermore, the data were analyzed using Structural Equation Model-Partial Least Square (SEM-PLS) in two stages, i.e., measurement models and structural models. The results of data analysis portrayed that the perception of transparency provided a significant impact on trust and intention to donate cash waqf in Islamic finance institutions. It was also depicted that the level of trust positively influenced the intention to give cash waqf in Islamic finance institutions. These results offer significant contributions as fruitful insights to strengthen the transparency and accountability of Islamic microfinance institutions, particularly Baitul Maal wat Tamwil (BMT) in Indonesia.
DAKWAH K.H. MOH. FAIZ ABDUL RAZZAQ (Studi Dakwah Melalui Seni Kaligrafi)
Ahmad Zulfikar Ali
Reflektika Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (507.005 KB)
|
DOI: 10.28944/reflektika.v11i2.26
Aktivitas dakwah merupakan salah satu jalan yang dianggap paling ideal untuk menyampaikan ajaran islam. Namun, selama ini usaha tersebut belum terasa maksimal. Banyak fator yang menjadi penyebabnya, salah satunya adalah Aktivitas dakwah selama ini hanya dipahami sebagai bentuk komunikasi yang hanya dapat disampaikan dengan bahasa verbal saja, padahal pada kenyataannya komunikasi non verbal memiliki pengaruh yang lebih besar, untuk itu setiap da’i perlu menyadari pentingnya hal ini, sehingga aktivitas dakwah tidak hanya berlangsung dari mimbar kemimbar saja, namun disampaikan dengan cara yang beragam sesuai dengan keadaan masyarakat.Dalam berdakwah banyak media yang dapat digunakan seorang da’i, mulai dari yang bersifat verbal maupum non verbal, seorang dai dituntut untuk lebih arif dalam memilih media sesuai dengan kemampuan dan sasaran dakwah. Hal tersebut juga dilakukan oleh KH. Moh. Faiz Abdul Razzaq dalam berdahwah, sebagai seorang kaligrafer beliau memilih kaligrafi Islam sebagai media dakwah. Permasalahan yang akan diteliti adalah bagaimana aktivitas dakwah KH. Moh. Faiz Abdul Razzaq, bagaimana persepsi beliau tentang kaligrafi, dan apa saja upaya beliau untuk menjadikan kaligrafi sebagai media dakwah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metodepengumpulan data adalah interview dan dokumentasi. Melalui metode analisis deskriptif diharapkan hasil penelitian ini mampu menjawab persoalan yang akan ditelliti.
Apakah Ekuitas Merek dan Kesadaran Halal Memediasi Pengaruh Religiusitas dan Akulturasi terhadap Keputusan Pembelian?
Dwi Ratna Sari;
Asep Maulana Rohimat;
Zulfikar Ali Ahmad
JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia) Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Alma Ata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (494.268 KB)
|
DOI: 10.21927/jesi.2021.11(1).51-66
When the Korean Wave became a new trend in Indonesia, many Indonesian Muslims were influenced by the Korean culinary culture. Many people do not pay attention to the halal aspects of food, especially Korean food where the majority of the population is non-Muslim. From this the researchers conducted research on the effect of religiosity and acculturation on halal decisions with brand equity and halal awareness as mediating variables. This study uses a convenience sampling method with Korean food consumer object samples taken as many as 97 respondents randomly. Data analysis techniques used are multiple linear regression tests and multiple tests. The results of the study show that religiosity has a significant effect on brand equity, acculturation has a significant effect on brand equity, religiosity has a significant effect on halal awareness, but acculturation has a not significant effect on halal awareness, religiosity and acculturation has a significant effect on purchasing decisions, brand equity has an effect on significant on purchasing decisions and halal awareness has a significant effect on purchasing decisions. Brand equity mediates the effect of religiosity and acculturation on purchasing decisions. Meanwhile, halal awareness mediates the influence of religiosity on purchasing decisions.
The Analysis of Amil Zakat Institution/Lembaga Amil Zakat (LAZ) Accountability toward Public Satisfaction and Trust
Zulfikar Ali Ahmad;
Rusdianto Rusdianto
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9, No 2 (2018): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.182 KB)
|
DOI: 10.18326/muqtasid.v9i2.109-119
Abstract Indonesia has a high potency of zakat fund but the result of its collection shows the great gap compared with the potency. The current issue of Amil Zakat Institution/Lembaga Amil Zakat (LAZ) is about their public trust and public satisfaction. The aim of the research is to examine an impact of LAZ’s accountability on public satisfaction and public trust among muzakki in Indonesia. This research collects data using questionnaire from muzakki who paid their zakat in LAZ’s. This study uses SEM-PLS to analyze data. The result shows (1) significant influence on the LAZ’s accountability to public satisfaction, (2) public satisfaction on LAZ has a significant influence to public trust.Abstrak Indonesia memiliki potensi dana zakat yang tinggi, namun hasil dari pengumpulannya menunjukkan ada perbedaan yang besar dibandingkan dengan potensinya. Permasalahan yang dihadapi oleh lembaga amil zakat (LAZ) sekarang adalah terkait dengan kepercayaan publik dan kepuasan publik. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh akuntabilitas LAZ terhadap kepuasan publik dan kepercayaan publik. Penelitian ini mengumpulkan data menggunakan kuisioner dari muzakki yang membayar zakat di LAZ. Penelitian ini menganalisa data yang terkumpul menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan (1) adanya pengaruh yang signifikan dari akuntabilitas lembaga amil zakat terhadap kepuasan publik, (2) kepuasan publik atas lembaga amil zakat mempunyai pengaruh signifikan atas kepercayaan publik.
Impact of Transparency and Accountability on Trust and Intention to Donate Cash Waqf in Islamic Microfinance Institutions
Zulfikar Ali Ahmad;
Rusdianto Rusdianto
Shirkah: Journal of Economics and Business Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (988.564 KB)
|
DOI: 10.22515/shirkah.v5i2.317
Research examining the intention of cash waqf in Islamic Microfinance institutions remain more paucity of evidence. To the best of the authors' knowledge, previous studies have still been silent on exploring the intention of cash waqf in the context of Baitul Maal wat Tamwil (BMT). Dealing with this issue, this study examines the impact of transparency and accountability perception on trust and intention to donate cash waqf in Islamic Microfinance Institutions. This study employed a survey in the form of a questionnaire to obtain the required data from 303 waqif (people who donate cash waqf) both at BMT and another nazhir waqf around the island of Java, Indonesia. Furthermore, the data were analyzed using Structural Equation Model-Partial Least Square (SEM-PLS) in two stages, i.e., measurement models and structural models. The results of data analysis portrayed that the perception of transparency provided a significant impact on trust and intention to donate cash waqf in Islamic finance institutions. It was also depicted that the level of trust positively influenced the intention to give cash waqf in Islamic finance institutions. These results offer significant contributions as fruitful insights to strengthen the transparency and accountability of Islamic microfinance institutions, particularly Baitul Maal wat Tamwil (BMT) in Indonesia.
KONSEP TABLIGH MAJELIS KIAI DALAM MENJAGA KEUTUHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI) (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep)
Ahmad Zulfikar Ali
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (231.355 KB)
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v4i1.415
Konflik Kepentingan antarkelompok yang terjadi di Indonesia berakibat pada munculnya isu perpecahan negara kesatuan republik Indonesia. Hal tersebut memunculkan prasangka saling curiga ditegah masyarakat terhadap berbagai kelompok dan tokoh yang aktif bersosialisasi di tengah tengah masyarakat, tidak terkecuali pondok pesantren dan kiai yang selama ini dianggap lembaga dan tokoh sakral oleh masyarakat yang senantiasa menyampaikan pesan-pesan keagamaan melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.Dengan kondisi demikian, perlu kiranya mengkaji dinamika dakwah dan pesantren, khususnya pada kegiatan yang menguatkan negara kesatuan republik Indonesia untuk menjawab berbagai keresahan di tengah masyarakat.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kulitatif dengan tehnik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun yang menjadi sumber penelitian adalah Para Majelis Kiai Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Hasil temuan di lapangan yang diperoleh bahwa konsep tabligh Majelis Kiai Al-Amien Prenduan terpusat pada bidang pendidikan melalui pengajaran di pondok pesantren dengan semboyan Al-Amien Prenduan “Berdiri diatas dan untuk semua golongan”, semua hal tersebut dilakukan berlandaskan Al-Qur-an dan Hadist. Faktor pendukung para majelis kiai Al-Amien Prenduan yaitu dari segi kuantitas audiens yang banyak, dorongan motivasi dan prinsip akan berhasil (optimis) dan citra besar Al-Amien Prenduan, kemudian faktor penghambat yaitu latar belakang audiens yang beragam. Kata Kunci : Konsep Tabligh, Majelis Kiai, Kesatuan NKRI
Does Corporate Social Performance (CSP) Matter After the Financial Crisis?
Zulfikar Ali Ahmad;
Fachmi Pachlevi Yandra
Ijtimā`iyya: Journal of Muslim Society Research Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Postgraduate Program, State Institute on Islamic Studies Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (379.32 KB)
|
DOI: 10.24090/ijtimaiyya.v5i2.3916
This study aims to examine whether corporate social performance (CSP) increase after the crisis period. This study also examined whether CSP in the Jakarta Islamic Index (JII) member better than non-member JII. The content analysis method was used, and CSP data was measured using the item developed by Michael Jantzi Research Associate (MJRA) Inc. MJRA made a comprehensive measurement for measuring CSP. It dimensions consist of community issues, workplace diversity, environmental performance, employee relations, international issues, business practices and products, and others. The samples on this study are manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange after the crisis period, 2009-2010. The result indicated that CSP in 2010 higher than in 2009. CSP in the member of JII also better than non-members of JII. This result indicated that CSP was relevant to the Jakarta Islamic Index member even after a crisis period.
TRADISI KOMUNIKASI DI PESANTREN (Studi tentang Model Komunikasi Kiai dengan Santri dalam Perspektif Komunikasi Intrabudaya di Pondok Pesantren As-Sulthaniyah Banyuates Sampang)
Ahmad Zulfikar Ali
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v6i1.688
Komunikasi sebagai suatu proses mengandung arti bahwa kegiatan komunikasi itu berlangsung secara beruntun serta berkaitan antara satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu. Implikasi dari terjadinya komunikasi adalah adanya model komunikasi yang selalu menyertai tindak komunikasi.Penelitian ini mendeskripsikan model komunikasi kiai dengan santri. Pesantren sebagai sub-budaya yang spesifik mempunyai tata nilai yang berbeda dengan budaya dominan yang berkembang di masyarakat sekitarnya. Tata nilai tersebut membentuk homogenitas prilaku dan sikap yang berkembang di lingkungan pesantren.Fenomena model komunikasi di Pesantren As-Sulthaniyah dideskripsikan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pendekatan ini fokus pada model dan proses perilaku komunuikasi sebagai salah satu bagian dari sistem budaya, yang berfungsi di dalam keseluruhan konteks budaya.Hasil penelitian ini menemukan bahwa proses komunikasi yang terjadi antara kiai dan santri di pondok pesantren As-Sulthoniyah Banyuater Sampang terjadi pada tahap yang berbeda, yaitu tahap ankulturasi, tahap akulturasi, dan tahap asimilasi. Adapun model komunikasi yang terjadi di pesantren As-Sulthoniyah dapat dikelompokkan dalam model Komunikasi Transaksi, Model Komunikasi Ritual dan Ekspresif, Model Komunikasi Publisitas, Model Komunikasi Resepsi.
Mempertahankan Eksistensi Radio Sebagai Media Dakwah (Studi Pada Radio Swara Dakwah Al-Amien Prenduan)
Ahmad Zulfikar Ali;
Mohammad Fauzi
Dirosat : Journal of Islamic Studies Vol 5, No 1 (2020): Dirosat: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/dirosat.v5i1.950
The existence of an Islamic-based radio is felt to be very important considering that Islam must be widespread and conveying the truth is the responsibility of Muslims as a whole. In the midst of this situation, Radio Swara Dakwah Al-Amien Prenduan comes with an effective Islamic da'wah radio format which is always carried out by Islamic boarding schools. Al-Amien Prenduan for the creation of strong management-based institutionalization of da'wah. This research is intended to find out how the strategy used by Radio Swara Da'wah Al-Amien Prenduan (RASDA) FM 107.7 in maintaining its existence as a propaganda medium. This research is a qualitative research, with data collection techniques used are observation, interview and documentation methods. The analytical method used in this research is descriptive analysis to explain how the strategy is carried out to maintain its existence as a da'wah media. The results of this study indicate that in general the strategy used by Rasda radio in maintaining its existence is a communication strategy and radio broadcasting strategy. In particular, by implementing a communication strategy internally and externally. Internally, namely conducting evaluation meetings once a week and once a month. Externally, namely by expanding the network in the form of cooperation with other da'wah bureaus. While the factors that support Rasda FM as a da'wah media are the presence of sophisticated technological tools. The inhibiting factors are broadcasting and technical errors, such as lack of preparation, lack of concentration and damage to a device.