Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PERAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DALAM MEMBANGUN KESEHATAN MENTAL REMAJA DESA WATUGALUH KABUPATEN JOMBANG Dwinata, Anggara; Kibtiyah, Asriana; Wahyu Nugroho, Meriana; Faizi, Ahmad; Ali Gucci, Ahmad Zulfikar; Rahma Pratiwi, Emy Yunita; Raharja, Hawwin Fitra
ABIDUMASY Vol 5 No 01 (2024): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/abidumasy.v5i01.5726

Abstract

Masa remaja adalah masa dimana seseorang mencari jati diri. Masa ini merupakan fase awal dimana seorang manusia membangun kesehatan mental secara sadar agar menuju dewasa dapat beperilaku secara positif tanpa adanya gangguan psikis dan terganggunya kesehatan mental. Wujud peran serta remaja dalam membangun kesehatan mental menjadi landasan yang sangat penting agar dapat mengendalikan diri dan menahan hawa nafsu. Sebagai wujud implementasi nyata, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) sedang melaksanakan program kerja khusus dalam penanganan gangguan kesehatan mental remaja di Desa Watugaluh, Kabupaten Jombang bekerja sama dengan Pemeritah Desa Watugaluh, Tim Kesehatan Desa Watugaluh, Praktisi Psikologi, dan Dosen. Implementasi nyata ini sebagai wujud rangakain program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Universitas Hasyim Asyari Tebuireng Jombang dalam mengatasi masalah terkait kesehatan mental. Tujuan diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat adalah mengatasi kesehatan mental remaja desa Watugaluh melalui peran psikologi pendidikan. adapun metode pelaksanaan Pengabdian Masyarakat meliputi: 1) survei dan observasi, 2) penyuluhan dan sharing keilmuan, dan 3) evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat memiliki dampak yang positif dalam memberikan wawasan dan strategi solusi terhadap pemecahan masalah gangguan kesehatan mental di Desa Watugaluh Kabupaten Jombang. Simpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah sumbangsih ilmu yang nyata tentang pentingnya menjaga kesehatan mental bagi anak di usia remaja agar kelak masa depannya menjadi gemilang dan memiliki motivasi hidup tinggi.
BHESAH ALOS : ETIKA KOMUNIKASI REMAJA DALAM PERGAULAN SOSIAL DI KABUPATEN SAMPANG MADURA Ali, Ahmad Zulfikar; Suryanto, Totok Agus; Amin, Agus Saifuddin; Maliji, Moh.
Reflektika Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v16i1.896

Abstract

Etika merupakan salah satu unsur yang menentukan sukses atau tidaknya komunikasi yang dilakukan seseorang. Komunikasi yang dilakukan dengan etika yang kurang tepat akan mengakibatkan bias pada seseorang dalam menginterpretasikan pesan yang ingin disampaikan. salah satu bentuk etika yang paling diperhitungkan dalam proses komunikasi adalah etika berbahasa. Bahasa yang digunakan dalam komunikasi dan bagaimana bahasa tersebut disampaikan merupakan salah satu kriteria etika komunikasi yang baik. Hal tersebut melingkupi bahasa secara universal, tidak terkecuali bahasa madura sebagai salah satu bahasa daerah dengan pengguna terbesar ketiga di Indonesia. Artikel ini akan membahas bagaimana karakter penggunaan bahasa halus oleh remaja di kabupaten sampang sebagai salah satu kabupaten di madura dan bagaimana peran bahasa Madura halus dalam meneguhkan etika komunikasi.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga karakter etika komunikasi sosial remaja madura Pertama, etika komunikasi yang baik dan utama dalam perspektif orang Madura adalah menggunakan bahasa halus, kedua, penggunaan titi nada dan sikap yang tepat, ketiga, penggunaan bahasa sesuai konteks berbicara. Adapun peran bahasa halus Madura dalam meneguhkan etika komunikasi  terumuskan dalam dua hal; Pertama, Bhesah Alos  mengedepankan pertimbangan lawan bicara, terutama kepada orang yang lebih tua dan dihormati. Kedua,  bahasa halus merupakan manifestasi dari pribadi yang beretika dan bertatakrama
DAKWAH K.H. MOH. FAIZ ABDUL RAZZAQ (Studi Dakwah Melalui Seni Kaligrafi) Ali, Ahmad Zulfikar
Reflektika Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v11i2.26

Abstract

Aktivitas dakwah merupakan salah satu jalan yang dianggap paling ideal untuk menyampaikan ajaran islam. Namun, selama ini usaha tersebut belum terasa maksimal. Banyak fator yang menjadi penyebabnya, salah satunya adalah Aktivitas dakwah selama ini hanya dipahami sebagai bentuk komunikasi yang hanya dapat disampaikan dengan bahasa verbal saja, padahal pada kenyataannya komunikasi non verbal memiliki pengaruh yang lebih besar, untuk itu setiap da’i perlu menyadari pentingnya hal ini, sehingga aktivitas dakwah tidak hanya berlangsung dari mimbar kemimbar saja, namun disampaikan dengan cara yang beragam sesuai dengan keadaan masyarakat.Dalam berdakwah banyak media yang dapat digunakan seorang da’i, mulai dari yang bersifat verbal maupum non verbal, seorang dai dituntut untuk lebih arif dalam memilih media sesuai dengan kemampuan dan sasaran dakwah. Hal tersebut juga dilakukan oleh KH. Moh. Faiz Abdul Razzaq dalam berdahwah, sebagai seorang kaligrafer beliau memilih kaligrafi Islam sebagai media dakwah. Permasalahan yang akan diteliti adalah bagaimana aktivitas dakwah KH. Moh. Faiz Abdul Razzaq, bagaimana persepsi beliau tentang kaligrafi, dan apa saja upaya beliau untuk menjadikan kaligrafi sebagai media dakwah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metodepengumpulan data adalah interview dan dokumentasi. Melalui metode analisis deskriptif diharapkan hasil penelitian ini mampu menjawab persoalan yang akan ditelliti.
HARMONIZING ISLAMIC VALUES WITH TECHNOLOGICAL ADVANCEMENTS FOR SELF-DEVELOPMENT Ramadhan, Yusfar; Asykur, Asykur; Ali, Ahmad Zulfikar; Mujibno, Mujibno
Reflektika Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v18i2.1463

Abstract

The development of learning innovation in the era of "Industrial Revolution 4.0" will be closely related to educational technology. Both of them can be harmonized into Islamic values. One of them is that learning online or better known as online is something that must be done in the midst of the Covid 19 outbreak. However, many teaching staff are not yet ready, due to the phenomenon of being technologically illiterate or technologically illiterate. Educators who are technologically clueless can reduce the level of professional credibility in front of their students so that students sometimes tend to underestimate them. It can be seen that here lies the harmonization of Islamic values. Considering that students are more familiar with the world of technology and communication because it has become a nutritional intake in gaining knowledge. This phenomenon often occurs around us, including being found at one of the MTs educational institutions. Al-Irsyadiyah, whose address is Dermowebang Village, Sarirejo District, Lamongan Regency, there are several teachers who are said to still be technologically deficient in their learning. So it is still lacking in implementing Islamic values. Therefore, the focus point in this research is how teachers carry out the online learning process, especially for those who are technologically clueless and what impact this has on student learning outcomes and harmonization of Islamic values. With this article, the author hopes that inspiration and solutions will grow for teachers who experience the same problems. 
MEMBANGUN RUANG PUBLIK DIGITAL YANG SEHAT: AKTUALISASI KONSEP AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR MELALUI LITERASI MEDIA BERBASIS AL-QUR’AN Ali, Ahmad Zulfikar; Ramadhan, Yusfar; Rahman, Holilur
Reflektika Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v20i2.2463

Abstract

The digital public sphere is currently experiencing a serious pathology characterized by massive disinformation, polarization, and degradation of communication ethics, transforming it from an arena of rational dialogue into a toxic “echo chamber.” Conventional media literacy approaches that are technical and secular in nature are considered inadequate to address this crisis of values. This article aims to formulate a conceptual framework for alternative media literacy rooted in the transcendental values of the Qur'an as a fundamental solution. This study uses a qualitative method with a library research design, dialoguing the classical doctrine of Amar Ma'ruf Nahi Munkar with the reality of contemporary cyber communication. The results of the study show that Amar Ma'ruf Nahi Munkar needs to be re-actualized from a normative theological doctrine into an adaptive “cyber activism” strategy for digital algorithm structures. The main finding of this study is the construction of a “Quran-based Media Literacy” model, which integrates the spirit of Amar Ma'ruf Nahi Munkar as the spirit for basic media competence; where intention management becomes the basis for accessing information, the tabayyun mechanism becomes the basis for critical analysis, and qaulan sadidan ethics become the basis for content participation. This model shifts the literacy paradigm from merely producing cognitively intelligent netizens to netizens who possess digital piety.
STRENGTHENING THE DIGITAL SKILLS OF GENERATION Z SANTRI THROUGH TRAINING ON THE USE OF SOCIAL MEDIA AS A MEANS OF BUILDING PERSONAL BRANDING Ali, Ahmad Zulfikar; Mawardi, Moh. Maqbul
As-Sidanah Vol 8 No 1 (2026): APRIL
Publisher : LP2M Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/assidanah.v8i1.20-40

Abstract

The low level of digital literacy among Generation Z Islamic boarding school students is a major obstacle to utilizing technology for effective da'wah. This program aims to provide an understanding of digital literacy and equip students with practical skills in processing creative content to build personal branding. The novelty of this program lies in its intervention targeting traditional Islamic boarding schools with limited infrastructure, an area that is often overlooked in mainstream digital literacy studies. The activities were carried out using a Service Learning (SL) approach, combined with Kurt Lewin's stages of change, to systematically transform students' behavior on social media. The implementation method consisted of four main stages: problem investigation, strategy preparation, action (including vision clarification, behavior change through technical training, and refreezing through assignments), and self-reflection. The results of the activity showed a significant increase in students' understanding of the urgency of personal branding and mastery of digital skills, such as copywriting, graphic design, and video editing, with practical implications for students' ability to produce consistent, independent creative da'wah content. Theoretically, this program demonstrated that the Service Learning method is effective when used in a pesantren environment to accelerate technological adaptation and foster a positive digital identity among Generation Z students.
Pesan Moral dalam Film KKN di Desa Penari: Analisis Semiotika Roland Barthes Nur Laila; Ahmad Zulfikar Ali
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol. 10 No. 1 (2026): Bayan Linnaas Vol. 10 No.1 2026
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v10i1.2351

Abstract

With increasingly sophisticated technology and the ability to present everything, it has led to moral decline. Without us realizing it, a moral crisis is currently affecting young people, especially teenagers, in this era. One effort to prevent this moral decline is utilizing mass communication media in the form of film. One such film, "KKN Di Desa Penari," focuses on the moral message conveyed in the film. The researcher used a media text analysis approach with a qualitative descriptive approach, incorporating Roland Barthes' semiotic analysis, which has three meanings: denotation, connotation, and metalanguage or myth. The researcher used observation and data validation methods using diligent observation and triangulation. The results of this study indicate that sixteen of the seventy scenes in the film "KKN Di Desa Penari" contain moral messages. The research findings reveal that the relationship between humans and God, the relationship between humans and other humans as social beings, and the relationship between humans and themselves are related.
Determinants of stock price volatility in Shariah-compliant firms Sukma, Aji Kumara; Nurofik, Nurofik; Ahmad, Zulfikar Ali
Sebelas Maret Business Review Vol 8, No 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/smbr.v8i2.81376

Abstract

This study examines how inflation, exchange rates, interest rates, earnings per share, debt-to-equity ratio, and dividend payout ratio impact the volatility of stock prices among companies listed on the Indonesia Stock Exchange between 2015 and 2018. The research focuses on companies included in both the Indonesian Sharia Stock Index (ISSI) and the broader Indonesia Stock Exchange (BEI) during this period. This research obtained a total of 680 samples with a purposive sampling method. This paper also uses regression data panel models by Eviews 9 software. The results of the test show that interest rates and earnings per share positively affect stock price volatility. Meanwhile, inflation and debt-to-equity ratio negatively affect stock price volatility. Apart from that, the exchange rate and DPR do not affect stock price volatility. The findings in this article can contribute to the existing literature related to stock price volatility and also provide benefits to policies for company stakeholders.