Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pemanfaatan Kombinasi Ampas Kopi Arabika dan Ampas Teh : Potensi sebagai Body Scrub Alami Asyraf, Insanul; Hayati, Rima
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 9 No 2 (2024): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Jurnal Akademi Farmasi Prayoga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas kopi Arabika (Coffea arabica L.) dan ampas teh merupakan limbah dari bahan alami yangberpotensi dijadikan bahan utama dalam formulasi body scrub. Ampas kopi dengan tekstur kasarnyamampu mengangkat sel-sel kulit mati, sementara kandungan antioksidannya berfungsi melembutkan kulit.Di sisi lain, ampas teh mengandung polifenol yang berperan sebagai antioksidan, membantu melindungikulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari, dan peradangan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasiapakah ampas kopi arabika (Coffea arabica L.) dan ampas teh (Camellia sinensis L. Kuntze) dapatdikombinasikan dalam formulasi krim body scrub. Tiga formula dengan variasi konsentrasi ampas kopi danampas teh dikembangkan: F1 (10% : 20%), F2 (15% : 15%), serta F3 (20% : 10%). Bahan ampas kopi danteh diperoleh dari Ponten Cafe, Peunayong, Banda Aceh. Skrining fitokimia terhadap ampas kopi danampas teh menunjukkan adanya kandungan alkaloid, saponin, flavonoid, dan triterpenoid, yang memilikiefek positif bagi kesehatan kulit. Evaluasi fisik menunjukkan bahwa semua formula body scrub memilikitekstur semi-solid, homogen, dengan bau khas kopi; F1 berwarna hitam, sementara F2 dan F3 berwarnaabu-abu kehitaman. Sediaan memiliki tipe emulsi M/A dan pH berkisar antara 6,1 hingga 6,3. Uji dayasebar dalam rentang 6,5–6,6 cm, dengan viskositas berkisar antara 4130 cP hingga 28890 cP. Berdasarkanuji kesukaan responden, F1 menjadi formula yang paling disukai dari segi tekstur dan warna, sedangkan F3lebih disukai dari segi aroma. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah ampas kopi danampas teh memiliki potensi untuk diformulasikan dalam krim body scrub.
Implementasi Pengetahuan tentang Kosmetik untuk Ibu Hamil dan Menyusui: Upaya Pengabdian kepada Masyarakat di kalangan Mahasiswa D-III Kebidanan Poltekkes Hayati, Rima; Sari, Amelia; Aroni, Defri
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2024): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Oktober)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v6i2.21211

Abstract

Kosmetik adalah produk yang digunakan untuk membersihkan, memelihara, dan meningkatkan daya tarik tubuh. Bagi ibu hamil dan menyusui, pemilihan kosmetik yang aman sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit dan menghindari bahan kimia berbahaya yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi. Maraknya peredaran kosmetik yang tidak aman di masyarakat menuntut adanya pengetahuan yang tepat tentang produk yang digunakan, terutama bagi tenaga kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengukur persepsi mahasiswi tingkat 2 program studi D-III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh terhadap penggunaan kosmetik yang aman bagi ibu hamil dan menyusui. Hasil dari kegiatan edukasi ini menunjukkan bahwa setelah edukasi 61,6% (45 responden) memiliki persepsi yang baik mengenai pentingnya penggunaan kosmetik yang aman dalam perawatan ibu hamil dan menyusui.
Effect Of Theraband Exercise Therapy On Pain Reduction In Osteoarthritis Patients At Puskesmas Citra Medika Lubuklinggau City Hayati, Rima; Novitasari, Deltari; Harison, Nunu
Journal Hygeia Public Health Vol 1 No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jhph.v1i2.7929

Abstract

Theraband exercise, a type of elastic resistance exercise that allows many different movements to increase muscle strength, joint mobility, function and reduce joint pain in osteoarthritis sufferers. The research problem is the increase in patients experiencing pain in osteoarthritis. The purpose of this study was to determine the effect of theraband exercise therapy on reducing pain in osteoarthritis patients at the Citra Medika Health Center, Lubuklinggau City. This study is a quantitative method with a pre and post test design. In this study, the treatment group will receive theraband exercise therapy. The total population studied was 253 people, and only 10 samples were taken. The Wilcoxon test (non-parametric) was used to analyze primary and secondary data. The results of this study were the average value of pain reduction before using theraband exercise therapy in osteoarthritis patients, namely 5.10. The average value of pain reduction after using theraband exercise therapy in osteoarthritis patients was 2.20. There is an effect of theraband exercise therapy on reducing pain in osteoarthritis patients at the Citra Medika Health Center, Lubuklinggau City with a p value of 0.004.For the Citra Medika Health Center, Lubuklinggau City, they can include theraband exercise therapy in routine program activities at the Citra Medika Health Center, Lubuklinggau City and carry out theraband exercise therapy as a nursing intervention to reduce pain in osteoarthritis patients.
FORMULASI MOUTHWASH DARI EKSTRAK GETAH ANGSANA (Pterocarpus indicus Willd) Sari, Amelia; Hayati, Rima; Irwani, Maria
Jurnal Pharmacopoeia Vol 2 No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v2i1.363

Abstract

Getah angsana memiliki kandungan flavonoid yang dapat menghambat bakteri sehingga dapat dikembangkan menjadi sediaan mouthwash untuk mencegah sariawan dan membersihkan plak pada gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui getah angsana (Pterocarpus indicus Willd) dapat diformulasikan dalam sediaan mouthwash. Sediaan mouthwash sangat diperlukan dalam mengatasi infeksi oral bakteri Streptococcus mutans karena kemampuannya membersihkan tempat yang sulit dijangkau. Mouthwash dibuat dengan konsentrasi yang berbeda yaitu F0 basis obat kumur dan F1 getah angsana dengan konsetrasi 25%. Evaluasi sediaan mouthwash yang dilakukan yaitu uji organoleptis, uji pH, uji bobot jenis dan uji viskositas. Uji organoleptis sediaaan mouthwash F0 memiliki bau khas minyak permen (menthol), tidak berwarna, rasa manis menyegarkan dan jernih, sedangkan FI memiliki bau khas permen (menthol), warna merah kehitaman, rasa kelat diikuti sensasi mint dan jernih. Uji pH memiliki hasil F0 6,7 ± 0,15 FII 6,2 ± 0,20. Uji bobot jenis memiliki hasil F0 1,3385 g/cm3 sedangkan FII 9,840 g/cm3 dan uji viskositas mouthwash memiliki hasil F0 0,7939 ± 0,062 FII 0,8626 ± 0,028. Semua sediaan mouthwash berdasarkan uji organoleptis, uji pH, uji bobot jenis dan uji viskositas memenuhi persyaratan.
MENUMBUHKAN KEBIASAAN BIJAK DALAM PENGGUNAAN ANTIBIOTIK MELALUI EDUKASI PADA MAHASISWI KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES ACEH Sari, Amelia; Adina Asysyifa, Alifa; Ali, Burdah; Silviana, Ernita; Aroni, Defri; Irwani, Maria; Hayati, Rima
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak bijak dapat menimbulkan dampak serius, termasuk resistensi antibiotik. Oleh karena itu, edukasi kepada calon tenaga kesehatan menjadi langkah penting dalam menanamkan kebiasaan penggunaan antibiotik yang rasional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku mahasiswi kebidanan terkait penggunaan antibiotik secara bijak melalui metode ceramah dan evaluasi dengan kuesioner pretest dan posttest. Sebanyak 38 responden mengikuti kegiatan yang meliputi penyuluhan kesehatan serta pengisian kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa pada tahap pretest, tingkat pengetahuan kategori baik hanya sebesar 28,9%, meningkat menjadi 94,7% pada posttest. Pengetahuan kategori cukup menurun dari 55,3% menjadi 5,3%, sedangkan kategori kurang dari 15,8% menjadi 0%. Pada aspek perilaku, kategori baik meningkat dari 36,8% menjadi 100%, sedangkan kategori cukup menurun dari 55,3% menjadi 0%, dan kategori kurang dari 7,9% menjadi 0%. Uji paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest, baik pada pengetahuan maupun perilaku (p < 0,05). Selain itu, hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik. Dengan demikian, edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus membentuk perilaku bijak penggunaan antibiotik pada mahasiswi Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh.
FORMULASI TEH KOMBUCHA VARIASI EKSTRAK KUNYIT DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl): FORMULASI TEH KOMBUCHA VARIASI EKSTRAK KUNYIT DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl) silviana, ernita; Sari, Amelia; Burdah, Burdah; Hayati, Rima; Irwani, Maria
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i2.1018

Abstract

Kombucha adalah salah satu olahan hasil fermentasi gula dan teh dengan campuran starter kultur kombucha yang disebut SCOBY (Symbiotic Cultures of Bacteria and Yeasts). Fermentasi teh kombucha dilakukan menggunakan mikroorganisme dari kelompok khamir dan bakteri. Kultur simbiosis bakteri asam asetat (Acetobacter xylinum, Acetobacter aceti), bakteri asam laktat (Lactobacillus, Lactococcus), Saccharomyces ludwigii, Saccharomyces bisporus, Zygosaccharomyces sp dan beberapa jenis khamir (Torolupsis sp). Bakteri dan khamir tersebut dapat menghambat kontaminasi mikroorganisme. Teh kombucha kunyit merupakan salah satu minuman kesehatan, seperti diketahui bahwa kunyit mengandung kurkumin yang berfungsi sebagai antioksidan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk membuat teh kombucha dengan variasi konsentrasi ekstrak kunyit dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenil-1picrylhidrazyl). Tahapan metode yang akan dilakukan adalah pertama disiapkan kunyit batang yang telah dicuci dan dibersihkan kulitnya 150 gr, diblender dan direbus hingga mendidih selama 10 menit dengan api kecil. Setelah dingin disaring  ampasnya dan dimasukkan ke dalam wadah dan ditambahkan gula aren sebanyak 50 gram untuk masing-masing varian. Dimasukkan starter kombucha 10% dan SCOBY dan didiamkan selama 7 hari, diuji antioksidan masing-masing. Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai IC50 pada sampel K1 sejumlah 6,981 ppm, pada sampel K2 sejumlah 10,689 ppm sedangkan pada sampel K3 sejumlah 8,423 ppm. Hasil tersebut menunjukkan nilai IC50 ketiga sampel adalah sangat kuat dalam menghambat  radikal bebas.