Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Koneksi

Corak Batik dan Perilaku Komunikasi (Analisis Motif Batik Jogja dan Batik Solo) Yulianita, Chelsea; Sukendro, Gregorius Genep
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6216

Abstract

Batik merupakan ciri khas budaya bangsa Indonesia di mana karya seni ini pada setiap corak dan motifnya terdapat makna, filosofi dari masing-masing daerahnya. Dalam hal ini, budaya dan komunikasi sangat berhubungan. Perilaku komunikasi menjadi hal utama dalam berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku komunikasi yang terdapat pada motif batik Jogja, dan batik Solo dan mengetahui ciri khas motif yang dimiliki batik Jogja dan batik Solo. Teori yang digunakan adalah teori motif dan teori perilaku komunikasi. Sedangkan metode yang dipakai yakni metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Dengan metode pengumpulan data yang akan diperoleh dari hasil wawancara mendalam dan observasi. Hasil yang diperoleh adalah perilaku komunikasi yang terjadi tidak hanya melalui komunikasi verbal tetapi juga melalui komunikasi non-verbal. Pada komunikasi verbal pola komunikasi mengarah pada pemberian informasi mengenai arti dan makna dari ciri-ciri motif batik Jogja dan batik Solo kepada masyarakat. Sementara pada komunikasi non-verbal pola komunikasinya mengarah pada pesan dan tanda yang disampaikan melalui simbol dan gambar dari motif batik itu sendiri.
Minimnya Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia dalam Berpikir Kritis (Salah Satu Aspek dalam Komunikasi Periklanan) yang ditelti dari Komentar Unggahan Instagram Mastan, Ryan; Sukendro, Gregorius Genep
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21259

Abstract

The demographic bonus is one of the supporting factors for Golden Indonesia 2045. For this reason, the quality of human resources must be considered so that the demographic bonus does not shift to become a demographic burden. This research focuses on critical thinking as a factor in the quality of human resources, where critical thinking also plays an important role in advertising communications to create creative ideas. With the aim of knowing the causes of the lack of critical thinking based on several theories. Among them are Hermeneutic Theory and Content Analysis as the main theories, then Conformity Theory and Social Reality Construction Theory as supporting theories. The method used in this study is content analysis, where comments from news uploads on Instagram Folkative and Indozone accounts are examined using supporting theory. The results of this study show that some people make statements that tend to be provocative which are at risk of triggering conflict without being based on facts. It can be concluded that critical thinking has not been applied by some of these people.   Bonus demografi sebagai salah satu faktor pendukung Indonesia Emas 2045. Kualitas sumber daya manusia harus diperhatikan agar bonus demografi tidak bergeser menjadi beban demografi. Penelitian ini berfokus pada berpikir kritis sebagai salah satu faktor dalam kualitas sumber daya manusia, dimana berpikir kritis juga berperan penting dalam komunikasi periklanan untuk menciptakan ide kreatif. Dengan tujuan mengetahui sebab minimnya berpikir kritis yang dilandasi dengan beberapa teori. Diantaranya Teori Hermeneutika dan Analisis isi sebagai teori utama, lalu Teori Konformitas dan Teori Konstruksi Realitas Sosial sebagai teori pendukung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan Analisis Isi, dimana komentar dari unggahan berita akun Instagram Folkative dan Indozone diteliti menggunakan teori pendukung. Hasil dari penelitian ini menunjukan sebagian masyarakat menyatakan pernyataan yang cenderung provokatif yang beresiko memicu konflik tanpa didasari fakta. Dapat disimpulkan, berpikir kritis belum diterapkan oleh sebagian masyarakat tersebut.
Representasi Feminisme dalam Film Seri Marvel (Analisis Semiotika John Fiske pada Film Serial She-Hulk: Attorney at Law) Josephine, Josephine; Sukendro, Gregorius Genep
Koneksi Vol. 7 No. 2 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i2.21612

Abstract

The film is one form of popular mass media which is packaged in such a way that the message it carries can be conveyed. A Film is a popular form of mass media that is widely used by the public. A film's story is packaged in such a way that the message it conveys is conveyed. The film's values can have cognitive, affective, and conative effects on the audience. She-Hulk: Attorney at Law, a 2022 Marvel Cinematic Universe production, is no exception. What is interesting to examine is how the film portrays feminism. The goal of this research is to determine the meaning of the semiotic code in relation to feminism at three levels: reality, representation, and ideology. This study employed descriptive qualitative methods, with John Fiske's semiotic theory approach, such as the codes of television. The result of this research shows that the values of feminism at the reality level are shown through appearance, costume, make-up, behavior, dialogue, and expression code. At the representation level, the values of feminism are shown through camera, lighting, music and sound, conflict, and action. Liberal feminism is the ideological value of feminism that is represented, for which women can claim equality with men based on essential human capitalism as a moral reasoning agent. Film merupakan salah satu bentuk media massa populer yang dikemas sedemikian rupa agar pesan yang dibawa dapat tersampaikan. Pesan-pesan dan nilai-nilai yang terkandung dalam film dapat mempengaruhi penonton baik secara kognitif, afektif dan konatif. Tak terkecuali film seri produksi Marvel Cinematic Universe pada tahun 2022 berjudul She-Hulk: Attorney at Law. Yang menjadi menarik untuk diteliti adalah bagaimana representasi feminisme ditampilkan melalui film tersebut. Tujuan dari penelitian berikut adalah mencari tahu arti kode-kode semiotika tentang feminisme pada level realitas, level representasi dan level ideologi. Analisis ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan teori semiotika John Fiske, dan menggunakan teori kode televisi. Hasil penelitian ini merepresentasikan beberapa nilai feminisme pada level realitas berdasarkan penampilan, kostum, riasan wajah, tingkah laku, dialog, dan kode ekspresi. Pada level representasi nilai-nilai feminisme direpresentasikan melalui kamera, pencahayaan, musik dan suara, konflik, narasi, dan aksi. Serta level ideologi, yang memuat nilai-nilai feminisme direpresentasikan adalah aliran feminisme liberal, hal ini mengartikan bahwa perempuan dapat menuntut hak yang sama dengan laki-laki dalam argumen moral yang dapat dibenarkan dari esensi kapitalis laki-laki.
Meriam Sebagai Media Komunikasi Tradisional (Studi Tradisi Dentuman Meriam Sebagai Penanda Buka Puasa) Suiwidjaja, Mikhael Alfian; Sukendro, Gregorius Genep
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.25240

Abstract

The blast produced by the cannon is one of the traditional communication media. The blast of the cannon is a tradition carried out by the community at the Al-A'raaf Great Mosque in Rangkasbitung. Tradition is a form of culture that is maintained and passed down from generation to generation by the local community. The tradition of the cannon blast became a culture for the people of Rangkasbitung. The cannon blast is used to mark the time during the month of Ramadan every year. This research will discuss the function of the cannon as a traditional communication media in the tradition of the cannon blast to mark the breaking of the fast at the Al-A'raaf Great Mosque in Rangkasbitung. In this research, the author uses the theory of cultural studies from Stuart Hall and uses a qualitative approach method with the phenomenological method from Bogdan and Taylor. The data in this study were obtained through interviews, observations, literature studies, and documentation. The results showed that the use of cannons as a marker of breaking the fast has existed since the colonial era. Other findings also showed that the tradition of the cannon blast as a marker of breaking the fast was formed due to the influence of the power of the dominant group, namely the people of Rangkasbitung, especially those who practiced fasting. The cannon acts as a persuasive traditional communication medium and develops into a culture in the community. Dentuman yang dihasilkan meriam merupakan salah satu media komunikasi tradisional. Dentuman meriam merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat di Masjid Agung Al-A’raaf Rangkasbitung. Tradisi merupakan bentuk kebudayaan yang dipertahankan dan diwariskan turun-temurun oleh masyarakat setempat. Tradisi dentuman meriam menjadi budaya bagi masyarakat Rangkasbitung. Dentuman meriam digunakan untuk menandakan waktu saat bulan Ramadhan setiap tahun. Penelitian ini akan membahas fungsi meriam sebagai media komunikasi tradisional dalam tradisi dentuman meriam penanda buka puasa di Masjid Agung Al-A’raaf Rangkasbitung. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori kajian budaya dari Stuart Hall dan menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dari Bogdan dan Taylor. Data dalam penelitian ini didapatkan melalui hasil wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan meriam sebagai penanda buka puasa sudah ada sejak zaman penjajahan. Temuan lain juga menunjukan bahwa tradisi dentuman meriam sebagai penanda buka puasa terbentuk karena adanya pengaruh dari kekuatan kelompok dominan yakni masyarakat Rangkasbitung terutama yang menjalankan ibadah puasa. Meriam berperan sebagai media komunikasi tradisional yang mengandung komunikasi persuasif dan berkembang menjadi budaya di tengah masyarakat.
Analisis Pesan Persuasif dalam Kreativitas Iklan BCA “Anggun Ketipu? #AwasModus” Purnamasari, Dewi; Sukendro, Gregorius Genep
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27572

Abstract

The rise in BCA-related fraud cases in 2022 led to customer worries. To address this, BCA launched the “Anggun Ketipu? #AwasModus” creative ad, urging customers to reject personal banking data fraud. The focus of this research is to analyze how the persuasive message is in BCA’s advertising creativity “Anggun Ketipu? #AwasModus”. The theories and concepts used are advertising creativity and persuasive messages, which are elements of AIDCA (Attention, Interest, Desire, Conviction, Action). The author uses a descriptive qualitative research approach with a case study method. Data collection used observation, interview, and literature study techniques. The validity of the data was checked through triangulation of data sources and theory. The results of this research are that the presence of celebrity Anggun Cipta Sasmi is able to attract the audience's attention at the beginning of the advertisement; showing several examples of fraud cases and their solutions which are packaged with comedy elements and positioning the fraud targets, as heroes can stimulate the audience's curiosity; the phrase “Rejecting Fraud Elegantly” prompts immediate action; narratives, music, and appreciation evoke audience emotions; repetition of “Rejecting Fraud Elegantly” emphasizes the relevance and prompting action. The author concludes that the AIDCA concept can be realized well in this advertising creativity. Kasus penipuan yang mengatasnamakan BCA marak terjadi pada tahun 2022 sehingga menimbulkan kekhawatiran nasabah. BCA lalu merilis iklan kreatif dengan judul “Anggun Ketipu? #AwasModus”. Iklan ini menyampaikan pesan kepada nasabah untuk menolak berbagai jenis penipuan data pribadi perbankan. Fokus dalam penelitian ini adalah menganalisis bagaimana pesan persuasif dalam kreativitas iklan BCA “Anggun Ketipu? #AwasModus”. Teori dan konsep yang digunakan adalah kreativitas iklan dan pesan persuasif elemen AIDCA (Attention, Interest, Desire, Conviction, Action). Penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber data dan teori. Hasil dari penelitian ini adalah kehadiran selebriti Anggun Cipta Sasmi mampu menarik perhatian audiens di awal penayangan iklan; tayangan beberapa contoh kasus penipuan beserta solusinya yang dikemas dengan unsur komedi dan memposisikan target penipuan sebagai pahlawan mampu merangsang rasa ingin tahu audiens; “Tolak dengan Anggun” menjadi kata kunci yang menggerakan keinginan audiens untuk segera melakukan penolakan; narasi yang diiringi latar musik serta adanya apresiasi dalam iklan mampu memengaruhi emosi audiens; pengulangan pesan “Tolak dengan Anggun” mampu menekankan relevansinya kepada audiens sehingga mendorong tindakan penolakan. Penulis menyimpulkan bahwa konsep AIDCA mampu terealisasi dengan baik dalam kreativitas iklan ini.
Ungkapan Komunikasi Pengendara Motor Vespa Klasik untuk Memperkuat Solidaritas Natalia, Marcella; Sukendro, Gregorius Genep
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27627

Abstract

This research was conducted to determine whether there are expressions of communication between classic Vespa motorbike riders to strengthen solidarity. Vespa motorbike riders' communication expressions are formed due to non-verbal communication. The use of communication expressions greatly influences the sense of solidarity that exists among Vespa motorbike riders, so it can be formulated in this research that how Vespa motorbike riders use communication expressions to strengthen their sense of solidarity. There are things that made the author interested in making this research based on the results of interviews with classic Vespa motorbike riders and making direct observations by observing the communication expressions used by Vespa motorbike riders. The research method used by the author is a descriptive qualitative research method in which there are phenomena and by carrying out library study data collection techniques as well as conducting interviews, observations and online data. The results of research conducted by the author show that there is non-verbal communication and symbolic interaction that exists among Vespa motorbike riders. The results of this research show that there is an important influence in using communication expressions on Vespa motorbike riders. Using communication expressions can form a sense of solidarity that has been formed long ago. A sense of solidarity among Vespa motorbike riders is formed because of the symbolic interactions that occur. In this case it can be seen from the results of interviews and observations. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui adanya ungkapan komunikasi pengendara motor Vespa klasik untuk memperkuat solidaritas. Ungkapan komunikasi pengendara motor Vespa terbentuk karena adanya komunikasi nonverbal. Pemakaian ungkapan komunikasi sangat memengaruhi rasa solidaritas yang ada pada pengendara motor Vespa sehingga dapat dirumuskan dalam penelitian ini bahwa bagaimana para pengendara motor Vespa menggunakan ungkapan komunikasi untuk memperkuat rasa solidaritas. Terdapat hal yang membuat penulis tertarik untuk membuat penelitian ini berdasarkan hasil wawancara dengan para pengendara motor Vespa klasik dan melakukan observasi secara langsung dengan mengamati ungkapan komunikasi para pengendara motor Vespa yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah pendekatan peneltian kualitatif deskriptif yang di dalamnya terdapat fenomena-fenomena dan dengan melakukan teknik pengumpulan data studi kepustakaan serta melakukan wawancara, observasi dan data online. Hasil penelitian yang dilakukan penulis menunjukkan adanya komunikasi non erbal dan interaksi simbolik yang ada pada pengendara motor Vespa. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh penting dalam memakai ungkapan komunikasi pada pengendara motor Vespa dengan memakai ungkapan komunikasi dapat membentuk rasa solidaritas yang sudah terbentuk dari dahulu. Rasa solidaritas pada pengendara motor Vespa terbentuk karena adanya interaksi simbolik yang terjadi.
Strategi Kreatif Windah Basudara dalam Membangun Personal Branding melalui Youtube Junius, Ivan; Sukendro, Gregorius Genep
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27634

Abstract

YouTuber is someone who creates, edits and creates videos that will be uploaded to a digital platform called YouTube. Windah Basudara is a YouTuber who comes from Manado, Indonesia and has quite high popularity among children and adults. This research discusses the implementation of Windah Basudara's creative strategy in building personal branding via YouTube. The purpose of this study is to find out the application of Windah Basudara's creative strategy. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection was carried out by observation, interviews and documentation. The results of this research show that creative strategies play an important role in building Windah Basudara's personal branding as a gaming YouTuber, this is an attraction for every content viewer to continue listening to the content presented by Windah, creative strategies in the form of gimmicks, interactions and drama have stuck and become self image. These things are the originality of Windah Basudara's character because many people try to apply these things but cannot replace his figure in the eyes of the audience. Youtuber merupakan seseorang yang membuat, mengedit, dan menciptakan video yang akan diunggah ke platform digital yang disebut Youtube. Windah Basudara merupakan seorang youtuber yang berasal dari Manado, Indonesia dan memiliki popularitas yang cukup tinggi dikalangan anak-anak hingga orang dewasa. Penelitian ini membahas terkait penerapan strategi kreatif Windah Basudara dalam membangun personal branding melalui Youtube. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerapan strategi kreatif Windah Basudara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi kreatif berperan penting dalam membangun personal branding Windah Basudara sebagai youtuber gaming, hal tersebut menjadi daya tarik bagi setiap penikmat kontennya untuk terus menyimak konten yang disajikan oleh Windah, strategi kreatif berupa gimmick, interaksi, dan drama telah melekat dan menjadi citra diri. Hal-hal tersebut merupakan orisinalitas pembawaan dari Windah Basudara karena banyak orang yang mencoba menerapkan hal tersebut tetapi tidak dapat menggantikan sosoknya di mata para penonton.
Fenomena Mahasiswa FOMO Kekinian dalam Studi FOMO dan Pengendalian Diri di TikTok Michelle, Samantha; Sukendro, Gregorius Genep
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33311

Abstract

This study aims to explore the phenomenon of FOMO (Fear of Missing Out) and self-control strategies among university students who use TikTok as a social media platform. Data collection techniques include interviews and observations with three informants, as well as documentation. The data analysis method used is triangulation, which involves comparing data from different sources: the informants, who are university students with FOMO experiences on TikTok, and a psychologist expert. The results of this study show that the FOMO phenomenon is evident in the urge to follow viral trends and purchase popular items in order to stay connected with one's social group. On the other hand, students display varying levels of self-control, including behavioral control, cognitive control, and information control. These self-control efforts are demonstrated through managing their budget, redirecting attention to productive activities, and limiting time spent on social media. This study provides new insights into the dynamics of TikTok usage among university students and emphasizes the importance of self-control in managing the growing influence of social media. Penelitian ini membahas mengenai fenomena Fear Of Missing Out (FOMO) dan pengendalian diri di media sosial TikTok. Penelitian ini betujuan untuk melihat fenomena FOMO dan cara pengendalian diri di kalangan mahasiswa pengguna media sosial TikTok. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi dengan sejumlah informan serta dokumentasi. metode teknik analisis data menggunakan metode triangulasi yang berarti membandingkan data-data yang ada dengan informan yaitu mahasiswa pengguna media sosial TikTok yang memiliki pengalaman FOMO dan ahli psikologi. Hasil penelitian ini adalah Fenomena FOMO terlihat dari dorongan untuk mengikuti tren viral dan membeli barang yang sedang populer demi menjaga keterhubungan dengan kelompok sosial. Di sisi lain, mahasiswa menunjukkan kemampuan pengendalian diri yang berbeda-beda, termasuk pengendalian perilaku, pengendalian kognitif, dan pengendalian informasi. Upaya pengendalian diri ini dilakukan dengan menmgatur anggaran, mengalihkan perhatian ke aktivitas produktif, serta membatasi waktu pengguna media sosial. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang dinamika penggunaan TikTok di kalangan mahasiswa dan pentingnya cara pengendalian diri. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang dinamika penggunaan TikTok di kalangan mahasiswa dan pentingnya pengendalian diri dalam menghadapi dampak media sosial yang semakin kuat.
Strategi Komunikasi pada Instagram dalam Mempertahankan Eksistensi "Rumpi (No Secret)" Sirait, Angel Yunisari; Sukendro, Gregorius Genep
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33324

Abstract

As the current development of technology and information, various fields have been affected, one of which is the media industry. The impact of industrial advancement of 5.0 has had on conventional media such as television, radio, newspapers, and other media. Various forms of new media continue to emerge such as Instagram, Youtube, Twitter, TikTok, and others. Trans TV is a television station in Indonesia. One of the programs from Trans TV is Rumpi (No Secret), first aired on November 10, 2014 with host Feni Rose discussing the life of a homeland celebrity. This research focuses on finding out the Rumpi (No Secret) communication strategy on the Instagram platform to maintain its existence. Researchers use qualitative research methods by conducting interviews to obtain data. The research results show that the use of appropriate communication strategies on Instagram media has an important role in increasing the Rumpi (No Secret) program's engagement and awareness to the public. By presenting a viral guest star, researching a guest star who is loved by public, and uploading content in the form of video pieces containing statements that can attract audiences. Cepatnya perkembangan teknologi dan informasi saat ini, berbagai bidang telah terkena dampaknya salah satunya adalah industri media. Dampak kemajuan industri 5.0 berdampak pada media konvensional seperti televisi, radio, koran, dan media lainnya. Berbagai bentuk media baru terus bermunculan seperti Instagram, Youtube, Twitter, TikTok, dan lainnya. Trans TV merupakan salah satu stasiun televisi di Indonesia. Salah satu program dari Trans TV adalah Rumpi (No Secret). Pertama kali ditayangkan pada 10 November 2014 dengan host Feni Rose yang membahas mengenai kehidupan selebriti tanah air. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui strategi komunikasi Rumpi (No Secret) pada platform Instagram untuk mempertahankan eksistensinya. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara untuk mendapatkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi komunikasi yang tepat pada media Instagram memiliki peran penting dalam meningkatkan engagement dan awareness program Rumpi (No Secret) kepada masyarakat. Dengan menghadirkan bintang tamu yang sedang viral, melakukan riset bintang tamu yang digemari masyarakat, dan mengunggah konten berupa potongan-potongan video yang berisi statement yang dapat menarik audiens.
Analisis Persepsi Orang Tua terhadap Kidfluencer (Studi Pada Akun TikTok @abe_daily) Santosa, Fransisca Widia; Sukendro, Gregorius Genep
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33285

Abstract

The times have made it easier to use social media. Not only as a user, but it can also encourage many people to become content creators who can then attract a large audience or be referred to as influencers. TikTok is one of the social media platforms that currently has many users. This research aims to explore parents' perceptions of the kidfluencer phenomenon on social media, with a case study of the TikTok account @abe_daily. Kidfluencers are children who become influencers on social media, attracting audience attention through content managed by their parents. This research used a qualitative approach with a case study method, involving in-depth interviews with six interviewees from various backgrounds. The results showed that there are diverse perceptions, ranging from appreciation of creativity to concerns regarding the exploitation of children and the impact on their development. In addition, social and cultural factors also influence parents' interpretation of this phenomenon. This research provides insight into the role of social media in children's lives and the importance of parental supervision in utilizing digital media wisely. Perkembangan zaman mempermudah penggunaan media sosial. Tidak hanya sebagai pengguna, namun dapat mendorong banyak orang menjadi pembuat konten yang kemudian dapat menarik banyak audiens atau disebut sebagai influencer. TikTok merupakan salah satu media sosial yang saat ini memiliki banyak pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi orang tua terhadap fenomena kidfluencer di media sosial, dengan studi kasus akun TikTok @abe_daily. Kidfluencer adalah anak-anak yang menjadi influencer di media sosial, menarik perhatian audiens melalui konten yang dikelola oleh orang tua mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dengan enam narasumber dari berbagai latar belakang. Hasil penelitian menunjukkan adanya persepsi beragam, mulai dari apresiasi terhadap kreativitas hingga kekhawatiran terkait eksploitasi anak dan dampak terhadap tumbuh kembang mereka. Selain itu, faktor sosial dan budaya juga mempengaruhi interpretasi orang tua terhadap fenomena ini. Penelitian ini memberikan wawasan tentang peran media sosial dalam kehidupan anak-anak dan pentingnya pengawasan orang tua dalam memanfaatkan media digital secara bijak.