Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Kiwari

Identifikasi Nilai-Nilai Kewirausahaan dalam Film The Founder dengan Analisis Semiotika Hotanto, Marvin; Sukendro, Gregorius Genep
Kiwari Vol. 3 No. 4 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i4.33111

Abstract

The development of the times always moves dynamically and quickly which affects all aspects starting from a person's behavior habits, mindset, actions, and including in communication and information. One form of communication and information is film. Film is a mass media that can be absorbed by many audiences, because films are able to show a picture of everyday social life. Movies can provide messages, information, images, emotions and also have a positive impact on the audience. On the other hand, it can also have a negative effect on the delivered message through the film. Movies can have a big and massive impact on people's lives. The Founder film is a film that tells the story of Ray Kroc's struggle to achieve success through the McDonald's restaurant business. This research aims to examine and analyze the elements of communication of entrepreneurial values ​​found in The Founder film. This research uses Ferdinand de Saussure's theory of semiotics which refers to the signifier and the signified, the author conducts an experiment to analyze elements of the communication of entrepreneurial values ​​in the figure of Ray Kroc in his journey of success which is shown in the film The Founder. The author conducted research using a qualitative method approach and the subject of the research focused on the main character Ray Kroc in the film The Founder and the object used was a form of communication of the entrepreneurial values ​​of Ray Kroc. The author uses a triangulation technique to ensure the validity of the data. The results of this study are that researchers can conclude that there is an element of communication of entrepreneurial values ​​on the figure of Ray Kroc which has been analyzed using Ferdinand de Saussure's semiotic analysis which focuses on entrepreneurial values. Perkembangan zaman selalu bergerak secara dinamis dan cepat yang mempengaruhi segala aspek mulai dari kebiasaan perilaku seseorang, pola pikir, tindakan, dan termasuk dalam komunikasi dan informasi. Salah satu bentuk dari komunikasi dan informasi adalah Film. Film merupakan media massa yang dapat diserap oleh banyak khalayak, karena film mampu untuk menunjukan gambaran terhadap kehidupan sosial sehari-hari. film dapat memberikan pesan, informasi, gambaran, emosi dan juga memberikan dampak positif bagi penonton. Disisi lain, juga dapat memberikan efek negatif dari pesan yang disampaikan melalui film. Film dapat memberikan dampak yang besar dan masif kepada kehidupan masyarakat. Film The Founder merupakan film yang menceritakan perjuangan Ray Kroc untuk meraih kesuksesan melalui bisnis restoran McDonald. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan menganalisa unsur komunikasi nilai-nilai kewirausahaan yang terdapat pada film The Founder. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure yang mengutara kepada penanda (signifier) dan petanda (signified), penulis melakukan pencobaan analisis unsur komunikasi nilai-nilai kewirausahaan pada sosok Ray Kroc dalam perjalanan kesuksesannya yang ditampilkan pada film The Founder. Penulis melakukan penelitian dengan pendekatan metode kualitatif serta subjek dari penelitian memfokuskan pada tokoh Ray Kroc dalam film The Founder dan objek yang digunakan adalah bentuk komunikasi nilai-nilai kewirausahaan tokoh Ray Kroc. Penulis menggunakan Teknik triangulasi untuk memastikan keabsahan data. Hasil dari penelitian ini adalah peneliti dapat menyimpulkan terdapat unsur komunikasi nilai-nilai kewirausahaan pada sosok Ray Kroc yang telah dianalisa menggunakan Analisis semiotika Ferdinand de Saussure yang berfokus kepada nilai-nilai kewirausahaan.
Pemasaran Agresif pada Produk Kartu Kredit Pritama, Nilna Jostia; Sukendro, Gregorius Genep
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33736

Abstract

The banking industry in Indonesia has now experienced quite significant development, especially in credit card products. In this era of very tight competition, the entire banking industry is required to be more aggressive and brave in making decisions and implementing strategies in business in order to be superior to competitors. One thing that banking companies must do is to design a promotional mix for more effective marketing communications. Therefore, the purpose of this study is to find out how aggressive marketing communications are on credit cards. This study uses the Cognitive Dissonance Theory. This study uses a qualitative approach with a case study method. The results of this study are. Aggressive marketing will be effective if the company is able to target market segments that really need the product. If this aggressive marketing strategy is carried out too intensely, it will be risky for consumers who can cause congnitive dissonance. To be able to increase marketing effectiveness, a data-base approach can be used to target consumers personally and relevantly. By implementing a targeted strategy, companies can increase efficiency and maintain consumer reputation and trust in their brands. Industri perbankan di Indonesia saat ini mengalami perkembangan yang pesat, terutama dalam produk kartu kredit. Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, sektor perbankan dituntut untuk lebih agresif dan berani dalam mengambil keputusan serta menerapkan strategi bisnis yang inovatif agar dapat unggul dibandingkan pesaing. Salah satu langkah strategis yang dapat diambil oleh bank adalah merancang bauran promosi guna menciptakan komunikasi pemasaran yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan komunikasi pemasaran yang agresif dalam promosi kartu kredit. Menggunakan Teori Disonansi Kognitif sebagai landasan teoretis, penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran agresif dapat efektif jika diterapkan pada segmen pasar yang benar-benar membutuhkan produk tersebut. Namun, ketika strategi ini dilakukan secara berlebihan, dapat terjadi disonansi kognitif pada konsumen, yang berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan terhadap produk dan merek. Untuk meningkatkan efektivitas pemasaran, perusahaan disarankan untuk menerapkan pendekatan berbasis data guna menargetkan konsumen secara lebih personal dan relevan. Dengan strategi yang terarah dan berorientasi pada kebutuhan konsumen, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi pemasaran sekaligus menjaga reputasi serta kepercayaan pelanggan terhadap merek mereka.
Representasi Gender dalam Serial Gadis Kretek (Analisis Semiotika Roland Barthes) Simeona, Jessica; Sukendro, Gregorius Genep
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33752

Abstract

A series will usually be packaged into a series of stories presented in several episodes. There are messages and information contained in a series. The messages conveyed can influence the audience's perception through the storyline, characters, and themes raised. In an effort to represent the gender gap that occurs in society, the Netflix platform released a series entitled Gadis Kretek in 2023. The Gadis Kretek series is a series of stories that represent the gender gap in 1960s Indonesia. This research analyses Dasiyah's character that can change society's view of the female gender by using various theories, namely mass communication theory, film, gender, gender stereotype culture, gender representation, and semiotics. This analysis was conducted using descriptive qualitative method, and Roland Barthes' semiotic analysis theory approach. The data collection method uses primary and secondary data. The researcher interviewed a feminist as a triangulator. The data analysis technique used Roland Barthes' semiotic study consisting of denotative, connotative and myth. The result of this research is done by analysing feminism that occurs in Dasiyah's character through behaviour, facial expressions, and dialogue. The analysis shows that there is a representation of female gender in the ‘Gadis Kretek’ series. Sebuah serial biasanya akan dikemas menjadi rangkaian cerita yang disajikan dalam beberapa episode. Terdapat pesan dan informasi yang terkandung dalam sebuah serial. Pesan yang disampaikan dapat mempengaruhi persepsi penonton melalui alur cerita, karakter, dan tema yang diangkat. Dalam upaya merepresentasikan kesenjangan gender yang terjadi di tengah masyarakat, platform Netflix merilis serial yang berjudul Gadis Kretek pada tahun 2023. Serial Gadis Kretek merupakan serangkaian cerita yang merepresentasikan kesenjangan gender pada tahun 1960-an di Indonesia. Penelitian ini menganalisis karakter Dasiyah yang dapat mengubah pandangan masyarakat pada zaman itu terhadap gender perempuan dengan menggunakan berbagai teori yaitu teori komunikasi massa, film, gender, budaya stereotip gender, representasi gender, dan semiotika. Analisis ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif, dan pendekatan teori analisis semiotika Roland Barthes. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Peneliti mewawancarai seorang feminis sebagai triangulator. Teknik analisis data menggunakan kajian semiotika Roland Barthes yang terdiri dari denotatif, konotatif dan mitos. Hasil dari penelitian ini dilakukan dengan menganalisis feminisme yang terjadi pada karakter Dasiyah melalui tingkah laku, mimik muka, dan dialog. Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat representasi gender perempuan yang terjadi dalam serial “Gadis Kretek”.
Efektivitas Penyampaian Pesan Moral dalam Film Siksa Neraka pada Penonton Remaja Setiawan, Laurencia Michelle; Sukendro, Gregorius Genep
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34983

Abstract

This research examines the role of mass communication in shaping the psychological responses of teenagers to the moral messages in the film Siksa Neraka. Using a qualitative approach, data were collected through interviews and film text analysis to understand the emotional experiences of the audience. The results show that this film not only serves as entertainment but also as an educational tool that conveys a strong moral message. Teen viewers showed significant emotional responses, with many of them reflecting on their actions and behavior after watching. The theories used in the research include the Uses and Gratifications Theory, which explains the audience’s selection of media to meet emotional needs; the Mass Communication Theory, which emphasizes the power of films in conveying moral messages; and the Audience Psychology Theory, which analyzes how films trigger the audience’s emotional responses. Additionally, Piaget’s Cognitive Development Theory describes how adolescents’ understanding of films is influenced by their cognitive development stage. In conclusion, Siksa Neraka serves as an effective educational tool and can provoke reflection on the audience’s actions. This research is expected to contribute to communication studies and serve as a guide for filmmakers to create more responsible works. Penelitian ini mengkaji peran komunikasi massa dalam membentuk respons psikologis remaja terhadap pesan moral dalam film Siksa Neraka. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dan analisis teks film untuk memahami pengalaman emosional penonton. Hasilnya menunjukkan bahwa film ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat edukasi yang menyampaikan pesan moral yang kuat. Penonton remaja menunjukkan respons emosional yang signifikan, dengan banyak dari mereka merenungkan tindakan dan perilaku mereka setelah menonton. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Teori Uses and Gratifications yang menjelaskan pemilihan media oleh penonton untuk memenuhi kebutuhan emosional; Teori Komunikasi Massa, yang menekankan kekuatan film dalam menyampaikan pesan moral; dan Teori Psikologi Penonton, yang menganalisis bagaimana film memicu respon emosional penonton. Selain itu, Teori Perkembangan Kognitif Piaget menggambarkan bagaimana pemahaman remaja terhadap film dipengaruhi oleh tahap perkembangan kognitif mereka. Kesimpulannya, Siksa Neraka berfungsi sebagai alat edukasi yang efektif dan dapat memicu refleksi tentang tindakan penonton. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi studi komunikasi dan panduan bagi pembuat film untuk menciptakan karya yang lebih tanggung jawab.
Perilaku Fanatisme pada Konsumen Martabak Manis di Jakarta Yogatama, Fahrandiva Al Muhtada; Sukendro, Gregorius Genep
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.35000

Abstract

In this study, the author explores the phenomenon of public enthusiasm for one of Indonesia's popular snacks, martabak manis (sweet martabak). The urgency of this research lies in understanding consumer perspectives on martabak manis products, enabling business owners to develop effective strategies to maintain the snack's relevance. Aligned with the study's objective to identify the factors underlying consumer fanaticism toward martabak manis, the author seeks to determine whether fanatical behavior exists among individuals regarding this snack. A qualitative approach using a case study method is employed to provide a detailed depiction of data gathered from informants. Utilizing the Emotional Attachment Theory, the research focuses on consumers of martabak manis in Jakarta as the study's object. The analysis of interviews conducted with informants indicates behaviors that suggest tendencies toward fanaticism for this snack. These behaviors influence consumers' purchasing decisions and overall behavior. However, this cannot conclusively be categorized as fanatical behavior. In the context of purchasing martabak manis, consumer behavior tends to lean more toward preference rather than fanaticism. Dalam penelitian ini, penulis tertarik dengan fenomena kegemaran masyarakat pada salah satu jajanan Indonesia yaitu martabak manis. Urgensi penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif konsumen terhadap produk martabak manis sehingga pelaku usaha dapat menyusun strategi yang tepat untuk mempertahankan eksistensi jajanan ini. Sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu menjelaskan faktor yang mendasari perilaku fanatisme pada konsumen terhadap produk martabak manis dalam pembelian produknya, maka penulis ingin mengetahui apakah terdapat perilaku fanatik pada seseorang terhadap jajanan martabak manis. Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus agar dapat menggambarkan dengan lebih rinci data yang diperoleh dari para informan. Dengan menggunakan Teori Keterikatan Emosional maka penulis memilih objek penelitian yaitu konsumen martabak manis di Jakarta. Hasil analisis dari wawancara yang telah penulis lakukan dengan informan yaitu bahwa terdapat indikasi perilaku yang mengarah kepada perilaku fanatik terhadap jajanan ini. Perilaku ini memengaruhi keputusan pembelian dan perilaku seorang konsumen. Meski begitu perilaku ini belum bisa dikatakan sebagai perilaku fanatik karena dalam konteks pembelian martabak manis, perilaku konsumen martabak manis lebih mengarah kepada preferensi.
Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure pada Lirik Lagu “Ku Bukan Mesin Lotremu” Karya The Jansen Farhan, Muhammad; Sukendro, Gregorius Genep
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35410

Abstract

This research focuses on analyzing the lyrics of the song "My Not Your Lottery Machine" by The Jansen using Ferdinand De Saussure's semiotic theory. Music serves as a medium for expressing human emotions and concerns, with lyrics conveying deep meaning and reflections on society. This research uses a qualitative descriptive method to explore the implied meaning in the lyrics. Through semiotic analysis, key components of Saussure's theory, including the relationship between signifier and signified, are examined in the context of song. The findings suggest that the lyrics express feelings of frustration and rejection of societal expectations, illustrated by repeated phrases that assert individuality. The analysis highlights how simple activities such as smoking and reading the newspaper symbolize an escape from the stresses of life. Overall, "I'm Not Your Lottery Machine" emerges as a powerful representation of resistance and personal freedom, affirming The Jansen's role not only as musicians but also as critical commentators on contemporary social issues. Their success in releasing the album "Banal Mak Binal" confirms their influence on the Indonesian music scene, combining punk aesthetics with meaningful social commentary. Penelitian ini berfokus pada analisis lirik lagu “Ku Bukan Mesin Lotremu” karya The Jansen dengan menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure. Musik berfungsi sebagai media untuk mengekspresikan emosi dan keprihatinan manusia, dengan lirik yang menghadirkan makna mendalam sekaligus refleksi sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi makna-makna tersirat dalam lirik. Melalui analisis semiotik, komponen utama teori Saussure, termasuk hubungan antara penanda dan petanda, dikaji dalam konteks lagu ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu tersebut merepresentasikan perasaan frustrasi dan penolakan terhadap ekspektasi masyarakat, yang digambarkan melalui frasa berulang sebagai penegasan individualitas. Analisis juga menyoroti bagaimana aktivitas sederhana seperti merokok dan membaca koran menjadi simbol pelarian dari tekanan hidup. Secara keseluruhan, “Ku Bukan Mesin Lotremu” tampil sebagai representasi perlawanan dan kebebasan pribadi yang kuat, sekaligus menegaskan peran The Jansen tidak hanya sebagai musisi, tetapi juga sebagai komentator kritis terhadap isu-isu sosial kontemporer. Kesuksesan mereka dalam merilis album “Banal Semakin Binal” semakin memperkuat pengaruh The Jansen di kancah musik Indonesia dengan memadukan estetika punk dan komentar sosial yang bermakna.
Strategi Komunikasi Persuasif Iklan Pinjaman Online "Adakami - TVC - #AdakepastianAdaKami" di YouTube Pradipta, Alfred; Sukendro, Gregorius Genep
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35416

Abstract

This study aims to analyze persuasive communication strategies in the online loan advertisement “Adakami - TVC - #AdakepastianAdaKami” published on YouTube. The background of this research lies in the growing presence of online loan advertisements on digital platforms, along with the success of Adakami’s advertisement, which went viral and gained more than seven million views. The study focuses on how the advertisement employs persuasive communication techniques to influence consumer perceptions and decision-making. This research adopts a descriptive qualitative method, with data collected through in-depth interviews and observations. The informants consist of several viewers of the Adakami advertisement on YouTube and an expert in the field of digital creative. The data were analyzed to explore experiences, interpretations, and audience perceptions of the conveyed message. The findings indicate that the Adakami advertisement successfully delivers persuasive messages through the use of appealing visuals, clear text, and positive emotional reinforcement. The advertisement also applies key principles of persuasive communication, including selective exposure, audience participation, inoculation, and magnitude of change. Audience feedback further demonstrates that the advertisement effectively enhanced public awareness and interest in Adakami’s online loan services. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi persuasif dalam iklan pinjaman online “Adakami - TVC - #AdakepastianAdaKami” yang ditayangkan di media sosial YouTube. Latar belakang penelitian ini adalah semakin maraknya iklan pinjaman online pada platform digital, serta keberhasilan iklan Adakami yang menjadi viral dengan capaian lebih dari 7 juta tayangan. Fokus penelitian diarahkan pada upaya iklan tersebut dalam memengaruhi persepsi dan keputusan konsumen melalui teknik komunikasi persuasif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Informan terdiri atas sejumlah penonton iklan Adakami di YouTube serta seorang ahli di bidang digital creative. Data yang diperoleh dianalisis untuk memahami pengalaman, interpretasi, serta persepsi audiens terhadap pesan yang disampaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan Adakami mampu menyampaikan pesan persuasif secara efektif melalui kombinasi visual yang menarik, teks yang jelas, dan penguatan emosi positif. Iklan ini juga menerapkan prinsip-prinsip komunikasi persuasif, antara lain pemaparan selektif, partisipasi khalayak, inokulasi, serta besaran perubahan. Umpan balik dari audiens mengindikasikan bahwa iklan tersebut berhasil meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat terhadap layanan pinjaman online Adakami.
Analisis Semiotika Serial Black Mirror the National Anthem (Penjabaran Proses Kerja Public Relations dalam Menangani Krisis) Yaputra, Steven; Sukendro, Gregorius Genep
Kiwari Vol. 3 No. 1 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i1.29360

Abstract

This research is focused on describing how Government Public Relations works, especially in handling crisis. The following research is done by using a film for its research subject, the film is Black Mirror Season 1 Episode 3 “The National Anthem” which is telling us a story about a princess from Britain’s Royal Family that has been abducted, and Britain’s Prime Minister is the one that held the responsibilities, in order to save the princess, the Prime Minister must do such a humiliating act in front of all Britain’s news stream. This research was done with qualitative method and the data’s which are used are coming from the researcher’s observation and documentation, thereafter the data in form of screen captured of the movie scene will be analyzed with semiotics analysis model by Charles Sanders Peirce to find the explanations which will be classified into 3 categories such as Sign, Object, and Interpretant. After the processing of the data, researcher will connect the result with Public Relations theories in handling crisis. Then the data validity will be tested with data source triangulation through literature study which are from journals, books, research and existed interview. This research’s purpose is to describe to reader about how Public Relations work especially in terms of handling crisis. In this research, the researcher also found out that Public Relations needs to be adaptive to the situations occurred and being objective in judging what actions to take for the accomplishment of the goals, public relations also must act quickly. Penelitian ini difokuskan untuk menggambarkan bagaimana Public Relations pemerintahan bekerja, terutama dalam menangani krisis. Penelitian dilakukan dengan menggunakan film sebagai subjek penelitiannya. Film yang digunakan dalam penelitian ini adalah Black Mirror Season 1 Episode 3 “The National Anthem” yang menceritakan tentang seorang putri keluarga bangsawan Inggris diculik, dan Perdana Menteri Inggris yang dipaksa untuk melakukan tindakan memalukan demi membebaskan sang putri. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, dan data yang digunakan merupakan data yang berasal dari observasi dan dokumentasi peneliti, kemudian data yang berbentuk dokumentasi tangkapan adegan akan dianalisa dengan metode analisa semiotika model Charles Sanders Peirce untuk menemukan penjelasan yang dibagi ke dalam tiga klasifikasi yaitu sign, object, & interpretant. Setelah data diolah dan dihubungkan dengan teori fungsi Public Relations, selanjutnya data akan diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber data yang didapatkan melalui studi kepustakaan yang berasal dari jurnal, buku, hasil penelitian dan wawancara yang sudah pernah ada. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menjabarkan kepada pembaca mengenai kerja Public Relations khususnya dalam manajemen krisis, adapun rumusan masalah yang dalam penelitian ini adalah mempertanyakan bagaimana kerja Public Relations dalam menangani krisis untuk menjaga citra baik organisasi menurut film Black Mirror The National Anthem. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa Public Relations perlu untuk bersifat adaptif terhadap kondisi dan perlu bertindak cepat dalam penanganannya, Public Relations pun perlu objektif dalam menilai tindakan apa yang perlu diambil demi tercapainya tujuan organisasi bukan tujuan perorangan.
Pengaruh Media Instagram terhadap Keramaian Pengunjung Nagoya Hill Mall Batam Thomas, Cherly; Sukendro, Gregorius Genep
Kiwari Vol. 3 No. 2 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i2.30255

Abstract

The pervasive influence of social media in people's day-to-day activities indicates that it is no longer seen as a taboo. Especially with today's generation of young people who are increasingly sophisticated and creative in using social media. Social media proves to be a powerful tool for business promotion as it is accessible to everyone. Thus, the scope of the promotional reach can be broader. Many companies now consider social media an essential component of their marketing strategies, as it stands out as one of the most effective means to connect with their customer base. The importance of Instagram social media can also be applied through many objects, including entertainment centers. This research aims to investigate and analyze the dynamics of social medi., especially Instagram, as an attraction for visitors to Nagoya Hill Mall Batam. The concepts and theories used in this research are social media, Instagram and the theory of attraction to visitors. In collecting data, researchers carried out observations, documentation and questionnaires. The outcomes of this research state that relationship analysis (product moment Pearson) is very helpful for research to demonstrate a positive correlation between the influence of social media, especially Instagram Nagoya Hill Mall Batam, and the attraction of visitors. Besarnya peran medi sosial dalam aktivitas masyarakat sehari-hari menunjukkan bahwa social media sudah tidak lagi dipandang sebagai hal yang tabu. Terlebih dengan generasi muda masa kini yang semakin canggih dan kreatif dalam menggunakan social media. Media sosial terbukti menjadi alat yang ampuh untuk promosi bisnis karena dapat diakses oleh semua orang. Dengan demikian, cakupan jangkauan promosi bisa lebih luas. Banyak juga perusahaan yang kini menganggap media sosial sebagai komponen penting dari strategi pemasaran mereka, karena media sosial merupakan salah satu cara paling efektif untuk terhubung dengan basis pelanggan mereka. Pentingnya social media Instagram juga dapat diterapkan melalui banyak objek, termasuk pusat hiburan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dinamika media sosial khususnya Instagram sebagai daya tarik pengunjung Nagoya Hill Mall Batam. Konsep dan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah media sosial, Instagram dan teori ketertarikan pengunjung. Dalam pengumpulan data, peneliti melakukan observasi, dokumentasi dan angket. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa analisis hubungan (product moment Pearson) sangat membantu penelitian untuk menunjukkan korelasi positif antara adanya peran dari pengaruh social media khususnya Instagram Nagoya Hill Mall Batam dengan daya tarik pengunjungnya.
Studi Komunikasi Kelompok dalam Divisi Marketing PT Mirae Indonesia Julianto, Frenky; Sukendro, Gregorius Genep
Kiwari Vol. 3 No. 2 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i2.30263

Abstract

One of the many forms of communication that we often encounter in everyday life is group communication. In this case, group communication is communication that occurs with several individuals. In this case, group communication will also influence the success of the group in achieving the goals to be achieved. In this research, group communication occurred within the marketing division of PT. Mirae Indonesia will be researched further. Because of this, this research will involve three informants, namely Alexa, Pandu, and Yohanes as well as one expert informant, namely Maria. In this case, apart from interviews, this research also uses documentation and observation data collection methods with the aim of obtaining more relevant data. The purpose of this research is to determine the function and process of group communication that occurs within the marketing division of PT. Mirae Indonesia. The theory used in this research is group communication theory. The results from this research are that group communication that occurs within the marketing division also has a function and also goes through various stages. Salah satu bentuk komunikasi yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah komunikasi kelompok. Dalam hal ini komunikasi kelompok merupakan komunikasi yang terjadi dengan beberapa individu. Dalam hal ini komunikasi kelompok juga akan mempengaruhi keberhasilan kelompok dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai. Dalam penelitian ini terjadi komunikasi kelompok pada divisi pemasaran PT. Mirae Indonesia akan diteliti lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian ini akan melibatkan tiga orang informan yaitu Alexa, Pandu, dan Yohanes serta satu orang informan ahli yaitu Maria. Dalam hal ini selain wawancara, penelitian ini juga menggunakan metode pengumpulan data dokumentasi dan observasi dengan tujuan untuk memperoleh data yang lebih relevan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi dan proses komunikasi kelompok yang terjadi pada divisi pemasaran PT. Mirae Indonesia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi kelompok. Hasil dari penelitian ini adalah komunikasi kelompok yang terjadi pada divisi pemasaran juga mempunyai fungsi dan juga melalui berbagai tahapan.