Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGUATAN PERAN KELUARGA DALAM DETEKSI DINI STROKE DAN RISIKO PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE FAST DAN SKJ: Kata kunci — FAST Scale, Penyakit Kardiovaskuler, SKJ, Stroke Sri Wulan Megawati; Ade Tika Herawati; Amelia Kandisa; Vina Juliana Anggraeni; Supriyatni Kartadarma
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v8i2.3714

Abstract

Penyakit kardiovaskular masih menjadi masalah kesehatan global di dunia termasuk Indonesia. Hal tersebut dapat meningkatkan angka kesakitan, kecacatan dan beban sosial ekonomi. Berdasarkan survey di Komplek Cibiru Asri selama bulan Oktober 2022 ada 12 kematian warga laki-laki karena stroke dan serangan jantung. Hasil wawancara menunjukan 9 dari 12 menderita hipertensi, 3 tidak ada riwayat penyakit kronis lain tetapi tiba tiba jatuh dan tidak sadar. Anggota keluarga di rumah menyatakan tidak mengetahui penyebab meninggal karena terjadinya mendadak. Keluarga baru mengetahui masalah penyakitnya setelah dibawa ke rumah sakit. Berdasarkan permasalahan tersebut maka solusi yang ditawarkan adalah Kegiatan penyuluhan tentang deteksi dini stroke dengan metode Face, Arm, Speech, Time (FAST) dan tingkat risiko penyakit kardiovaskular berdasarkan Skor Kardiovaskuler Jakarta (SKJ). Selain itu akan dilakukan pelatihan tentang pemeriksaan kesehatan dasar. Kontribusi mendasar dari kegiatan ini dalam pembangunan adalah peningkatan kemampuan masyarakat dalam deteksi dini stroke dan risiko penyakit kardiovaskular dengan peningkatan peran keluarga terutama ibu. Metode pelaksanaan dalam program pengabdian kepada masyarakat ini melalui 4 (tiga) tahap yaitu (1) Persiapan, (2) Pelaksanan, (3) Evaluasi  dan (4) rencana tindak lanjut. Hasil menunjukan pengetahuan responden terkait pengetahuan saat pre test berada pada kategori cukup (70.00%), sedangkan saat post test berada pada kategori baik (86.67%). Keterampilan peemriksaan kesehatan dasar saat pre test meunjukan tidak bisa (73.33%), sedangkan setelah post test adalah bisa (86.67%).  
Hubungan Health Locus of control dan depresi dengan self management pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis Raden Siti Jundiah; Sri Wulan Megawati; Imam Abidin
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 1 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v9i1.16593

Abstract

Pasien baru menjalani hemodiasisis setiap minggunya untu mempertahankan hidup sehingga membuat pasien harus mematuhi self management. Walaupun PGK tidak bisa disembuhkan, penatalaksanaan yang tepat dikombinasikan dengan self management dapat mengurangi dan memperlambat perkembangan dan komplikasi penyakit sehingga kualitas hidup pasien baik. Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi Self management pada pasien hemodialisis yaitu factor sosiodemografi ( usia, jenis kelamin, stauus perkawinan dan pendidikan),  factor penyakit durasi dan frekuensi hemodialisis dan komplikasi), penegtahuan hemodialisis self efficacy, status psikologis (kecemasan, depresi), dukungan sosial dan health locus of control. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasi  dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan survei dan observasi. Pengambilan sampel secara purposive sampling. ).  Pengukuran  health locus of control menggunakan instrumen Mutidimentional Health Locus of Control (MHLC) yang terdiri dari 3 sub scala  yaitu Internal Health Locus of Control (IHLC), Chance Health Locus of Control (CHLC) dan Powerfull Health Locus of Control (PHLC) .sedangkan untuk mengukur self management menggunakan instrumen instrument Haemodialysis Self Management Instrument (HDSMI-18).  Analisa data menggunakan uji korelasi gamma. Terdapat hubungan antara health locus of control dengan self management pasien hemodialisis dengan keeratan kuat dan tidak terdapat hubungan antara depresi dengan self management pada pasien hemodialisis
Upaya Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanganan Kegawatdaruratan Sehari-hari bagi Warga D’amerta RW 16 Desa Lengkong Kecamatan Bojong Soang Khotimah, Nur Intan Hayati Husnul; Abidin, Imam; Darajat, Agus Miraj; Tambunan, Irisanna; Megawati, Sri Wulan
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.805

Abstract

Gawat darurat tidak dapat diprediksi, berlangsung cepat, terjadi dimana saja, kapan saja dan beresiko menyebabkan kematian dan kesakitan pada masyarakat. Organisasi terkecil, masyarakat adalah kader. Peran kader PKK dan Posyandu dapat menjangkau masyarakat menjadi dasar dalam upaya memberdayakan individu, kelompok dan masyarakat dalam kesiapsiagaan dan penanganan kegawatdaruratan. Kader D’Amerta, merupakan mitra pemerintah dalam penyebaran informasi, penyuluh khususnya di wilayah RW 16 Desa Lengkong Kec. Bojong Soang. Adanya kasus kegawatdaruratan terutama trauma fisik, cedera ditemukan diwilayah RW 16, sehingga memerlukan pelatihan terkait penanganan kegawatdaruratan. Pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan pemahaman, keterampilan kader dalam menangani kegawatdaruratan sehari-hari, dengan metode edukasi pelatihan dan simulasi penanganan kegawatdaruratan; bantuan hidup dasar, P3K, dan penanganan kejang demam, penanganan tersedak. Hasil diperoleh adanya perubahan tingkat pemahaman dari 20 kader sebelum tindakan sebagian besar buruk (60%) menjadi (90%) hampir seluruhnya baik dengan nilai t test p value 0,000 dan dari keterampilan kader dapat mensimulasikan penanganan kegawatdaruratan seperti bantuan hidup dasar, P3K dan pemanfaatan bahan rumah tangga dalam penanganan kegawatdaruratan; penanganan kejang demam. Edukasi melalui pelatihan dan simulasi efektif dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam penanganan kegawatdaruratan. Sehingga dapat direkomendasikan edukasi kepada kader untuk terus dilakukan sehingga masyarakat dapat melakukan upaya pemberdayaan masyarakat dalam penanganan kegawatdaruratan sehari-hari. Emergencies are unpredictable, occur quickly, occur anywhere, at any time and carry the risk of causing death and morbidity in the community. The smallest organization, society is a cadre. The role of PKK and Posyandu cadres in reaching the community is the basis for efforts to empower individuals, groups and communities in preparedness and handling emergencies. D'Amerta Cadres are government partners in disseminating information, especially in the RW 16 area of ​​Lengkong Village, Kec. Bojong Soang. There are emergency cases, especially physical trauma, injuries found in the RW 16 area, so they require training related to handling emergencies. Community service aims to increase cadres' understanding and skills in handling daily emergencies, with educational training methods and emergency handling simulations; basic life support, first aid, and treatment of febrile seizures, treatment of choking. The results showed that there was a change in the level of understanding from 20 cadres before the action, mostly bad (60%) to (90%) almost all good with a t test p value of 0.000 and from the skills of the cadres they could simulate emergency handling such as basic life support, first aid and use of materials. households in handling emergencies; treatment of febrile seizures. Education through effective training and simulations can increase cadres' knowledge and skills in handling emergencies. So it can be recommended that education for cadres continue to be carried out so that the community can make efforts to empower the community in handling daily emergencies.
Edukasi masyarakat dalam menangani luka dan kegawatdaruratan sehari-hari pada anak stunting dengan memanfaatkan tanaman obat keluarga Darajat, Agus Mi'raj; Abidin, Imam; Khotimah, Nur Intan Hayati Husnul; Tambunan, Irisanna; Megawati, Sri Wulan
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i3.429

Abstract

Background: Overall, Sinarjaya Village consists of 10 RW, and supported by good soil conditions, more people are suitable for farming and working in factories. Based on the Garut Regional Government, the prevalence of stunting is targeted to be below 14% in 2024, in accordance with the national target, although the stunting rate in Garut Regency increased from 23.6% to 24.1% in early 2024 based on the Indonesian Health Survey. Purpose: To improve community skills related to daily emergencies and the use of family medicinal plants for wounds through community empowerment in families with stunted children. Method: The implementation of activities involves residents involved as Family Welfare Empowerment Cadres and Integrated Service Post Cadres in Sinarjaya Village, Tarogong, Garut. Participation in increasing community empowerment efforts in handling daily emergencies and understanding related to the use of Family Medicinal Plants for wounds in stunted children in families in particular. Activities are carried out through several stages, namely preparation, implementation, and evaluation. Results: Cadres can make phone calls well and can answer questions about emergency handling well. Training in the form of mini lectures and direct practice can improve skills towards cognitive, affective, and basic behavioral aspects such as the ability to remember, pay attention and control performance. Conclusion: Education through training and simulation can improve cadres' knowledge and skills in handling daily emergencies and the use of TOGA for wounds. Improved skills can improve preparedness and success in handling emergencies. The role of PKK and Posyandu cadres who can reach the community is the basis for efforts to empower individuals and families so that handling will be faster and more appropriate. Keywords: Community Empowerment; Dwarfism; Family Medicinal Plants; Wound Care. Pendahuluan: Secara Keseluruhan Desa Sinarjaya terdiri dari 10 RW,serta di dukung oleh kondisi tanah yang baik,  masyarakat lebih banyak bercocok tanam dan bekerja pabrik. Berdasarkan pemerintah daerah kabupaten (Pemkab) Garut menargetkan prevalensi stunting di bawah 14% pada tahun 2024,sesuai dengan target nasional,meski angka stunting di kabupaten Garut naik dari 23.6% menjadi 24.1% pada tahun 2024 awal berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Tujuan: Untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menangani luka dan kegawatdaruratan sehari-hari pada anak stunting dengan memanfaatkan tanaman obat keluarga. Metode: Pelaksanaan kegiatan melibatkan warga yang terlibat menjadi Kader PKK dan Kader Posyandu yang ada di Desa Sinarjaya Tarogong Garut. Partisipasinya adalah dalam meningkatkan upaya pemberdayaan masyarakat dalam penanganan kegawatdaruratan sehari-hari dan pemahaman terkait penggunaan TOGA untuk luka pada anak stunting di keluarga khususnya. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: Kader dapat mensimulasikan dengan baik dan dapat menjawab pertanyaan dengan baik tentang penanganan kegawatdaruratan. Pelatihan yang berbentuk mini-lecturing dan direct practicing mampu meningkatkan keterampilan menuju aspek kognitif, afektif, serta perilaku mendasar misalnya kemampuan mengingat, perhatian dan mengontrol kinerja. Simpulan: Edukasi melalui pelatihan dan simulasi dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam penanganan kegawatdaruratan sehari-hari dan pemanfaatan TOGA untuk luka. Peningkatan keterampilan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanganan kegawat daruratan. Peran kader PKK dan Posyandu yang dapat menjangkau masyarakat menjadi dasar dalam upaya memberdayakan individu dan keluarga sehingga penanganan akan lebih cepat dan tepat
Peningkatan kemampuan kader dalam perawatan luka dan kegawatdaruratan pada ibu pasca melahirkan Marlina, Yani; Anri, Anri; Megawati, Sri Wulan; Situmorang, Roganda; Lengga, Vivop Marti
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i5.602

Abstract

Background: Postpartum mothers often face problems such as perineal wounds, surgery, and conditions that need to be watched out for. Lack of knowledge about wound care and emergency risks can lead to serious complications that affect maternal health and infant care. Health cadres have an important role in disseminating health information, but are often under-trained in providing appropriate education and support to postpartum mothers. This hinders the dissemination of accurate information, which can lead to inappropriate wound and emergency care, risking postpartum hemorrhage, infection, and embolism. Purpose: To improve the knowledge and skills of health cadres (Posyandu cadres) in providing education on wound care and emergency care for postpartum mothers to reduce the risk of complications. Method: The activity was carried out on November 15, 2024 in Cileunyi Wetan Village, Bandung Regency, attended by 32 cadres. The methods used included lectures, questions and answers, and demonstrations with ppt, leaflet, and video media. Results: Shows that the majority of cadres, 84.4%, managed to achieve a good category after participating in education. The increase from 59.4% before education to 84.4% after receiving education reflects the success of the program in improving cadre competence, educational activities ran smoothly, effectively and conducively. Participants were able to answer questions correctly. It is hoped that cadres who have participated in this activity can pass on information to the wider community, especially postpartum mothers. Conclusion: Community service activities by providing direct education are very effective and have a significant influence on increasing the knowledge, abilities, skills, and self-confidence of posyandu cadre mothers regarding wound care and emergency handling for postpartum mothers. Keywords: Emergency; Health education; Postpartum mothers; Wound care Pendahuluan: Ibu pasca melahirkan sering menghadapi masalah seperti luka perineum, bedah, dan kondisi yang perlu diwaspadai. Kurangnya pengetahuan tentang perawatan luka dan risiko kegawatdaruratan dapat mengakibatkan komplikasi serius yang mempengaruhi kesehatan ibu dan perawatan bayi. Kader kesehatan memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi kesehatan, namun seringkali kurang terlatih dalam memberikan edukasi dan dukungan yang tepat kepada ibu pasca melahirkan. Hal ini menghambat penyebaran informasi akurat, yang dapat menyebabkan penanganan luka dan kegawatdaruratan yang kurang tepat, berisiko menimbulkan perdarahan postpartum, infeksi, dan emboli.   Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan (kader Posyandu) dalam memberikan edukasi perawatan luka dan penanganan kegawatdaruratan pada ibu pasca melahirkan untuk mengurangi resiko komplikasi. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 15 November 2024 di Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, dihadiri oleh 32 kader. Metode yang digunakan meliputi ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi dengan media ppt, leaflet, dan video. Hasil: Menunjukkan mayoritas kader sebesar 84.4% berhasil mencapai kategori baik setelah mengikuti edukasi. Peningkatan dari sebesar 59.4%% pada sebelum edukasi menjadi sebesar 84.4% pada sesudah mendapatkan edukasi mencerminkan keberhasilan program dalam meningkatkan kompetensi kader, kegiatan edukasi berjalan lancar, efektif dan kondusif. Peserta dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Diharapkan kader yang telah mengikuti kegiatan ini dapat meneruskan informasi kepada masyarakat luas, khususnya ibu pasca melahirkan. Simpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat dengan pemberian edukasi langsung sangat efektif dan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, dan kepercayaan diri ibu kader posyandu mengenai perawatan luka dan penanganan kegawatdaruratan pada ibu pasca melahirkan.
CORRELATION OF KNOWLEDGE WITH NURSE CONFIDENCE IN FOLLOWING UP EARLY WARNING SCORES IN HOSPITALIZATION Megawati, Sri Wulan; Martilengga, Vivop; HHK, Nur Intan; Yusuf, Heri Handiana
Jurnal Medika Cendikia Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : Karsa Husada Health Institute Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/jmc.v10i2.231

Abstract

Early Warning Score (EWS) is used to assess the physiological changes of patients in hospitalization where deterioration of the patient's condition can occur so nurses must have the knowledge and confidence to follow up the EWS. Nurses' knowledge and skills in identifying patient deterioration greatly affect the implementation of EWS. Nurse confidence affects the quality of service so it is necessary to explore how nurses' knowledge and confidence have been in the inpatient room which is the focus of this study. The purpose of this study was to analyze the correlation between knowledge and nurses' confidence in following up EWS in inpatient settings. The research design is quantitative with a correlational approach. Sampling was done by purposive sampling technique where the sample was 93 nurses. This research instrument consists of a demographic data questionnaire, EWS knowledge and nurse confidence. Data collection was carried out by distributing questionnaire links via g-form. Data analysis using the Spearman Test. The results obtained were that most respondents (68.8%) had sufficient knowledge, most respondents (61.3%) had high confidence and there was no correlation between knowledge and nurse confidence in following up EWS with a Sig (2-tailed) value of .330. It is necessary to study other factors that affect nurses' confidence in following up EWS with a larger number of samples.
Pelaksanaan Monitoring Awal Risiko Kegawatan Maternal Oleh Kader Yusita, Intan; Yuliani, Meda; Megawati, Sri Wulan
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pntjmx19

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi, yaitu 98,60 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2024. Penyebab utama kematian meliputi komplikasi non-obstetrik, hipertensi dalam kehamilan, perdarahan, serta keterlambatan deteksi dini dan penanganan kegawatdaruratan. Kader PKK memiliki peran strategis dalam upaya promotif dan preventif, namun keterbatasan pengetahuan, keterampilan, dan pemanfaatan teknologi menjadi kendala. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan Sistem Monitoring Awal Risiko Kegawatan Maternal (SMART-K) berbasis aplikasi Early Warning Score Indonesia (EWSI) dalam meningkatkan kapasitas kader PKK. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi pada kader PKK Anyelir 2 Cikutra Bandung. Desain pre-test dan post-test digunakan untuk menilai kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan kader.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek. Kesadaran merumuskan strategi organisasi meningkat dari 92,3% kategori kurang menjadi 76,9% baik; kemampuan perumusan program dari 100% kurang menjadi 84,6% baik; pengetahuan kegawatan ibu hamil dari 15,4% baik menjadi 92,3%; keterampilan penilaian risiko dari 7,7% baik menjadi 96,2%; serta keterampilan penanganan kegawatdaruratan dari 7,7% bisa menjadi 73,1%.Penerapan SMART-K berbasis EWSI terbukti efektif meningkatkan kapasitas kader PKK dalam deteksi dan penanganan risiko maternal. Program ini layak dilanjutkan secara berkelanjutan untuk mendukung penurunan angka kesakitan dan kematian ibu.
SUPERVISI KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT Satria Pratama, Angga; Lestari, Ardita Ayu; Yudianto, Kurniawan; Megawati, Sri Wulan; Pragholapati, Andria
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.356 KB) | DOI: 10.33867/jka.v7i1.168

Abstract

Supervisi Keperawatan dapat memengaruhi kondisi perawat dalam membangkitkan,mengarahkan, dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerjaperawat. Namun, kenyataannya pelaksanaan supervisi belum optimal. Tujuan penelitianini untuk mengidentifikasi pelaksanaan supervisi keperawatan di ruang rawat inap RSUDMajalaya. Jenis penelitian menggunakan survei analitik. Metode pengambilan sampelmenggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 55 perawat pelaksanandi 6 ruang rawat inap. Teknik pengumpulan data mengggunakan kuesioner ManchesterClinical Supervision Scale 26-item (MCSS-26). Hasil penelitian menunjukkan 29 orang(52,7%) mempersepsikan pelaksanaan supervisi keperawatan tidak baik. Berdasarkanhasil penelitian diharapkan adanya evaluasi atau program dalam upaya menyusun suatukebijakan dan standar operasional terkait dengan kegiatan supervisi keperawatan yangdilakukan di ruangan khususnya rawat inap.
Hubungan Health Locus of control dan depresi dengan self management pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis Jundiah, Raden Siti; Megawati, Sri Wulan; Abidin, Imam
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 1 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v9i1.16593

Abstract

Pasien baru menjalani hemodiasisis setiap minggunya untu mempertahankan hidup sehingga membuat pasien harus mematuhi self management. Walaupun PGK tidak bisa disembuhkan, penatalaksanaan yang tepat dikombinasikan dengan self management dapat mengurangi dan memperlambat perkembangan dan komplikasi penyakit sehingga kualitas hidup pasien baik. Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi Self management pada pasien hemodialisis yaitu factor sosiodemografi ( usia, jenis kelamin, stauus perkawinan dan pendidikan),  factor penyakit durasi dan frekuensi hemodialisis dan komplikasi), penegtahuan hemodialisis self efficacy, status psikologis (kecemasan, depresi), dukungan sosial dan health locus of control. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasi  dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan survei dan observasi. Pengambilan sampel secara purposive sampling. ).  Pengukuran  health locus of control menggunakan instrumen Mutidimentional Health Locus of Control (MHLC) yang terdiri dari 3 sub scala  yaitu Internal Health Locus of Control (IHLC), Chance Health Locus of Control (CHLC) dan Powerfull Health Locus of Control (PHLC) .sedangkan untuk mengukur self management menggunakan instrumen instrument Haemodialysis Self Management Instrument (HDSMI-18).  Analisa data menggunakan uji korelasi gamma. Terdapat hubungan antara health locus of control dengan self management pasien hemodialisis dengan keeratan kuat dan tidak terdapat hubungan antara depresi dengan self management pada pasien hemodialisis
The Relationship of Knowledge and Attitude with Early Warning Score Practice in Nursing Profession Students Megawati, Sri Wulan; Sumbara; Imam, Haerul
International Journal of Health, Medicine, and Sports Vol. 3 No. 4 (2025): International Journal of Health, Medicine, and Sports
Publisher : Corespub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijhms.v3i4.274

Abstract

EWS is an early warning system that uses scoring to assess the deterioration of a patient's condition in the hospital. Nurses and students, as the implementers of nursing care, must develop their ability to understand EWS because it supports patient safety. Students' knowledge and attitudes in identifying patient deterioration can influence EWS practice, so it is necessary to explore how students' knowledge and attitudes relate to EWS practice, which is the focus of this study. The purpose of this study is to analyze the correlation between knowledge and attitudes and EWS practices. The research design is quantitative with a correlational approach. Sampling was conducted using a purposive sampling technique, where the sample consisted of 53 students who had completed emergency and critical care rotations. The research instruments consist of a demographic data questionnaire, an EWS Knowledge questionnaire, an EWS Attitude questionnaire, and an EWS Documentation Checklist. Data collection was carried out by distributing a link to complete the questionnaire thru g-form. Data analysis was performed using the Spearman and chi-square statistical tests. The research results show that the majority of respondents (52.83%) have good knowledge, the majority of respondents (71.70%) show a positive attitude, and the majority of respondents (64.15%) demonstrate appropriate practices in filling out the EWS. There is a relationship between knowledge and practice with a p-value of 0.006, and there is no relationship between attitude and EWS practice. The Sig. (2-tailed) value is 0.330.