Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : AT-TA`DIB

PEMBELAJARAN TEMATIK MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS QUANTUM TEACHING TANDUR DAN MEDIA AUDIO VISUAL Lusa, Herman
ATTA`DIB Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.165 KB)

Abstract

Thematic Learning in the field has not practiced optimally. This research found that still many implementations of teacher-centered in teaching learning process. Students tend to be passive and only learn from the text book. So, thematic learning innovation is needed to increase the learning activity. From thematic scientific approach through the implementation of quantum learning model of teaching that applies the concept TANDUR (Tanamkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan) make student-centered learning The use of audio media in the form of children's songs, instruments, and pictures help students learning with fun, so that process activities and thematic learning outcomes and student skills in creative thinking will increase.
PENINGKATAN KEMAMPUAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SD MELALUI PEMBELAJARAN AUDITORY, INTELLECTUALY, DAN REPETITION Supriatna, Irfan; Lusa, Herman
ATTA`DIB Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/at-tadib.v4i1.19404

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan disposisi matematis siswa SD melalui Pembelajaran Auditory, Intelectualy, Repetition. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini menggunakan dua siklus dengan setiap siklus ada dua kali pertemuan, sehingga dalam setiap penelitian ini ada empat kali pertemuan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV yang berjumlah 25 siswa, dan objek penelitian yaitu disposisi matematis matematika. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan pada siklus I dari aspek disposisi matematis yang mencapai 46,75% pada siklus I meningkat menjadi 63,85% pada siklus II. Rata- rata kelas pada siklus I yang semula 70,25% menjadi 88,75% pada siklus II. Serta ketuntasan klasikal mencapai 72% pada siklus I meningkat menjadi 86% pada siklus II. Sehingga dapat dikatakan bahwa penelitian selama siklus I dan siklus II menunjukkan adanya peningkatan disposisi matematis siswa dengan pembelajaran Auditory, Intellectualy, Repetition.
DESAIN DIDAKTIS SEBAGAI PENGENALAN KONSEP PEMBAGIAN PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD Supriatna, Irfan; Lusa, Herman
ATTA`DIB Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/at-tadib.v4i2.19586

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh munculnya hambatan belajar (learning obstacle) peserta didik pada konsep pembagian sama banyak. Beberapa peserta didik kebingungan ketika dihadapkan dengan soal yang tidak biasa diberikan oleh guru. Seharusnya guru merencanakan suatu pengembangan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan respon peserta didik. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi hambatan belajar (learning obstacles) untuk merancang desain didaktis pembelajaran matematika materi pembagian yang dapat diterapkan di kelas II Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan desain didaktis (Didactical Design Research) dengan metode kualitatif. Partisipan penelitian yaitu 1 Guru dan 25 Peserta didik Sekolah Dasar kelas II di Bengkulu dengan karakteristik yang berbeda. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi, wawancara, tes dan observasi. Data dianalisis secara kualitatif untuk mengetahui learning obstacle, kemudian peneliti menyusun antisipasi didaktis pedagogis berdasarkan learning obstacle yang telah teridentifikasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah desain didaktis pengenalan konsep pembagian dua angka. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya yaitu uji coba desain lebih lanjut untuk menghasilkan desain yang lebih efektif.