Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Film Setetes Embun Cinta Niyala Sutradara Anggy Umbara Fitriani, Umi; Gunawan, Hafiz; Yuniati, Ira; Elyusra
Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran) Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/ww6r5277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan prinsip kesantunan berbahasa menurut teori Geoffrey Leech dalam dialog antartokoh film Setetes Embun Cinta Niyala karya sutradara Anggy Umbara. Fokus utama penelitian ini adalah enam maksim kesantunan, serta mengidentifikasi maksim yang paling dominan dalam tuturan para tokoh. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian pragmatik, khususnya dalam penerapan prinsip kesantunan berbahasa dalam media film, serta memberikan wawasan tentang nilai-nilai kesantunan yang direpresentasikan melalui dialog dalam karya audiovisual.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa simak bebas libat cakap. Data berupa tuturan para tokoh dalam film berdurasi 109 menit yang mengandung unsur kesantunan berbahasa. Prosedur analisis meliputi tahap pengumpulan data, identifikasi, klasifikasi, interpretasi berdasarkan teori Leech, serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 74 tuturan yang mencerminkan prinsip kesantunan berbahasa, dengan rincian: maksim kebijaksanaan (9 tuturan), kedermawanan (15), penghargaan (8), kesederhanaan (13), pemufakatan (12), dan kesimpatian (17). Maksim yang paling dominan adalah maksim kesimpatian dan kedermawanan, sedangkan maksim penghargaan merupakan yang paling sedikit muncul.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa film Setetes Embun CintaNiyala tidak hanya menyajikan komunikasi verbal antar tokoh, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai kesantunan berbahasa yang mencerminkan empati dan kemurahan hati dalam interaksi sosial. Sebagai saran, penelitian selanjutnya dapat memperluas kajian dengan membandingkan prinsip kesantunan dalam berbagai genre film atau mengaitkannya dengan konteks budaya dan sosial yang lebih luas.   Kata Kunci: Film Setetes Embun Cinta Niyala, Kesantunan Berbahasa, Maksim Leech, Pragmatik
Tindak Tutur Direktif dalam Ceramah Ustadz Hanan Attaki pada Platform Youtube Agustina, Ria; Gunawan, Hafiz; Suyuthi, Hasmi; Yuniati, Ira
Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran) Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/xt45v207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif dalam ceramah Ustadz Hanan Attaki pada video “Sabar, Terus Memperbaiki Diri” dan “Rahasia Mengubah Takdir (Jodoh, Rezeki, dan Sukses)” di platform YouTube. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dalam kajian pragmatik. Data penelitian berupa tuturan verbal yang mengandung tindak tutur direktif yang bersumber dari video ceramah Ustadz Hanan Attaki di YouTube. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik 1) mengakses video, 2) menonton video, 3) menyimak 4) mencatat, dan 5) menandai, sedangkan analisis data meliputi 1) mengidentifikasi data, 2) mengklasifikasikan data, 3) menginterpretasikan data, dan 4) menyimpulkan. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dengan bantuan pedoman klasifikasi tindak tutur direktif, serta keabsahan data diuji melalui ketekunan pengamatan dan pemeriksaan teman sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ceramah “Sabar, Terus Memperbaiki Diri” ditemukan 45 data tindak tutur direktif yang terdiri atas ajakan 4 data, larangan 20 data, perintah 2 data, permintaan 4 data, nasihat 14 data, dan kritikan 1 data. Bentuk dominan adalah larangan, sedangkan yang paling sedikit adalah kritikan. Pada ceramah “Rahasia Mengubah Takdir (Jodoh, Rezeki, dan Sukses)” ditemukan 48 data yang meliputi ajakan 3 data, larangan 28 data, perintah 7 data, permintaan 3 data, nasihat 6 data, dan tidak ditemukan kritikan. Dominannya tindak tutur larangan menunjukkan bahwa penceramah menekankan pengendalian diri, penguatan nilai keimanan, serta pencegahan perilaku negatif melalui pendekatan persuasif. Disimpulkan bahwa tindak tutur direktif menjadi strategi utama penyampaian dakwah yang edukatif dan adaptif di media digital.   Kata Kunci: Ceramah Dakwah, Pragmatik, Tindak Tutur Direktif