Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Online Media Framing Pada Fenomena Pemberitaan Doom Spending di Kalangan Milenial dan Gen Z Syaugie, Achmad; Nurhajati, Lestari
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 7 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/4vy3nq43

Abstract

Abstrak Fenomena "doom spending" yakni perilaku konsumsi impulsif yang didorong oleh kecemasan, keingintahuan, tidak mau ketinggalan serta ketidakpastian, beberapa tahun terakhir ini marak di kalangan Gen Y (milenial) dan juga Gen Z (Zilenial), Diperkirakan fenomena ini hadir karena dipicu oleh akses digital, baik berupa media sosial maupun platform belanja online. Salah satu platform belanja online terbesar di Indonesia bahkan menginformasikan sampai akhir tahun 2024, tren belanja online di dominasi pada produk fashion & aksesoris, kecantikan & perawatan tubuh, serta gadget & elektronik. Tampak jelas dari data tersebut bukan kebutuhan pokok sehari-hari yang diutamakan oleh para konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana fenomena doom spending ini diberitakan oleh media online di Indonesia. Literasi finansial sebagai bagian dari literasi media digital menjadi salah satu konsep untuk membantu menganalisis fenomena yang ada. Penelitian ini akan menggunakan metode analisis kualitatif pada 3 media online yang paling banyak diakses oleh masyarakat Indonesia, yakni Detik.com, Tribunews,com, dan Kompas.com dalam kurun waktu Januari-Desember 2024, dengan mengambil sampel masing-masing satu kasus pemberitaan yang unik. Hasil riset ini menunjukan bahwa Detik.com lebih condong menyoroti digitalisasi sebagai pemicu doom spending. Sedangkan Tribunnews.com dan Kompas.com lebih menyalahi kesenjangan sosial dan tren berbelanja anak muda. Kata Kunci: Media Framing, Doom spending, Gen Z Abstract The phenomenon of "doom spending" is impulsive consumption behavior driven by anxiety, curiosity, not wanting to miss and uncertainty, in recent years it has become rampant among Gen Y (millennials) and also Gen Z (Zilenial), It is estimated that this phenomenon is present because it is triggered by digital access, both in the form of social media and online shopping platforms. One of the largest online shopping platforms in Indonesia even informed that until the end of 2024, online shopping trends are dominated by fashion & accessories products, beauty & body care, and gadgets & electronics. It is clear dari the data that it is not the daily necessities that are prioritized by consumers. This study aims to find out more about how this phenomenon of doom spending is reported by online media in Indonesia. Financial literacy as part of digital media literacy is one of the concepts to help analyze existing phenomena. This study will use a qualitative analysis method on the 3 most accessed online media by the Indonesian people, namely Detik.com, Tribunews.com, and Kompas.com in the January-December 2024 period, by sampling each unique news case. The results of this research show that Detik.com is more inclined to highlight digitalization as a trigger for doom spending. Meanwhile, Tribunnews.com and Kompas.com are more concerned with social inequality and young people's shopping trends. Keywords: Media Framing, Doom spending, Gen Z
Strategi Pemasaran Inovatif dalam Mengembangkan Produk UMKM Batik Canting Ayu Prasetyawati, Yuliana Riana; Fitriyanti, Lamria Raya; Nurhajati, Lestari
Journal of Research on Business and Tourism Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Research on Business and Tourism
Publisher : Lembaga Penelitian Publikasi dan Pengabdian Masyarakat LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/104004220243

Abstract

UMKM merupakan pelaku utama dalam industri batik yang berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satu tantangan bagi UMKM Batik di Indonesia adalah membuat produk batik yang modern namun tetap menjaga kelestarian budaya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran inovatif yang dilakukan oleh UMKM Batik dalam mengembangkan produk. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif melalui metode wawancara mendalam. Subjek penelitian adalah UMKM Batik Canting Ayu yang berlokasi di Bekasi. Temuan utama penelitian menunjukkan strategi produk inovatif melalui teknik pewarnaan coletan dan kombinasi motif bunga teratai dan ikan gabus mampu menjadi ciri khas produk batik UMKM Batik Canting Ayu yang membedakan dengan produk kompetitor lainnya. Strategi promosi melalui digital marketing seperti pemanfaat media sosial dan e-commerce menjadi inovasi untuk memperluas pangsa pasar UMKM Batik.
Peran Media Lokal dalam Pencegahan Radikalisme Guna Mendukung Kerukunan Beragama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Lestari Nurhajati; Xenia Angelica Wijayanto; Lamria Raya Fitriyani
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v11i2.4121

Abstract

Radicalism and terrorism are still common in Indonesia, so all parties have a common obligation to carry out prevention and countermeasures. Even the Press Council issued Press Council Regulation Number 01/Peraturan-DP/IV/2015 concerning Guidelines for Reporting on Terrorism on April 9, 2015. However, it is really not easy for the mass media to report and report on this issue in various situations and interests in Indonesia. Likewise for local media in East Nusa Tenggara (NTT). This study aims to find out how the role of local journalists in NTT is to perform their functions in preventing radicalism and supporting religious harmony in NTT Province. What obstacles they face in the field, as well as what kind of news construction they have to do in carrying out their duties. Mass media, terrorism and radicalism are theories that continue to develop in line with how the discourse of radicalism is inseparable from the role of mass media coverage in encouraging or inhibiting radicalization and existing acts of violence. The position of the media, both at the local, national and global levels, becomes very important in carrying out counter narration when there are efforts by parties who want to promote the idea of radicalism and terrorism in a region. This research will use the FGD method on 10 journalists from local media in NTT, as an effort to dig deeper into the real conditions in the field. However, nowadays with the strengthening of transnational radical groups, they are trying to do various ways to divide Indonesia, and it is very likely that it will be present in NTT as one of the heart of the province which has been considered very ideal in maintaining religious harmony.ABSTRAK Radikalisme  dan terorisme masih sering terjadi di Indonesia, sehingga semua pihak memiliki kewajiban bersama untuk melakukan pencegahan dan penanggulangannya.  Bahkan  Dewan Pers mengeluarkan Peraturan Dewan Pers Nomor 01/Peraturan-DP/IV/2015 tentang Pedoman Pemberitaan Terorisme pada 9 April 2015. Meski demikian sungguh tidak mudah untuk media massa melakukan peliputan dan pemberitaan isu ini dalam berbagai situasi dan kepentingan yang ada di Indonesia. Demikian juga bagi media-media lokal yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sesungguhnya peran jurnalis lokal di NTT untuk melakukan fungsinya dalam mencegah radikalisme dan mendukung kerukunan beragama di Provinsi NTT. Kendala apa saja yang mereka hadapi di lapangan, serta konstruksi pemberitaan seperti apa yang mereka harus lakukan dalam menjalankan tugasnya.  Media massa, terorisme  dan radikalisme menjadi teori yang terus berkembang sejalan dengan bagaimana wacana radikalisme  tidak terlepas dari peran liputan media massa dalam mendorong atau menghambat radikalisasi dan tindakan kekerasan yang ada. Posisi media baik di tingkat lokal, nasional maupun global, menjadi sangat penting dalam melakukan narasi balasan (counter narration) ketika ada upaya pihak-pihak yang ingin mempromosikan gagasan radikalisme dan terorisme di sebuah wilayah. Riset ini akan menggunakan metode FGD pada 10 jurnalis dari media-media lokal yang ada di NTT, sebagai upaya menggali lebih dalam kondisi riil yang ada di lapangan. Bagaimanapun juga saat ini dengan makin menguatnya kelompok radikal yang bersifat transnasional, mereka berupaya melakukan berbagai cara untuk memecah belah Indonesia, dan sangat mungkin akan hadir di NTT sebagai salah satu jantung provinsi yang selama ini dianggap sangat ideal dalam menjaga kerukunan umat beragama.
Twitter as a Public Sphere for COVID-19 Vaccine Discussion Nurhajati, Lestari; Wijayanto, Xenia Angelica; Fitriyani, Lamria Raya
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol. 10 No. 2 (2022): CHANNEL: Jurnal Komunikasi 21st Edition
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v10i2.160

Abstract

This study aims to discover how Gen Z discusses the COVID-19 vaccine through social media discussion, participation, and ideas in a virtual public space. Recently, online media coverage has been massive, especially regarding the COVID-19 vaccine produced in Indonesia or purchased by the Indonesian government from foreign countries. Another thing that was also discussed was the priority of the vaccine recipients, which ministers in Indonesia presented with different approaches. Coordinating Minister for Human Development and Culture, Muhadjir Effendy, emphasized that lecturers and teachers are prioritized to receive vaccines. Previously, the coordinating minister for the Economy, Airlangga Hartarto, said medical personnel was prioritized. The Chief Executive of COVID-19 Handling and National Economic Recovery Committee (KPCPEN), Erick Thohir, also stated that health workers were a priority. Meanwhile, the Minister of Health, Terawan, noted that the priority for vaccine recipients is medic, paramedic, public services, TNI/Polri, and all educators. This variety of information and news is understood differently by the Indonesian people, including among Gen Z. Using the virtual public sphere, where freedom of expression in a democratic manner is the key to the emancipatory communication process. This research method uses extensive data analysis to collect conversations about the COVID-19 vaccine on social media, especially on Twitter, from 1-31 March 2021. The results show that although Generation Z is actively involved in the COVID-19 Vaccine discussion, they are not The Prominent Key Opinion Leader (KOL), who is the key player in communicating this issue via Twitter.
Media Relations Strategy of The Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program 2023 in Building an Image in The Digital Era Novel Larasaty, Past; Nurhajati, Lestari
ULTIMA Comm Vol 16 No 2 (2024): Regular issue
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ultimacomm.v16i2.3783

Abstract

Government Public Relations or popularly referred to as GovPR in Indonesia, often considered by various parties, does not have a significant influence on various performance in government institutions. Even though various studies actually show the opposite, the success of the government in socializing programs and implementing policies, depends very much on the success of its public relations team in carrying out its functions. The purpose of this study is to learn what the public relations team of the 2023 MBKM (Merdeka Belajar Kelas Merdeka) Program under the Ministry of Education and Culture, Research and Technology is doing in an effort to build a positive image in the digital era. The PR team must work hard to increase the visibility of the MBKM program among the media, reach a wider target audience, and maximize the positive impact of the publicity. The function and performance of government PR related to media relations cannot be separated from the approach of media ecology theory. How the media and communication processes that occur affect perceptions, emotions, feelings and values that exist through the new technologies used. A real situation regarding the strengthening of digital communication used in our daily lives. This research uses qualitative methodology with a constructivist approach. Data collection was conducted by in-depth interviews and observation. This study aims to examine how the strategy of the MBKM 2023 program public relations team really is in building an image in the digital era.
Local journalists’ response to foreign tourist misconduct in post-pandemic Bali Nurhajati, Lestari; Wijayanto, Xenia Angelica; Rembulan, Yosephine Avi Ayu
Jurnal Komunikasi Vol. 19 No. 3 (2025): VOLUME 19 NO 3 OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol19.iss3.art10

Abstract

The emergence of Bali as a world tourist destination has been accompanied by a series of problems involving misconduct by foreign tourists. This paper examines how local journalists cope with these issues whilst managing professional ethics, political, and economic pressures. The qualitative approach enabled data collection through Focus Group Discussions (FGDs) with four print journalists and one television journalist. The results indicate that tourist violations are not novel but have become apparent due to the amplification of social media and the following news reporting. The primary roles of journalists include acting as watchdogs, exposing ineffective law enforcement, educating people about norms and visa policies, and addressing community concerns. However, these functions are limited by output requirements, financial reliance, and sensitivities surrounding the safeguarding of Bali's tourism image. Such tension illustrates that ethical journalism can be difficult in a society that relies on tourism.
Sosialisasi Penggunaan Pembayaran Digital dengan Bijak bagi UMKM Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor Rachmawati, Dewi; Nurhajati, Lestari; Fitriani, Lamria Raya; Wijayanto, Xenia Angelica
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 3 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i3.18023

Abstract

Pemerintah mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bertransformasi ke arah digital agar tidak ketinggalan dan dapat menyesuaikan dengan kemajuan. Salah satu dari transformasi tersebut adalah penggunaan pembayaran digital. Pembayaran digital yang dipakai masyarakat Indonesia sangat banyak saat ini seperti OVO, Dana, Gopay, LinkAja, dan lain-lain. Selain itu juga digital banking dari masing-masing Bank yang cukup banyak jumlahnya di Indonesia. Desa Tugu Selatan adalah salah satu desa di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor yang merupakan salah satu tempat wisata di wilayah puncak. Wilayah puncak sangat terkenal dan menjadi destinasi wisata masyarakat sekitar. Data menunjukkan cukup banyak UMKM yang ada di Desa Tugu Selatan, namun apakah semua UMKM sudah menggunakan pembayaran digital dalam transaksi jual beli yang mereka lakukan? Ternyata belum semuanya beralih ke digital. Hal inilah yang akan disosialisasikan oleh tim pengabdian masyarakat. Sosialisasi dilakukan kepada 19 UMKM di Desa Tugu Selatan, khususnya yang berlokasi dekat dengan obyek-obyek wisata di wilayah puncak. Hal ini dilakukan agar UMKM yang belum melek pembayaran digital menjadi melek dan dapat mengaplikasikan penggunaannya dengan bijak ketika bertransaksi.Â