Respatijarti Respatijarti
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 102 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Antar Karakter Komponen Hasil dengan Hasil pada Tanaman Ciplukan (Physalis sp.) Khoiriyah, Lulu Lazimatul; Waluyo, Budi; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 12 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ciplukan (Physalis sp.) merupakan tanaman yang telah banyak diketahui oleh sebagian besar penduduk di Indonesia dan telah banyak dibudidayakan baik di Indonesia maupun mancanegara. Pemuliaan tanaman merupakan suatu kegiatan dari budidaya pertanian untuk mengembangkan tanaman ciplukan. Dalam tahapan seleksi sering ditemukan masalah dalam menentukan pilihan terhadap kriteria yang dianggap unggul, sehingga perlu diketahui hubungan antara komponen hasil dengan hasil ciplukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antar karakter komponen hasil dengan hasil pada tanaman ciplukan. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah pupuk serta fungisida dan 34 aksesi ciplukan dan data dianalisis dengan analisis korelasi menggunakan tabel ragam dan koragam. Penelitian dilakukan Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 1 Maret – 25 September 2017. Berdasarkan analisis korelasi terhadap komponen hasil dan hasil ciplukan memiliki hubungan yang berkorelasi positif dan negatif serta tidak menunjukkan adanya hubungan korelasi. Terdapat hubungan yang nyata antara karakter bobot buah per tanaman dengan karakter tinggi batang tanaman, diameter batang tanaman, jumlah bunga per cabang, jumlah bunga per tanaman, jumlah buah per tanaman, jumlah buah segar per tanaman, bobot buah segar per tanaman, panjang tangkai buah, dan derajat kemanisan buah.
Uji Daya Hasil Delapan Galur Harapan Cabai Besar (Capsicum Annuum L.) Generasi F6 Tipe Kompak di Dataran Rendah Nasution, Khairul Anwar; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai besar merupakan tanaman horti-kultura yang dimanfaatkan buahnya dan merupakan komoditas hortikultura dengan tingkat permintaan pasar yang tinggi di masyarakat. Produktivitas cabai besar (Capsicum annuum L.) di Indonesia tergolong rendah yaitu 8.47 ton ha-1, sedangkan potensi produksinya bisa mencapai 20–30 ton ha-1. Upaya me-ningkatkan produktivitas cabai besar adalah menggunakan varietas unggul berdaya hasil tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hasil, mengetahui keragaman genotip, keragaman fenotip dan menduga nilai heritabilitas dari delapan galur harapan cabai besar (Capsicum annum L.) generasi F7 tipe kompak di dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Percobaan Agroekotechno Park Universitas Brawijaya, Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Oktober 2017. Penelitian ini menggunakan Ranca-ngan Acak Kelompok (RAK) dengan delapan (8) galur harapan cabai besar generasi F7 hasil persilangan TW2 X PBC 473 sebagai perlakuan dan varietas Trisula sebagai varietas pembanding. Hasil pene-litian menunjukkan bahwa terdapat lima (5) galur cabai besar yang memiliki nilai daya hasil yang lebih tinggi dibandingkan varietas pembanding, galur-galur yang di uji menunjukkan kategori nilai koefisien keragaman genetik dan fenotip yang sempitkecuali bobot buah total per tanaman.
Uji Daya Hasil Tanaman Sawi Putih (Brassica rapa L.Ssp. pekinensis) di Dataran Tinggi Putri, Meidi Annisa; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawi putih merupakan salah satu jenis sayuran daun yang disukai oleh konsumen Indonesia dan memiliki kandungan pro vitamin A, asam askorbat, dan serat yang tinggi. Selain itu, rasanya yang gurih membuatnya menjadi menu utama dalam berbagai hidangan sayuran. Selain itu, petani juga menginginkan varietas yang berdaya hasil tinggi dan mampu beradaptasi di dataran tinggi. Upaya perakitan varietas unggul perlu melalui pengujian daya hasil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hasil calon varietas tanaman sawi putih di dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan pada 15 Desember 2017 sampai dengan 12 Maret 2018 di Kebun Percobaan PT. BISI International, Tbk.Farm Pujon. Bahan yang digunakan antara lain: benih sawi putih, calon varietas CC14004 dan CC14007, serta empat varietas pembanding yaitu, Excellent, Eikun, Deli CR, dan Sitara. Data dianalisis meng-gunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 ulangan. Karekter yang diamati yaitu, kuantitatif dan kualitatif. Hasil pene-litian menunjukkan bahwa calon varietas CC14004 memiliki hasil berat segar per krop, berat segar per plot, dan produksi per hektar berbeda nyata dengan calon varietas CC14007 dan Sitara. Calon varietas CC14004 memiliki warna daun yang hijau dengan bentuk daun narrow obovate serta tekstur daun yang sangat renyah. Potensi hasil calon varietas CC14004 dapat dikembangkan menjadi varietas unggul.
Uji Daya Hasil Beberapa Genotipe Brokoli (Brassica oleracea var. italica L.) di Dataran Tinggi Astutik, Meilia Puji; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Brokoli adalah jenis tanaman sayuran dataran tinggi yang dimanfaatkan bagian bunganya karena memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Permintaan masyarakat yang cukup tinggi terhadap brokoli membuat adanya upaya peningkatan hasil produksi brokoli. Uji daya hasil merupakan salah satu tahapan dalam pemuliaan tanaman sebelum melepaskan varietas baru. Upaya tersebut dimulai dari penggunaan benih varietas unggul yang didapatkan dari hasil program pemuliaan. Salah satu tahapnya yakni, melalui uji daya hasil agar didapatkan informasi mengenai potensi hasil dan sifat-sifat unggul dari beberapa genotipe yang akan diuji. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui keragaan karakter kuantitatif dan kualitatif beberapa genotipe brokoli yang diuji serta mendapatkan yang berdaya hasil tinggi dibandingkan dengan varietas pembanding. Penelitian dilaksanakan dari bulan Desember 2017 sampai dengan bulan Maret 2018 di lahan milik PT. BISI International Tbk Farm Pujon, Malang pada ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan hasil penelitian, pengaruh genotipe berbeda nyata terhadap hampir semua karakter kecuali pada jumlah daun, panjang dan lebar daun, serta panjang dan diameter bunga. Penampilan setiap karakter dipengaruhi oleh faktor genetik yang dimiliki masing masing nomor genotipe dan juga faktor lingkungan. Sifat-sifat unggul yang diharapkan salah satunya ditinjau dari karakter potensi hasil, nomor genotipe BL 17001 menunjukkan potensi hasil yang tinggi dibandingkan dengan BL 17002, BL 16075 dan varietas pembandingnya yaitu Lucky. Selain itu BL 17001 juga didukung dengan sifat penciri jumlah cabang yang sedikit dan bentuk bunga seperti kubah berwana hijau gelap.
Uji Daya Hasil Pendahuluan Tujuh Galur Harapan Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Tipe Tegak Generasi F7 di Dataran Rendah Irwansyah, Ruly; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai besar (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Produktivitas cabai besar di Indonesia masih tergolong rendah yaitu hanya 8.35 ton ha-1sedangkan potensi hasil dapat mencapai 20 – 40 ton ha-1. Selain perbaikan kondisi lingkungan, upaya peningkatan produktivitas cabai besar dalam dilakukan dengan perakitan varietas unggul berdaya hasil tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hasil tujuh galur harapan cabai besar generasi F7 tipe tumbuh tegak di dataran rendah, dan mengetahui nilai keragaman genotipe, keragaman fenotipe tujuh galur harapan cabai besar generasi F7tipe tumbuh tegak di dataran rendah. Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park Brawijaya, kecamatan Kromengan, kabu-paten Malang pada bulan April–Oktober 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tujuh galur harapan cabai besar generasi F7hasil persilangan TW2 x PBC473 sebagai perlakuan dan varietas Perwira sebagai varietas pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat galur harapan yang memiliki potensi hasil lebih tinggi dibandingkan varietas pembanding, namun terdapat tiga galur harapan yang mempunyai potensi sebanding dengan varietas pembanding di dataran rendah. Nilai koefisien keragaman fenotip dan koefisien keragaman fenotip pada galur harapan menunjukkan kriteria sempit.
Heritabilitas dan Kemajuan Genetik Harapan Karakter Agronomi Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Habitus Tegak Hasil Seleksi Massa Riyani, Agus; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi cabai rawit di Indonesia sejak tahun 2011 hingga 2015 telah mengalami peningkatan, namun belum mampu mencukupi kebutuhan pasar, sehingga menyebabkan harga cabai menjadi fluktuatif. Upaya peningkatan produksi dapat dilakukan dengan penggunaan varietas unggul. Salah satu tahapan dalam perakitan varietas unggul adalah dengan seleksi. Agar seleksi efektif perlu mengetahui nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menduga nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan karakter agronomi cabai rawit habitus tegak serta mendapatkan tanaman cabai yang memiliki hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Malang pada bulan Maret hingga Oktober 2017. Penelitian ini menggunakan metode pengamatan single plant dengan menanam 20 aksesi dan Varietas PELITA. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa karakter kualitatif yang memiliki keseragaman terdapat pada karakter warna daun, warna mahkota bunga dan posisi tangkai bunga. Sedangkan karakter kualitatif yang beragam terdapat pada karakter tipe tumbuh tanaman, bentuk daun, posisi putik terhadap benang sari saat bunga mekar sempurna, bentuk pangkal buah, bentuk ujung buah, warna buah muda dan warna buah masak. Nilai heritabilitas tinggi pada semua karakter kecuali panjang buah, berat per buah dan berat 1000 biji. Sedangkan nilai kemajuan genetik harapan tinggi pada semua karakter kecuali panjang buah, berat 1000 biji dan berat per buah.
Efektivitas Transformasi Genetik pada Kedelai (Glycine max L. Merrill) Menggunakan Particle Bombardment Yudi, M. Rafli; Gondo, Takahiro; Akashi, Ryo; Respatijarti, Respatijarti; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas penting pertanian. Kebutuhan komoditas kedelai dalam negeri saat ini, rata-rata sebanyak 2.3 juta ton biji kering/tahun (BPS, 2018). Perakitan kultivar unggul kedelai dapat dilakukan melalui transformasi genetik. Beberapa faktor penting dari keberhasilan transformasi genetik particle bombardment yaitu faktor fisik misalnya ukuran partikel emas, posisi dan letak eksplan, faktor biologi misalnya embryo tip dan mengetahui seberapa stabil gen yang telah ditransformasi (Kikkert et al., 2004). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi peletakan embrio (inside dan outside), ukuran partikel emas dan stabilitas ekspresi gen pada embrio yang optimum. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioresource Universitas Miyazaki, Jepang pada bulan April hingga Juli 2018. Bahan yang digunakan sebagai eksplan dalam penelitian ini ialah embryo tip biji kedelai kultivar Williams 82 dengan jumlah 9 embrio per ulangan. Pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi, efektivitas posisi dan letak eksplan, efektivitas ukuran partikel emas dan stabilitas ekspresi gen yang ditampilkan dalam bentuk persentase. Hasil yang dari penelitian ini ialah terdapat ekspresi gen GUS yang berbeda pada posisi peletakan embrio secara inside dan outside. Metode peletakan inside memilki ekspresi gen GUS yang terbaik. Kemudian terdapat perbedaan ekspresi gen GUS pada masing-masing ukuran partikel emas yang ditembakkan pada saat transformasi genetik. Pada ukuran partikel emas 0.6 µm memiliki persentase ekspresi gen GUS terbaik dan metode peletakan inside dan hasil penelitian ini memiliki peluang sebagai metode yang dapat dipilih pada transformasi emrio kedelai menggunakan particle bombardment. Hal ini dibuktikan pada 14 hari setelah transformasi masih terdapat ekspresi gen GUS setinggi 34.1%.
Uji Daya Hasil Beberapa Hibrida Jagung Manis (Zea mays var.saccharata Strurt) Putri, Lily Dasinta Norasary; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 5 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung manis (Zea mays var. saccharata Strurt) merupakan komoditas holtikultura yang memiliki kandungan gula tinggi dibanding jenis jagung lainnya. Berdasarkan data BPS SUSENAS (2017) kebutuhan konsumsi jagung manis pada tahun 2012 hingga 2014 terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari potensi hasil dan mendapatkan karakter penunjang penampilan yang sesuai tipe ideal pada calon varietas hibrida jagung manis. Penelitian dilakukan bulan Februari - Mei 2019 di Lahan PT. Bisi International, Tbk. Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) delapan perlakuan dengan empat ulangan. Bahan yang digunakan yaitu dua calon varietas hibrida (16ES008 dan 16ES005) dan enam varietas jagung manis komersial sebagai pembanding ( Prima, Bonanza 1, Master Sweet, Bonanza 9, asia 86 dan Sweet Lady). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (Uji F) dengan taraf 5% dan di uji lanjut menggunakan uji BNJ. Calon hibrida 16ES008 dan 16ES005 memiliki potensi hasil setara dengan varietas Prima, Bonanza 1, Master Sweet , Bonanza 9 dan Asia 86. Calon hibrida 16ES008 memiliki nilai karakter penunjang penampilan yang tertinggi dan setara dengan varietas Master Sweet. Calon hibrida 16ES008 memiliki karakter penunjang penampilan yang baik yaitu tinggi tanaman, tinggi letak tongkol, jumlah biji perbaris, jumlah baris pertongkol, diameter tongkol, diameter janggel, bobot tongkol tanpa klobot, bobot tongkol dengan klobot. Calon hibrida 16ES008 sangat prospektif dikembangan untuk kebutuhan konsumen.
Uji Daya Hasil 30 Genotipe Terung (Solanum melongena L.) Chaniago, Della Amelinda; Waluyo, Budi; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 7 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terung adalah jenis sayuran yang populer dan digemari oleh masyarakat Indonesia. Dalam kurun waktu tahun 2013-2014 hasil panen terung mengalami peningkatan. Namun akibat adanya peningkatan jumlah penduduk di Indonesia menyebabkan pemenuhan kebutuhan terung untuk masyarakat masih belum tercukupi. Salah satu usaha yang  dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas terung  adalah  dengan perakitan varietas unggul hibrida yang mempunyai tingkat produktivitas tinggi. Perakitan yang digunakan pada penelitian kali ini adalah menggunakan metode persilangan double cross, yaitu persilangan yang melibatkan empat tetua galur murni yang tidak berhubungan satu sama lain. Guna mengetahui potensi dari hasil persilangan double cross, maka perlu dilakukan uji daya hasil. Tujuan dari penelitian kali ini adalah untuk menguji daya hasil 30 genotipe terung, mendapatkan deskripsi tanaman untuk setiap genotipe, dan membandingkan daya hasil 30 genotipe terung dengan tetuanya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2019-September 2019 di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo Kabupaten Malang. Bahan yang digunakan adalah 30 genotipe terung hasil persilangan double cross dan 6 genotipe terung tetua sebagai pembanding. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, lebar kanopi, panjang buah, diameter buah, rata-rata jumlah buah pertanaman, bobot buah pertanaman, bobot per buah, dan potensi hasil. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam. Jika hasil yang didapatkan berbeda nyata maka dilanjutkan dengan menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa genotipe terung yang memiliki rata-rata melebihi tetuanya diantaranya adalah Tangguh x Ratih hijau, Tangguh x Ratih hijau, Pontia x Ratih hijau dan Hijau jty x Kania, Kania x Ratih hijau dan Bruno x Hijau jty.
Keragaman Karakter Morfologi dan Karakter Agronomi 23 Genotipe Mentimun (Cucumis sativus L.) Tipe Japanese dan 3 Genotipe Tipe Beit Alpha Rifda, Nurin Maziya; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 8 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan mentimun dipengaruhi oleh perbedaan karakter buah. Salah satu tipe mentimun yang umum digunakan untuk acar adalah tipe beit alpha, sedangkan tipe japanese tergolong mentimun yang dikonsumsi segar. Kedua tipe diatas merupakan tanaman mentimun yang dibudidayakan di dataran tinggi negara sub-tropis, sedangkan permintaan pasar mentimun tersebut meliputi negara-negara tropis. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya varietas unggul kedua tipe mentimun diatas yang dapat dibudidayakan pada negara-negara tropis. Adanya keragaman pada karakter morfologi dan agronomi memberikan informasi terkait sifat-sifat yang dapat terekspresi dengan baik sehingga seleksi yang akan dilakukan lebih efektif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai duga keragaman karakter morfologi dan agronomi pada 23 genotipe  mentimun jaanese dan 3 genotipe tipe beit alpha. Penelitian dilaksanakan di greenhouse PT BISI International, Tbk. Farm Kencong yang berlokasi di Desa Senowo, Kencong, Kecamatan Kepung, Kediri, Jawa Timur pada bulan Januari - April 2020. Penelitian menggunakan metode observasi dan data hasil pengamatan yang bersifat kualitatif dianalisis secara deskriptif yang keragamannya ditampilkan dalam bentuk presentase dalam populasi, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan pendugaan keragaman genetik dan keragaman fenotipe. Hasil penelitian didapatkan bahwa 23 genotipe  mentimun tipe japanese dan 3 genotipe  mentimun tipe beit alpha memiliki keragaman genetik dan fenotipe yang sempit. Berdasarkan karakter agronomi dan morfologi didapatkan genotipe 2010 012 dan 2010 027 merupakan genotipe terbaik pada tipe japanese dilihat dari variabel panjang buah, diameter buah, bobot buah, umur berbunga dan beberapa karakter morfologi yang sesuai dengan kriteria pasar dan genotipe 2010 017 merupakan genotipe pada tipe beit alpha terbaik dilihat dari variabel yang sama.
Co-Authors Adhytya Cahya Darmawan Afifah, Nur Akashi, Ryo Amelia, Mesi Amelia, Mesi Apriliyanti, Neny Fidiyah Apriliyanti, Neny Fidiyah Ariefa, Astritia Rizky Ariefa, Astritia Rizky Arifin Noor Sugiharto Arifin, Muhammad Farid Ashari, Sumeu Ashari, Sumeu Astutik, Meilia Puji Astutik, Meilia Puji Ayu, Dyan Kusumaning Ayu, Dyan Kusumaning Azizah, Laili Niswatun Azizah, Laili Niswatun Basuki, Nur Bin Yazid, Wildan Abid Bin Yazid, Wildan Abid Budi Waluyo Budi Waluyo Cahyaningrum, Sekar Ayu Cahyaningrum, Sekar Ayu Chaniago, Della Amelinda Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Darmawan, Adhytya Cahya Dewi, Purnaningtyas Oetari Dewi, Purnaningtyas Oetari Driska Arnanto Edy Hendra Saputra Effendy Effendy Emy Sulistyowati Fadilla, Zulva Nur Fadilla, Zulva Nur Farida, Amelia Farida, Amelia Firmansyah, Fathur Gondo, Takahiro Hartiningsih, Eva Tri Hartiningsih, Eva Tri Irwansyah, Ruly Irwansyah, Ruly Isnasa, Irsanty Nadya Isnasa, Irsanty Nadya Izmi Yulianah Khoiriyah, Lulu Lazimatul Khoiriyah, Lulu Lazimatul Laila Eka Farida, Zahrotun Nisak Laila Eka Farida, Zahrotun Nisak Lasmono, Giri Lestari, Sri Lita Soetopo Mochtar, Faroki Mochtar, Faroki Muamaroh, Siti Muamaroh, Siti Muhammad Afif Muhammad Triant, Wahyu Nur Nasution, Khairul Anwar Nasution, Khairul Anwar Niken Kendarini Nina Dwi Yulia, Nina Dwi Ningtyas, Dina Ayu Ningtyas, Dina Ayu Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Noviani Susanto Nur Basuki Palupi, Hendra Palupi, Hendra Pamuji, Adimas Pamuji, Adimas Pramukyana, Lutfi Pratama, Riko Aditya Pratama, Riko Aditya Putri Vyati Sulistyowati Putri, Lily Dasinta Norasary Putri, Meidi Annisa Putri, Meidi Annisa Putri, Savitri Perwitasari Rahayu, Puji Nur Rahayu, Puji Nur Rahmadhini, Nana Ratna Zulfarosda Rifda, Nurin Maziya Riyani, Agus Riyani, Agus Rofidah, Nur Irma Rofidah, Nur Irma Rohmatin, Anis Rosyidah, Nurtia Ni’matur Rosyidah, Nurtia Ni’matur Rufaidah, Ranny Ryo Akashi, Ryo Saptadi, Darmawan Saputra, Edy Hendra Sari, Septi Wulan Sari, Widya Paramita Seotopo, Lita Seotopo, Lita Septi Wulan Sari Simangunsong, Anggiat Demak Simangunsong, Anggiat Demak Sri Lestari Sri Lestari Purnamaningsih Sulistyowati, Emy Sulistyowati, Putri Vyati Takahiro Gondo, Takahiro Wahyono, Andi Wahyono, Andi Wahyono, Andi Wahyu Nur Muhammad Triant, Wahyu Nur Widya Paramita Sari Widyawati, Zuri Winarsih, Atik Winarsih, Atik Yanik, Yanik Yanik, Yanik Yasper Michael Mambrasar, Yasper Michael Yudi, M. Rafli Yudi, M. Rafli Yulia, Nina Dwi Zuri Widyawati