Aini, Nurul
Department Of Agronomy, Faculty Of Agriculture, Universitas Brawijaya

Published : 57 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON PERKECAMBAHAN VARIETAS DAN GALUR TANAMAN MENTIMUN ( Cucumis sativus L. ) PADA BEBERAPA TINGKAT SALINITAS Puspita, Dahniar Yudha; Koesriharti, Koesriharti; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.672 KB) | DOI: 10.21776/571

Abstract

Mentimun ( Cucumis sativus L. ) adalah tanaman sayuran yang memiliki manfaat yang sangat banyak dalam kehidupan sehari - hari. Pemanfaatan lahan marginal yang termasuk didalamnya adalah lahan salin dipandang sebagai solusi dalam mengatasi penyempitan lahan budidaya yang ada pada saat ini. Tujuan yaitu untuk mengetahui respon perkecambahan varietas/galur tanaman mentimun pada berbagai tingkat salinitas. Hipotesis dari penelitian ini menduga respon perkecambahan tanaman mentimun terhadap tingkat salinitas yang berbeda untuk varietas/galur yang berbeda, perkecambahan tanaman mentimun pada dosis salinitas yang berbeda dan perkecambahan tanaman mentimun berbeda untuk varietas/galur yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Percobaan faktorial dalam Rancangan Acak Lengkap pada fase perkecambahan. Penelitian ini Menggunakan  dua faktor yaitu salinitas dengan berbagai tingkat salinitas garam NaCl diantaranya S1 : 0 ppm = tanpa NaCl, S2 : 2500 ppm = 2,5 g NaCl/ 1 liter air, S3 : 5000 ppm = 5 g NaCl/ 1 liter air, S4 : 7500 ppm = 7,5 g NaCl/ 1 liter air, S5 : 10000 ppm = 10 g NaCl/ 1 liter air dan 6 varietas yaitu diantaranya V1= Varietas Mercy, V2= Varietas Metavy , V3= Varietas Monza, V4= Galur Lokal Blitar, V5= Galur Lokal Jember, V6= Varietas Lokal Panda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas berbengaruh nyata pada awal berkecambah, panjang hipokotil dan panjang akar. Varietas Mercy, Metavy, Monza dan Varietas Lokal Panda relatif lebih toleran pada kondisi cekaman salin dibandingkan dengan Galur Lokal Blitar dan Galur Lokal Jember.
PENGARUH DOSIS ZAT PENGATUR TUMBUH DAN BAHAN TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SIRIH MERAH (Piper Crocatum Ruiz and Pav.) Rosyidah, Nurhayati; Guritno, Bambang; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.71 KB) | DOI: 10.21776/572

Abstract

Tanaman sirih merah merupakan tanaman yang memiliki prospek yang cukup baik dimasa depan, sebab tanaman sirih merah memiliki kandungan senyawa fitokimia yang dapat digunakan sebagai obat. Tanaman sirih merah diperbanyak dengan penyetekan, pencangkokan dan perundukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terjadinya interaksi antar zat pengatur tumbuh dan bahan tanam terhadap pertumbuhan bibit sirih merah (Piper Crocatum Ruiz and Pav).  Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pandensari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang pada bulan Februari-Mei 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 3 ulangan dan 2 perlakuan yaitu pemberian konsentrasi Rootone F dan bahan tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang meningkatkan pertumbuhan bibit sirih merah pada parameter pengamatan jumlah daun, panjang tunas, panjang akar dan jumlah akar. Perlakuan konsentrasi Rootone F 300 meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman sirih merah tertinggi daripada konsentrasi lainnya. Perlakuan bahan tanam bagian pangkal meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman sirih merah daripada bahan tanam lainnya.
PENGARUH APLIKASI PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) Emir, Muhammad Nazri; Aini, Nurul; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/578

Abstract

Kebutuhan cabai nasional terhitung pada tahun 2005 yaitu sebesar 788.544 ton dengan luas tanam sekitar 5.000 ha/bulan. Sementara itu, peningkatan permintaan akan cabai merah mencapai 7,5%/tahun. Permintaan yang terus bertambah dan tidak terpenuhi ini disebabkan karena penggunaan bahan tanam, pemupukan yang belum berimbang, pengendalian hama dan penyakit tanaman terpadu serta pengelolaan yang tidak efisien. Oleh karena itu, perlu dilakukannya suatu penelitian pada salah satu varietas dengan mengkombinasikan penggunaan pupuk organik dan anorganik dengan aplikasi pemupukan yang berbeda guna mengetahui pemupukan yang sesuai untuk menghasilkan produksi maksimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi antara penggunaan pupuk organik dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah dan untuk mendapatkan kombinasi dosis pupuk organik dan anorganik yang tepat guna mendapatkan hasil yang maksimal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Oktober 2015 di Dusun Kasin, Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik dan anorganik berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada semua umur pengamatan. Sedangkan untuk diameter batang berpengaruh nyata hanya pada umur 42 hst. Untuk pengamatan jumlah bunga yang terbentukjuga memberikan pengaruh yang nyata. Dari hasil penelitian juga diketahui bahwa perlakuan pupuk organik dan anorganik berpengaruh tidak nyata terhadap komponen hasil panen per tanaman dan hasil panen per hektar. Hasil panen yang diperoleh berkisar antara 21,99 ton/ha hingga 23,02 ton/ha yang lebih besar dari potensi hasil (0,7 kg/tanaman) atau setara dengan 23 ton/ha.
PENGARUH FERMENTASI URIN KELINCI DAN FERMENTASI PAITAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAPRIKA (Capsicum annuum var Grossum) DENGAN SISTEM HIDROPONIK SUBSTRAT Rahmawati, Farida; Wicaksono, Karuniawan Puji; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/631

Abstract

Paprika sebagai salah satu komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi, memiliki peluang besar yang buahnya dapat diekspor ke luar negeri. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi paprika adalah melalui intensifikasi dan teknologi penanaman. Teknik budidaya secara hidroponik merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan buah paprika. Salah satu sistem hidroponik dalam budidaya paprika yaitu dengan hidroponik substrat yang tidak menggunakan air sebagai media, tetapi menggunakan media padat. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh penambahan fermentasi urin kelinci dan fermentasi paitan terhadap pertumbuhan dan hasil buah paprika. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2013 – Oktober 2014 di Batu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 perlakuan tanpa fermentasi urin kelinci dan tanpa fermentasi paitan dan 8 perlakuan aplikasi fermentasi urin kelinci dan fermentasi paitan. Jumlah perlakuan ada 9 yang masing-masing diulang sebanyak 3 kali, sehingga total satuan percobaan berjumlah 27 petak. Setiap petak percobaan terdiri dari 3 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan fermentasi urin kelinci dan fermentasi paitan memberikan hasil yang lebih pada panjang tanaman, jumlah daun, luas daun dan bobot buah per tanaman. Perlakuan dengan penambahan fermentasi paitan 100%  memberikan hasil jumlah daun, luas daun, bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman yang lebih tinggi daripada perlakuan kontrol. Pada hasil tanaman paprika, pemberian fermentasi urin kelinci dan fermentasi paitan belum dapat meningkatkan hasil buah tanaman paprika.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN DENGAN POLA TANAM TUMPANGSARI PADA TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) DAN TANAMAN PAKCOY (Brassica rapachinensis) Mauidzotussyarifah, Mauidzotussyarifah; Aini, Nurul; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/638

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) dan pakcoy (Brasicca rapachinensis) merupakan komoditi pertanian yang prospektif untuk dikembangkan di Indonesia. Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk, produktivitas lahan semakin menurun akibat dari alih fungsi lahan pertanian. Teknik budidaya yang tepat untuk mengoptimalkan produktivitas lahan yaitu pola tanam tumpangsari.  Akan tetapi, dalam penerapan pola tanam tumpangsari juga mempunyai permasalahan yaitu akan terjadi kompetisi hara, air, nutrisi dan cahaya. Untuk meminimalisir kompetisi antar tanaman diperlukan salah satunya pengaturan waktu tanam yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu tanam pakcoy yang tepat dan mendapatkan nilai kesataraan lahan yang tinggi pada tumpangsari buncis dan pakcoy. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus - Oktober 2014 di Kelurahan Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Rancangan penelitian yang digunakan, Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan dan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan penundaan saat tanam pakcoy dapat meningkatkan jumlah polong dan bobot segar polong buncis. Nilai Kesetaraan Lahan tertinggi terdapat pada perlakuan penanaman pakcoy 14 hari setelah penanaman buncis pada sistem tumpangsari tanaman buncis dan pakcoy yaitu sebesar 1,99.
KOMPOSISI NUTRISI DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA ROMAINE (Lactuca sativa var.romana L.) SISTEM HIDROPONIK SUBSTRAT Lestari, Peni Mugi; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.991 KB) | DOI: 10.21776/666

Abstract

Kebutuhan hasil pertanian semakin meningkat seiring jumlah penduduk yang semakin meningkat, akan tetapi lahan pertanian semakin terbatas. Hidroponik merupakan sistem budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media tumbuh tanaman. Pemberian nutrisi dibutuhkan untuk budidaya tanaman secara hidroponik, unsur hara esensial baik makro maupun mikro. Selada romaine adalah tanaman yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui, mempelajari dan menentukan pengaruh komposisi nutrisi dan media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada romaine dengan sistem hidroponik substrat. Penelitian dilaksanakan bulan Maret hingga Mei 2016 di Screenhouse kebun percobaan STPP 2 di Jl. Ichman Ridwan Rais, Tanjung Mergan, Malang. Alat yang digunakan yaitu polybag, LAM (Leaf Area Meter), TDS (Total Dilluted Solids). Bahan yang digunakan yaitu benih romaine, arang sekam, pasir, AB Mix, Gandasil D, Urea, SP36, dan KCL. Penelitian  dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sederhana yang menggunakan  perlakuan komposisi nutrisi dan media tanam. Perlakuan komposisi media dan nutrisi memberikan hasil berbeda nyata pada tanaman selada romaine terhadap semua parameter pertumbuhan yaitu parameter tinggi tanaman, jumlah daun pada umur pengamatan 7, 14, 21, 28 dan 35 hst, luas daun, bobot segar total tanaman dan bobot segar konsumsi, pada semua umur pengamatan. Komposisi pasir dan arang sekam dengan nutrisi Urea, SP36, KCL dan Gandasil D mampu memberikan hasil pertumbuhan yang tinggi untuk tanaman selada romaine dengan sistem hidroponik substrat.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) DENGAN APLIKASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA DAN MULSA JERAMI Astutik, Apriana Dwi; Koesriharti, Koesriharti; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.885 KB) | DOI: 10.21776/671

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas yang sangat dibutuhkan oleh hampir semua orang. Permintaan cabai besar di Jawa Timur perlu diimbangi dengan hasil panen yang tinggi, sehingga perlu dilakukan teknik budidaya untuk meningkatkan produksi di Jawa Timur. Salah satu strategi untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai adalah dengan menggunakan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dengan kombinasi mulsa jerami. Mulsa jerami merupakan salah satu sumber nutrisi mikroorganisme, sehingga dengan adanya sumber makanan, perkembangan mikroorganisme menjadi meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi antara PGPR dengan mulsa jerami terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2014 - Maret 2015 di kebun percobaan Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto. Rancangan penelitian yang digunakan, Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi PGPR dengan mulsa jerami memberikan hasil nyata pada luas daun, jumlah bunga, jumlah buah total, jumlah buah saat panen, dan bobot segar buah saat panen. Jumlah buah saat panen perlakuan benih direndam PGPR 10 ml l-1 + PGPR susulan 15 ml l-1 + mulsa jerami (P6) memiliki hasil yang lebih tinggi (10,09 buah) jika dibandingkan dengan perlakuan benih direndam air tanpa mulsa jerami (P1) dan perlakuan benih direndam air + mulsa jerami (P4) hasil tersebut berbeda dengan bobot segar buah saat panen. Perlakuan benih direndam PGPR 10 ml l-1 + PGPR susulan 15 ml l-1 + mulsa jerami (P6) memberikan hasil lebih tinggi (3,25 t ha-1) jika dibandingkan dengan perlakuan yang lain (P1, P2, P3, P4, dan P5).
PENGARUH WAKTU PEMANGKASAN PUCUK DAN KONSENTRASI GIBERELIN PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL BABY BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) Safitri, Ade Irma; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.191 KB) | DOI: 10.21776/678

Abstract

Produktivitas buncis lebih rendah bila dibandingkan dengan potensi hasil produksi varietas. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menekan pertumbuhan vegetatif dan memaksimalkan pertumbuhan generatif tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pemangkasan pucuk dan konsentrasi giberelin yang tepat untuk meningkatkan produksi tanaman baby buncis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2016 di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dua faktor yaitu waktu pemangkasan pucuk dan konsentrasi giberelin. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara waktu pemangkasan pucuk dan konsentrasi giberelin pada jumlah daun, luas daun, jumlah ruas, berat kering total tanaman, jumlah bunga, jumlah tandan bunga, jumlah polong per tanaman, bobot polong segar per tanaman dan bobot polong segar per hektar. Aplikasi waktu pemangkasan pucuk dua kali (14 dan 35 HST) dan konsentrasi giberelin 20 ppm meningkatkan hasil panen bobot polong segar per tanaman 39,89 % dan bobot polong segar per hektar 44,65 % di-bandingkan perlakuan lainnya. Waktu pemangkasan pucuk 35 HST menunjukkan umur mulai panen lebih awal dibandingkan tanpa pemangkasan pucuk. Konsentrasi giberelin tidak memberikan pengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman baby buncis.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN BENIH DAN KONSENTRASI PENYIRAMAN DENGAN PGPR PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Baihaqi, Ahmad Fathoni; Dwi Yamika, Wiwin Sumiya; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.573 KB) | DOI: 10.21776/724

Abstract

Mentimun ialah salah satu jenis sayuran dari keluarga labu-labuan (Cucurbitaceae) yang dimanfaatkan buahnya. Saat ini, produksi mentimun mengalami penurunan pada tahun 2010 sampai 2014. Untuk dapat memenuhi kebutuhan mentimun, pemerintah melakukan impor pada tahun 2015.  Salah satu upaya peningkatan produksi mentimun ialah dengan penggunaan PGPR. PGPR ialah mikroorganisme hayati yang mampu memperbaiki pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian di laksanakan pada bulan April hingga Juni 2016 di Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian menggunakan Rancangan Faktorial Acak Kelompok dengan duabelas perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Analisis data menggunakan uji F tingkat kesalahan 5% untuk mengetahui pengaruh masing-masing perlakuan. Hasil uji F yang berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji BNT untuk mengetahui perbedaan masing-masing perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa lama perendaman benih dan konsentrasi penyiraman PGPR meningkatkan hasil tanaman. Lama perendaman benih PGPR 15 menit pada konsentrasi penyiraman PGPR 7,5 ml.L-1 dan 15 ml.L-1 meningkatkan bobot buah (ton.ha-1) 68,6 hingga 77,7% dibandingkan perendaman benih tanpa PGPR pada konsentrasi penyiraman PGPR 7,5 ml.L-1 dan 15 ml.L-1.
PENGARUH DOSIS PUPUK KASCING DAN JARAK TANAM YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae L. var alboglabra) Akbar, Helmi Dzikrulloh; Aini, Nurul; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.985 KB) | DOI: 10.21776/748

Abstract

Produksi hortikultura semakin meningkat seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan bahan pangan. Hal ini disebabkan oleh tingkat pengetahuan masyarakat akan kesehatan semakin tinggi dan tingkat pendapatan masyarakat yang semakin baik. Salah satu produk hortikultura yang prospektif untuk dikembangkan di Indonesia adalah kalian (Brassica oleraceae L. Var alboglabra). Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara dosis pupuk organik kascing dan jarak tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial, yang terdiri dari dua faktor, faktor 1 yaitu dosis pupuk kascing dan faktor 2 yaitu Jarak tanam.  Terdapat 12 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, Penelitian dilaksanakan di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada bulan Agustus sampai Oktober 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi yang nyata antara pupuk kascing dan jarak tanam yang berbeda pada pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Pemberian pupuk kascing pada dosis 5 ton ha-1, 10 ton ha-1, 15 ton ha-1 dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi pada tanaman kailan apabila dibandingkan dengan perlakuan tanpa pupuk kascing dan pada perlakuan pemberian dosis pupuk kascing 15 ton ha-1 menunjukkan pertumbuhan dan produksi hasil terbaik. Pada penggunaan jarak tanam yang berbeda tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan.
Co-Authors Abdillah, Bayu Stiawan Adam, Khaidir Agus Suryanto Ainina, Arsyanti Nur Akbar, Helmi Dzikrulloh Ambarita, Yohanna Andita, Rossala Putri Anggraini, Fita Anugrah Cahyaty, Rikza Alfya Ariffin, Ariffin Astutik, Apriana Dwi Ayuning Putri, Nilam Pranita Azizah, Nur Baihaqi, Ahmad Fathoni Bambang Guritno Barunawati, Nunun Damaiyanti, Dewi Ratih Rizki Didik Hariyono Djajadi, Djajadi Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Emir, Muhammad Nazri Fadhila, Nuria Azmi Fadhillah, Siti Fatma Sari, Rizky Ratna Fransin, Fransin Heddy, Y. B. Suwasono Heddy, Y.B. Suwasono Himayana, Awan T.S. Indahsari, Aristiani Epri San Jati, Galih Kurniawan Kartikasari, Oktavian Karuniawan Puji Wicaksono Koesriharti Koesriharti Lestari, Peni Mugi Mahdalena, Wila Dwining Marsha, Nikita Dwi Mauidzotussyarifah, Mauidzotussyarifah Mochammad Dawam Maghfoer Mudji Santosa Mujahid, Abdullah Nawawi, Mochammad Ninuk Herlina Nisa, Khoirun Nisaa, Brilliantin Permana, Ati Setiawati Pikukuh, Patria Prasetyo, Sigit Budi Puspita, Dahniar Yudha Puspitasari, Yuli Dwi Rahmawati, Farida Ratri, Carina Hesti Restanancy, Patricia Roedy Soelistyono Rosyidah, Nurhayati Sa’idah, Iffa Habibatus Safitri, Ade Irma Sandi, Farhadz Fadhillah Satriyo, Mochamad Adi Sebayang, Husni Thamrin Sektiwi, Ariya Tri Setyobudi, Lilik Setyono Yudo Tyasmoro Sisca Fajriani Sitawati Sitawati Sudiarso, Sudiarso Sutarto, Ulfa Annisa Swasono, Muhammad Shobar Ibrahim Syafputri, Dwi Wahyuni Titin Sumarni Uma Khumairoh Valentine, Kartika Wahyuningratri, Anggraheni Wahyuningsih, Anis Wahyuningtyas, Betha Wanna Septian, Nindy Ayu Waskito, Kiki Wicaksono, Feri Wulandari, Etik Yanti, Ulfah Dwi Yudianto, Arik Agus Yulianto, Rahmawan Zamzami, Khushoyin