Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL

Analisis Asuhan Keperawatan melalui Intervensi Fisioterapi Dada (Clapping) pada Anak dengan Diagnosis Medis Bronkopneumonia Khomalasari, Intan Dwi; Triana, Noor Yunida
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.6639

Abstract

Bronkopneumonia salah satu penyakit pernapasan pada balita yang menjadi penyebab kematian tertinggi dikalangan anak - anak bronkopneumonia merupakan radang yang menyerang paru-paru. Proses peradangan dari penyakit bronkopneumonia menimbulkan manifestasi klinis yang ada sehingga muncul beberapa masalah, salah satunya bersihan jalan napas tidak efektif. Hipoksia merupakan dampak yang terjadi jika bersihan jalan napas tidak efektif dan tidak segera ditangani. Penanganan tindak lanjut secara farmakologi maupun non farmakologis, penanganan nonfarmakologis salah satunya dengan fisioterapi dada. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode study kasus melalui pendekatan proses keperawatan. Subjek yang digunakan adalah satu pasien bronkopneumonia dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif di RSUD Prof. Dr. Margono Sukardjo Purwokerto. Instrumen penelitian yang digunakan berupa format asuhan keperawatan anak. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui pengkajian, analisa data, rencana keperawatan, implementasi, evaluasi dengan metode pendekatan keperawatan. Hasil penerapan terapi fisioterapi dada pada anak dengan bronkopneumonia menunjukkan bahwa evaluasi pada hari ke 3 pasien sudah bias batuk dan mengeluarkan sputum, suara ronchi berkurang dan frekuensi naas 22 x/menit. Hasil tersebut menunjukkan bahwa fisioterapi dada efektif dalam meningkatkan bersihan jalan napas pada anak dengan bronkopnumonia.
Mekanisme Koping Siswi Usia 10-12 Tahun dalam Menghadapi Menarche Ningrum, Gishella Wijaya; Triana, Noor Yunida; Nurniati, Murniati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.2130

Abstract

Salah satu perubahan fisik yang dialami anak perempuan saat memasuki fase remaja adalah berfungsinya organ reproduksi wanita yang ditandai terjadinya menarche (menstruasi pertama). Pada umumnya remaja akan mengalami menarche pada usia 12-16 tahun, tetapi beberapa remaja mengalami menarche lebih cepat, yaitu pada usia 10-12 tahun, hal ini tentu saja akan mempengaruhi mekanisme koping remaja dalam menghadapi menarche. Tujuan untuk mengetahui mekanisme koping siswi usia 10-12 tahun dalam menghadapi menarche di Sekolah Dasar Negeri Sampang 01 Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Ciri-ciri partisipan adalah: siswi berusia 10-12 tahun yang sudah mengalami menarche, memiliki pengalaman menarche kurang dari atau sama dengan 1 tahun. Dalam penelitian ini pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam, partisipan sejumlah 4 orang, metode analisa data yang digunakan adalah dengan pendekatan tematik. Dari 4 partisipan diperoleh 6 tema. Semua partisipan mengalami ketidaknyamanan dan perubahan pada tubuh mereka sebelum maupun sesudah menarche. Selain itu remaja juga merasakan berbagai perasaan saat menarche, hal ini menyebabkan stress pada remaja. Mekanisme koping yang dilakukan oleh partisipan dalam menghadapi menarche ada yang berfokus pada masalah, dan ada juga remaja yang berfokus pada emosi. Koping remaja dalam menghadapi menarche sangat dipengaruhi oleh dukungan dari orang terdekat dan cara remaja memaknai menarche. Remaja di SD Negeri Sampang 01 Cilacap mengatasi masalah saat menarche dengan mekanisme koping problem focus coping dengan strategi planful problem solving yaitu usaha untuk mengubah keadaan stres dengan cara yang analisis, bertahap dan hati-hati.
Pengaruh Fisioterapi Dada pada Anak dengan Masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif pada Kasus Pneumonia Utama, Berlina Trisni Fara; Triana, Noor Yunida
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2185

Abstract

Pneumonia mengalami penurunan sebesar 14% dari seluruh kematian anak dibawah usia 5 tahun dan menewaskan 740.180 anak pada tahun 2017. Masalah utama yang sering muncul pada pasien pneumonia adalah tidak efektifnya bersihan jalan nafas. Teknik fisioterapi dada dapat meningkatkan efektivitas kebersihan jalan nafas pada pasien pneumonia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sampel pada penelitian ini menggunakan sebanyak 1 sampel. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan cara observasi dan studi ringkasan yang menghasilkan data untuk interpretasi lebih lanjut dan perbandingan dengan teori yang ada. Hasil penelitian diperoleh data bahwa faktor pasien yang menyebabkan tidak efektifnya bersihan jalan nafas adalah adanya produksi lendir atau sekret yang berlebihan. Data subyektif ibu klien mengatakan anaknya batuk, dan terdengar dengkuran saat tidur, data obyektif adalah adanya suara tambahan seperti ronki, frekuensi pernafasan tidak normal, dan retraksi dinding dada. Analisa penulis, pemberian intervensi berupa fisioterapi dada pada anak belum mampu mengatasi permasalahan higienitas saluran nafas yang tidak efektif.
Efektivitas Terapi Benson terhadap Kecemasan Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea (SC) Ayuni, Qurrotul; Triana, Noor Yunida; Haniyah, Siti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2371

Abstract

Persalinan yang memerlukan pembedahan disebut sectio caesarea (SC). Kecemasan yang disebabkan oleh tindakan pembedahan dapat menyebabkan ketakutan akan kematian, kegagalan medikasi, dan komplikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi benson terhadap kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea (SC) di Ruang IBS RSUD Ajibarang. Jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan desain quasy experiment dengan jenis pretest-posttest design with control group. Sampel adalah ibu yang menghadapi sectio caesarea (SC) di ruang IBS RSUD Ajibarang sebanyak 60 responden dengan teknik purposive sampling. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data adalah lembar kuesioner. Uji wilcoxon dan mann-whitney digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian pada uji wilcoxon menunjukkan bahwa ada perbedaan kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea (SC) sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok experimen (p value 0.000 < 0.05) dan tidak ada perbedaan kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea (SC) pada kelompok kontrol (p value (0.058) > 0.05). Hasil penelitian pada uji mann-whitney didapatkan nilai p value sebesar 0.000 < 0.05 sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa perbedaan kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea (SC) di Ruang IBS RSUD Ajibarang. Pemberian terapi benson dapat dilakukan sebagai salah satu terapi yang dapat diterapikan untuk mengurangi kecemasan.
Implementasi Baby Field Massage terhadap Penurunan Kadar Bilirubin Afrizal, Talkhah; Triana, Noor Yunida
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2386

Abstract

Hiperbilirubinemia adalah kondisi klinis paling umum yang menyerang bayi baru lahir dan menyebabkan tampak ikterik. Ikterik adalah penyakit kuning dengan kadar bilirubin menumpuk dengan total di atas 10 mg%. Intervensi utama adalah baby field massage yang dapat meningkatkan ekskresi bilirubin selama fototerapi. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana baby field massage mempengaruhi kadar bilirubin serum bayi baru lahir dengan hiperbilirubinemia yang menerima fototerapi. Penelitian studi kasus dengan penelitian deskriptif kualitatif. Hanya ada satu subjek dalam penelitian ini. Format penilaian, analisis data, penentuan diagnostik, intervensi, implementasi, dan evaluasi digunakan saat mengumpulkan data. Subjek yang digunakan dalam implementasi ini adalah bayi Ny. D usia 2 hari dengan diagnosa medis Hiperbilirubinemia di Ruang Melati RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Hasil studi kasus menjelaskan bahwa baby field massage mempengaruhi kadar bilirubin sebelum dan setelah yang dilakukan selama 3 hari.
Hubungan Penggunaan Gadget dengan Interaksi Sosial pada Siswa Kelas VII Wardhani, Putri Pramudya; Triana, Noor Yunida; Cahyaningrum, Etika Dewi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.2722

Abstract

Bagi remaja berinteraksi dengan orang lain diluar lingkungan keluarga adalah hal yang harus dilakukan. Interaksi sosial adalah hubungan antara individu dengan individu lain, dan bersifat dua arah karena individu dapat mempengaruhi individu lain dan sebaliknya. Seiring dengan berkembangnya kemajuan teknologi, ini dapat memudahkan semua kalangan untuk berkomunikasi dengan sesama lain. Salah satu media komunikasi yang saat ini sangat digandrungi oleh semua kalangan termasuk remaja adalah gadget. Pengaruh gadget memberikan dampak negatif terhadap interaksi sosial anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan interaksi sosial pada siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Banyumas. Desain penelitian studi korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 168 siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Banyumas menggunakan teknik probability sampling, pengambilan sampel dilakukan dengan cara mengurutkan menggunakan nomor absen siswa yaitu menggunakan nomer absen ganjil pada setiap kelas. Analisis data ditentukan dengan uji spearman-rank. Hasil penelitian didapatkan mayoritas siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Banyumas berumur 12 tahun sebanyak 118 (70,2%), sedangkan pada karakteristik jenis kelamin mayoritas siswa berjenis kelamin laki-laki sebanyak 87 (51,8%). Penggunaan gadget mayoritas siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Banyumas berada pada kategori sedang sebanyak 86 (51,2%) dan interaksi sosial mayoritas siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Banyumas berada pada kategori cukup sebanyak 140 (83,3%). Hasil uji spearman-rank didapatkan nilai p-value = 0.000 α (α = 0,05) dengan nilai koefisien korelasi 0,344. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan searah antara penggunaan gadget dengan interaksi sosial pada siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Banyumas.
Implementasi Pemberian Nebulizer dan Latihan Batuk Efektif terhadap Frekuensi Nafas pada Anak dengan Bronkopneumonia Oktaviani, Melita; Triana, Noor Yunida
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3495

Abstract

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2022, bronkopneumonia adalah angka kematian anak akibat bronkupneumonia atau infeksi saluran pernapasan akut yang mempengaruhi paru paru dinyatakan menjadi penyebab kematian sekitar 1,2 juta anak setiap tahun. Bronkopneumonia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak berusia dibawah 9-5 tahun. Data yang dilaporkan oleh Kementrian Kesehatan Indonesia jumlah kasus pneumonia pada anak 503.738 anak atau sebesar 57,84%. Perkiraan prasentase kasus pneumonia pada balita tertinggi Indonesia di daerah Jawa Barat sebanyak 169.791 anak dan untuk kejadian terendah di Sulawesi Selatan sebanyak 5.528 anak. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui output yang didapat dari penerapan batuk efektif dan terapi nebulizer pada responden dengan masalah keperawatan bersihan jalan nafas tidak efektif, penelitian ini dilaksanakan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini berupa metode deskriptif naratif. Penyajian data dan analisis dalam studi kasus ini berupa deskriptif naratif. Klien di studi kasus ini yaitu An. E dengan diagnosa medis bronkopneumonia dengan masalah keperawatan bersihan jalan nafas tidak efektif. Pemeriksaan fisik, wawancara dan observasi pasien merupakan beberapa metode yang digunakan dalam mengumpulkan data dalam studi kasus ini. Evaluasi dilakukan dengan memantau perubahan dalam tanda vital, gejala klinis, dan respons terhadap intervensi yang telah dilakukan. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa adanya perubahan berupa penurunan frekuensi nafas dari yang awalnya 30x/menit menjadi 22x/menit, sesak nafas berkurang, suara nafas ronchi menurun, selain itu juga pemberian terapi inhalasi nebulizer dan latihan batuk efektif dapat mempermudah pengeluaran sekret pada pasien dengan masalah pernafasan.
Pengaruh Pemberian Kompres Hangat Bawang Merah terhadap Penurunan Suhu Tubuh pada Asuhan Keperawatan Hipertermia Pada An. Z dengan Diagnosa Medis Febris Rahayu, Anisa Puji; Triana, Noor Yunida
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3596

Abstract

Demam bersamaan dengan gejala penyakit lainnya, menyerang sekitar 10-15% anak-anak di Asia. Di Indonesia, 31% anak di bawah usia 5 tahun mengalami demam, 37% anak berusia 6–23 bulan mengalami peningkatan risiko, dan 74% anak mendapat pertolongan medis di rumah sakit atau klinik. Penelitian ini mengkaji proses pengobatan dari sudut pandang pasien, dengan menggunakan metode studi kasus. Dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan lima tahap, para peneliti telah mengidentifikasi lima fase asuhan keperawatan yang berbeda: pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Temuan menunjukkan bahwa Pasien An. Z usia 1 tahun 6 bulan tidak dapat diprediksi, berkisar antara 36 hingga 38 derajat Celcius. Demam tinggi sebagai gejala penyakit merupakan diagnosa keperawatan yang utama. Pemberian Hipertermia (I.15506) adalah rencana pengobatan. Pasien An. Z menerapkan strategi perawatan diri non-farmasi, seperti kompres hangat dengan daun bawang, untuk mengatasi masalah peningkatan suhu tubuh, dengan tujuan untuk menurunkan suhu inti dan kulit pasien.
Pengaruh Duduk 2 Menit Paska Induksi Spinal terhadap Kejadian Hipotensi Intra Anestesi pada Sectio Caesarea Tobiin, Tobiin; Siwi, Adiratna Sekar; Triana, Noor Yunida
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3623

Abstract

Menurut data Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 55% dari semua persalinan adalah operasi Sectio Caesarea. Hasil studi pendahuluan yang peneliti lakukan di RSUD Kardinah Tegal didapatkan data rata-rata jumlah pasien SC dengan spinal anestesi pada November - Desember 2021 sebanyak 100 pasien, 96% dengan spinal anestesi. Komplikasi dini pada spinal anestesi adalah 80% hipotensi akibat blokade simpatis. Upaya pencegahan hipotensi intra anestesi dapat dilakukan melalui pendekatan non farmakologis dengan duduk dua menit paska induksi spinal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi duduk 2 menit paska induksi spinal anestesi terhadap kejadian hipotensi intra anestesi pada pasien SC di RSUD Kardinah Tegal. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Pre- Experimental Design : one-group pretest-posttest. Bentuk desain penelitian ini adalah rancangan pre tes, intervensi (duduk 2 menit paska induksi spinal) dan post tes. Penelitian ini dilaksanakan di Instalasi Bedah Sentral RSUD Kardinah Tegal pada 2 November 2021 hingga 31 Agustus 2022. Sampel pada penelitian ini adalah pasien SC dengan spinal anestesi di RSUD RSUD Kardinah Tegal berjumlah 78 pasien. Analisis data menggunakan uji McNemar. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian posisi duduk 2 menit paska induksi spinal memiliki pengaruh kuat untuk mengurangi angka kejadian hipotensi intra anestesi. Dengan hasil menunjukan bahwa nilai signifikasi = 0,000 jauh dibawah <0,05. Kesimpulannya ada pengaruh pemberian posisi duduk selama 2 menit paska induksi spinal anestesi terhadap kejadian hipotensi intra anestesi pada pasien SC.
Pengaruh Fototerapi terhadap Hiperbilirubinemia pada Bayi Baru Lahir Kurniasari, Ika Peni Peni; Paryati, Paryati; Triana, Noor Yunida
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3636

Abstract

Hiperbilirubinemia merupakan keadaan dimana terjadi peningkatan kadar bilirubin dalam darah >5mg/dL, yang secara klinis ditandai oleh adanya ikterus, dengan faktor penyebab fisiologik dan non-fisiologik. Berdasarkan data riset kesehatan dasar menunjukan angka bilirubin tinggi pada bayi baru lahir Indonesia sebesar 51,47%, di Sumatra barat 47,3%, Semarang 13,7% dengan faktor penyebabnya antara lain Asfiksia 51%, BBLR 42,9% Sectio Cesaria 18,9% Prematur 33,3%, kelainan kongenital 2,8%, sepsis 12%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan tindakan fototerapi untuk menurunkan kadar bilirubin darah pada pasien bayi Ny. N di Ruang Perinatologi RSUD Ajibarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus deskriptif yaitu metode yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian, tetapi tidak digunakan untuk menarik kesimpulan yang luas, dapat dikatakan juga bahwa penelitian yang mencoba mendeskripsikan gejala dan kejadian baik saat ini atau aktual. Setelah diberikan fototerapi selama 10 jam, masalah ikterik neonatus teratasi pada hari ke-3 yang ditandai dengan tidak tampak kuning pada wajah, sklera mata, dan badan sampai diatas lutut. Sebelum dilakukan fototerapi derajar kramer 3 setelah dilakukan fototerapi derajat kramer 0. Pemberian tindakan fototerapi terbukti efektif untuk menurunkan kadar bilirubin darah penderita hiperbilirubinemia.