Claim Missing Document
Check
Articles

Iklan Layanan Masyarakat Pencegahan Stunting Ditinjau dari Aspek Komunikasi Persuasif Patriansah, Mukhsin; Suharto
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 6 No. 1 (2024): Vol. 6 (2024) No. 1
Publisher : fakultas Desain Koomunikasi visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v6i1.188

Abstract

Iklan yang mampu mengerakan dan menumbuhkan solidaritas dan kesadaran masyarakat adalah Iklan Layanan Masyarakat (ILM). Dalam perancangan komunikasi visual tidak hanya sekedar memecahkan masalah melalui konsep kreatif dalam menyusun unsur visual dan verbal, melainkan mampu memilih media yang tepat dan relevan dalam membangun komunikasi dengan masyarakat ataupun pemerintah. Fokus utama dalam penelitian ini adalah melakukan analisis komunikasi persuasif pada ILM pencegahan stunting pada anak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Tujuan utama dari penelitian ini adalah melihat empat aspek komunikasi persuasif yakni menumbuhkan kesadaran, memberikan informasi penting, sikap dan keyakinan yang kuat serta tindakan. Metode riset menerapkan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui forum group discussion (FSG) dengan memberikan beberapa pertanyaan yang sudah dirumuskan. Hasil dari FSG tersebut bisa dijadikan acuan dan pedoman dalam proses analisis yang dilakukan. Sebagian besar hasil diskusi tersebut memberikan argumen bahwa video ILM pencegahan stunting pada anak yang berdurasi 60 detik sudah memiliki nilai komunikasi persuasif, hal ini dapat dilihat dari tema, alur cerita, dan unsur visual dan verbal yang digunakan. Target dan capaian dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih dalam perkembangan disiplin ilmu Desain Komunikasi Visual.  
Representasi Estetika Batik Sumatera Selatan: Koleksi Museum Balaputera Dewa Patriansah, Mukhsin; Verdianto, Valentinus; Riansyah, Nizar
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 10 No. 3 (2025): Besaung: Agustus-November
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v10i3.5978

Abstract

Textile crafts in South Sumatra have existed since the era of Sriwijaya and developed rapidly hundreds of years ago, particularly during the Palembang Sultanate period, one of which is batik preserved in the collection of the Balaputra Dewa Museum. The museum plays an important role as a medium for education, conservation, and cultural promotion at both national and international levels. The displayed collection serves as a means of cultural diplomacy that showcases the richness of South Sumatra’s art, history, and traditions to the outside world. South Sumatran batik holds a long historical value and experienced significant growth during the Palembang Sultanate era. The urgency of this research problem lies in the lack of academic documentation that elaborates on its aesthetic values, both intrinsic and extrinsic. As a cultural product, South Sumatran batik reflects the natural wealth, history, and culture of the local community. The research method used is qualitative with a descriptive approach. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, documentation, and literature study to obtain information. The stages of data analysis involve data identification, data reduction, data analysis, and synthesis. The theoretical approaches employed are Stuart Hall’s representation theory and Jakob Sumardjo’s aesthetic theory to address the formulated research problems. The results of the study show that the batik collection at the Balaputra Dewa Museum generally features distinctive South Sumatran motifs that represent the natural environment, traditions, and belief systems of the local community. Thus, South Sumatran batik serves as a unique cultural identity with philosophical value, making it important to continuously preserve through scientific documentation, art education, and the active role of museums.
Penerapan Media Promosi Visual Kue Srikaya Kepada Generasi Muda Dalam Upaya Pelestarian Kuliner Tradisional Palembang Pasya, Alif; Lubis, Hestia Rachmat Nunciata; Patriansah, Mukhsin
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 10 No. 3 (2025): Besaung: Agustus-November
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v10i3.5878

Abstract

Srikaya cake is one of Palembang's culinary heritage with a sweet taste, followed with a soft texture made of coconut milk, eggs, sugar, and pandan. Despite having a historical value along with a strong culture, Srikaya cake's popularity among the younger generation has actually declined due to a shift in consumption patterns that's heading towards modern culinary trends, such as dessert boxes, bubble tea, and international pastries. In addition to that, the limitations of innovating the marketing, branding, and visual identity has made Srikaya cake less competitive compared to other modern culinary products that are more aggressively promoted on digital platforms. This research solves this problem by designing a visual promotional media that targets the younger generation with the main media in the form of Product Display Panel (PDP), Mini PDP, and packaging variants developed in three tiers consisting of standard, premium, and super premium. The design method applied in this research is Design Thinking, which involves the stages of emphaty towards users, focused problem definition, creative ideas, prototyping, and a testing to receive feedbacks from the target audience. The objectives of the design are to enhance the visual appeal and the perceived value of Srikaya cake, building the brand identity that is relevant to the young generation, and also to expand the promotional reach through both offline and online channels. The expected results are to increase the buying interest, better aesthetic acceptance, and to contribute in preserving the Palembang's traditional culinary heritage through marketing solutions that are adaptive towards the modern market dynamics
Analisis Prinsip Desain Logo PAL TV Dalam Perspektif Budaya Digital Patriansah, Mukhsin; Dion, Keni
Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2023): SASAK
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/sasak.v5i2.3435

Abstract

Palembang Television (PALTV) is one of the first television stations in the city of Palembang and South Sumatra. PALTV has been established for approximately 18 years, to be precise on September 9 2005. According to the sources the author reviewed, so far there has been no change to the PALTV logo, starting from its inception in 2005 until now it still uses the same logo. Therefore, PALTV as the first television station in South Sumatra and Palembang City should carry out rebranding so that it can position itself with the needs and developments of the times, especially in aspects of current digital culture. The main problem discussed in this research is how to analyze the PAL TV logo design based on the principles of simple, timeless, proportional and relevant logo design. The results of this research can be seen that visually the PALTV logo does not fully represent digital culture with the development of information and communication technology. Therefore, a rebranding effort is needed to apply the principles of logo design that is simple, timeless, proportional and relevant, so that it has an impact on a visual image that is able to create suggestions and impress the audience, and is relevant to the conditions and culture of the people.
KONSEP PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL PENTINGNYA MENGONSUMSI OBAT HERBAL SUNAH DI KOTA PALEMBANG Utami, Devita Putri; Patriansah, Mukhsin; Halim, Bobby
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v7i2.2480

Abstract

Kampanye sosial adalah bagian dari pada suatu bentuk gerakan atau tindakan yang dilakukan untuk melawan, mengadakan aksi, mengubah prilaku, mengubah keadaan dan lain sebagainya. Sebagai ibu kota sekaligus kota terbesar di Provinsi Sumatra Selatan Palembang menjadi target penulis dalam mengkampanyekan obat herbal sunah. Obat herbal sunah adalah pengobatan yang terdapat di dalam Al-Qur’an dan Alhadis yang sangat berkhasiat yang bisa dimanfaatkan. Obat Herbal Sunah ini termasuk di dalam pengobatan Thibbun Nabawi yang merujuk pada tindakan dan perkataan (hadis) Nabi Islam Muhammad mengenai penyakit, pengobatan, dan kebersihan. Tidak sepantasnya seorang muslim menjadikan pengobatan nabawiyyah sekadar sebagai pengobatan alternatif. Justru sepantasnya dia menjadikannya sebagai cara pengobatan yang utama, karena kepastiannya datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala lewat lisan Rasul-Nya. Sementara pengobatan dengan obat-obatan kimiawi kepastiannya tidak seperti kepastian yang didapatkan dengan thibbun nabawi. Pengobatan yang diajarkan Nabi diyakini kesembuhannya karena bersumber dari wahyu. Obat dan suplemen herbal biasanya diminati karena tidak mengandung bahan kimia atau bisa dikonsumsi dengan rasa lebih aman. Obat herbal banyak dipilih menjadi terapi perawatan sakit karena cara kerjanya yang lebih alami. Produk herbal mampu mengembalikan fungsi organ tubuh, sehingga mampu bekerja normal dan menyerap nutrisi terbaik dan mengeluarkan racun berbahaya dalam tubuh. Obat herbal juga terbuat dari bahan alami yang aman meski harus dikonsumsi jangka panjang. Obat herbal tidak hanya diminati karena menggunakan bahan-bahan alami, tapi juga karena manfaatnya yang luar biasa dalam menyembuhkan banyak penyakit. Dengan obat dan produk herbal, kamu bisa menangani beberapa keluhan yang tidak bisa dilakukan secara medis atau jalan lain.
EKSPRESI DALAM SENI PATUNG KARYA GIUSEPPE PONGOLINI Patriansah, Mukhsin; Sapitri, Ria
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v7i1.2586

Abstract

Wujud karya seni merupakan pengejawantahan terhadap suatu realitas atau peristiwa yang dialami siseniman, kemudian diungkapkan melalui wujud visual karya seni yang di dalamnya mengandung pesan, tanda dan makna yang hendak disampaikan kepada masyarakat sebagai penikmat seni. Penciptaan sebuah karya seni khususnya seni patung dapat dikatakan sebagai proses ilmiah, apabila penciptaannya didasari atau berlandaskan kepada teori-teori para ahli yang telah teruji keabsahannya. Teori-teori yang dirujuk disesuaikan kapasitasnya dalam kerangka perwujudan karya yang akan diciptakan, sehingga karya yang akan dilahirkan mempunyai landasan berpijak yang memperkokoh isi dan makna dari sebuah karya tersebut. Di samping itu dalam berolah seni, seniman juga dituntut untuk lebih kreatif. Dalam penelitian ini penulis mencoba meninjau wujud ekspresi dalam karya seni patung Gioseppe Pongolini. Karya seni fine art, khususnya karya seni patung selalu mengedepankan nilai ekspresi pribadi dari pada nilai fungsi karya seni itu sendiri. Di samping itu, Dalam wujud karya seni yang dihadirkan siseniman juga terkandung pesan simbolik yang ingin disampaikan siseniman ke dalam karya seninya. Ekspresi simbolik yang ingin disampaikan Giuseppe Pongolini ingin menyampaikan realitas melalui media besi yang merupakan ikon dari kekerasan dan ketidakadilan yang terjadi dilingkungannya. Melalui penelitian ini diharapkan mampu memberikan wawasan dan pengatahuan dalam proses terwujudnya suatu karya seni patung. Di samping itu, tinjauan yang dilakukan dalam penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan dalam menganalisis suatu karya seni dan mengetahui wujud ekspresi estetis dalam karya seni patung. 
PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL KAMPANYE PEMANFAATAN POT SABUT KELAPA SEBAGAI PENGGANTI POLYBAG DI KOTA PALEMBANG Irfansyah, Achmad; Halim, Bobby; Patriansah, Mukhsin
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v7i1.2592

Abstract

Polybag adalah wadah yang terbuat dari plastik sintetis yang di gunakan sebagai wadah untuk persemaian yaitu pembiakan tanaman baik secara vegetative maupun generatif sampai tanaman di nyatakan siap tanam, kemudian di pindahkan ke lahan. Oleh karena itu polybag yang ada saat ini tidak terbarukan sehingga ketersediaanya terbatas. Selain itu penggunaan polybag berbahan sintetis seringkali menimbulkan dampak negatif, diantaranya adalah berkurang nya unsur hara dalam tanah hal ini di karenakan sifat polybag yang sulit terurai karena terbuat dari bahan sintetis. Selain itu seringkali limbah polybag yang telah tidak terpakai mencemari lingkungan. Kajian utama penelitian ini di titik beratkan pada identifikasi, analisa dan perancangan pada karya video iklan layanan masyarakat dan media pendukung lainnya. Perancangan ini menggunakan metode perencanaan design thinking meliputi premedia, main media dan follow up media. Data di kumpulkan melalui, observasi, wawancara, literatur dan website. Data tersebut kemudian di identifikasi, di klasifikasi, diseleksi, selanjutnya dianalisis menggunakan metode 5W+1H, SWOT dan di interpretasikan sesuai teks dan konteksnya. Perancangan komunikasi visual pemanfaatan pot sabut kelapa sebagai pengganti polybag di Kota Palembang sebagai media komunikasi visual yang merupakan bagian dalam pembahasan perancangan ini. Perancangan ini bertujuan mengajak masyarakat Kota Palembang khususnya ibu-ibu rumah tangga untuk beralih menggunakan pot sabut kelapa atau cocopot.
PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL SATWA LIAR YANG TERANCAM PUNAH DI SUMATERA SELATAN Serunting, Yusuf RH; Halim, Bobby; Patriansah, Mukhsin
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v8i1.2828

Abstract

Satwa-satwa pada saat ini sudah sangat sulit dijumpai di habitat aslinya. Habitat dari satwa liar tersebut selama ini banyak yang telah rusak ataupun sengaja dirusak oleh berbagi ulah sekelompok manusia yang tidak bertanggung jawab. Ancaman terbesar terhadap kelestarian satwa-satwa tersebut adalah aktivitas manusia, terutama konversi kawasan hutan untuk tujuan pembangunan seperti perkebunan, pertambangan,perluasan pemukiman, transmigrasi dan pembangunan infrastruktur lainnya serta maraknya perburuan terhadap satwa liar. Jika perburuan satwa liar dan konversi kawasan hutan ini terus-menerus terjadi maka dapat dipastikan kepunahan yang menjadi ancaman selama ini akan benar-benar terjadi. Dengan demikian diperlukan sebuah Solusi yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk mengatasi persolan tersebut secara mudah serta cepat dalam menginformasikan tentang satwa liar yang di lindungi di Sumatera Selatan. Informasi ini yang bisa menjangkau usia muda dimana anak usia muda terbiasa dan dekat dengan teknologi. Dalam menyelesaikan masalah terkait satwa liar dibutuhkan sebuah informasi yang dapat sampai kepada target audiens. Informasi yang diberikan berupa  animasi tentang satwa liar terancam punah dengan dibuatnya poster tentang satwa liar yang dilindungi dan juga dibuat poster penyebab terancam punahnya satwa liar. Dengan dirancangnya sebuah sebuah kampanye sosial melalui Augmented Reality yang telah diranang diharapkan membangkitkan jiwa kepedulian anak muda dengan ikut menjaga hutan dan tidak melakukan perburuan terhadap satwa liar, serta dengan cepat bisa menjangkau penyebaran informasi kepada anak muda.
Video Sebagai Media Promosi Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (Umkm) Pempek Di Kota Palembang Putra Agung, Sukma; Patriansah, Mukhsin; Windu Viatra, Aji
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v8i2.2941

Abstract

Pempek adalah makanan tradisional dari Kota Palembang provinsi Sumatera Selatan. Makanan ini terbuat dari bahan dasar sagu dan ikan. Dikarenakan pempek adalah makanan yang kaya akan protein dan rasanya yang khas pempek adalah makanan yang digemari masyarakat Kota Palembang. Di daerah manapun di Kota Palembang tidak sulit untuk menemukan pempek dari yang berjualan menggunakan sepeda maupun restoran yang sudah besar. Dalam kaca mata ilmu Desain Komunikasi Visual (DKV) promosi perancangan memiliki peran yang sangat vital dalam membangun citra suatu produk kepada khalayak publik agar lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat luas. Metode perancangan yang dilakukan yakni 5W+2H yaitu what, where, when, who, why, how dan how much.  Masalah utama dari tulisan ini adalah bagaimana membangun citra kuliner pempek agar mendapatkan kepercayaan konsumen. Pemecahan masalahnya melalui video sebagai media promosi pempek sebagai makanan yang sudah menjadi identitas dari kota Palembang. Beberapa media pendukung lainnya yang mendukung video promosi ini adalah poster, video promosi, packaging, kaos, x-banner dan paper bag. Melalui video promosi ini diharapkan mampu membangun citra dan memiliki andil dalam memajukan serta meningkatkan penghasilan dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Palembang.
Buku Ensiklopedia Tentang Kidal Sebagai Media Komunikasi Visual Untuk Anak-Anak M, Stiawan; Patriansah, Mukhsin; Mubarat, Husni
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v8i2.3258

Abstract

AbstrakKidal merupakan kondisi di mana seseorang menggunakan tangan kirinya dengan intensitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan tangan kanannya, sehingga tangan kirinya lebih terampil dalam mengerjakan kegiatan sehari-hari, bahkan sampai sesuatu yang detail. Faktor yang menyebabkan seseorang bisa menjadi kidal yaitu faktor genetik dan kebiasaan. Bagi sebagian masyarakat orang kidal masih menjadi objek yang sering dianggap salah atau tidak baik, sehingga orang kidal sering mendapat hal-hal tidak menguntungkan atau perlakuan yang kurang adil. Hal itu diakibatkan minimnya referensi atau media yang memberi informasi, wawasan, dan pengetahuan mengenai kidal. Tujuan dari media buku Ensiklopedia Kidal ini adalah menambah referensi atau media yang memberi informasi, wawasan, dan pengetahuan mengenai kidal, terutama untuk anak-anak kidal dan orang tua yang mempunyai anak yang kidal supaya mengetahui tentang potensi dan kelebihan yang orang kidal miliki. Metode yang digunakan pada perancangan ini yaitu Design Thinking yang terdiri dari 5 tahapan yakni Empathize (memahami masalah), Define (menganalisis data), Ideate (menghasilkan ide atau konsep), Prototype (memvisualisasikan ide), Test (penerapan hasil ke masyaraakat). Selain buku Ensiklopedia Kidal yang menjadi media utama, perancangan Tugas Akhir ini juga membuat media pendukung lainnya berupa poster, xbanner, pembatas buku, gantungan kunci, kotak pensil, stiker, tshirt, totebag, dan tumbler. Perancangan Tugas Akhir ini juga melakukan sebuah pameran yang diselenggarakan di mall Palembang Trade Center yang berlangsung selama dua hari pada tanggal 28 dan 29 Juli 2023.