Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PEMBERDAYAAN LAHAN SEMPIT GUNA UNTUK PENANAMAN TOGA (TANAMAN OBAT KELUARGA) DESA BENTENG HURABA Sari Wahyuni Rozi Nasution; Nur Nasution, Hanifah; Nasution, Febriani Hastini; Siregar, Dedes Asriani; Sari, Lia Purnama; Siagian, Mutiara; Siregar, Dwi Aninditya; Lubis, Roslian; Wandini, Anisa; Untari, Malini; Daulay, Arman
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Vol. 3 No. 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v3i1.1749

Abstract

Tanaman obat keluarga (TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Taman obat keluarga pada hakekatnya adalah sebidang tanah,baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan.Untuk melakukan budidaya TOGA ternyata tidak terlalu sulit. Manfaatkanlah sebidang lahan yang ada di sekitar rumah, kebun, ataupun ladang. Jika tidak ada lahan, alternatifnya adalah dengan menyiapkan pot-pot kecil untuk menjadi media budidaya TOGA. Ada beberapa jenis tanaman TOGA yang memiliki banyak manfaat dan mudah untuk dibudidayakan. Tanaman apa saja ya kira-kira? Dilansir dari laman Direktorat SMP Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) ini tanaman yang memiliki khasiat yang tinggi: Lidah Buaya, Jahe, Kunyit, Lengkuas, Temulawak dan Sirih.
LITERASI DIGITAL TERHADAP KEMANDIRIAN DAN PENCAPAIAN BELAJAR BIOLOGI SISWA DI MASA PEMBELAJARAN HIBRID: KAJIAN SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Nasution, Nurhidaya Fithriyah; Nasution, Febriani Hastini; Siregar, Dedes Asriani; Harahap, Muhammad Syahril; Simbolon, Mudrika Mashuri
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7932

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pembelajaran Biologi dari sistem konvensional menuju pembelajaran hibrid yang menuntut kemampuan literasi digital tinggi dari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh literasi digital terhadap kemandirian belajar dan pencapaian hasil belajar Biologi dalam konteks pembelajaran hibrid. Kajian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020, menyeleksi artikel dari basis data Scopus, ERIC, dan Google Scholar yang terbit pada rentang tahun 2020–2025. Sebanyak 25 artikel memenuhi kriteria inklusi, meliputi topik literasi digital, kemandirian belajar, hasil belajar, serta pembelajaran Biologi berbasis hibrid. Hasil analisis menunjukkan bahwa literasi digital memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kemandirian belajar, terutama dalam aspek self-regulated learning, pengelolaan waktu, dan kemampuan refleksi diri. Selain itu, literasi digital juga berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar Biologi, baik dari sisi pemahaman konsep, motivasi belajar, maupun keterampilan berpikir kritis. Sebagian besar penelitian menegaskan bahwa literasi digital berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara kemandirian belajar dan pencapaian akademik. Model pembelajaran hibrid dinilai paling efektif dalam mengoptimalkan kedua aspek tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan literasi digital menjadi prasyarat penting dalam menciptakan pembelajaran Biologi yang adaptif, mandiri, dan berorientasi pada capaian akademik yang lebih baik di era transformasi digital pendidikan.
IMPLEMENTATION OF STEM-BASED DIGITAL TRANSFORMATION TO IMPROVE SCIENCE LITERACY OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN PADANGSIDIMPUAN CITY Nasution, Nurhidaya Fithriyah; Nasution, Febriani Hastini; Harahap, Muhammad Syahril
Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 17 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpmipa.v17i2.99085

Abstract

The low level of science literacy among junior high school students, especially in regions such as Padangsidimpuan City, remains a major obstacle to delivering education that meets the demands of the 21st century. Digital transformation, combined with the STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) approach, is considered a promising solution by integrating technology into instruction and enhancing students"™ critical thinking abilities. This study aims to: (1) assess the science literacy levels of junior high school students in Padangsidimpuan City before and after the implementation of the instructional intervention; (2) describe the implementation of science learning designed around digital transformation and the STEM approach; and (3) evaluate its effectiveness in improving science literacy. A mixed-methods approach was adopted, utilizing a quasi-experimental design with a nonequivalent control group. Data were collected through science literacy assessments, classroom observations, student questionnaires, and interviews with both students and teachers. Quantitative data were analyzed using t-tests and normalized gain (N-Gain), while qualitative data were interpreted through thematic analysis. The findings demonstrate a significant increase in science literacy among students in the experimental group compared to those in the control group, with an average N-Gain of 0.62, categorized as moderate to high. The results suggest that science instruction incorporating digital transformation and the STEM approach is effective in improving students"™ science literacy and promoting active participation in the learning process. Moreover, this study produced a contextual digital learning module and offered policy recommendations to support science and technology-oriented education.