Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PEMBERDAYAAN IBU-IBU RUMAH TANGGA DESA PALOPAT MARIA MELALUI PENGOLAHAN BUAH PISANG MENJADI CEMILAN KERIPIK PISANG PASCA PANDEMI DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN EKONOMI Khairani, Anggina Fitria; Nasution, Febriani Hastini; Sari, Lia Purnama
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v2i2.1117

Abstract

Secara geografis Indonesia merupakan negara agraris, tanah yang subur dengan hamparannya yang hijau. Hal tersebut sangat mendukung Indonesia untuk meningkatkan hasil produksi hasil pertanian. Namun hasil produksi bisa berkwalitas rendah karena adanya pengarus krisis perekonomian yang menurun. Maka untuk menjaga agar kualitas dan komoditas hasil pertanian (pisang) tetap tinggi maka perlu adanya pengolahan pemanfaatan hasil yang lebih luas dan kaya akan ide-ide atau gagasan baru salah satunya yaitu dengan menolahnya menjadi produk kripik pisang yang berkwalitas. Dengan melihat perkembangan zaman yang semakin maju sekarang ini kebutuhan manusia akan gizi semakin meningkat setiap manusia membutuhkan makanan yang bergizi untuk menjamin keshatanya. Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna berukuran besar dengan daun memanjang dan besar yang tumbuh langsung dari bagian tangkai. Batang pisang bersifat lunak karena terbentuk dari lapisan pelepah yang lunak dan panjang. Batang yang agak keras berada di bagian permukaan tanah. Taksonomi tanaman pisang adalah : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Famili : Musaceae Genus : Musa Spesies : Musa paradisiaca L. Pisang tidak tumbuh di pohon tetapi di herba. Pisang tidak ditanam dengan menabur benih dan menumbuhkannya. Pisang telah dibudidayakan selama 10.000 tahun terakhir di Asia Tenggara. Keripik pisang adalah produk makanan ringan yang dibuat dari irisan buah pisang dan digoreng, dengan atau tanpa bahan tambahan makanan yang diizinkan (SNI 01-4315-1996). Keripik pisang adalah makanan yang terbuat dari pisang yang diiris tipis kemudian digoreng dengan menggunakan tepung yang telah dibumbui. Ada rasanya asin dengan aroma bawang yang gurih dan ada juga yang rasanya manis. Makanan ini tersebar hampir merata di seluruh Indonesia, khususnya di Pulau Jawa dan Sumatra.   Kata Kunci: Buah pisang, cemilan, keripik pisang
PEMBERDAYAAN LAHAN SEMPIT GUNA UNTUK PENANAMAN TOGA (TANAMAN OBAT KELUARGA) DESA BENTENG HURABA Sari Wahyuni Rozi Nasution; Nur Nasution, Hanifah; Nasution, Febriani Hastini; Siregar, Dedes Asriani; Sari, Lia Purnama; Siagian, Mutiara; Siregar, Dwi Aninditya; Lubis, Roslian; Wandini, Anisa; Untari, Malini; Daulay, Arman
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Vol. 3 No. 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v3i1.1749

Abstract

Tanaman obat keluarga (TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Taman obat keluarga pada hakekatnya adalah sebidang tanah,baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan.Untuk melakukan budidaya TOGA ternyata tidak terlalu sulit. Manfaatkanlah sebidang lahan yang ada di sekitar rumah, kebun, ataupun ladang. Jika tidak ada lahan, alternatifnya adalah dengan menyiapkan pot-pot kecil untuk menjadi media budidaya TOGA. Ada beberapa jenis tanaman TOGA yang memiliki banyak manfaat dan mudah untuk dibudidayakan. Tanaman apa saja ya kira-kira? Dilansir dari laman Direktorat SMP Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) ini tanaman yang memiliki khasiat yang tinggi: Lidah Buaya, Jahe, Kunyit, Lengkuas, Temulawak dan Sirih.
LITERASI TEKNOLOGI DAN KAITANNYA DENGAN LITERASI MATEMATIKA: TINJAUAN SISTEMATIS BERBASIS PRISMA Nasution, Febriani Hastini; Nasution, Nurhidaya Fithriyah; Sucahyo, Eko; Sitompul, Asma Nadia; Harahap, Muhammad Syahril
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 17 No. 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/xt09rb83

Abstract

Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis (Systematic Literature Review/SLR) yang mengkaji hubungan antara literasi teknologi (technology literacy) dan literasi matematika dalam konteks pendidikan formal. Kajian dilakukan dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020 melalui pencarian pada berbagai basis data terindeks, yaitu Scopus, Web of Science, ERIC, Springer Link, Taylor & Francis, serta Google Scholar hingga 11 September 2025. Proses seleksi dengan kriteria inklusi dan eksklusi menghasilkan temuan awal 1.842 artikel, pada duplikasi sebanyak 1.210 artikel tersisa. Selanjutnya, proses screening diperoleh 935 dan pada tahap full-text assessment 84 artikel. Akhirnya, setelah penerapan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat, diperoleh 18 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis lebih mendalam terdiri atas 12 studi empiris dan 6 kajian teoretis. Hasil analisis menunjukkan bahwa literasi teknologi memiliki kontribusi penting dalam pengembangan literasi matematika. Penerapan teknologi dapat memperkuat pemahaman konsep melalui visualisasi dinamis, menyediakan akses terhadap sumber belajar adaptif, meningkatkan motivasi belajar, serta mendorong keterampilan pemecahan masalah siswa. Namun, efektivitas penerapan literasi teknologi tidak bersifat universal, melainkan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti kompetensi guru, desain instruksional yang digunakan, serta ketersediaan infrastruktur pendukung di sekolah. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya kajian lanjutan yang menelaah integrasi literasi teknologi dan literasi matematika secara lebih mendalam, khususnya dengan pendekatan kuasi-eksperimen dan longitudinal. Selain itu, implikasi kebijakan menekankan pentingnya penguatan pelatihan guru, pengembangan kurikulum berbasis literasi digital, serta penyediaan fasilitas teknologi yang memadai di berbagai jenjang pendidikan.
LITERASI DIGITAL TERHADAP KEMANDIRIAN DAN PENCAPAIAN BELAJAR BIOLOGI SISWA DI MASA PEMBELAJARAN HIBRID: KAJIAN SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Nasution, Nurhidaya Fithriyah; Nasution, Febriani Hastini; Siregar, Dedes Asriani; Harahap, Muhammad Syahril; Simbolon, Mudrika Mashuri
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7932

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pembelajaran Biologi dari sistem konvensional menuju pembelajaran hibrid yang menuntut kemampuan literasi digital tinggi dari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh literasi digital terhadap kemandirian belajar dan pencapaian hasil belajar Biologi dalam konteks pembelajaran hibrid. Kajian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020, menyeleksi artikel dari basis data Scopus, ERIC, dan Google Scholar yang terbit pada rentang tahun 2020–2025. Sebanyak 25 artikel memenuhi kriteria inklusi, meliputi topik literasi digital, kemandirian belajar, hasil belajar, serta pembelajaran Biologi berbasis hibrid. Hasil analisis menunjukkan bahwa literasi digital memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kemandirian belajar, terutama dalam aspek self-regulated learning, pengelolaan waktu, dan kemampuan refleksi diri. Selain itu, literasi digital juga berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar Biologi, baik dari sisi pemahaman konsep, motivasi belajar, maupun keterampilan berpikir kritis. Sebagian besar penelitian menegaskan bahwa literasi digital berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara kemandirian belajar dan pencapaian akademik. Model pembelajaran hibrid dinilai paling efektif dalam mengoptimalkan kedua aspek tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan literasi digital menjadi prasyarat penting dalam menciptakan pembelajaran Biologi yang adaptif, mandiri, dan berorientasi pada capaian akademik yang lebih baik di era transformasi digital pendidikan.
PENGENALAN ALAT-ALAT FISIKA DI SMP SWASTA MUHAMMADIYAH 29 PADANGSIDIMPUAN Siregar, Dedes Asriani; Nasution, Febriani Hastini; Anjani, Hesty; Nainggolan, Ramanda Futri; Anggina, Bayu; Dalimunthe, Sahra Khoirunnisa
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Vol. 5 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v5i1.3947

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan alat peraga kit optik kepada siswa SMP Swasta Muhammadiyah 29 Padangsidimpuan sebagai upaya memperkuat pemahaman mereka terhadap konsep dasar cahaya dan optika. Latar belakang kegiatan ini adalah kurangnya sarana praktikum fisika di sekolah yang menyebabkan pembelajaran optika lebih bersifat teoritis. Melalui pendekatan interaktif, siswa diberikan penjelasan singkat mengenai teori cahaya, dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan kit optik, dan akhirnya siswa melakukan praktik secara mandiri dengan alat tersebut. Kit optik yang digunakan terdiri dari cermin datar, cermin cekung, cermin cembung, lensa positif dan negatif, serta sumber cahaya sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa lebih mudah memahami pembiasan, pemantulan, dan pembentukan bayangan setelah berinteraksi langsung dengan alat. Antusiasme dan partisipasi siswa meningkat karena mereka dapat melihat fenomena secara nyata, bukan hanya membayangkannya melalui buku. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan observasi dan pemahaman konsep fisika dasar. Pengenalan alat kit optik ini diharapkan menjadi model pembelajaran berbasis praktik yang dapat diterapkan lebih luas di sekolah lain.
SOSIALISASI PENCEGAHAN TIGA DOSA BESAR DUNIA PENDIDIKAN SEBAGAI BENTUK PENGUATAN KARAKTER SISWA MENUJU LINGKUNGAN SEKOLAH YANG HUMANIS DAN BERMARTABAT DI SMK S PANCA DHARMA PADANGSIDIMPUAN Nasution, Febriani Hastini; Harahap, Muhammad Syahril; Nasution, Nurhidaya Fithriah; Fitriani, Fitriani; Harahap, Miranda; Roni, Roni; Frendi, Rhyco; Samsiah, Nur; Gusman, Yesi; Hutagalung, Roviana
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Vol. 5 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v5i1.4245

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya Tiga Dosa Besar Dunia Pendidikan merujuk pada perundungan (bullying), kekerasan seksual, dan intoleransi. Ketiga hal tersebut dianggap sebagai perbuatan tercela yang dapat merusak ekosistem pendidikan, merugikan peserta didik, dan menghambat tercapainya tujuan pendidikan yang berkarakter dan beradab. Penguatan Karakter Siswa adalah proses pembinaan nilai, sikap, dan perilaku positif pada peserta didik agar memiliki integritas, tanggung jawab, serta rasa hormat terhadap diri sendiri dan orang lain. Lingkungan Sekolah Humanis dan Bermartabat bermakna suatu kondisi sekolah yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, menghargai keberagaman, menolak kekerasan, serta menumbuhkan budaya saling menghormati, sehingga sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman, dan layak untuk belajar.
EKSPERIMEN GELOMBANG BUNYI DENGAN TELEPON KALENG Siregar, Dedes Asriani; Nasution, Febriani Hastini; Situmeang, Kartika; Hutabarat, Jenita Damayanti; Dari, Gustin Suci Wulan; Harahap, Yuli Al Aisyah; Ziliwu, Mardin Lianus
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Vol. 5 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v5i1.4557

Abstract

This community service aims to introduce the basic concept of sound waves to elementary school students through a tin can telephone experiment. The activity was carried out using two tin cans connected by a taut string as a medium for sound propagation. Students were asked to take turns speaking and listening through the tin cans to observe how sound propagates. The results of the study showed that this experimental activity increased students’ understanding of the concept of sound propagation, demonstrated by their ability to explain that vibrations in the tin can are transmitted through the string until they are heard in the receiving tin can. In addition, the experimental activity was proven to increase students’ enthusiasm for learning and engagement in science learning. Thus, the tin can telephone can be used as a simple and effective learning medium to introduce the concept of sound waves to elementary school students. Keywords: observation of sound wave results, student activities