Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN LAMA MENDERITA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KADAR ALBUMIN DI PUSKESMAS SIDOMULYO KOTA SAMARINDA Syavamaruah, Dhaisyfa Azriel; Prihandono, Dwi Setiyo; Sukarya, I Gede Andika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49420

Abstract

Diabetes mellitus yaitu penyakit disfungsi metabolik yang mencerminkan peningkatan gula dalam darah yang dapat menyebabkan penurunan kadar albumin akibat gangguan fungsi hormon insulin serta ketidakseimbangan asupan energi dan protein yang dibutuhkan tubuh. Diabetes melitus berpotensi menyebabkan kondisi hipoalbuminemia akibat pembatasan asupan kalori yang ditujukan untuk mengontrol kadar glukosa darah serta parameter metabolik terkait. Selain itu, asupan protein juga kerap dibatasi guna mengurangi risiko proteinuria dan komplikasi nefropati diabetik. Tujuan dari studi ini yaitu menganalisis hubungan durasi menderita diabetes melitus tipe 2 dengan kadar albumin. Kajian ini dilaksanakan dengan pendekatan studi observasional analitik dan desain cross-sectional yang melibatkan 40 responden, terdiri atas 20 penderita dengan durasi penyakit <5 tahun dan 20 penderita ≥5 tahun. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan penderita berjenis kelamin perempuan (38,47%) dan berusia 60–75 tahun (61,1%) lebih banyak mengalami hipoalbuminemia. Sebagian besar penderita dengan durasi <5 tahun memiliki kadar albumin normal (60%), sedangkan pada durasi ≥5 tahun, hipoalbuminemia ditemukan pada 55% responden. Secara statistik, tidak ditemukan hubungan signifikan antara durasi <5 tahun terhadap kadar albumin (p=0,209), namun terdapat hubungan signifikan pada durasi ≥5 tahun (p=0,043). Penelitian ini merekomendasikan penderita diabetes melitus untuk rutin memeriksa kadar albumin, menjaga pola makan, mengontrol gula darah, menerapkan gaya hidup sehat, dan mematuhi pengobatan guna mencegah komplikasi.
Gambaran Kadar C-Reaktive Protein (CRP) pada Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Sidomulyo Samarinda Munawaroh, Nur Fajarwati; Prihandono, Dwi Setiyo; Saputri, Maulida Julia
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i2.1691

Abstract

Tuberkulosis adalah suatu penyakit kronik menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan organ tubuh yang terinfeksi, tuberkulosis dibagi menjadi tuberkulosis ekstra paru dan tuberkulosis paru (TB Paru). Pada TB Paru pengobatan diberikan selama dua tahap, yaitu tahap intensif dan tahap lanjutan. Pemberian obat pada tahap intensif berguna untuk menurunkan jumlah bakteri TB yang menyebabkan inflamasi. Inflamasi yang terjadi akibat Mycobacterium tuberculosis pada penderita TB paru bisa menyebabkan peningkatan kadar CRP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar CRP pada penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Sidomulyo Samarinda. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan metode pemeriksaan CRP semi kuantitatif. Analisis yang digunakan berupa analisis univariat dengan variabel kadar CRP terhadap usia dan masa pengobatan berjumlah 28 sampel. Didapatkan hasil analisis dari 28 sampel berdasarkan ketiga kelompok usia yang memiliki kadar CRP ≥ 6 mg/L terdapat pada usia dewasa sebanyak 16 orang (57%) dan berdasarkan masa pengobatan yang memiliki kadar CRP ≥ 6 mg/L terdapat pada tahap awal sebanyak 11 orang (39%). Kesimpulan : Kadar CRP ≥ 6 mg/L paling banyak terdapat pada kelompok usia dewasa dan pada masa pengobatan tahap awal. Dari hasil penelitian ini disarankan bagi penderita TB Paru untuk memeriksakan kadar CRP sebagai pemantauan inflamasi yang terjadi dan mengetahui keberhasilan pengobatan.Kata kunci: CRP, Masa Pengobatan, Usia
Identifikasi Telur Nematoda Usus Golongan Soil Transmitted Helminth (STH) Pada Anak Panti Sosial Dharma Samarinda Indriati, Nur Ifana; Prihandono, Dwi Setiyo; Farpina, Eka
Borneo Journal of Science and Mathematics Education Vol 2 No 3 (2022): Borneo Journal of Science and Mathematics Education, October 2022
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.936 KB) | DOI: 10.21093/bjsme.v2i3.5921

Abstract

Lebih dari 1,5 miliar orang atau sekitar 24% dari penduduk dunia mengalami infeksi Soil Transmitted Helminthes yang tersebar di daerah tropis dan subtropis. Lebih dari 267 juta anak usia prasekolah dan anak-anak usia sekolah tinggal di daerah dimana parasit ini secara intensif ditularkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang gambaran telur Nematoda Usus golongan STH pada Feses anak panti sosial perlindungan anak dharma Samarinda. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Responden pada penelitian ini adalah anak-anak panti sosial perlindungan anak dharma Samarinda. Sampel pada penelitian ini berjumlah 27 orang berjenis kelamin perempuan dan laki-laki dengan usia 7-15 tahun. Pemeriksaan mikroskopis dilakukan dengan menggunakan 2 metode yaitu sedimentasi dan flotasi. Dari hasil penelitian ini didapatkan responden yang terinfeksi STH sebanyak 6 orang (22%) dan yang tidak terinfeksi sebanyak 21 orang (78%). Jenis yang ditemukan adalah Ascaris lumbricoides sebanyak 5 orang dan Hookworm sebanyak 1 orang. Kata Kunci: Kecacingan., Nematoda usus, Soil Transmitted Helminthes dan Telur nematoda usus
Identifikasi Jamur Dermatophyta Pada Helm Penumpang Ojek Online Di Samarinda Seberang Widia, Widia; Lamri, Lamri; Prihandono, Dwi Setiyo
Borneo Journal of Science and Mathematics Education Vol 4 No 1 (2024): Borneo Journal of Science and Mathematics Education, Februari 2024
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjsme.v4i1.7277

Abstract

Jamur Dermatophyta adalah patogen yang dapat menyebabkan infeksi kulit pada manusia dan telah di identifikasi sebagai salah satu penyebab dermatofitosis, yang dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan benda yang terkontaminasi, termasuk helm. Helm yang digunakan oleh penumpang ojek dapat menjadi media yang potensial untuk kontaminasi jamur yang dapat menyebabkan infeksi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah terdapat jamur Dermatophyta pada helm penumpang ojek online di Samarinda Seberang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan 26 sampel yang dipilih secara acak (random sampling). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah keberadaan jamur, sedangkan variabel independen adalah pemakaian helm penumpang ojek online dalam sehari dan pembersihan helm. Data dianalisis menggunakan analisis univariat. Helm penumpang ojek online di Samarinda Seberang memiliki risiko kontaminasi jamur Dermatophyta, hasil identifikasi menunjukkan bahwa dari 26 sampel helm penumpang ojek online di Samarinda Seberang, sekitar 19,2% atau 5 sampel helm terkontaminasi jamur Dermatophyta. Jenis jamur Dermatophyta yang di temukan meliputi Microsporum gypseum (3,8%), Microsporum ferrugineum (11,6%), dan Trichophyton tonsurans (3,8%). Ditemukan bahwa pola pemakaian dan pembersihan helm mempengaruhi keberadaan jamur Dermatophyta pada helm penumpang. Helm yang digunakan oleh lebih dari 10 penumpang per hari cenderung memiliki tingkat positivitas jamur yang lebih tinggi, demikian juga dengan helm yang jarang dibersihkan.
PROFIL CANDIDA ALBICANS PADA SPUTUM LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA NIRWANA PURI SAMARINDA TAHUN 2023 Rerung, Noviani; Azahra, Sresta; Prihandono, Dwi Setiyo
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31482

Abstract

Candida albicans merupakan jamur golongan khamir bersifat dimorfik yang dapat membentuk ragi, pseudohifa, dan hifa semu serta merupakan flora normal pada tubuh manusia. Jamur ini dapat bersifat patogen apabila terdapat faktor risiko. Jamur ini dapat ditemukan pada saluran pernapasan manusia seperti paru-paru, sehingga dapat menyebabkan mikosis. Lansia rentan terinfeksi mikroorganisme khususnya jamur karena penurunan imunitas tubuh, massa tubuh, dan fungsi tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jamur C.albicans pada sputum lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak  30 sputum. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan kriteria inklusi sputum bersifat purulent, mukopurulent, dan mukoid. Pemeriksaan ini  diinkubasi pada suhu ruang dan suhu 40ºC selama 48 jam dengan menggunakan biakan Saboraud Dextrose Agar (SDA), dilanjutkan dengan pemeriksaan menggunakan pewarnaan langsung dengan larutan pewarna Lactophenol Cotton Blue (LPCB), yang dilanjutkan uji konfirmasi C.albicans dengan pemeriksaan Germ Tube, dan uji menggunakan media Chrom Agar. Analisa data secara univariat dengan jenis data yaitu data primer. Hasil penelitian pertumbuhan jamur Candida sp pada suhu ruang dan suhu 40ºC yaitu 29 (97%), sedangkan pertumbuhan C.albicans lebih mendominasi pada suhu 40ºC yaitu 17 (58%). Dapat disimpulkan bahwa didapatkan pertumbuhan jamur C.albicans sputum lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda.
EVALUASI PENGGUNAAN SERUM DAN PLASMA YANG DISIMPAN PADA TABUNG CLOTING ACTIVATOR DAN NAF SELAMA 6 DAN 24 JAM PARAMETER GLUKOSA DARAH Prihandono, Dwi Setiyo; Kesuma, Suryanata; Widyadari, Effie Raissa
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 6, No 3 (2024): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v6i3.21870

Abstract

Pemeriksaan laboratorium klinik akan memiliki mutu yang baik apabila ketepatan (akurasi) dan ketelitiannya (presisi) juga baik. Salah satu parameter pemeriksaan yang dilakukan di laboratorium adalah pemeriksaan kadar glukosa darah. Kebaruan dari penelitian ini karena meneliti tentang evaluasi penggunaan serum dan plasma yang disimpan pada tabung cloting activator dan NaF selama 6 dan 24 jam parameter glukosa darah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis rata-rata persentase penurunan, akurasi, presisi, dan total error pada pemeriksaan glukosa menggunakan tabung cloting activator dan tabung NaF selama segera, 6, dan 24 jam. Sampel dalam penelitian ini adalah darah mahasiswa jurusan teknologi laboratorium medis Poltekkes Kemenkes Kaltim sebanyak 40 spesimen. Data hasil diolah menggunakan aplikasi Microsoft excel. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata persentase penurunan tabung cloting activator 6 dan 24 jam sebesar 17,2% dan 24%. Rata-rata persentase penurunan tabung NaF 6 dan 24 jam sebesar 14,3% dan 20,9%. Akurasi pemeriksaan glukosa menggunakan tabung cloting activator 6 jam terhadap tabung cloting activator segera, tabung cloting activator 24 jam terhadap tabung cloting activator segera, tabung NaF 6 jam terhadap tabung NaF  segera, tabung NaF 24 jam terhadap tabung NaF segera sebesar -17,2%, -24.1%, -14.4%, dan -21.0%. Presisi pemeriksaan sebesar 8,3%, 10,6%, 7,2%, dan 7,3%. Total error pemeriksaan sebesar 33,5%, 44,7%, 28,7%, dan 35,4%. Kesimpulan bahwa terdapat perbedaan klinis pada pemeriksaan glukosa menggunakan tabung cloting activator dan tabung NaF selama 6, dan 24 jam. 
Gambaran Kapang Aspergillus Sp pada Terasi dalam Kemasan Tanpa Merek di Pasar Tradisional Kota Samarinda Fitria, Fitria; Suhartini, Suhartini; Prihandono, Dwi Setiyo
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 6 No. 2 (2023): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/jikes.v6i2.575

Abstract

Abstrak Terasi merupakan bahan makanan hasil fermentasi hewani. Dalam fermentasi terasi terdapat mikroorganisme yang berperan penting pada prosesnya yakni bakteri Lactobacillus sp dan bakteri mesofil. Terasi dapat disimpan selama berbulan-bulan, tetapi kemasan terasi yang tidak diperhatikan tempat penyimpanannya bisa mengakibatkan terasi terkontaminasi oleh kapang. Kontaminasi terasi oleh kapang disebabkan karena terasi mengandung nutrisi, protein, vitamin dan mineral. Selain itu, terasi yang disimpan pada suhu dan kelembapan yang rendah dapat menyebabkan suburnya pertumbuhan kapang. Kapang Aspergillus sp dapat menyebabkan penyakit Aspergillosis pada manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kapang  Aspergillus sp yang terdapat pada terasi dalam kemasan tanpa merek di pasar tradisional Kota Samarinda. Penelitian ini bersifat deskriptif dan sampel yang digunakan adalah terasi dalam kemasan tanpa merek dengan jumlah 24 sampel menggunakan teknik total sampling. Teknik analisis data menggunakan univariat. Hasil penelitian terasi dalam kemasan tanpa merek ditemukan Aspergillus sp sebanyak 11 (46%) jenis Aspergillus niger, Aspergillus flavus, dan Aspergillus fumigatus. Kata kunci: aspergillus sp, kapang, terasi   Abstract The shrimp paste is a fermented animal food ingredient. In shrimp paste fermentation there are microorganisms that play an important role in the process, namely Lactobacillus sp and mesophyll bacteria. The shrimp paste can be stored for months, but the shrimp paste packaging that is not properly stored can cause the shrimp paste to be contaminated by mold. Contamination of shrimp paste by mold is caused because shrimp paste contains nutrients, protein, vitamins and minerals. In addition, shrimp paste stored in low temperatures and humidity can lead to fertile mold growth. Aspergillus sp. can cause Aspergillosis in humans. The purpose of this study was to determine the description of the Aspergillus sp fungus found in unbranded shrimp paste in the traditional market of Samarinda. This research is descriptive and the sample used is unbranded shrimp paste with a total of 24 samples using a total sampling technique. Data analysis technique using univariate. The research found 11 (46%) Aspergillus sp species, Aspergillus niger, Aspergillus flavus, and Aspergillus fumigatus in unbranded shrimp paste. Keywords: aspergillus sp, mold, shrimp paste