Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Lentera Perawat

Gambaran Tingkat Kulitas Hidup Pasien Hipertensi di Wilayah Binaan UPTD Puskesmas Sukaraya Rohana I Gusti Ayu Putu Desy; Gunardi Pome; Masayu Hartina Ulfa
Lentera Perawat Vol. 4 No. 1 (2023): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i1.198

Abstract

Penyakit menular (PTM) terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, salah satu PTM yang tinggi angka peningkatan kejadiannya adalah hipertensi. Kelompok ibu rumah tangga (IRT) merupakan kelompok yang rentan terhadap keluhan fisik, baik karena faktor fisiologis maupun karena penyakit. Angka kejadian penyakit tertinggi di kabupaten OKU adalah hipertensi, dengan kejadian terbesar pada kelompok jenis kelamin perempuan. Hipertensi pada IRT menimbulkan banyak masalah yaitu kesehatan fisik, psikologi, hubungan social, maupun hubungan lingkungan sehingga mengakibatkan turunnya kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini menggunakan desian deskriptif analitik yang akan memberikan gambaran tingkat kualitas hidup pasien hipertensimenggunakan instrumen WHOQOL-BREF di wilayah binaan UPTD Puskesmas Sukaraya, OKU. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 orang IRT yang mengalami hipertensi dan sedang menjalani pengobatan di UPTD Puskesmas Sekarjaya, OKU. Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa karakteristik responden yang mengikuti penelitian didominasi oleh responden dengan jenis kalamin perempuan 60 orang (100%), usia terbanyak pada kelompok usia dewasa akhir sebanyak 20 orang (33,3%), dan waktu lamanya terdiagnosis hipertensi terbanyak < 1 tahun sebanyak 44 orang (73,3%). Kualitas hidup pasien hipertensi pada penelitian ini didapatkan responden dengan kualitas hidup sangat baik sebanyak 13 orang (21,67%), kualitas hidup baik sebanyak 23 orang (38,33%), dan kualitas hidup sedang sebanyak 24 orang (40%). Kualitas hidup responden dalam penelitian ini juga dikategorikan pada 4 (empat) dimensi. Kualitas hidup responden pada dimensi yang diukur terdapat kualitas rendah pada kategori dimensi fisik 17 orang (28,33%), dimensi hubungan social 6 orang (10%), dan dimensi hubungan lingkungan 4 orang (6,67%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum kualitas hidup pasien hipertensi berada pada kualitas sedang, terdapat kualitas rendah pada dimensi kesehatan fisik dan hubungan social yang cukup tinggi. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi landasan data untuk penelitian selanjutnya dalam menentukan intervensi yang tepat untuk meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi.
Permainan Edukasi Rangking 1 dalam Penerapan PHBS pada Siswa Sekolah Dasar di Masa Adaptasi New Normal Rohana I Gusti Ayu Putu Desy; Berlian Novianti; Winda Anggita; Anggi Shinta Pratama; Wiwice Arianti; Anisa Dara Tista
Lentera Perawat Vol. 4 No. 2 (2023): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i2.197

Abstract

Perhatian terhadap penularan kasus covid-19 pada anak perlu ditingkatkan dengan tindakan promotif dan preventif yang tepat. Metode yang menarik, menyenangkan, dan mudah diakses menjadi faktor yang menentukan keefektifan pelaksanaan edukasi kesehatan pada anak. Permainan edukasi merupakan alternatif yang dapat digunakan sebagai metode edukasi kesehatan pada anak usia sekolah. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional one group pretest and post test, yang bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan siswa SDN 15 OKU sebelum dan sesudah diberikan intervensi permainan edukasi “Rangking 1” tentang penerapan PHBS di sekolah masa adaptasi new normal covid-19. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas 5 (lima) dan 6 (enam) SD, sejumlah 55 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuisioner pengetahuan PHBS di Sekolah dengan nilai reliabilitas 0,518. Analisis data menggunakan deskriptif frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan peserta penelitian didominasi oleh siswa dengan kategori usia masa kanak-kanak (10-11 tahun) 37 orang (76,27%), jenis kelamin laki-laki 28 orang (50,91%), pendidikan orang tua SMA 31 orang (56,36%), dan pekerjaan orang tua sebagai buruh 20 orang (36,36%). Terjadinya peningkatan pengetahuan siswa sebesar 11,27% setelah diberikan intervensi keperawatan berupa permainan edukasi “Rangking 1”. Hasil penelitian diharapkan dapat diterapkan sebagai salah satu alternatif tindakan keperawatan dalam peningkatan pengetahuan siswa Sekolah Dasar dalam penerapan PHBS di Sekolah masa adaptasi new normal.